Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

PENTING !

Revisi Buku Blog Untuk Guru Era 4.0

Buku Blog Untuk Guru Era 4.0 sudah terbit dan dapat dibeli. Beberapa eksemplar sudah sampai di tangan pembaca. Namun saya sebagai penuli...

28 Maret 2020

Pelatihan Menulis KSGN (13): Kisah Guru dengan 450 Buku Ber-ISBN yang Memuat Namanya !

Maret 28, 2020


Pelatihan menulis melalui grup Whatsapp memasuki pertemuan ke-13 pada Sabtu 28 Maret 2020. Narasumber kali ini adalah Ibu Emi Sudarwati. Beliau adalah Guru Bahasa Jawa SMPN 1 Baureno Bojonegoro, Jawa Timur. Pegiat Literasi Guru dan Siswa Indonesia. Lebih dari 450 buku ber-ISBN ada nama saya di dalamnya. Beliau juga merupakan pemenang pertama lomba inobel 2016 bidang sorak kemdikbud. Pada pertemuan ini Bu Emi akan membagikan pengalamannya seputar inobel dan menerbitkan buku.

Bu Emi memulai kisahnya dari tahun 2013. Pada tahun tersebut beliau bergabung dengan sebuah kelompok penulis di Bojonegoro, namanya PSJB (Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro).  Di sana beliau banyak berjumpa dan berkenalan dengan penulis-penulis senior.  Seperti : JFX. Hoery (Padangan-Bojonegoro),  Sunaryata Soemardjo (Ngimbang-Lamongan), Nono Warnono (Gajah Indah-Bojonegoro), Gampang Prawoto (Sumberrejo-Bojonegoro), Sri Setyo Rahayu (Surabaya), almarhum Anas AG (Pemred  Radar Bojonegoro-waktu itu), dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dari orang-orang hebat di dunia tulis-menulis itu, akhirnya Bu Emi mendapatkan pencerahan.  Bahwa karya siswa yang sudah terkumpul bisa diterbitkan dengan ISBN (Internsional Standart Book Nomber).

Pada awal tahun 2014 terbitlah Kumpulan Cerkak karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno dengan judul buku LUNG. Pada penghujung tahun 2014.  Kembali bekerja sama dengan PSJB, menerbitkan buku karya Emi Sudarwati dan Siswa SMPN 1 Baureno.  Tidak berhenti sampai di situ.  Karya-karya ini juga mendapat sambutan baik dari kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, bahkan bupati Bojonegoro saat itu.

Sampai-sampai beliau dan siswa didatangi oleh salah satu wartawan radar Bojonegoro untuk wawancara.  Alhasil, besoknya tayang di surat kabar harian radar Bojonegoro yang sangat terkenal itu.  Dari sana,  semua penasaran dengan buku karya siswa tersebut.  Sehingga Toko Buku Nusantara Bojonegoro banyak diserbu pembeli buku.  Semua ingin membaca dan belajar menulis, serta menerbitkan buku.

Buku karya Emi Sudarwati dan siswa SMPN 1 Baureno  menjadi inspirasi bagi banyak sekolah.  Bukan hanya di Bojonegoro, namun juga di Kabupaten lain.  Sehingga sering diwawancara wartawan berbagai media,  baik cetak maupun on line.  Akhirnya bisa tampil di berbagai media tanpa harus membayar sepeserpun.

Pada tahun 2015 ini, Bu Emi ditugaskan untuk mengikuti lomba inobel tingkat nasional.  Awalnya ada rasa tidak percaya diri.  Namun karena Bapak Edy Dwi Susanto selaku kepala sekolah waktu itu tidak henti memberikan semangat dan motivasi.  Akhirnya beliau mengirimkan karya inovasi, meskipun dengan setengah hati.
Namun tidak disangka, ternyata dapat panggilan sebagai finalis inobelnas.  Bersama 102 guru dari seluruh Indonesia, beliau diundang ke Jakarta untuk presentasi.  Ternyata bukan hanya presentasi, tetapi ada ujian tulis juga.  Seusai lomba, seluruh finalis diajak berwisata di Dufan.  Meskipun belum mendapat juara, namun Bu Emi sudah cukup bangga, bisa belajar bersama guru-guru hebat dari seluruh tanah air.
Di samping itu, beliau juga mendapat rekomemdasi dari PSJB untuk mengikuti sayembara di BBJT.  PSJB adalah kepanjangan dari Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro.  Sedangkan BBJT kepanjangan dari Balai Bahasa Jawa Timur.  Lembaga tersebut, setiap tahun mengadakan sayembara, yaitu pemilihan sanggar sastra, karya sastra Indonesia, karya sastra Jawa, dan guru bahasa berdedikasi.
Puji syukur, Bu Emi mendapat anugrah sebagai guru Bahasa Jawa Berdedikasi.  Hal ini disebabkan karena sudah menerbitkan beberapa buku karya sastra siswa.  Semua itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk lebih berinovasi lagi.  Dengan status baru ini, penulis merasa memiliki tanggung jawab moral, agar lebih giat menularkan virus literasi di manapun juga.  Bukan hanya untuk siswa, namun juga untuk sesama guru.  Bukan hanya di Bojonegoro saja, tetapi sampai ke luar daerah.

Pada tahin 2016, Bu Emi ditugaskan mengikuti seleksi guru prestasi tingkat Kabupaten Bojonegoro.  Sebenarnya saat itu sudah untuk yang ke dua kalinya.  Karena banyak guru menolak mengikuti seleksi tersebut, akhirnya bu Emi ditugaskan lagi.  Ternyata tidak sia-sia.  Karena bisa menduduki juara ke tiga dari tiga puluhan peserta.
Pada tahun yang sama, Beliau kembali mengirimkan karya inobel.  Kali ini bukan atas inisiatif  bapak kepala sekolah, tetapi keinginan beliau sendiri.  Karena pengalaman tahun 2015 lalu begitu menginspirasi.  Kali ini bukan karya baru.  Namun karya lama yang diedit, dengan tambahan sesuai yang diberikan oleh dewan juri.  Alhasil, mendapat juara 1 inobelnas kategori SORAK (Seni, Olah Raga, Agama, bimbingan Konseling dan Muatan Lokal).

Tidak lama seusai lomba, Bu Emi mendapat panggilan untuk short Course di Negeri Belanda.  Belajar sistem pendidikan di negri kaum penjajah yang super maju itu.  Berkunjung ke dua universitas terbaik, yaitu Windesheim dan Leiden.  Juga berkunjung ke sekolah-sekolah terbaik, yaitu Van Der Capellen dan lain-lain.  Bukan hanya itu, semua peserta diajak berwisata ke Volendam, menyusuri Kanal Amsterdam dan mampir ke Brussel-Belgia.

Sepulang dari Belanda, masih juga mendapat panggilan workshop menulis jurnal di Kota Bali. 
Lagi-lagi, di samping belajar juga bisa berwisaya keliling kota terindah di negeri ini.  Kali ini, semua peserta mendapat materi merubah naskah inobel menjadi jurnal.  Tentu ini bukan hal kecil, karena naskah tersebut akan dimuat dalam jurnal berkelas nasional.  Nama jurnalnya adalah DEDAKTIKA.

TAHUN 2017
Tidak berhenti sampai di situ.  Beberapa bulan berikutnya.  Penulis diundang untuk mengikuti workshop Literasi di Kota Batam.  Tidak ingin melewatka kesempatan, beberapa peserta menyempatkan mampir ke negara tetangga, yaitu Singapura.  Sehari di kota lion, melahirkan sebuah buku berjudul Dag Dig Dug Singapura.
Bukan aji mumpung atau apa, hanya tidak ingin melewatkan kesempatan baik.  Kapan lagi seorang guru bisa jalan-jalan ke Singapura, kalau bukan memanfaatkan kesempatan baik tersebut.
 Kebetulan juga bertepatan dengan liburan sekolah, jadi sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Paska menyandang predikat juara I inobelnas, Bu Emi belum boleh lagi mengikuti lomba yang sama.  Tentu dalam waktu yang belum bisa diprediksi.  Oleh karena itu, beliau tidak ingin kesepian.  Lalu mengajak teman-teman alumni finalis inobelnas untuk menulis bersama dalam satu buku.  Beliau menyebutnya dengan istilah Patungan Buku Inspiratif.
Bukan hanya karya yang bersifat ilmiah.  Namun dalam grup tersebut juga menerbitkan kumpulan cerita inspiratif,  berbagi pengalaman mengajar, kumpulan puisi, kumpulan pantun dan masih banyak lagi buku-buku lainnya.
Dalam perkembangan selanjutnya, bahkan bukan hanya menerbitkan buku-buku patungan.  Namun saat ini lebih banyak menerbitkan SBGI (Satu Buku Guru Indonesia) dan SBSI (Satu Buku Siswa Indonesia).

