Brian Prasetyawan's Blog

Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

15 September 2019

Lagu Generasi 90an yang Nostalgia Banget

September 15, 2019
Lagu diyakini mampu membawa kita seperti melewati lorong waktu. Berbagai kenangan di masa silam, langsung muncul ketika mendengar sebuah lagu. Itu yang saya rasakan ketika mendengar lagu-lagu pop yang hits di masa tahun 90 akhir sampai 2000 awal. Generasi 90an pasti punya kenangan tersendiri terhadap lagu-lagu di masa itu.

gambar: freepik


Tahun 90-an memang menjadi tahun di mana banyak sekali musisi hebat dari Tanah Air maupun mancanegara menciptakan lagu yang populer. Tak sedikit lagu 90-an yang membuat para pendengar setianya tak henti memutar lagu tersebut hingga sekarang. Membicarakan lagu 90-an yang bikin nostalgia tak akan pernah ada habisnya. Setiap orang memiliki lagu versinya tersendiri. Kalau untuk saya, lagu 90an yang nostalgia banget adalah lagu yang sekarang ini sudah hampir nggak pernah terdengar. Ketika sekali mendengarnya, langsung ingatan melayang ke masa sewaktu SD/SMP.

 Inilah beberapa lagu 90an yang nostalgia banget versi saya

1. Shaden: “Pacarku” & “Dunia Belum Berakhir”
Dunia belum berakhir merupakan lagu hits yang jadi andalan teman-teman saya waktu SD ketika tampil menari. Lagu ini berulang-ulang terdengar setelah pulang sekolah karena dipakai untuk latihan menari. Kalau lagu Pacarku, saya nggak sengaja nemu di youtube. Saking lamanya nggak denger lagu ini, saya sampai lupa kalau lagu ini pernah ada. Ketika saya dengerin lagi, langsung aktif mesin waktunya



 Shaden adalah grup band asal Indonesia yang beranggotakan Abrar pada drum, Rijal pada gitar dan Nuri sebagai vokalis. Dari lima album yang mereka rilis dalam kurun waktu sembilan tahun, ada dua lagu yang menjadi hits dan paling mengena di hati para penggemar mereka yakni lagu “Pacarku” dan “Dunia Belum Berakhir”.
Lagu “Dunia Belum Berakhir” menjadi andalan pada album kedua Shaden di tahun 2000 dengan judul yang sama. Sementara lagu “Pacarku” masuk dalam album ketiga Shaden dua tahun kemudian, yang juga memiliki judul sama. Sayangnya setelah merilis album kelima pada 2007, grup band ini menghilang dari peredaran.


 2. Wayang: “Dongeng”
Siapa generasi 90-an yang tak mengenal grup band Wayang? Apalagi jika mendengar lagu populer mereka yang berjudul “Dongeng”. Sampai dengan awal medio 2000-an, lagu yang dirilis pada tahun 1999 dalam album berjudul “Dongeng” itu masih terus diputar dan menjadi soundtrack salah satu serial televisi. Lirik lagunya sangat ringan dan mudah dinikmati, termasuk oleh anak-anak. Meskipun Wayang telah merilis enam album, namun lagu Dongeng bisa dibilang yang paling dikenang dan ikonic bagi mereka.

3. Sheila on 7: “Temani Aku”, “Jangan Takut Akan Gelap” & “Sephia” 
          Kalau bicara soal grup band Sheila on 7, rasa-rasanya terlalu sedikit kalau harus memilih satu. Generasi 90-an pasti sangat akrab dengan tiga lagu grup band asal Yogyakarta tersebut yang berjudul “Temani Aku”, “Jangan Takut Akan Gelap” dan “Sephia”. Mari kita bahas satu persatu. Lagu “Temani Aku” dirilis pada tahun 2000 dalam album bertajuk “Kisah Klasik Untuk Masa Depan”. Liriknya sangat puitis, namun tidak berbelit sehingga mudah diterima oleh pendengarnya. Lagu ini sering dinyanyikan teman-teman saya sewaktu SD kalau lagi ngumpul & gitar-gitaran.


