Brian Prasetyawan's Blog

Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

27 November 2019

Butuh Sepeda Nyaman untuk Jalan-Jalan? Sepeda Lipat Urbano i3 Saja!

November 27, 2019



Polygon merupakan produsen kendaraan roda dua sepeda yang sangat termasyhur di tanah air. Pabrikan asli Indonesia ini bahkan sudah melanglang buana dalam bisnis sepeda sejak tahun 80an. Beragam seri dan jenis sepeda diproduksinya dari mulai sepeda gunung, sepeda sport, sepeda standard dan masih banyak lagi. Salah satu sepeda terbaik hasil karya Polygon adalah sepeda lipat Urbano i3.

Urbano i3 2019 merupakan sepeda yang sangat ringan untuk dibawa berkendara kemanapun. Sepeda dengan bentuk gabungan antara sepeda sport dan sepeda biasa ini memiliki bagian stang yang jauh lebih tinggi ketimbang sadel sepedanya. Meski begitu, Anda tetap dapat mengubah ketinggian tempat duduknya. Lantas, apa yang membuat sepeda ini istimewa? Berikut ulasan mengenai spesifikasinya di bawah ini.

gambar: rodalink.com

Merupakan Kembaran dari Polygon Urbano 3
Sepeda keluaran Polygon ini sebenarnya didesain sebagai saudara kembar dari Urbano 3. Dengan bentuk yang bisa dibilang hampir sama atau sama persis, aksesoris hingga komponen sepeda pun bisa dibilang tak berbeda. Lantas apa yang membuat kedua seri ini berbeda? Perbedaannya terletak di bagian jenis gearnya. Urbano i3 menggunakan internal gear 3 speed sementara satunya menggunakan gear eksternal.
Harga sepeda lipat Urbano i3 kini di banderol di kisaran Rp 4,6 jutaan. Harga ini tentu termasuk murah jika melihat spesifikasi yang dibawa oleh sepeda satu ini. Sementara untuk kembarannya yakni Urbano 3 sebesar Rp 4 jutaan.

Fitur Kenyamanan
Untuk menunjang kenyamanan pengendara selama melaju di jalanan, sepeda produksi Polygon ini dilengkapi oleh beberapa fitur yang akan meningkatkan kenyamanan Anda. Meski didesain hampir seperti sepeda sport tanpa keranjang bagian depan, Anda tidak perlu khawatir jika ingin menaruh tas karena terdapat rak di bagian belakang.
Selain adanya rak untuk menaruh barang, sepeda ini memiliki lampu atau istilahnya mata kucing yang akan membantu Anda berkendara di malam hari. Mata kucing ini akan tampak bersinar di tempat gelap sehingga Anda pun akan lebih aman berkendara di malam hari. Saat musim hujan dan jalanan becek, tidak perlu bingung karena sepeda ini memiliki fender yang berfungsi untuk menahan cipratan lumpur dan air.

Fitur Internal 3 Speed yang Tahan Lama
Untuk gear sepedanya, Urbano i3 mempercayakannya pada Shimano Nexus Internal Gear yang menawarkan tiga pilihan kecepatan. Dengan 3 pilihan kecepatan, sebenarnya hal tersebut sudah cukup baik untuk membantu Anda melaju di fly over ataupun jalanan menanjak. Meski begitu, mungkin sepeda ini tidak terlalu cocok untuk dibawa ngebut karena hanya ada 3 pilihan kecepatan.
Keuntungan menggunakan internal gear adalah Anda tidak perlu terlalu sering merawat gear sepeda. Jika pada sepeda biasa, Anda mungkin harus sering-sering memberikan oli atau pelumas agar sepeda tidak aus, namun jika menggunakan internal gear hal tersebut tidak perlu dilakukan. Anda juga tidak perlu sering menyetel gear sepeda meski sudah digunakan berjalan jauh.
Selain perawatan lebih sedikit, keuntungan menggunakan internal gear pada Urbano i3 adalah perpindahan gigi yang mudah. Anda bisa memindahkan gigi meskipun dalam keadaan berhenti.