TAHUN 2018
Ratusan buku lahir dari grup Patungan Buku Guru Inspiratif.  Karena sejak tahun 2018 ini lebih banyak menerbitkan SBGI dan SBSI, maka nama grup dirubah.  Yaitu menjadi Penerbit Buku Inspiratif (PBI).  Beberapa undangan dari daerah-daerah lain mulai berdatangan.  Misalkan dari Kota Bogor, Sampang, Tuban, Blitar, Lamongan, Yogyakarta dan lain-lain.  
Akhirnya Bu Emi berinisiatif, hanya menerima undangan sebagai nara sumber pada Hari Sabtu-Minggu atau Jumat sore.
Sedang di Bojonegoro sendiri, beliau aktif sebagai Guru Ahli (GA) di Pusat Belajar Guru (PBG).  Setiap saat harus siap menerima panggilan sebagai pemateri seminar maupun pelatihan.  Juga sebagai juri dalam lomba-lomba guru.  Tempatnya bisa di PBG pusat atau di PBG kecamatan.
Selain di PBG, beliau juga aktif di PGRI.  Yaitu sebagai juri lomba Guru menulis dan pelatihan meulis buku.  Memotivasi guru-guru Bojonegoro agar lebih inovatif dalam mengajar, dan lebih kreatif dalam menulis.  
Menghimbau agar guru-guru lebih sering mengirimkan hasil karya ke media.  Jangan berharap sekali kirim pasti tayang atau dimuat.  Namun harus bersabar, terus-menerus mengirim naskah.  Lama kelamaan pasti dimuat juga.
Bukan karena penerbit merasa kasihan, tapi memang pengalaman meulis itu sangat diperlukan.  Dengan terus-menerus mengirim naskah, berarti sudah terus menerus belajar menulis pula.  Dari proses tersebut kita belajar.  Belajar meminimalisir kekesalahan.

TAHUN 2019
Bu Emi mengawali terbitnya buku Kado Cinta 20 Tahun dan Haiku.  Karya ini ditulis berdua dengan suami. Selanjutnya, di tahun yang sama, beliau ingin menerbitkan 2 buku tunggal dan beberapa buku patungan.  Buku tunggal yang pertama berbahasa jawa, yaitu pengalaman selama haji dan umrah.  Sedangkan buku tunggal yang kedua adalah   Menulis dan menerbitkan Buku sampai Keliling Nusantara dan Dunia.  Impian ini pun bisa menjadi nyata. Adapun untuk patungan, seperti sebelum-sebelumnya.  Yaitu menulis bersama siswa SMPN 1 Baureno dan bersama grup Patungan Buku Inspiratif.  Juga menulis bersama penerbit Pustaka Ilalang. 

Setelah membagikan pengalamannya, Bu Emi membuka kesempatan untuk bertanya. Para peserta sangat antusias. Pertanyaan-pertanyaan silih berganti memenuhi grup.Saya sendiri bertanya beberapa kali. Saya ingin tahu Bu Emi bergabung dengan grup apa. Beliau bergabung dengan grup WA Penerbit Buku Inspiratif. Namun sayangnya grup itu sudah penuh anggotanya.  Kemudian saya juga ingin tahu cara publikasi sekolah yang siswanya menerbitkan buku.

Mengapa publikasi itu perlu ? Bukan untuk pamer tapi untuk mendorong sekolah lain jagar uga ikut termotivasi melakukan hal yang sama, sehingga budaya literasi mengakar kuat di seluruh sekolah dalam satu wilayah. Ternyata cara Bu Emi cukup simpel, yaitu dengan mengupload kegiatan tersebut ke media sosial. Kebetulan pejabat dan wartawan melihat postingannya sehingga tertarik untuk meliput dan mengapresiasi. Terakhir saya bertanya tentang sistem titip buku di toko buku. Jadi kita harus cetak bukunya dahulu sebagai stok di toko buku. Jumlah yang dicetak bisa dimulai dari 10 buku.

Pertanyaan lain dari salah satu peserta mengenai cara memulai siswa untuk menulis. Kalau cara Bu Emi yaitu  Sebelum pembelajaran anak-anak baca buku.  Atau bisa 1 anak baca buku di depan, yang lain mendengarkan.  Kemudian semua mebuat ringkasan isi cerita tersebut.  Lalu saya tunjuk secara acak beberapa siswa membacakan ringkasannya.  Lama-lama anak akan memahami struktur cerita. Baru kita arahkan untuk menulis.

Peserta lain juga bertanya jenis buku yang paling mudah untuk penulis pemula. Bu Emi menjawab bahwa semua buku mudah ditulis jika sesuai dengan yang kita sukai. Misalkan kita suka baca novel, pasti sangat mudah menulis novel. Kalau kita suka baca karya inovatif, pasti akan mudah menulis karya inovatif. Lebih lanjut, Bu Emi menyarankan jika ingin memulai menulis, maka harus diawali dengan membaca.

Ada pertanyaan tentang strategi pemasaran buku ala Bu Emi. Beliau menjawab caranya yaitu dengan meniitip di Toko Buku Nusantara Bojonegoro, dan dibawa waktu seminar atau workshop. Sering posting di media sosial juga.Tapi paling enak buku patungan.  Tidak usah repot promosi, buku sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Misalkan buku hasil patungan 50 penulis. Masing-masing penulis wajib membeli 10 eks.  Jadi buku langsung dicetak 500 eks.  Biaya produksi lebih murah juga.

Bu Emi mengungkapkan bahwa beliau suka penerbit indie,. Karena semua buah pikiran kita pasti bisa diterbitkan.  Yang terpenting, kita bisa menjadi penulis, distributor sekaligus penjual buku kita sendiri.

Bu Emi juga mau membantu peserta yang ingin menerbitkan buku. Beliau memberi tahu ketentuan, biaya, dan fasilitas yang diterima dari penerbit yang berada dibawah naungan Penerbit Majas Grup

Sekarang beliau program baru yaitu Wisata Puisi. Bisa dilihat  Channel youtube beliau yaitu Emi Sudarwati.

Terakhir, Bu Emi menyampaikan kesimpulan. Buku adalah bukti sejarah.  Merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini.  Oleh karena itu, saya ingin mengabadikan setiap jengkal perjalanan menjadi sebuah buku.  Setiap karya pasti akan menemukan takdirnya sendiri.  Semoga buku sederhana ini mengispirasi banyak orang

Pelatihan Menulis KSGN (12): Jangan Sampai Bernasib Tragis, Ini Cara agar Buku Kita Laris Manis !

Maret 28, 2020
gambar ilustrasi: freepik.com


Pelatihan menulis secara online yang diselenggarakan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog melalui Whatsapp group telah memasuki pertemuan ke-12 pada Jumat, 27 Maret 2020. Topik yang dibahas adalah Strategi Pemasaran Buku. Om Jay kembali menjadi narasumber pada pertemuan ini.

Om Jay mengawali pertemuan dengan mengungkapkan keprihatinannya. Banyak Penulis setelah menerbitkan bukunya berakhir tragis. Bukunya tidak laku jual dan akhirnya diobral. Sebab mereka tak punya strategi pemasaran buku secara jitu dan tak mau belajar tentang pentingnya marketing untuk buku.

Strategi pemasaran penjualan buku ajar perlu memperhatikan empat faktor. Berbicara tentang marketing salah satu profesi yang banyak dihindari, namun paling banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Apapun itu bentuk perusahaannya. Bagi seorang penulis buku, terutama penulis buku yang menerbitkan buku secara indie dan PoD penting menguasai strategi pemasaran buku.

Om Jay memberi beberapa link artikel referensi seputar strategi pemasaran buku. Berikut ini salah satu artikel yang dikutip dari penerbitdeepublish.com.

Ada empat strategi pemasaran buku agar terjual laris. Keempat tersebut meliputi splace, product, price dan promotion. Berikut ulasannya.

Place, Tempat Yang Strategis

Setiap orang itu pada dasarnya seorang marketing. Salah satu kunci kesuksesan marketing adalah memperhatikan place atau tempat. Pemilihan tempat yang strategi, tentu akan meningkatkan hasil penjualan buku. Tempat yang strategis memudahkan untuk dijangkau dan dikenal. Tidak hanya itu, lokasi yang strategis juga salah satu cara menjaring pelanggan.