        Berikutnya adalah lagu “Jangan Takut Akan Gelap” yang dinyanyikan Sheila on 7 bersama dengan penyanyi cilik pada masa itu, Tasya Kamila. Bagi anak-anak di zaman itu, lagu ini sangat cocok menjadi pengantar tidur. Bukan sekadar mengajak agar tidak takut gelap, tetapi juga menekankan hal-hal positif untuk anak.
         Nah, kalau lagu “Sephia” tentunya menjadi salah satu lagu 90-an yang bikin nostalgia dan sulit dilupakan. Apalagi konon lagu ini diciptakan oleh Eross untuk seorang fans Sheila on 7 yang meninggal saat hendak menonton konser band kesayangannya itu. Tak heran kalau makna di balik lirik lagu “Sephia” ini begitu mendalam jika diresapi. ”Hey, Sephia, jangan pernah panggil namaku bila kita bertemu lagi di lain hari. Hadapilah ini, kisah kita takkan abadi.”
Lagu sephia saya pilih karena lagu ini menjadi satu-satunya lagu pop yang masih saya ingat pernah nonton video klipnya di TV sewaktu SD. Kenapa bisa begitu ? Karena dulu saya lebih sering nonton acara TV musik anak.

 4. Aqua: “Dr Jones”
Bergeser ke luar negeri, terdapat sebuah grup musik dance bernama Aqua yang berasal dari Denmark dan Norwegia. Salah satu lagu terpopuler mereka berjudul Dr Jones dirilis pada tahun 1997 silam dan sempat menjadi hits juga di Indonesia. Lagu ini mungkin pernah kamu dengar di film Disney “I’ll be Home for Christmas”. Dengan liriknya yang unik, pada tahun 1997 Dr Jones berhasil merajai tangga lagu di beberapa negara seperti Australia, Jepang dan negara-negara Eropa.



Sama seperti lagu dunia belum berakhir, Lagu Dr. Jones juga menjadi andalan saya dan teman-teman SD ketka mendapat tugas menari. Maka lagu ini mampu membawa saya bernostalgia ke masa-masa SD.

5. Air: “Bintang”
“Bintang di langit, kerlip engkau di sana memberi cahayanya di setiap insan.” Kalau kamu membaca lirik barusan sambil bernyanyi, berarti kamu masih ingat lagu “Bintang dari grup band Air. Lagu ini bisa dibilang sebagai pendobrak popularitas grup band Air pada akhir 90-an hingga awal 2000-an. Sayangnya, hanya lagu Bintang ini yang berhasil dikenal publik musik Indonesia. Setelah itu popularitas grup band Air mulai meredup, namun lagu Bintang tetap dikenang hingga kini.



Sepertinya nggak ada yang meragukan betapa hitsnya lagu ini. Sampai-sampai ada plesetannya. Ada yang masih ingat ? hehhee

6. EdanE: “Kau Pikir Kau Segalanya”
 Di tahun 2002 sempat ada grup band bernama EdanE yang muncul dengan lagu “Kau Pikir Kau Segalanya” yang sempat menghentak industri musik Tanah Air. Ini adalah lagu rock yang memiliki lirik nyeleneh serta ritmik gitar yang galak. Namun, justru hal itulah yang membuat lagu “Kau Pikir Kau Segalanya” begitu iconic dan menjadi identitas grup EdanE.

7. La Luna: “Selepas Kau Pergi” 
Grup Band La Luna didirikan di Bandung pada awal tahun 2000, yang beranggotakan Manik, Boyan, Uti, dan Erwin. Lagu “Selepas Kau Pergi” sendiri adalah hits andalan mereka yang dirilis dalam album “Menanti Pagi” pada 2003. Album tersebut kemudian di-repackage setahun setelahnya dengan judul yang sama. Liriknya menceritakan tentang patah hati, topik yang berhasil menjadi hits di kalangan muda-mudi saat itu.