Mudah Dilipat
Sebagai sepeda lipat, tentu fitur utama yang membuat sepeda ini menarik adalah kemampuannya untuk dapat dilipat. Anda tidak akan kesulitan untuk membuka engsel lipatan sehingga sepeda dapat dengan mudah disimpan atau dibawa kemanapun dalam keadaan terlipat. Selain itu, ketika rangka disatukan rangka ini juga tidak mudah goyah dan terasa lebih kaku atau rigid. Alhasil, sepeda ini memiliki kekokohan yang sama dengan sepeda tanpa engsel untuk melipat.

Belanja Sepeda Online Aman Hanya di Bhinneka.com
Semakin berkembangnya teknologi digital ternyata juga berdampak kepada kebiasaan belanja masyarakat. Hal ini mendorong tumbuhnya berbagai toko-toko online di Indonesia. Namun, tidak semua toko online dapat dipercaya. Beberapa kasus penipuan online membuat orang khawatir berbelanja online. Tapi, hal ini tidak akan terjadi jika Anda berbelanja sepeda Urbano i3 melalui Bhinneka.com.
Bhinneka merupakan toko online di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1993. Beragam peralatan dijual di toko ini dari mulai gadget, elektronik, rumah tangga hingga tidak ketinggalan Daftar Sepeda Lipat Bhinneka. Anda bisa menikmati berbelanja sepeda online mudah tanpa khawatir penipuan. #AsliBikinTenang belanja di Bhinneka.

03 November 2019

Personal Branding: Agar Uang yang Mengejar Kita

November 03, 2019
Ide postingan ini sebenarnya sudah mengantri di draft blog sampai lintas tahun. Saya belum mengeksekusinya karena saya merasa masih ada hal yang kurang. Saya baru punya pemikiran bahwa personal branding membuat kita memiliki keunikan tersendiri dibanding orang lain. Keunikan tersebut dapat membantu kita dalam menghadapi berbagai persaingan di kehidupan ini, khususnya dunia kerja.  Jadi setiap orang punya spesialisasi masing-masing yang tentu berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain.

sumber: freepik


Seharusnya ada hal lain yang lebih menguatkan bahwa personal branding itu penting. Namun saya belum menemukannya.  Hingga pada akhirnya Pandji Pragiwaksono mengupload vlog tentang personal branding juga. Terdapat quotes yang disampaikan Pandji dan ini benar-benar mendeskripsikan pentingnya personal branding.

"Personal branding adalah kegiatan memberitahu orang bahwa kita itu siapa, supaya kita berhenti mengejar uang, tapi membuat uang yang mengejar kita, karena uang kenal kita itu siapa".



Apakah benar kalimat tersebut bisa menjadi kenyataan ? Saya jawab, ya !

Vlog tersebut juga benar-benar relate dengan yang saya alami. Saya seorang guru. Tentu ada banyak orang yang berprofesi sebagai guru. Nah personal branding membuat kita lebih terlihat beda karena memiliki keunikan tersendiri. Personal branding saya adalah guru yang suka menulis dan ngeblog. Maka saya bisa menjadi pilihan jika ada pihak yang memerlukan guru dan memiliki spesialisasi menulis dan blog. Walau kemampuan menulis dan ngeblog saya tidak terlalu wow, masih jarang ditemui di lingkaran relasi saya yang memiliki spesialisasi tersebut. Saya hanya bermodal pengalaman 10 tahun di bidang menulis dan blog.

Namun personal branding tersebut tidak langsung mengantar saya untuk sampai pada tahap "uang mengejar kita" dengan cepat dan dalam jumlah banyak. Banyak proses yang harus dilalui secara konsisten dan dalam waktu yang tidak sebentar. Maka, berdasarkan pengalaman, saya menyimpulkan ada tahap yang mesti dilalui terlebih dahulu yaitu "peluang mengejar kita".