Place dalam arti luas tidak berbicara tentang dunia lokasi penjualan. Termasuk membicarakan tentang kegiatan penyaluran produk berupa barang dan jasa berupa distribusi ke produsen dan ke konsumen.

Lokasi pemasaran melibatkan beberapa pelaku. Mulai dari tim marketing, agen, retailer dan distributor. distribusi menjadi poin penting dalam strategi pemasaran untuk menjaga ketersediaan barang dan jasa yang diperlukan oleh konsumen dalam waktu dan tempat yang tepat. Percuma jika lokasi strategi namun tidak diimbangi dengan ketersediaan yang memadai.

Strategi pemasaran mengandalkan tempat saja tidak cukup. Perlu adanya strategi distribusi buku dengan cara lain. Misalnya bisa mengandalkan media sosial, membuat website khusus dan sebagainya. Untuk mencapai titik ini, kita perlu memilih saluran distribusi secara terencana dan tepat. Misalnya melakukan survei dan riset terlebih dahulu. Selama melakukan riset, ada beberapa hal yang dicatat, yaitu mencatat sifat pembeli, sifat perantara, sifat produk, pesaing dan faktor harga.

Price, Harga yang Kompetitif

Strategi pemasaran buku adalah persoalan harga. Harga mampu mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk. Harga ditentukan berdasarkan sifat pembeli. Saat menentukan harga, adapun beberapa yang diperhatikan, misalkan mempertimbangkan letak geografisnya, frekuensi pembelian dan kebiasaan belanja masyarakat sekitar.

Harga kompetitif tentu akan menarik perhatian konsumen. Tidak heran jika pelaku marketing menetapkan harga  dengan cara memberikan diskon. Diskon dijadikan icon untuk menarik minat dan perhatian calon pembeli. Meskipun diskon tersebut diberikan dengan syarat tertentu.

Penentuan harga dapat digunakan sebagai media competitor dengan produsen yang serupa. Pernah mengamati dan membandingkan toko buku satu dengan toko buku yang lain? toko Z misalnya, menjual buku dengan harga lebih mahal. Sedangkan toko X menjual dengan harga lebih murah dari toko Z. Hasilnya, konsumen memilih tokoh Z yang lebih murah, meskipun merelakan jarak lebih jauh.

Di dalam strategi pemasaran buku terdapat tiga cara menetapkan harga. Pertama, cost oriented pricing, yaitu penetapan harga berdasarkan pendekatan biaya produksi. Cost oriented pricing dibagi menjadi tiga metode, yaitu metode penetapan harga biaya plus, penetapan harga mark-up dan target pricing.

Metode penetapan harga berdasarkan biaya plus sering digunakan dalam perusahaan produksi. Penentuan harga biaya plus dapat dilakukan dengan cara biaya total + laba = harga jual. Sedangkan metode penetapan harga mark-up untuk menentukan harga jual dengan cara harga beli + mark up. Metode yang terakhir adalah target pricing yang dilakukan berdasarkan tingkat pengembalian investasi yang diinginkan.

Kedua, demand-oriented pricing atau penetapan harga berdasarkan pendekatan kebutuhan dan permintaan. Metode ini sering ditentukan berdasarkan situasi tertentu. Ketiga, competition oriented pricing merupakan penetapan harga berdasarkan pendekatan persaingan pemasaran. Persaingan harga ini paling sering ditemui. Terutama untuk buku-buku yang sifatnya homogen.

Penepatan harga buku dapat ditentukan dengan dua metode. Yaitu metode perceived value pricing dan sealed bid pricing. Perceived value pricing salah satu upaya menetapkan harga setingkat rata-rata pasar. Sedangkan sealed bid pricing penetapan harga berdasarkan pada tawaran oleh pesaingnya.

Product, Mutu Product

Mutu produk sebagai indikasi strategi pemasaran. Kualitas produk menentukan jumlah permintaan. Mutu produk yang jelek dibandrol dengan harga sesuai dengan kualitas produk, berlaku untuk sebaliknya. Namun, jika yang terjadi mutu produk jelek dibandrol harga tinggi, tentu akan berpengaruh terhadap minat konsumen, dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penurunan pengunjung.

Menjaga prodak menjadi kunci keberhasilan dalam melakukan strategi pemasaran. Dengan kata lain, menjaga kualitas prodak menjadi prioritas pertama. Jika penjualan di bidang buku, kualitas produk bisa saja masalah pengepakan dan penjilidan. Kecacatan dalam buku hal yang umum terjadi masalah tentang punggung buku yang tidak erat, jenis kertas dan masalah sepele lainnya.

Promotion, Kecepatan Promosi

Semua pasti tahu definisi promosi. Dalam strategi pemasaran buku  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan promosi. Diantarannya harus berani untuk ditolak, cepat dalam menawarkan dan memiliki inisiatif menawarkan. Seorang strategi pemasaran handal dan berpengalaman tidak pernah takut ditolak. Belajar dari seorang sales yang jalan kaki menawarkan produk dari rumah satu ke rumah lain. Jaminan, mereka lebih banyak ditolak daripada diterima. Namun mereka tetap menawarkan produknya.

Promosi yang baik adalah promosi yang tepat sasaran. Untuk mencapai tepat sasaran, perlu kreativitas. Selain kreativitas, konsistensi dalam melakukan promosi itu penting. pentingnya konsistensi dapat mempengaruhi minat pelanggan.

Kaitannya antara konsistensi dan kreativitas dalam promosi seperti kasus ini. Sebut toko buku A dan toko buku B. Toko buku A dan B sama-sama menjual buku serupa. Hanya saja, toko buku A memberi diskon dan memberikan buku satu gratis untuk konsumen yang membeli lebih dari tiga judul buku. Sedangkan toko buku B tidak memberikan promo sama sekali. Dari kasus tersebut, jelas toko A yang lebih menarik perhatian untuk dikunjungi.

Banyak cara menciptakan kreativitas, tidak melulu memberikan diskon. Jika kita berada di posisi toko B, salah satu meningkatkan minat konsumen dengan membuat promosi lebih kreatif dan menarik. Selain melakukan promosi dalam bentuk promo, bisa juga promosi dengan cara mengutamakan kualitas barang dan pelayanan prima.

Pelayanan prima salah satu metode promosi yang murah meriah, dan bisa diaplikasikan oleh hampir semua orang. Konsumen yang puas dengan hasil pelayanan kita, mereka secara tidak langsung akan mempromosikan produk kita ke orang lain. Dalam bahasa jawa, istilah ini yang disebut getok lambe, yaitu mempromosikan dari mulut ke mulut konsumen, tanpa kita suruh sebelumnya.

Itulah keempat poin strategi pemasaran buku. Semoga ulasan tersebut memberikan wawasan, sudut pandang dan referensi. Jika Anda memiliki buku indie, tidak ada salahnya menerapkan strategi pemasaran buku ini. Jika berhasil, maka keuntungan hasil penjualan buku bisa 100%. Barangkali, berawal dari sinilah yang akan mengantarkan kita menjadi seorang marketing handal

***
Selain artikel tersebut, Om Jay membagikan link lain yang dapat dijadikan referensi strategi pemasaran buku:


  • http://baublogging.com/promosi-buku/
  • https://www.kompasiana.com/johanmenulisbuku/55006d9d8133119c17fa784f/strategi-pemasaran-buku
  • https://penerbitdeepublish.com/cara-menerbitkan-buku-strategi-pemasaran-buku-ajar/
  • https://www.astamediagroup.com/blog/5-strategi-pemasaran-untuk-meningkatkan-penjualan.html



Om Jay kemudian membagi pengalaman mendapat royalti dari penerbit mayor. Penulis baru kebanyakan lebih memilih penerbit indie daripada penerbit mayor. Hal ini bisa dipahami karena seleksi ketat dari Penerbit mayor. Kita akan merasakan sakitnya penolakan. Namun, bila buku diterima dengan baik oleh penerbit besar rasanya senang sekali karena mereka juga punya tenaga pemasaran atau marketing yg banyak.

Contoh kasus ketika Om Jay menang lomba naskah buku pengayaan kemdikbud tahun 2009 dan mendapatkan hadiah uang sebesar 20 juta. Waktu itu beliau senang sekali karena baru pertama kali dalam hidup memegang uang sebanyak itu.

Namun teman sekamar Om Jay, Pak Johan Wahyudi mengatakan bahwa itu belum seberapa. Sebab beliau sudah merasakan  royalti buku sebesar 200 juta. Beliau menulis buku ajar bahasa indonesia yang diterbitkan Tiga Serangkai Solo. Om Jay  kaget juga karena tak menyangka kalau royalty buku ajar bisa sebanyak itu dari penerbit mayor.