8. The Fly: “Terbang”
Lagu ini, cukup musik intronya saja udah bikin nostalgia. Alunan pianonya khas banget. Lagu ini saya pilih karena kalau nggak salah pernah jadi soundtrack sinema mini seri (SMS) yang tayang di RCTI. Bener nggak ?. Kalau sekarang bisa diblang seperti FTV. Saya pernah salah sangka kalau lagu terbang ini milik band Gigi haha.



Sejak awal kemunculannya The Fly telah mengalami beberapa pergantian personal. Hingga akhirnya mereka membuat gebrakan dengan album berjudul “The Fly” pada 2000 yang diproduksi oleh BMG Music Indonesia. Dari album itulah muncul hits single berjudul “Terbang” yang begitu melekat sebagai identitas grup musik satu ini. Bagaimana tidak, bertahun-tahun setelah dirilis, lagu Terbang masih banyak dinikmati oleh para penggemar band The Fly, apalagi karena bagian reff-nya yang enak banget!



Nah, itu tadi sederet lagu 90-an yang bikin nostalgia dan pastinya masih enak didengarkan sampai sekarang.  Kira-kira lagu mana yang paling bikin kamu baper bahkan sampai sekarang? Adakah kenangan di baliknya?

04 Juli 2019

Tipe dan Harga Dispenser yang Laris Dipasaran

Juli 04, 2019
Air minum merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi setiap hari. Jika dulu Anda harus memasak air dulu untuk mendapatkan air minum yang bersih dan sehat, saat ini Anda hanya membutuhkan galon saja. Produk ini dirasa lebih efektif dan bisa memenuhi kebutuhan akan air minum dalam jumlah banyak. Untuk bisa mengalirkan air yang ada didalam galon, Anda cukup menempatkannya pada dispenser. Jenis dan harga dispenser sangat banyak dan mudah ditemukan di pasaran.

Dengan hadirnya dispenser, kebutuhan Anda akan air minum bisa mudah terpenuhi. Fungsi dispenser tidak hanya mengalirkan air minum yang bersuhu normal, melainkan juga yang bersuhu dingin dan panas. Produk ini sering digunakan di perkantoran ataupun rumah. Untuk harga dispenser panas dingin murah ditaksir lebih mahal ketimbang dispenser panas normal. Memilih dispenser sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan agar budget Anda tidak membengkak.

Mengenal Jenis-jenis Dispenser yang Sesuai Kebutuhan Anda 

Dispenser kini menjadi salah satu produk yang tak asing lagi. Penggunaannya sudah semakin luas tidak hanya untuk rumah tangga dan perkantoran, banyak juga tempat umum yang memanfaatkan fungsi dispenser seperti rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya. Jenis dan harga dispenser 2019 kini semakin beragam. Sebaiknya Anda jangan terkecoh dengan iklan, ketahui betul kebutuhan agar tidak boros di budget. Pastikan juga kualitasnya bagus supaya tidak kecewa nantinya. Adapun tipe dan daftar harga dispenser yang dikenal luas di Indonesia diantaranya adalah

1. Klasik
Model dispenser klasik sangat minimalis berupa setengah lingkaran yang terbuat dari bahan keramik dan posisi galon berada di atas. Fungsi dari produk ini hanya mengalirkan air dalam suhu normal. Dispenser klasik tidak memerlukan listrik sama sekali. Untuk mengambil air pada galon tinggal putar atau tekan krannya saja. Namun sayang peminat dispenser tersebut saat ini semakin berkurang karena fungsinya dianggap kurang lengkap.

 2. Panas normal
Dispenser panas normal merupakan produk yang banyak diminati saat ini. Sesuai dengan namanya, fungsi dari dispenser tersebut adalah mengalirkan air dalam suhu normal dan panas. Dispenser panas normal sudah dilengkapi dengan pemanas yang menggunakan tenaga listrik. Jadi saat kondisi listrik mati, Anda hanya bisa mengalirkan air dalam suhu normal saja. Bentuknya sangat praktis dan bisa ditempatkan dimana saja termasuk ruangan yang tidak begitu lebar. Contoh dari dispenser panas normal yang cukup direkomendasikan adalah Sanex. Harga dispenser sanex sangat terjangkau, kurang dari 100 ribuan.