Ya.... berbagai peluang yang datang dengan sendirinya bisa dijadikan tahap awal sebelum mencapai tahap "uang mengejar kita". Peluang belum tentu menghasilkan uang banyak atau bahkan bisa juga tidak menghasilkan uang sama sekali. Walau begitu, saya tetap melakukannya dengan senang hati. Sebagai contoh, saya  mendapat beberapa peluang berikut:


  • Narasumber Acara Orientasi Mahasiswa Baru PGSD
  • Pembicara dalam forum ilmiah PGSD Atma Jaya angkatan 2010 
  • Pengajar tamu ekskul jurnalistik SMA Kanaan
  • Diminta menulis di majalah hidup
  • Tawaran content placement/job review
  • Tawaran menulis di media online
  • Profil dimuat di buku Major For The Future


Peluang-peluang tersebut mungkin bukan hal yang besar atau istimewa. Banyak diluar sana yang memiliki pencapaian yang lebih luar biasa berkat personal brandingnya. Namun, peluang-peluang tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi saya

Saya memiliki beberapa teman yang memiliki personal branding. Kebanyakan orang yang memiliki personal branding berada di sektor kreatif. Misalnya teman saya yang bekerja di bidang IT. Dia bisa mendapat side project seperti membuat web, toko online, bahkan pernah melayani pesanan web dari pemerintah. Ada juga teman saya, yang juga guru, memiliki kemampuan desain. Dia tergabung  dalam tim pembuatan System Computer based test yang digagas Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Tentu kalian juga punya teman seperti itu

Dalam dunia Stand Up comedy, Personal Branding bisa dikaitkan dengan persona yang melekat pada komika. Jika kita menyebut persona orang timur, maka terdapat arie kriting, abdur, mamat alkatiri, yewen, Raim Laode. Komika absurd bisa tertuju pada Indra Frimawan, Uus, Fico, Arafah, Kemal.

Dari pembahasan personal branding ini, saya jadi menyadari bahwa kita sebaiknya menjadi diri sendiri. Tidak perlu memaksakan untuk ikut-ikutan orang lain atau tren yang sedang ramai. Memang  butuh proses panjang, kesabaran, jatuh bangun, hingga akhirnya personal branding bisa mengantar seseorang pada tahap "uang mengejar kita"

15 September 2019

Lagu Generasi 90an yang Nostalgia Banget

September 15, 2019
Lagu diyakini mampu membawa kita seperti melewati lorong waktu. Berbagai kenangan di masa silam, langsung muncul ketika mendengar sebuah lagu. Itu yang saya rasakan ketika mendengar lagu-lagu pop yang hits di masa tahun 90 akhir sampai 2000 awal. Generasi 90an pasti punya kenangan tersendiri terhadap lagu-lagu di masa itu.

gambar: freepik


Tahun 90-an memang menjadi tahun di mana banyak sekali musisi hebat dari Tanah Air maupun mancanegara menciptakan lagu yang populer. Tak sedikit lagu 90-an yang membuat para pendengar setianya tak henti memutar lagu tersebut hingga sekarang. Membicarakan lagu 90-an yang bikin nostalgia tak akan pernah ada habisnya. Setiap orang memiliki lagu versinya tersendiri. Kalau untuk saya, lagu 90an yang nostalgia banget adalah lagu yang sekarang ini sudah hampir nggak pernah terdengar. Ketika sekali mendengarnya, langsung ingatan melayang ke masa sewaktu SD/SMP.

 Inilah beberapa lagu 90an yang nostalgia banget versi saya

1. Shaden: “Pacarku” & “Dunia Belum Berakhir”
Dunia belum berakhir merupakan lagu hits yang jadi andalan teman-teman saya waktu SD ketika tampil menari. Lagu ini berulang-ulang terdengar setelah pulang sekolah karena dipakai untuk latihan menari. Kalau lagu Pacarku, saya nggak sengaja nemu di youtube. Saking lamanya nggak denger lagu ini, saya sampai lupa kalau lagu ini pernah ada. Ketika saya dengerin lagi, langsung aktif mesin waktunya



 Shaden adalah grup band asal Indonesia yang beranggotakan Abrar pada drum, Rijal pada gitar dan Nuri sebagai vokalis. Dari lima album yang mereka rilis dalam kurun waktu sembilan tahun, ada dua lagu yang menjadi hits dan paling mengena di hati para penggemar mereka yakni lagu “Pacarku” dan “Dunia Belum Berakhir”.
Lagu “Dunia Belum Berakhir” menjadi andalan pada album kedua Shaden di tahun 2000 dengan judul yang sama. Sementara lagu “Pacarku” masuk dalam album ketiga Shaden dua tahun kemudian, yang juga memiliki judul sama. Sayangnya setelah merilis album kelima pada 2007, grup band ini menghilang dari peredaran.