Penulis yang punya jiwa kewirausahaan pasti akan melihat peluang dari buku yang dituliskannya. Pernyataan tersebut cukup relate dengan saya. Buku pertama saya dibuat karena saya melihat peluang bahwa buku dengan topik penggunaan blog untuk guru masih jarang ada. Kebetulan sekali saya bergabung dengan grup pelatihan menulis ini. Beberapa peserta membutuhkan referensi sebagai panduan mengelola blog. Disitulah buku saya masuk untuk memenuhi kebutuhan referensi tersebut. Lewat buku itu, saya ingin mendorong dan mendukung agar guru-guru di Indonesia menulis di blog.


Kesimpulan materi strategi pemasaran buku pada pertemuan ini yaitu
1. Manfaatkan media sosial utk memasarkan biku.
2. Pasang iklan di media arus utama seperti koran dan majalah.
3. Adakan bedah buku.
4. Menggelar konferensi pers
5. Ajak komunikasi dengan peresensi buku kita
6. Manfaatkan kolegaa atau teman baik serta komunitas
7. Manfaatkan kesempatan yang ada dan biasanya saya jualan buku saat menjadi narsum


23 Maret 2020

Pelatihan Menulis KSGN (11): Guru Juga Bisa Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor. Ini Kuncinya !

Maret 23, 2020
gambar: freepik.com

Pelatihan menulis secara online melalui Whatsapp group telah memasuki pertemuan ke-11 pada Senin, 23 Maret 2020. Topik yang dibahas adalah Mengirim dan Menerbitkan Buku di Penerbit Andi. Seharusnya narasumber yang memberi materi adalah Bapak Edi S Mulyanta dari Penerbit Andi. Namun beliau sedang berhalangan hadir. Maka, Om Jay yang menggantikan beliau. Om Jay  pernah menerbitkan buku di Penerbit Andi, sehingga beliau bisa berbagi pengalamannya kepada peserta grup pelatihan menulis.

Awalnya Om Jay menanyakan apakah ada peserta yang pernah menerbitkan buku di penerbit mayor. Ada yang menjawab "belum". Memang saya perhatikan teman-teman peserta grup pelatihan ini ada yang sudah menerbitkan buku, tapi sebagian besar menerbitkan di penerbit indie. Artinya mereka membiayai sendiri proses penerbitannya. Hal tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Om Jay. Banyak guru yg seringkali tidak sabar untuk menerbitkan bukunya sehingga mereka keluar banyak uang untuk menerbitkan bukunya (melalui penerbit indie). Padahal guru yang justru seharusnya mendapatkan uang dari buku yang diterbitkannya.

Menurut beliau, banyak dari kita sebagai guru belum siap menerbitkan bukunya di penerbit besar atau mayor sehingga penulisnya diisi oleh dosen dosen di perguruan tinggi. Mengapa bisa seperti itu ?  Persoalan utamanya bukan karena guru tidak ada waktu tapi guru belum dilatih untuk membuat dan menerbitkan buku ajar.

Untuk membangkitan motivasi peserta, Om Jay mengirimkan file mengenai besaran royalti yang diterima dari Penerbit Andi. Nominalnya sungguh fantastis, mencapai puluhan juta rupiah ! Setelah saya perhatikan, kunci untuk mendapat royalti sebesar itu adalah jumlah buku yang terjual harus mencapai ribuan eksemplar. Melihat besarnya royalti tersebut, peserta menjadi mulai berani bermimpi untuk menerbitkan buku di penerbit mayor.

Selanjutnya Om Jay mengirim link tulisannya di kompasiana dan meminta peserta memberi kesimpulan. Tulisan tersebut berisi tentang kegiatan penyusunan buku Informatika yang dilakukan oleh tim guru TIK PGRI. Ada empat buku yang diterbitkan di Penerbit Andi.


sumber gambar: andipublisher.com


Kesimpulan dari Om Jay yaitu intinya guru harus mampu berkolaborasi dengan guru sekolah lainnya dan berkumpul dalam wadah organisasi guru. Sehingga mampu membuat karya agung yang bisa digunakan untuk semua sekolah. Karena itulah penerbit besar mau menerbitkannya karena memang layak jual dan mendatangkan keuntungan di kedua belah pihak. Maka kunci agar guru bisa menerbitkan buku di penerbit mayor adalah guru harus dibiasakan membangun supertim dalam pembuatan buku ajar. Sudah tidak jamannya lagi kita menjadi superman. Apalagi hanya memperkaya dirinya sendiri saja.

Om Jay juga memberi tahu petunjuk teknis dalam penerbitan. Beliau sampaikan bahwa sebelum diterbitkan biasanya ada SPP yang harus ditanda tangani antara penerbit dengan penulis.

Seorang peserta bertanya mengenai kiat yang harus diterapkan untuk bisa lolos penerbit mayor. Untuk hal itu, Om Jay menyarankan agar kita mengakses web penerbit. Biasanya penerbit memberi tahu cara dan jenis buku yang diinginkan.

Kesimpulan materi malam ini adalah untuk menulis dan menerbitkan buku di penerbit mayor perlu kolaborasi dan membangun supertim dalam wadah organisasi profesi guru yang kredibel dan sudah berpengalaman.

22 Maret 2020

Home Learning Ala Guru Milenial Ibukota

Maret 22, 2020
Besok (23/03) merupakan hari keenam pelaksanakaan home learning bagi siswa di sekolah saya. Artinya sudah 5 hari home learning dilakukan. Bagaimana sistem yang saya jalankan ? Aplikasi pembelajran apa yang saya pakai ?

Sebelum masuk kesitu, saya ingin ceritakan bahwa kebijakan home learning ini cukup mendadak. Saya tidak sempat bertemu dengan siswa karena sebelumnya saya melakukan pelatihan selama seminggu. Banyak aplikasi pembelajaran yang disarankan oleh dinas pendidikan, Kemdikbud, dan pihak lainnya. Hmm... mau pakai yang mana ya ?

Jika bicara media pembelajaran online, saya tidak pernah lepas dengan yang namanya blog. Sejak masa kuliah, saya berusha mengenalkan blog sebagai media pembelajaran online. Masih jarang guru-guru yang memakai atau bahkan mengenal blog. Adanya kebijakan home learning menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan betapa berfungsinya blog untuk pembelajaran.

Saya cukup bersyukur karena saya sudah membiasakan siswa mengakses blog sebagai bagian dari kegiatan belajar. Alamat blog pembelajaran saya yaitu www.bahastematiksd.blogspot.com. Saya kerap memasang soal online dari google form di blog itu. Saya juga pernah memberi rangkuman sebagai salah satu bahan belajar untuk Penilaian Harian. Dengan demikian, setidaknya siswa sudah cukup familiar dengan blog.

Blog Pembelajaran


Jadi terjawab sudah, saya menggunakan blog sebagai media home learning. Selanjutnya saya perlu aplikasi untuk menunjang interaksi dengan siswa. Memang yang banyak digunakan dan paling mudah adalah membuat grup WA baru. Namun saya ingin mencoba menggunakan aplikasi lain yang lebih rapi dan teratur tampilan interaksinya serta memberi pengalaman baru bagi siswa.
Google Classroom

Suatu ketika, saya melihat status teman yang menggunakan Google Classroom. Saya pun bertanya kepadanya dan membahas banyak tentang aplikasi itu. Akhirnya saya pun tertarik menggunakannya. Menurut saya, ketika siswa menggunakan aplikasi itu, akan lebih terasa nuansa belajarnya hehe. Kebetulan seluruh orang tua siswa di kelas saya memiliki handphone. Jadi pembelajaran dan interaksi secara online dapat dilakukan. Namun memang ada siswa yang baru bisa menggunakan handphone saat malam hari ketika orang tuanya pulang dari tempat kerja. Maka, saya tidak membatasi pukul berapa siswa mengirim tugas.



Sebenarnya saya agak khawatir jika siswa/orang tua kesulitan memahami cara memakai google classroom. Saya hanya memberi panduan lewat WAG kelas. Setelah dicoba, Puji Tuhan sebagian besar bisa bergabung ke classroom saya.

Untuk pemberian tugas, saya hanya menggunakan google form yang dipasang di blog. Saya tidak menggunakan fitur yang ada di google classroom karena dikhawatirkan akan menyulitkan siswa. Seperti yang saya katakan, google classroom untuk media interaksi saja.