3. Panas normal dingin
Jika Anda mencari dispenser yang fungsinya lengkap, maka tipe panas normal dingin menjadi pilihan yang tepat. Meski harganya lebih mahal dari tipe normal panas, namun peminatnya tidak pernah berkurang. Produk ini sudah dilengkapi refrigerator atau fan sebagai pendingan dan heater untuk memanaskan. Semua fitur tersebut memanfaatkan daya listrik. Kelebihan dari dispenser model ini adalah terdapat tempat penyimpanan air. Jadi saat listrik mati, Anda tetap bisa mengalirkan air dingin ataupun panas meski jumlahnya terbatas. Harga dispenser panas dingin normal sangat bergantung pada merk dan tipenya. Disamping itu letak pemasangan galon juga menentukan. Ada yang galonnya berada diatas, dibawah, serta dua galon posisi atas bawah. Untuk mendapatkan harga yang lebih murah sebaiknya Anda mencari toko yang tepat. Di pasaran harga dispenser miyako galon bawah saat ini bisa mencapai 500 ribuan. Bisa Anda jadikan patokan saat membeli dispenser panas normal dingin nantinya.

4. Panas normal dingin + kulkas
Tidak hanya berfungsi untuk mengalirkan air pada suhu panas, normal, dan dingin, fungsi dispenser ini juga untuk menyimpan makanan dan minuman karena ada tambahan kulkas dibawahn
ya. Tipe dispenser ini cocok digunakan untuk usaha penginapan ataupun sewa kamar. Harga dispenser panas dingin es memang lebih mahal dari 3 tipe sebelumnya. Meski begitu daya listriknya dikatakan lebih awet.

 Untuk mendapatkan daftar harga dispenser panas dingin terlengkap dan termurah, belanja saja di Bhinneka.com. Produk yang disediakan sangat lengkap mulai yang harganya murah hingga fungsinya yang super lengkap. Tidak perlu ragu belanja di Bhinneka.com karena barangnya dijamin memiliki kualitas bagus dan harganya pun lebih murah dibandingkan toko online lainnya.

23 Juni 2019

Perubahan Tampilan Blog 10 Tahun

Juni 23, 2019

Postingan ini bagian dari Seri Tulisan memperingati 10th Blog Anniversary Brian Prasetyawan's Blog (2009-2019). Setelah 10 tahun, saya ingin melihat perubahan tampilan blog ini dari masa ke masa. Setiap tampilan punya kenangan tersendiri.

Berawal dari ajakan teman yang merupakan pemilik blog davidprasetyo.com, saya pun ikut-ikutan membuat blog. Ketika itu saya tidak tahu mau posting apa di blog. Akhirnya saya mulai dengan hal yang tidak patut ditiru, yaitu copas artikel dari web lain . Namun akhirnya saya bertekad untuk tidak lagi copas

Baca juga: Tidak Lagi Copy Paste

Sepuluh tahun lalu saya adalah siswa kelas 3 SMA. Masa dimana pelajar fokus menyambut UN. Namun saya justru makin fokus ngeblog . Saat itu saya benar-benar sedang semangat ngeblog. Terbukti dari postingan Desember 2009 sebanyak 40 Postingan. Saya senang sekali blogwalking, membalas pesan shoutbox,  tukar link, dan melihat jumlah pengunjung blog, dan memantau rank Alexa & page rank. Memasang berbagai widget juga menjadi keasyikan tersendiri.

Saya bisa melihat tampilan-tampilan blog yang sudah lama melalui web.archive.org.

Februari 2010
Web archieve tidak bisa mendeteksi tampilan blog selama 2009. Tampilan yang bisa terlihat mulai dari Februari 2010. Banyak widget, banner, dan iklan di tampilan blog ini.






November 2010
Web archieve tidak bisa memuat tampilan blog dengan sempurna. Keramaian widget masih nampak pada tampilan blog masa ini.