 2. Wayang: “Dongeng”
Siapa generasi 90-an yang tak mengenal grup band Wayang? Apalagi jika mendengar lagu populer mereka yang berjudul “Dongeng”. Sampai dengan awal medio 2000-an, lagu yang dirilis pada tahun 1999 dalam album berjudul “Dongeng” itu masih terus diputar dan menjadi soundtrack salah satu serial televisi. Lirik lagunya sangat ringan dan mudah dinikmati, termasuk oleh anak-anak. Meskipun Wayang telah merilis enam album, namun lagu Dongeng bisa dibilang yang paling dikenang dan ikonic bagi mereka.

3. Sheila on 7: “Temani Aku”, “Jangan Takut Akan Gelap” & “Sephia” 
          Kalau bicara soal grup band Sheila on 7, rasa-rasanya terlalu sedikit kalau harus memilih satu. Generasi 90-an pasti sangat akrab dengan tiga lagu grup band asal Yogyakarta tersebut yang berjudul “Temani Aku”, “Jangan Takut Akan Gelap” dan “Sephia”. Mari kita bahas satu persatu. Lagu “Temani Aku” dirilis pada tahun 2000 dalam album bertajuk “Kisah Klasik Untuk Masa Depan”. Liriknya sangat puitis, namun tidak berbelit sehingga mudah diterima oleh pendengarnya. Lagu ini sering dinyanyikan teman-teman saya sewaktu SD kalau lagi ngumpul & gitar-gitaran.


        Berikutnya adalah lagu “Jangan Takut Akan Gelap” yang dinyanyikan Sheila on 7 bersama dengan penyanyi cilik pada masa itu, Tasya Kamila. Bagi anak-anak di zaman itu, lagu ini sangat cocok menjadi pengantar tidur. Bukan sekadar mengajak agar tidak takut gelap, tetapi juga menekankan hal-hal positif untuk anak.
         Nah, kalau lagu “Sephia” tentunya menjadi salah satu lagu 90-an yang bikin nostalgia dan sulit dilupakan. Apalagi konon lagu ini diciptakan oleh Eross untuk seorang fans Sheila on 7 yang meninggal saat hendak menonton konser band kesayangannya itu. Tak heran kalau makna di balik lirik lagu “Sephia” ini begitu mendalam jika diresapi. ”Hey, Sephia, jangan pernah panggil namaku bila kita bertemu lagi di lain hari. Hadapilah ini, kisah kita takkan abadi.”
Lagu sephia saya pilih karena lagu ini menjadi satu-satunya lagu pop yang masih saya ingat pernah nonton video klipnya di TV sewaktu SD. Kenapa bisa begitu ? Karena dulu saya lebih sering nonton acara TV musik anak.

 4. Aqua: “Dr Jones”
Bergeser ke luar negeri, terdapat sebuah grup musik dance bernama Aqua yang berasal dari Denmark dan Norwegia. Salah satu lagu terpopuler mereka berjudul Dr Jones dirilis pada tahun 1997 silam dan sempat menjadi hits juga di Indonesia. Lagu ini mungkin pernah kamu dengar di film Disney “I’ll be Home for Christmas”. Dengan liriknya yang unik, pada tahun 1997 Dr Jones berhasil merajai tangga lagu di beberapa negara seperti Australia, Jepang dan negara-negara Eropa.



Sama seperti lagu dunia belum berakhir, Lagu Dr. Jones juga menjadi andalan saya dan teman-teman SD ketka mendapat tugas menari. Maka lagu ini mampu membawa saya bernostalgia ke masa-masa SD.