Begitulah pengalaman saya menerapkan home learning. Saya merasa kebijakan ini cukup mendorong guru untuk berpikir kreatif. Siwa pun juga kreatif dalam belajar. Saya melihat status medsos rekan-rekan guru tentang proses dan hasil  siswa melaksanakan home learning. Ada yang dalam bentuk video, dan ada yang berupa foto karya keterampilan siswanya.

19 Maret 2020

Pelatihan Menulis KSGN (10): Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Menulis Buku. Ini Dia Tipsnya !

Maret 19, 2020



Pelatihan menulis online hari ke-10 pada Selasa, 17 Maret 2020 menghadirkan Ibu Sri Sugiarti sebagai narasumber. Beliau merupakan kepala SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta. Namun selain itu beliau tergabung dalam komunitas Pegiat Literasi Nusantara, sehingga beliau sudah menulis 17 buku. Wow ! banyak sekali. Maka pertemuan ini beliau berbagi materi, pengalaman dan memotivasi peserta untuk menulis. 

Di awal pertemuan, Ibu Sri membagikan materi dalam bentuk power poin. Materi tersebut sangat jelas dan lengkap membahas proses menulis dan menerbitkan buku. Secara garis besar, isi materi tersebut yaitu"
  • Kendala dan hambatan menulis
  • Beberapa alasan menulis: material, eksistensi, personal, sosial, spiritual
  • Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjadi penulis yang baik: membaca, berdiskusi, mengamati lingkungan, bersosialisasi
  • Writing Preparation: menggali ide, Menentukan tujuan, genre, segmen pembaca, menentukan topik, membuat outline, mengumpulkan bahan buku 
  • Hal yang perlu diperhatikan saat menulis: Time target, discipline, comfortability, facilites, mood booster
  • Langkah setelah tulisan selesai : Editing, Revising, Publishing
Setelah peserta diberi waktu untuk membaca materi, peserta dipersilakan bertanya. Dari interaksi yang terjadi di dalam grup tersebut, dapat dirangkum sebagai berikut:

  • menulis itu keterampilan, bukan bakat. Kita harus menanamkan mindset itu. Katakan saya bisa. Terpenting lagi kita harus memiliki komunitas menulis. Disana lah kita akan bertemu orang yang memiliki satu misi/satu passion. Sehingga kita bisa terus belajar menulis sampai ada buku yang dihasilkan. Mungkin awalnya bisa dari artikel kecil-kecilan yang berasal dari ide-ide disekitar kita
  • Ibu Sri mengakui bahwa beliau baru menulis ketika menjelang umur 50 tahun. Itu juga karena tuntutan dari perkuliahan S2. Suatu ketika beliau menemukan buku berjudul menulis itu mudah. Sejak saat itu beliau mulai rajin menulis
  • Maka tidak ada kata terlambat untuk belajar menulis. Sejak suka menulis beliau rajin mengikuti berbagai pelatihan dan bergaul dengan para penulis. Sehingga memiliki komunitas sebagai wadah mengupgrade diri
  • Banyak buku yang bisa dipelajari tentang menulis. Baik yang teori maupun bentuk lain. Namun beliau  pribadi lebih suka menggunakan salah satu contoh buku yang sesuai passion kita. Misalnya novel, memoar, atau lainnya, sesuai dengan genre yang ingin kita tulis.
  • Jika ingin menerbitkan di penerbit mayor harus bermodalkan sabar. Kita sebaiknya mengenal editor penerbit. Karena kadang penerbit tersebut yang butuh buku dengan arahan tertentu. Tidak sembarang buku lolos di penerbit mayor
  • Beliau menceritakan pengalaman menerbitkan buku yang dibuat satu tim dan lolos di penerbit mayor. Ternyata berawal dari editor penerbit Erlangga yang memerlukan adanya buku seri pendalaman Bahasa Inggris untuk UN SMK. Ibu Sri berbagi dengan teman-temanya untuk membuat buku sesuai arahan.
  • Kita harus siap (konsisten) dengan kerangka/outline menulis yang sebelumnya sudah dirancang. Jangan pindah ke bab lain jika bab 1 belum selesai
  • Untuk menangkal rasa malas, bisa dengan ke toko buku atau me time sejenak. Lakukan yang ingin dilakukan. Setelah itu fokus kembali menulis. Katakan pada diri sendiri "ini harus selesai dan harus berwujud buku".
  • Jika ingin menulis puisi baiknya disaat suasana betul-betul tenang dan ingin menumpahkan isi hati dalam kalimat-kalimat puitis. Setelah itu bisa dikumpulkan. Jika terkumpul sekitar 60 halaman, bisa dibukukan. Untuj judul buku, bisa menggunakan salah satu judul puisi yang paling menarik di buku tersebut.
  • Untuk menulis ilmiah, bisa dengan melakukan riset dan memiliki banyak referensi. Kemudian dituangkan kembali dalam kalimat sederhana. Judulnya tetap dibuat memikat dan sesuai dengan isinya.
  • Ketika membuat buku ilmiah/populer dengan referensi dari buku yang dibaca, tentu harus cantumkan di daftar pustaka. Sedangkan penggalan kalimat yang diambil dari buku lain, bisa sebutkan naman penulis dan tahun buku itu diterbitkan
  • Jika kita komitmen ingin menulis maka mewujudkannya mudah karena sekarang ada alat bantu seperti handphone dengan berbagai aplikasi yang memudahkan kita menulis. Kita bisa menulis kapan saja dan dimana saja. Menulis tidak harus di depan laptop dengan serius dan berlama-lama tanpa melakukan yang lain. Dalam arti lain kita bisa menulis sambil melakukan aktivitas lain. Menulis tidak harus sampai selesai sempurna. Bisa dengan mencicil dua-tiga paragraf. Bisa dengan mengumpulkan ide-ide dahulu.

Pelatihan Menulis KSGN (9): Puluhan Ide Pembelajaran Alternatif untuk Daerah Terpencil

Maret 19, 2020
Kebijakan beberapa pemerintah daerah yang mengharuskan siswa belajar di rumah, menimbulkan tantangan baru bagi guru. Siswa bukan libur, namun tetap belajar, mengerjakan tugas, dan dipantau oleh guru. Maka, guru harus berpikir kreatif untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh atau disebut juga home learning. Teknologi internet yang ada sekarang ini sangat membantu guru untuk tetap terhubung dengan siswa walau jarak mereka saling berjauhan. Berbagai platform daring dapat dipilih untuk melaksanakan pembelajaran. Mulai dari yang paling familiar yaitu Whatsapp group sampai aplikasi pembelajaran seperti google classroom, rumah belajar, sekolah.mu, dan lainnya. Saya sendiri menggunakan blog dan google classroom. 

Namun jaringan listrik dan internet belum dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia. Pembelajaran online tentu tidak dapat berlangsung secara ideal. Hal ini pun ditanyakan oleh salah satu peserta pelatihan menulis KSGN yang berasal dari NTT

"selamat malam bapak, sekolah saya di pelosok  listrik hanya menyala pada malam hari,.. untuk jaringan internet juga tidak stabil... pembelajaran dalam jaringan mudah2an bisa kami lakukan jika kondisi listrik sudah 24 jam, atau sinyal internet sudah stabil plus ada bantuan komputer atau minimal tabletlah dari pemerintah, apa yang bisa kami lakukan?"

Om Jay pun melempar pertanyaan ini ke grup pelatihan menulis. Tak disangka, banyak ide yang terkumpul dari para peserta. Dalam grup itu pun terjadi interaksi yang baik, saling berpendapat.