November 2011




Januari 2012
Mei 2012
Makin bertambah usia blog, tampilan blog semakin simpel dan minimalis. Tidak banyak lagi widget yang dipasang. Saya menyadari bahwa yang utama adalah konten. Terlalu banyak widget bisa membuat pengunjung kurang nyaman dalam membaca artikel. Loading blog juga menjadi berat.



Maret 2013
Template ini cukup bertahan lama karena saya merasa template ini cukup SEO Friendly. Pada 2014 background header blog dimasukkan gambar nuansa piala dunia 2014.


Desember 2015

Pada tahun ini saya akhirnya menggunakan top level domain dengan biaya 120ribu per tahun. Maka alamat blog saya menjadi www.praszetyawan.com. Tagline blog ingin mengedepankan bahwa blog ini milik guru SD. Saya merencanakan konten blog ini akan lebih banyak tentang pendidikan.

Juli 2016
Template ini terdeteksi dipakai sampai Juli 2017.  Judul blog sedikit berubah. Praszetyawan menjadi Prasetyawan, huruf "Z" hilang. Saya benar-benar ingin nama blog ini sesuai dengan nama saya. Tagline blog berubah karena saya merasa sulit untuk konsisten memposting artikel pendidikan. Maka saya kembali ke konsep lama yaitu blog personal/blog gado-gado.

2019
Selanjutnya dari 2017 sampai sekarang, web archieve tidak bisa mendeteksi. Maka berikut ini tampilan blog yang digunakan sekarang.


 Template yang digunakan saat ini sudah didukung dengan mobile version.

***

Itulah perubahan tampilan blog ini dari tahun ke tahun. Bisa dikatakan saya cukup sering ganti template pada masa awal ngeblog karena hal tersebut menjadi salah satu kesenangan saya. Namun semakin lama saya menyadari ganti template terlalu sering tidak bagus. 

Setiap tampilan dapat membawa ingatan kembali pada tren ngeblog yang terjadi pada masa itu. Saya juga bisa melihat bagiamana perkembangan ngeblog yang terjadi. 

09 Juni 2019

Mengenang Tren Ngeblog Jaman Dahulu

Juni 09, 2019


Tulisan ini bagian dari Seri Tulisan memperingati 10th Blog Anniversary Brian Prasetyawan's Blog (2009-2019). Setelah 10 tahun, saya merasakan perbedaan antara ngeblog jaman dahulu dengan jaman sekarang. Banyak kebiasaan ngeblog atau web pendukung blog  yang sudah tidak ada di masa sekarang. 

Pernah dengar indostats, shoutbox, lintasberita ? mungkin terdengar asing di masa sekarang ini. Namun bagi blogger tahun 2010 ke bawah, nama-nama tersebut menjadi andalan saat ngeblog. Memang saat ini sudah tidak populer . Tren ngeblog sekarang sudah berbeda. Mungkin batasnya ada di tahun 2013 (setuju nggak ?). Ada perbedaan yang cukup terasa saat ngeblog sebelum dan sesudah tahun 2013. Banyak yang hal yang kini tinggal kenangan saja dan diganti dengan hal-hal baru setelah tahun 2013. Apa saja kenangan tren ngeblog jaman dahulu ?

Indostats & Sitemeter




Dahulu blogger.com belum menyediakan fitur statistik. Maka kalau ingin mengetahui statistik blog, harus mendaftar ke web penyedia statistik. Indostats dan Sitemeter merupakan penyedia statistik populer pada saat itu. Indostats merupakan produk asli Indonesia, sedangkan sitemeter berasal dari Amerika kalo nggak salah. Saya senang memakai Indostats. Statistik yang disajikan cukup lengkap dan tampilannya enak dilihat. Namun sayangnya pada tahun 2010, web tersebut tutup. Maka saya beralih menggunakan sitemeter. Namun saya curiga sitemeter kurang valid. Di saat yang sama saya juga memakai Histats. Hasil datanya berbeda ! Sitemeter nampaknya melebih-lebihkan hitungannya. Nggak tahu juga sih bener atau nggak. Itu hanya tebakan saya saja. Sitemeter akhirnya tutup tahun 2015 (bener nggak ?). Dari berbagai penyedia statistik populer jaman dulu, tinggal Histats yang masih ada sampai sekarang.