5. Air: “Bintang”
“Bintang di langit, kerlip engkau di sana memberi cahayanya di setiap insan.” Kalau kamu membaca lirik barusan sambil bernyanyi, berarti kamu masih ingat lagu “Bintang dari grup band Air. Lagu ini bisa dibilang sebagai pendobrak popularitas grup band Air pada akhir 90-an hingga awal 2000-an. Sayangnya, hanya lagu Bintang ini yang berhasil dikenal publik musik Indonesia. Setelah itu popularitas grup band Air mulai meredup, namun lagu Bintang tetap dikenang hingga kini.



Sepertinya nggak ada yang meragukan betapa hitsnya lagu ini. Sampai-sampai ada plesetannya. Ada yang masih ingat ? hehhee

6. EdanE: “Kau Pikir Kau Segalanya”
 Di tahun 2002 sempat ada grup band bernama EdanE yang muncul dengan lagu “Kau Pikir Kau Segalanya” yang sempat menghentak industri musik Tanah Air. Ini adalah lagu rock yang memiliki lirik nyeleneh serta ritmik gitar yang galak. Namun, justru hal itulah yang membuat lagu “Kau Pikir Kau Segalanya” begitu iconic dan menjadi identitas grup EdanE.

7. La Luna: “Selepas Kau Pergi” 
Grup Band La Luna didirikan di Bandung pada awal tahun 2000, yang beranggotakan Manik, Boyan, Uti, dan Erwin. Lagu “Selepas Kau Pergi” sendiri adalah hits andalan mereka yang dirilis dalam album “Menanti Pagi” pada 2003. Album tersebut kemudian di-repackage setahun setelahnya dengan judul yang sama. Liriknya menceritakan tentang patah hati, topik yang berhasil menjadi hits di kalangan muda-mudi saat itu.

8. The Fly: “Terbang”
Lagu ini, cukup musik intronya saja udah bikin nostalgia. Alunan pianonya khas banget. Lagu ini saya pilih karena kalau nggak salah pernah jadi soundtrack sinema mini seri (SMS) yang tayang di RCTI. Bener nggak ?. Kalau sekarang bisa diblang seperti FTV. Saya pernah salah sangka kalau lagu terbang ini milik band Gigi haha.



Sejak awal kemunculannya The Fly telah mengalami beberapa pergantian personal. Hingga akhirnya mereka membuat gebrakan dengan album berjudul “The Fly” pada 2000 yang diproduksi oleh BMG Music Indonesia. Dari album itulah muncul hits single berjudul “Terbang” yang begitu melekat sebagai identitas grup musik satu ini. Bagaimana tidak, bertahun-tahun setelah dirilis, lagu Terbang masih banyak dinikmati oleh para penggemar band The Fly, apalagi karena bagian reff-nya yang enak banget!



Nah, itu tadi sederet lagu 90-an yang bikin nostalgia dan pastinya masih enak didengarkan sampai sekarang.  Kira-kira lagu mana yang paling bikin kamu baper bahkan sampai sekarang? Adakah kenangan di baliknya?

23 Agustus 2019

Nostalgia Jaman Kejayaan The Comment

Agustus 23, 2019
The Comment mencapai episode terakhirnya pada 15 Agustus 2019. Hal itu cukup mengagetkan commenters, pemirsa the comment. Di awal kemunculannya, acara ini cukup menarik perhatian kaum muda tanah air. Saat masa kuliah dahulu, saya pasti menontotn acara itu. Berbagai ciri khasnya pernah menjadi tren seperti Sikat Miring,  Kalo Gak Shanggup Ya Shanggupinnnn, Mas Danang... Kuranggg. Namun memang beberapa tahun terakhir saya sudah tidak mengikuti acara tersebut lagi. Apalagi jam tayangnya lebih malam. Sesekali saya melihat tayangan ulangnya dari youtube. Pamitnya the comment membuat saya bernostalgia jaman kejayaan acara tersebut.