Berikut ini pendapat para peserta seputar pembelajaran alternatif di daerah yang terbatas jaringan listrik dan internetnya

1. Menurut saya tidak perlu dipaksakan pembelajaran online kalau keadaan tidak memungkinkan. Kasih penugasan rumah saja. Kumpulkan saat masuk sekolah. Mungkin begitu pendapat saya
2. Fokus pada kesehatan, mendukung sepenuhnya program pemerintah tentang korona.
3. Belajar sekedarnya saja, tidak perlu terlalu dikendalikan. Beri siswa kebebasan untuk belajar dengan caranya sendiri.
4. Guru siapkan amplop amplop materi, serahkan kepada ortunya... berikan satu amplop 1 hari tentang materi tersebut dan jadikan projeck
5. Dalam pembelajarannya jaga kesehatan membuat laporan portofolio menuliskan menurut bahasa siswa materi yang telah dibaca, membuat mind map bacaan, apapun bisa siswa diberikan tugas. dikumpulkan pas ketemu. apabila tak ada sarana listrik...pas online infokan ke grup siswa.
6. membuat laporan diari setiap hari. di kertas hvs.. tanggal 14-31. ttg apa yg dipelajari dirumah
7. Selama 14 hari, guru bisa membuat aplikasi merdeka belajar...bisa dibuat inovasi pembelajaran😄..untuk lomba inobel tahun 2020, mantaap ini..
8. Saya teringat materi dari kepala pusat bahasa Grontalo. Biarkan anak menulis, kalau sudah menulis, sudah tentu nilainya 100 karena, memberi arti bahwa dia telah banyak membaca
9. Gak kebayang... soalnya saya sendiri mboos kuota... kebayang kalo gitu... gimana cara nya ya?? Pake pinisi edubox?
10. Saya akan perjuangkan Sapras tsb ada di daerah saya, Listrik melalui PLN atau kementerian ESDM , Minimal tenaga Surya, Utk internet akan di upayakan antena satelit, Demikian jawaban sementara Om.Jay
11. Itu tantangan untuk menciptakan sumber listrik mandiri dari tenaga surya (jangka panjang-gak bisa instan)
12. Menurut pendapat saya, kita tidak usah memaksakan diri utk melakukan pembelajaran daring bila belum siap. Baik itu siap dr sarananya (listrik, alat - alat TIK, dan jaringan), dan belum siap krn kompetensi guru dlm menggunakan TIK masih terbatas. Pembelajaran daring adalah salah satu opsi. Bukan satu - satunya.
13. Guru membantu siswa membuat laporan diari setiap hari. di kertas hvs.. tanggal 14-31. ttg apa yg dipelajari dirumah.
14. Menurut saya untuk kebutuhan listrik memang berat, kecuali sdh ada alternatif sumber energi yg tidak bergantung pada pemerintah. Pernah lihat di TV ada wanita pelopor energi alternatif yg sdh keliling dunia, tp persisnya dari mana lupa. Untuk tablet sebetulnya bisa menggunakan dana bantuan pemerintah yg tahun ini dinaikkan nominalnya. Tentu saja setelah pembiayaan guru honorer sdh terpenuhi secara optimal dan maksimal. Dg catatan tidak ada lagi sulap menyulap SPJ ataupun mark up anggaran/pembelanjaan.
15. Jawaban satu lagi Om... Gunakan wifi tanpa jaringan internet...
16. Bisa juga dg metode kaya' kita sekarang di grup ini. Kita menggunakan WA Group
17. Beli genset utk solusi masalah Listrik....
18. Usul sarpras surya panel, lebih ekonomois, rakit sendiri lihat di youtube
19. Tidak semua anak di sekolah saya yang orang tuanya memegang hp android, jadi ketika sekarang ada libur 2 minggu saya kasih tugas tiap hari lewat WA dengan mencantumkan hari dan tanggal dan meminta tolong agar temannya memberitahukan teman yang tidak punya hp tersebut. Tugas tentunya materi yang sudah dipelajari.
20. Betul, kami yg dipelosok negeri blm ada apa", tahnu lalu sdh ada bos afirmasi tp sampai saat ini blm ada info bos afirmasi cair atau dananya dikembalikan.
21. Atau temui Pemerintah kabupaten, OPD kominfo, esdm, PLN ... Minta saran terbaik dari para ahli disana, saran yang lengkap dan bisa di wujudkan, agar PBM yang diharapkan bisa terselenggara,...
22. Anak menulis pakai buku tulis yang ada, biarkan mereka berkarya...apapun tulisan mereka beri penghargaan, berikutnya akan lebih bagus lagi
23. Atau hubungi saya utk konsultasi perihal solusinya... Hehehehe izin ya Om jika ada yg mau ambil nomor ini....Ari Yunanda
24. Menurut saya tetep tidak efektif, apalagi medianya hanya menggunakan chat whatsapp, karna konsentrasi anak akan jauh berbeda dengan ketika tatap muka.
25. Peran guru sangat diharapkan. Karena internet hanya malam 1.materi yang akan diajarkan di download dulu. Jadi ketika di kls. sdh bisa di sampaikan secara off line.
26. Pembelajaran secara online. Karena internet hanya pada MLM. Kita bisa pembelajaran secara online MLM hari. itulah kemudahan teknologi tak ada lagi batasan waktu dan jarak.semua bisa dikafer. Tergantung kreatifitas dan bagaimana kita menyikapi sebuah kekurangan
27. ajukan proposal untuk program CSR kebeberapa perusahaan, ad bbrp yg mw suport full ttg peningkatan fasilitas sekolah, bahkan sampai proses penjaminan mutu sekolah sebut sajah PT. A*&$#🤭
28. Jika sarana pendukung (listrik,koneksi internet,komputer/lptop) sdh siap langkah selanjutnya adalah mempersiapkan guru2 yang akan menyampaikan materi secara daring.komunikasikan media apa yg cocok digunakan. Apakah pakai aplikasi e-learning yg sdh ad atau media lain yg dirasa mudah diterapkan
29. Pembelajaran dlm jaringan saat ini sangat penting diterapkan.trutama utk stuasi2 tertentu.
30. Buat form lembar tugas , ala agenda ramadhan,, bagikan kpd siswa, Jika tdk ada perangkat...
31. Hal yang saya lakukan mengajukan proposal untuk mohon bantuan kepada pemerintah minimal dinas pendidikkan untuk ikut membantu demi kemajuan pendidikkan dan berkualitas.
32. Siswa bisa belajar computational thinking
33. materinya ada di buku Informatika yang diterbitkan Penerbit ANDI Yogyakarta
34. Saya setuju sarana & pra sarana sangat dibutuhkan utk pembelajaran daring apalagi daerah yg belum terjangkau internet perlu dipersiapkan oleh pemerintah/masyarakatnya terlebih dahulu.
35. mkasih KesempatannyOm J. menurut pengamatan dan pengalaman lama, ada 3 cara yg dpt ditempuh: 1. Japen 2 jamen dan 3. Japang. Japen: libatkan pemuka kampung/ msy kaya dg infak wajib 1 HP untuk mendanai satu rumah warganya yg sekolah. 2. Dengan menjalankan sumbangan sukarela ke perantau Maluku di luar daerah di perkumpulannya. 3. jangka panjang, pembrrdayaan warga kampung sendiri dengan sistem simpanan bajapuik berupa beras genggam atau uang recehan, di gabung perpekan lalu dibelikan hp dg sistem arisan . cara pertama telah dilakukan oleh pemuka msyrkt Pandam Gadang suliki di saat membiayai kuliahnya Tan Malaka ke Belanda, atas usul Bu Horensma, nama yayasan itu Engkufonds..
36. Apakah siswa sebagian besar punya HP? Jika YA : Berikan tugas membuat vlog 5 menit apa saja yg mereka pelajari sesuai materi per hari. Bentuk tugas bisa individu/kelompok. File video dikumpulkan ketika masuk sekolah. Jika TIDAK : Siswa diminta mengumpulkan resume/mind mapping materi per hari di selembar kertas/di buku catatannya.
37. Saya mencoba menceritakan pembelajaran yang digagas sekolah TK anak saya: sekalipun ditempat kami berada saat ini listrik dan jaringan cukup baik, namun kondisi ekonomi yang beragam membuat pembelajaran daring sulit untuk dilakukan. Solusi dari sekolah adalah memberikan cetak tugas kepada orang tua, dan orang tua diminta bekerjasama mengatur ritme belajar siswa. Demikian pengalaman yang saya peroleh dari sekolah anak saya.
38. Ditempat saya banyak sekolah dan sd, smp, dan sma yg tidak terjangkau oleh sinyal enternit d listrik.. Tetapi dtahun 2019 mereka jg bisa melaksanakan unbk... Dengan adanya kontrak pemda dengan pln d TELKOMSEL... Daerah saya Balangan kaya dengan tambang batubara..
39. Ini om jay, contoh dedikasi guru tanpa sinyal....nyari sinyal sampe pinggir laut☺👏👏👏
40. Kalau mnurut saya...kita harus memperhatikan karakteristik siswa. Contohnya d sekolah saya tidak semua siswa punya hp...kadang ada yg punya hp namun paket datanya g ada... Karean perekonomian kita yg berbeda beda...
41. Kita tidak bisa memaksakan satu metode ke semua siswa...dan juga kita harus bersikap adil...
42. Apalagi mengingat hanya d liburkan selama 2 minggu...kurang lebih kita hanya kehilangan 2-3 kali pertemuan... Biarlah siswa belajar dengan cara mereka sendiri... Cukup hanya pemberian tugas/pr utk memperdalam materi yg telah lalu 🙏🙏
43. Kalau di SD, libur 2 minggu, berarti guru kelas kehilangan 12 pembelajaran (krn 1 hari 1 pembelajaran)
44. menurut saya cara yg paling efektif adalah dengan membuat kumpulan lembar kerja peserta didik untuk setiap harinya. karena pengalaman stelah sehari ini mengadakan kelas virtual masih ada beberapa siswa dan orang tua yg belum memberikan perhatian terhadap tugas online yg diberikan.
45. Saya kab.Balangan..Kalsel.. Kab. Baru dresmikan.. Dekat dengan wacana ibu kota pindah.. Itu sekitar 30 km dari tempat saya.. Dtempat saya masih banyak masyarakat nya yg tdk tersentuh dgn pendidikan.. Aparat d pegawai nya rata 2 pendatang.. Bahkan hampir sama 80 persen dari jawa..
46. Kebetulan ditempat kami jaringan internet lumayan stabil tp sarana tdk memadai. Tdk semua wali murid punya HP jd utk pembelajaran daring kita kesulitan. Solusi yg kita ambil memberikan tugas utk d kerjakan d rmh.
47. Menurut saya,,, saya juga mengajar didaerah yg jaringan boleh dikatakan tidak ada,,, hal yang saya lakukan adalah saya bekerjasama dg orang tua,,,, meminta orang tua memantau anaknya dalam belajar,,, buku belajar saya berikan ke anak, setiap hari anak menulis informasi penting yg terdapat pada bacaan yg dibacanya dg bahsa sendiri,,, sehingga 12 hari libur berarti siswa tetap belajar,,,namun setiap hari kita kontrol orang tua dg nelfon atau sms,,,, karna ada sebagian orang tua hp nya tidak ada wa,,,memang butuh usaha dan pengorbanan,,, nanti kalo sudah skolah kita lihat semua tugas siswa,,, mana yg rasanya kurang dipahami anak, itu yg kita diskusikan,,,
48. Menurut saya guru merencanakan dulu tugad yg akan diberikan. Dan fi share lewat WA. Jika tdk punya hp diberitahu teman yg rumahnya dekat ( sebagai pendidikan karakter.) Peserta didik mengerjakan tugas. Dan dikumpulkan jika sudah masuk sekolah. Jika listrik tdk ada. Datang ke tetangga terdekat. Dan minta ijin yang punya listrik dan jaringan Wi-Fi . Untuk menyelesaikan tugas. Karena ekonomi peserta didik berbeda antara satu dengan yg lainnya. 🙏🙏🙏
49. Hhmm..iya bu saya lupa mempertimbangkan yg SD. Walaupun demikian menurt saya juga tidak perlu dipaksakan merekan utk belajar...apalagi masih SD..mnurt perkembangannya...meman masa2 mereka sangat gemar utk bermaian...apak efektif jika digunakan metode daring ke mereka?
50. Kalau di saya tidak efektif. Krn gurunya saja tidak paham ttg pembelajaran daring, sekalipun pakai WA. Apalagi siswanya. Latar belakang ortu sebagian besar petani. Yg punha hp android dalam satu kelas, paling 2 - 3 orang tua. Anak tidak punya sama sekali.
51. anak didik bekerja sesuai hobinya permapel dalam bentuk karya keterampilan jadi dan bentuk laporan tertulis sederhana langkah kerjanya.
52. Iya kalo daring,,, tidak bisa dilakukan didaerah terpencil seperri skolah saya,,,, orang tua ajja bnyak yg gak ada android cuma hp tulalit
53. Metode daringnya lewat WA aja, diberi tugas orangtuanya juga ikut menyimak dan membimbing, kalau anak sudah menyelesaikan tugas dari guru orangtua langsung menandatangani.
54. Di daerah sy, kebanyakannya buku siswa tidak dibawa pulang oleh siswa. Ada bbrpa pertimbangan khusus. Termasuk raport juga. Disimpan di sekolah.
55. Belajar sambil bermain saya rasa masih efektif untuk anak di tingkat sekolah dasar.
56.  saya sengaja memberi tugasnya lewat WA biar ortunya juga ikut berpartisipasi krn tugas saya usahakan tiap hari, sejauh ini walau masih satu hari orang tua selalu respon dan menyetor hasil tugas anaknya, tentunya ada tanda tangan ortunya, semoga lancar sampai 2 minggu kedepan. Dan ketika nanti masuk tugas anak2 lengkap