Shoutbox




Shoutbox pada blog sangat populer pada masanya. Hampir semua blog memasang widget ini. Memang blog sudah memiliki fitur kolom komentar. Namun saya merasa ada perbedaan dalam penggunaannya. shoutbox digunakan untuk sekedar menyapa sang pemilik blog. Mungkin pengunjung tersebut hanya melihat-lihat isi blog itu saja kemudian meninggalkan pesannya di shoutbox. Dengan kata lain, shoutbox digunakan untuk meninggalkan jejak bahwa pengunjung sudah blogwalking ke blog tersebut. Kemudian kalau kolom komentar digunakan untuk meninggalkan komentar terkait postingannya. Jadi pesan yang ditinggalkan lebih berbobot, bukan hanya untuk "say hello".
Beda kan dengan jaman sekarang ? Hampir semua blog tidak lagi memasang shoutbox. Kini kolom komentar menjadi satu-satunya andalan untuk meninggalkan pesan di blog.

Lintas Berita




Setelah memposting artikel, blogger beramai-ramai mensubmit juga artikelnya ke situs social bookmark. Cara tersebut diyakini dapat mempercepat artikel tersebut dapat ditemukan pada mesin pencari google. Diantara berbagai situs social bookmark Indonesia, Lintas Berita yang paling terkenal dan banyak dipakai blogger. Pada 2011 Lintas berita berubah menjadi lintas.me. Lalu lintas.me bergabung dengan beritagar.com hingga lahirlah beritagar.id pada 24 Agustus 2015. Situs tersebut merupakan portal berita. Dengan demikian berakhirlah kiprah lintas berita sebagai situs social bookmark.

page rank & tuker link


Tata cara tuker link :)

Dahulu google page rank menjadi patokan blogger untuk mengetahui seberapa kuat keberadaan blognya di pencarian google. Untuk meningkatkan nilai page rank, blogger berlomba-lomba mengumpulkan backlink salah satunya dengan cara tukar link. Aktivitas tukar link bener-bener bikin nostalgia. mulai dari nulis komen untuk ajak tukar link, pasang link blog dia , lalu mendapat balasan komentar bahwa link blog saya juga sudah dipasang. Betapa senangnya jika link blog saya sudah dicantumkan hihihi. Tuker link tidak hanya berupa teks saja tapi juga ada yang berupa banner. Dahulu blogger berlomba-lomba membuat banner sekreatif mungkin.
Sekarang ini page rank sudah tidak update. Acuan blogger sekarang adalah DA/PA. Tuker link juga sudah tidak jamannya lagi. Tapi beberapa blogger saat ini dengan sukarela mencantumkan link blog lain dengan nama halaman "Blogwalking".


Iklan PPC 

Sekarang ini blogger gencar mengejar rupiah dari google adsense. Dahulu blogger juga memasang iklan tapi bukan dari google. Iklan yang paling sering dipasang adalah model iklan PPC. Jadi blogger dibayar untuk setiap iklan yang diklik pengunjung (pay per click). Saya dahulu pasang iklan PPC dari adsense camp dan kumpul blogger. Iklan PPC tidak berbentuk teks saja tapi ada yang berupa gambar. Hal yang mengenang adalah saat mengecek saldo apakah bertambah, dan memasang iklan sekreatif mungkin sampai belajar memasang iklan melayang.

Iklan melayang nutupin konten, harus diklik close dulu. Siapa tahu ada yang malah klik iklannya hehe


Suatu kebanggaan melihat blog ada iklannya. Namun lama-lama saya berpikir bahwa iklan-iklan itu mengurangi kenyamanan pengunjung. Akhirnya saya mencopot semua iklan.