Semenjak Wishnutama mengakuisisi Spacetoon dan mengubah namanya menjadi NET.TV, berbagai acara mulai mengudara di televisi ini, terutama beragam acara talkshow. Salah satunya yaitu The Comment. Acara talk show tersebut mulai tayang sejak 27 Mei 2013 silam, setiap hari Senin-Jum’at. Dan acara ini juga tayang di jam prime time, yakni pukul 20.00 WIB. Bahkan selama bulan Ramadhan, acara talk show ini tayang dua kali dalam sehari, di jam prime time dan saat sahur pada pukul 03.00 WIB secara langsung.

Acara ini dipandu oleh dua orang host yang merupakan seorang komika sekaligus penyiar radio. Nama kedua host tersebut adalah Imam Darto dan Dimas Danang. Baik Darto maupun Danang selalu sukses memberikan lelucon-lelucon yang mainstream tetapi tak jarang mengundang tawa. Apalagi Imam Darto, gayanya memang kelihatan cool  namun jangan salah, ternyata Darto itu orang yang berintelegensi tinggi dan juga dituakan. Umurnya belum tua-tua banget, namun biasanya Darto ini terkenal lucu karena celetukan-celetukan atau ucapan-ucapannya yang terkadang sedikit aneh tetapi sukses mengundang tawa.

Sedangkan partner host Darto malah memiliki sifat sebaliknya. Kalau Darto terlihat cool, Danang malah tampak konyol dan kekanak-kanakan. Bahkan sering banget Danang jadi sasarannya bung Darto. Danang lebih dikenal lucu karena tingkah lakunya, sedangkan kalau lelucon-lelucon atau celetukan yang dikeluarkan sama dia biasanya kurang nyambung. Kendati mereka berbeda dengan orang-orang kebanyakan, namun mereka sangat cocok dan paslah jika dipadukan sebagai dua orang host The Comment.

Biasanya acara The Comment ini akan mengajak para pemirsanya yang kreatif untuk turut serta dalam memeriahkan acara. Ya, bisa dibilang lumayan untuk  menambah durasi acara mereka. Terus sebenarnya talk show ini di buat untuk apa? Sesuai dengan namanya yaitu “The Comment”, ya berarti isi dari acara ini adalah mengomentari apa-apa saja yang bisa dikomentari. Mulai dari video, gambar, berita dan lain sebagainya. 

Namun karena mereka sadar bahwa acara talk show ini bisa menimbulkan kebosanan, akhirnya mereka buatlah alternatif lain agar para pemirsanya tidak bosan. Salah satunya yaitu dengan cara mengajak pemirsa mereka untuk ikutan buat jokes alias lelucon di sosial media yang mereka punya. Biasanya jokes terlucu akan dibacakan sama Darto dan Danang. Ya, setidaknya bisa bantu akun sosmed Anda untuk lebih terkenal lagi, bukan? Itu untuk The Comment yang tayang di waktu prime time. Sedangkan untuk The Comment yang tayang di waktu sahur, biasanya jokes terlucu akan mendapatkan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah. Pasti akan jauh lebih seru bukan kalau hadiahnya uang?

Ciri khas lainnya dari acara ini, biasanya dua host daria acara talkshow tersebut sering mengeluarkan catchphrase yang seperti ini, “Dewasa Dewasa Kami Sudah Dewasa, Yang Baju Merah Jangan Sampe Lolos,” . Tetapi biasanya masih ada lagi yang sering mereka ucapkan dan itu menjadi ciri khas dari acara ini. Saya paling suka saat Darto melakukan Iron Dance.



04 Juli 2019

Tipe dan Harga Dispenser yang Laris Dipasaran

Juli 04, 2019
Air minum merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi setiap hari. Jika dulu Anda harus memasak air dulu untuk mendapatkan air minum yang bersih dan sehat, saat ini Anda hanya membutuhkan galon saja. Produk ini dirasa lebih efektif dan bisa memenuhi kebutuhan akan air minum dalam jumlah banyak. Untuk bisa mengalirkan air yang ada didalam galon, Anda cukup menempatkannya pada dispenser. Jenis dan harga dispenser sangat banyak dan mudah ditemukan di pasaran.