18 Maret 2020

Widget (Aplikasi) Yang Disediakan Oleh Blogspot (Blogger.com)

Maret 18, 2020


Dalam buku Blog Untuk Guru Era 4.0, saya menuliskan bahwa blogspot menyediakan 25 pilihan widget untuk dipasang di blog. Saya memberi contoh memasang kalender. Namun di buku tersebut belum dijelaskan lebih detail apa saja widget yang disediakan blogspot. Berikut ini saya sajikan widget-widget yang memang perlu penjelasan.

1. Entri yang diunggulkan
widget ini untuk menampilkan postingan penting di sidebar blog, sehingga akan selalu terlihat dan tidak akan tergusur postingan baru. Bisa dibilang ini untuk sticky post.

2. Penelusuran blog
widget ini disebut juga kotak pencarian/search box. Jadi pengunjung dapat mencari artikel yang diinginkan dalam blog tersebut dengan mengetik kata kunci. Namun kalau templatenya download dari situs penyedia template, biasanya widget ini sudah ada

3. HTML/Javascript
Widget ini untuk menampilkan widget dari situs lain dengan cara mem-paste kode html.

 4. Arsip Blog
Untuk menampilkan daftar seluruh artikel yang dipublikasikan di blog berdasarkan kategori bulan dan tahun.

5. Pengikut
Memungkinkan blogger lain untuk memfollow blog kita. Jadi jika mereka follow blog kita, ketika kita membuat postingan baru, maka postingan tersebut akan tampil di akun blog mereka.

6. Label
untuk menampilkan artikel berdasarkan kategori/topik tulisan.

7. Halaman
untuk menampilkan menu halaman. Pembahasan menu halaman lebih lengkap, ada di buku saya

8. Daftar link
untuk menampilkan daftar link web/blog penting atau favorit sehingga pengunjung blog juga perlu mengetahuinya.

9. Daftar Blog
widget ini merupakan pengembangan dari daftar link. widget ini tidak hanya menampilkan link blog saja tapi juga menampilkan gambar, judul, dan penggalan isi postingan terbaru dari blog tersebut.

10. Postingan populer
menampilkan postingan yang paling banyak dilihat pengunjung

11. Statistik
menampilkan jumlah viewer blog berdasarkan pageview. Jika 1 pengunjung membuka-buka halaman blog kita 10 kali maka yang tercatat adalah 10 pageview.

12. Ikuti lewat email
Subscribe tidak hanya ada di youtube. Blog juga ada. Widget ini agar pengunjung bisa subscribe blog kita lewat email. Jadi kalau ada postingan baru, maka pengunjung itu akan mendapat email notifikasi

13.Terjemahan
Dalam bahasa Inggris disebut Translator. Jadi widget ini untuk menerjemahkan isi blog kita ke berbagai bahasa.

14.Formulir kontak
Widget ini memfasilitasi pengunjung untuk menghubungi pemilik blog. Widget ini akan terhubung dengan email pemilik blog.

Namun seperti yang saya katakan di buku, widget-widget itu bukan berarti harus dipasang semua di blog karena akan membuat loading blog menjadi berat. Pilih mana yang memang penting/diperlukan saja.

Baca Juga:

Buku Blog Untuk Guru Era 4.0


15 Maret 2020

Pelatihan Menulis KSGN (8): Inspirasi dari Ibu Guru Cantik

Maret 15, 2020


Pelatihan menulis online hari kedelapan pada 13 Maret 2020 menghadirkan Ibu Lilis Sutikno sebagai narasumber. Beliau merupakan seorang instruktur di Nusa Tenggara Timur. Tema pertemuan ini yaitu menjadi guru tangguh di daerah 3T. Beliau dikenal sebagai guru dan instruktur kurikulum 2013.
Ibu Lilis mengawali pelatihan dengan memperlihatkan dua cover buku karyanya dan slide mengenai profilnya. Saya disuguhkan kisah menarik dibalik buku yang ditulis beliau serta pesan moral yang dapat diteladani.

Ibu Lilis menceritakan bahwa beliau menulis buku karena AGUPENA (Asosiasi Guru Penulis Indonesia) NTT. Beliau adalah salah satu pengurusnya dan sudah 2 periode.
Sebagai seorang pengurus organisasi guru penulis, beliau menyadari ketika MUSWIL PERTAMA.Tidak satupun dari pengurus yang menulis buku sendiri. Ada yang menulis buku, tetapi keroyokan. Itupun di fasilitasi oleh AGUPENA PUSAT. Karena itulah beliau menulis buku untuk memenuhi kebutuhan Muswil.