Dengan hadirnya dispenser, kebutuhan Anda akan air minum bisa mudah terpenuhi. Fungsi dispenser tidak hanya mengalirkan air minum yang bersuhu normal, melainkan juga yang bersuhu dingin dan panas. Produk ini sering digunakan di perkantoran ataupun rumah. Untuk harga dispenser panas dingin murah ditaksir lebih mahal ketimbang dispenser panas normal. Memilih dispenser sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan agar budget Anda tidak membengkak.

Mengenal Jenis-jenis Dispenser yang Sesuai Kebutuhan Anda 

Dispenser kini menjadi salah satu produk yang tak asing lagi. Penggunaannya sudah semakin luas tidak hanya untuk rumah tangga dan perkantoran, banyak juga tempat umum yang memanfaatkan fungsi dispenser seperti rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya. Jenis dan harga dispenser 2019 kini semakin beragam. Sebaiknya Anda jangan terkecoh dengan iklan, ketahui betul kebutuhan agar tidak boros di budget. Pastikan juga kualitasnya bagus supaya tidak kecewa nantinya. Adapun tipe dan daftar harga dispenser yang dikenal luas di Indonesia diantaranya adalah

1. Klasik
Model dispenser klasik sangat minimalis berupa setengah lingkaran yang terbuat dari bahan keramik dan posisi galon berada di atas. Fungsi dari produk ini hanya mengalirkan air dalam suhu normal. Dispenser klasik tidak memerlukan listrik sama sekali. Untuk mengambil air pada galon tinggal putar atau tekan krannya saja. Namun sayang peminat dispenser tersebut saat ini semakin berkurang karena fungsinya dianggap kurang lengkap.

 2. Panas normal
Dispenser panas normal merupakan produk yang banyak diminati saat ini. Sesuai dengan namanya, fungsi dari dispenser tersebut adalah mengalirkan air dalam suhu normal dan panas. Dispenser panas normal sudah dilengkapi dengan pemanas yang menggunakan tenaga listrik. Jadi saat kondisi listrik mati, Anda hanya bisa mengalirkan air dalam suhu normal saja. Bentuknya sangat praktis dan bisa ditempatkan dimana saja termasuk ruangan yang tidak begitu lebar. Contoh dari dispenser panas normal yang cukup direkomendasikan adalah Sanex. Harga dispenser sanex sangat terjangkau, kurang dari 100 ribuan.

3. Panas normal dingin
Jika Anda mencari dispenser yang fungsinya lengkap, maka tipe panas normal dingin menjadi pilihan yang tepat. Meski harganya lebih mahal dari tipe normal panas, namun peminatnya tidak pernah berkurang. Produk ini sudah dilengkapi refrigerator atau fan sebagai pendingan dan heater untuk memanaskan. Semua fitur tersebut memanfaatkan daya listrik. Kelebihan dari dispenser model ini adalah terdapat tempat penyimpanan air. Jadi saat listrik mati, Anda tetap bisa mengalirkan air dingin ataupun panas meski jumlahnya terbatas. Harga dispenser panas dingin normal sangat bergantung pada merk dan tipenya. Disamping itu letak pemasangan galon juga menentukan. Ada yang galonnya berada diatas, dibawah, serta dua galon posisi atas bawah. Untuk mendapatkan harga yang lebih murah sebaiknya Anda mencari toko yang tepat. Di pasaran harga dispenser miyako galon bawah saat ini bisa mencapai 500 ribuan. Bisa Anda jadikan patokan saat membeli dispenser panas normal dingin nantinya.

4. Panas normal dingin + kulkas
Tidak hanya berfungsi untuk mengalirkan air pada suhu panas, normal, dan dingin, fungsi dispenser ini juga untuk menyimpan makanan dan minuman karena ada tambahan kulkas dibawahn
ya. Tipe dispenser ini cocok digunakan untuk usaha penginapan ataupun sewa kamar. Harga dispenser panas dingin es memang lebih mahal dari 3 tipe sebelumnya. Meski begitu daya listriknya dikatakan lebih awet.