Selanjutnya Ibu Lilis menjelaskan proses menulis yang dilakukan hingga menjadi buku. Beliau sering menulis di Facebook. Dimana dalam setiap kegiatan, momen dan perjalanan dinas. Semua diabadikan di Facebbok. Momen-momen penting yang tertulis di facebook, kemudia beliau pilih yang banyak like nya dan disatukan menjadi buku. Maka buku yang dibuat bercerita tentang keseharian beliau

Ibu Lilis menyampaikan bahwa Menulis itu tidak selalu fokus...Duduk, diam, dan mengetik....
Saat ini menulis bisa di mana saja.

Ketika beliau diundang sebagai instruktut, beliau tidak hanya sekedar berbagi ilmu tentang Kurikulum 2013 saja Tetapi lebih lagi tentang menulis. Khususnya menulis PTK/PTS

Setelah bahan tulisan sudah cukup untuk menjadi buku, Ibu Lilis mencari orang yang bisa menjadi
editor bukunya. Beliau tegaskan, Pokoknya modal berani saja... PD saja.  Bahkan beliau sampai scri modal hutang koperasi 32 Jt. Untuk cetak 1000 buku. Kemudian buku dijual seharga Rp. 75.000.
Ketika penjualan buku sudah berlangsung, jangan lupa dicatat pembukuannya. Gunakan akutansi sederhana. Dikali... dibagi... dikurangi... ditambah...Hitung sana hitung sini...

Saya hingga saat ini masih untung lebih dari 20Jt. Buku habis terjual...Dan saat ini cetak ulang dengan cover Best Seller

Suksesnya penjualan buku Ibu Lilis juga tak lepas dari kebaikan yang sudah beliau tebarkan. Beliau tidak ragu untuk sedekahkan bukunya untuk sekolah-sekolah dan pesanteren di pelosok NTT sambil  bertugas keliling NTT.

Terkait modal besar yang harus dikeluarkan dan hubungannya dengan berbagi, Ibu Lilis punya prinsip tersendiri
Ada yang memang bisa tanpa modal
Tetapi bagi yang tanpa modal mereka tak seberani saya dalam membagi-bagi gratis bukunya kepada sesama.
Sebab...
Buku yang di cetak dengan kita diberikan royalti, ketika mau berbagi mereka khan harus beli di penerbitnya.
Sedangkan saya, bisa berbagi dengan siapa saja yang saya suka!!!.
Nilai lebih dari kita mencetak buku berbayar, kita bisa banyak sedekah
Dengan sedekah buku... kita sedekah ilmu... dengan sedekah ilmu... kita sama dengan guru besar yang maha besar.

Kemudian bagaimana buku Ibu Lilis yang berjumlah 1000 eksemplar itu bisa habis terjual ? Tentu berkat aktivitasnya sebagai instruktur yang keliling ke berbagai tempat, memberi kesempatan untuk sekaligus mempromosikan bukunya.
Selain itu juga memberi tahu ke kepala dinas agar merekomendasikan bukunya di WA Group Kepala Sekolah. Selanjutnya datang ke sekolah-sekolah, ketuk pintu kepala sekolah, dan mengenalkan diri bahwa beliau penulis buku tersebut.

Ibu Lilis juga memotivasi agar kita percaya diri terhadap buku karya sendiri.
Kita harus positif dalam berpikir.
Buku saya bagus...
Sangat menginspirasi dunia...
Orang jualan Narkoba sembunyi-sembunyi saja laku.
Masak kita jualan buku, bagus lagi.
Pasti Allah buka jalan keberkahan untuk saya manejadi kaya raya karena menulis buku
Segala sesuatu niatkan dalam hati yang positif.
Bicara yang positif.

Dengan berpikir positif...Berkata positif...
Hasilnya pasti juga positif...
Jika belum positif
Gas terus
Tahajudnya...
Dhuhanya...
Baca Al-Qur'annya...
Istigfarnya....
Solawat Nabinya...
Sedekahnya....

Untuk mencapai kesuksesan seperti Ibu Lilis memang tidak mudah, Jika ingin mengikuti jejak beliau kita harus tangguh menghadapi berbagai rintangan.
Untuk menjadi sukses, banyak halangan dan rintangan mengahdang.
Banyak cacian dan hinaan...
Banyak cibiran dan fitnah....
Maka .....
Miliki prinsip hidup CUEK SEBAGIAN DARI IMAN
Jika kanan kiri muka belakang bicara tentang kita...
Berkatalah pada mereka yang ada...
Saya tahu apa yang meraka katakan tentang saya di belakang sana, tetapi saya tak mau tahu itu
MAJU TERUS PANTANG MUNDUUR
Sekali layar terkembang pantang kita kembali ke dermaga lagi. Laju terus biar angin badai menghantam. Lajukan kapal dengan kemudi kuat iman di dada serta hanya berharap pada ridho Allah semata

14 Maret 2020

Pelatihan Menulis KSGN (7): Traveling Sambil Menulis, Jadi Buku Kemudian.

Maret 14, 2020
Pelatihan hari ketujuh diisi oleh Pak Taufik Hidayat. Beliau merupakan dosen yang hobi travelling. Dari hobinya tersebut, beliau dapat menulis buku khususnya tentang kunjungan ke masjid masjid di berbagai negara dan mengirim artikel ke berbagai media cetak. Maka pada pertemuan kali ini beliau membagikan pengalaman travellingnya dan tips menulis travelling.

Di awal pertemuan beliau menjelaskan cara menulis traveling. Beliau menulis dengan observasi . Melihat mengamati dan kemudian sedikit Menganalisa sambil mencoba mencari informasi lebih dalam tentang tempat yang kita kunjungi melalui wawancara atau juga brosur atau papan informasi
Menulis Travel tidak sulit karena kita coba cari keunikan dan ciri khas dari tempat  yang kita kunjungi.
Coba juga sedikit pelajari sejarah dan bahkan latar belakang budaya serta situasi latar belakang politik kota atau negara yang kita kunjungi. Sedikit pengetahuan tentang bahasa lokal juga akan memperkaya tulisan kita

Kemudian Pak Taufik memberi sedikit contoh kisah kisah perjalanan ke negara negara eks Uni Soviet. Di Belarus misalnya . Di tengah musim salju dengan cuaca minus 16, di dekatnya bisa menemukan sebuah masjid yang megah berkenalan dengan muslim lokal yang berasal dari Aljazair . Selain itu juga menikmati sup dan roti yang hangat selesai sholat Jumat
 Dalam perjalanan banyak mengenal budaya setempat, sejarah dan juga persahabatan dan persaudaraan.  Nah selain itu beliau juga kebetulan bisa sedikit sedikit beberapa bahasa termasuk bahasa Rusia yang masih dipakai baik di Rusia maupun negara eks Soviet lainnya
 Dalam buku buku tersebut perjalanannya lebih 12 tahun

Beliau lebih sering sendiri ketika melakukan travelling. Kadang bersama kolega atau anak istri.
Saya juga sering menggabungkan dinas dan cuti ..
Misalnya kalau sudah sampai di eropa tinggak tambah cuti saja bisa ke beberapa negara lain.
 Tugas ke moskwa saya bisa curi ke kazan atau St Petersburg dll
 Tugas ke Washington saya bisa main ke Panama

Salah satu cara dan teknik dalam menulis adalah judul yang menarik. Salah satunya yaitu memberi judul dengan nama yang Sudah kita kenal . Misalnya jalan utama di kota Tblisi yaitu rustavellli avenue kita juluki Malioboro

Di tempat travelling pasti kita menemukan hal unik. Pak Taufik mencontohkan bahwa di Tblisi ada masjid dimana sunni dan syiah sholat bareng. Tempat makam juga bisa menjadi tempat wisata .
Jarang yg tahu kalau lapangan merah di moskwa adalah sebuah necropolis alias pemakaman. Kalau ini tentu saja sebagai tempat ibadah. Kalau ada masjid kita usahakan sholat di masjid dimanapun berada

Di akhir pertemuan, Pak Taufik Membuat kesimpulan yaitu

  • Kita harus rajin mengamati apa yang menarik yang akan ditulis
  • Kalau ada foto lebih mudah lagi, Biarkan gambar yg bercerita Kita terjemahkan dengan kata kaya makna




Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id


Instagram @brianprasetyawan

Facebook Raimundus Brian Prasetyawan