 Untuk mendapatkan daftar harga dispenser panas dingin terlengkap dan termurah, belanja saja di Bhinneka.com. Produk yang disediakan sangat lengkap mulai yang harganya murah hingga fungsinya yang super lengkap. Tidak perlu ragu belanja di Bhinneka.com karena barangnya dijamin memiliki kualitas bagus dan harganya pun lebih murah dibandingkan toko online lainnya.

23 Juni 2019

Perubahan Tampilan Blog 10 Tahun

Juni 23, 2019

Postingan ini bagian dari Seri Tulisan memperingati 10th Blog Anniversary Brian Prasetyawan's Blog (2009-2019). Setelah 10 tahun, saya ingin melihat perubahan tampilan blog ini dari masa ke masa. Setiap tampilan punya kenangan tersendiri.

Berawal dari ajakan teman yang merupakan pemilik blog davidprasetyo.com, saya pun ikut-ikutan membuat blog. Ketika itu saya tidak tahu mau posting apa di blog. Akhirnya saya mulai dengan hal yang tidak patut ditiru, yaitu copas artikel dari web lain . Namun akhirnya saya bertekad untuk tidak lagi copas

Baca juga: Tidak Lagi Copy Paste

Sepuluh tahun lalu saya adalah siswa kelas 3 SMA. Masa dimana pelajar fokus menyambut UN. Namun saya justru makin fokus ngeblog . Saat itu saya benar-benar sedang semangat ngeblog. Terbukti dari postingan Desember 2009 sebanyak 40 Postingan. Saya senang sekali blogwalking, membalas pesan shoutbox,  tukar link, dan melihat jumlah pengunjung blog, dan memantau rank Alexa & page rank. Memasang berbagai widget juga menjadi keasyikan tersendiri.

Saya bisa melihat tampilan-tampilan blog yang sudah lama melalui web.archive.org.

Februari 2010
Web archieve tidak bisa mendeteksi tampilan blog selama 2009. Tampilan yang bisa terlihat mulai dari Februari 2010. Banyak widget, banner, dan iklan di tampilan blog ini.






November 2010
Web archieve tidak bisa memuat tampilan blog dengan sempurna. Keramaian widget masih nampak pada tampilan blog masa ini.



November 2011




Januari 2012
Mei 2012
Makin bertambah usia blog, tampilan blog semakin simpel dan minimalis. Tidak banyak lagi widget yang dipasang. Saya menyadari bahwa yang utama adalah konten. Terlalu banyak widget bisa membuat pengunjung kurang nyaman dalam membaca artikel. Loading blog juga menjadi berat.



Maret 2013
Template ini cukup bertahan lama karena saya merasa template ini cukup SEO Friendly. Pada 2014 background header blog dimasukkan gambar nuansa piala dunia 2014.


Desember 2015

Pada tahun ini saya akhirnya menggunakan top level domain dengan biaya 120ribu per tahun. Maka alamat blog saya menjadi www.praszetyawan.com. Tagline blog ingin mengedepankan bahwa blog ini milik guru SD. Saya merencanakan konten blog ini akan lebih banyak tentang pendidikan.

Juli 2016
Template ini terdeteksi dipakai sampai Juli 2017.  Judul blog sedikit berubah. Praszetyawan menjadi Prasetyawan, huruf "Z" hilang. Saya benar-benar ingin nama blog ini sesuai dengan nama saya. Tagline blog berubah karena saya merasa sulit untuk konsisten memposting artikel pendidikan. Maka saya kembali ke konsep lama yaitu blog personal/blog gado-gado.

2019
Selanjutnya dari 2017 sampai sekarang, web archieve tidak bisa mendeteksi. Maka berikut ini tampilan blog yang digunakan sekarang.


 Template yang digunakan saat ini sudah didukung dengan mobile version.

***

Itulah perubahan tampilan blog ini dari tahun ke tahun. Bisa dikatakan saya cukup sering ganti template pada masa awal ngeblog karena hal tersebut menjadi salah satu kesenangan saya. Namun semakin lama saya menyadari ganti template terlalu sering tidak bagus. 

Setiap tampilan dapat membawa ingatan kembali pada tren ngeblog yang terjadi pada masa itu. Saya juga bisa melihat bagiamana perkembangan ngeblog yang terjadi. 

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id