Pesta Blogger



Kalau ini kenangan seluruh blogger Indonesia. Pesta blogger pertama kali tahun 2007 dan terakhir adalah 2011. Saya sendiri belum pernah berpartisipasi. saya hanya mengikuti perkembangannya lewat cerita-cerita yang ditulis blogger lain tentang event itu. Sangat terasa masa-masa itu blog sedang di puncak kejayaan. Saat itu belum ada serangan youtuber & vlog. Tahun 2011-2013 masih ada kopdar nasional dengan nama Kopdar Blogger Nusantara. Setelah itu saya tidak tahu apakah ada kopdar nasional .
Blogger sekarang lebih asyik ikut event yang diadakan lembaga/produsen produk. Sepertinya itu metode kopdar blogger sekarang.



Komunitas blogger
Dahulu komunitas blogger ada dimana-mana dan aktif. Mulai dari tingkat kota, kampus, sampai ada juga blog kelas di SMA. Saya tinggal di Bekasi maka komunitas yang ada adalah blogger Bekasi (Be-Blog). Namun saya belum bergabung disana. Saya hanya mengikuti berita perkembangannya saja. Eh tapi waktu itu saya pernah pasang banner Be-Blog di blog saya

Dahulu blogger Bekasi termasuk komunitas yang diperhitungkan di kancah nasional. Event besar pernah diadakan seperti amprokan blogger. Namun sekarang komunitas ini sudah tidak aktif. Terlihat dari postingan terakhir di webnya sudah lama sekali.

Website blogger bekasi ketika masih aktif


Berbagai universitas juga punya komunitas blogger. Bahkan kampus tersebut menyediakan platform blog sendiri bagi mahasiswa & dosen. Sayangnya kampus saya tidak ada komunitasnya.

Saya pernah membuat blog kelas dan masih ada sampai sekarang. Saat itu saya lihat cukup banyak blog kelas dari SMA-SMA lain di Indonesia. Saat itu guru-guru TIK sepertinya sedang gencar mengajarkan ngeblog (duh senangnya belajarnya ngeblog) Sayangnya SMA saya tidak ada materi blog bahkan sampai kuliah juga tidak belajar blog. Padahal saya udah ngarep banget.

Itulah beberapa tren ngeblog jaman dahulu yang sekarang sudah jarang terlihat. Mungkin masih ada beberapa tren lain yang belum saya sebutkan. Nah maka, apa tren ngeblog jaman dahulu versi kalian ?

18 Mei 2019

Infinity Pool, Pantai & Sunset di Queen Of The South Resort

Mei 18, 2019


Setelah menikah, saya dan istri berencana untuk bulan madu. Saat itu awal Januari 2019, waktu libur yang semakin sedikit membuat kami memilih tempat yang tidak terlalu jauh. Maka diputuskanlah berbulan madu ke Yogyakarta. Dengan lokasi pilihan berbulan madu yang sudah sangat mainstream, maka kami mencari hotel yang unik sehingga bulan madu kami tidak seperti wisata biasa. Pilihan kami jatuh pada Queen Of The South. Kebetulan istri saya memiliki teman disana sehingga diharapkan bisa mendapat harga lebih murah hehehe. Queen of the south merupakan penginapan dengan model resort.

Queen of the South Resort terletak di Desa Parangrejo RT/RW: 13/13, Kecamatan Purwosari, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Tempat penginapan cantik ini berlokasi tidak jauh dari beberapa tempat wisata, diantaranya Bukit Parang Endog, Goa Langse, Pantai Parangkusumo, dan Gumuk Pasir Parangkusumo. 

Apa yang unik dari resort ini ? Resort ini memberikan suguhan pemandangan pantai yang eksklusif. Ingatan akan jalan menuju ke penginapan yang kurang lebar dan masih agak rusak segera sirna ketika berada di area resort ini. Lokasinya yang berada di atas tebing dan mengarah langsung ke laut membuat kita mendapat pengalaman berbeda dalam menikmati panorama Pantai selatan



Pemandangan lebih memukau tersaji ketika sunset di sore hari. Tempat ini bisa menjadi tempat terbaik bagi para penikmat senja.



Queen of the South Resort memiliki fasilitas kolam renang. Bukan sekedar kolam renang biasa tapi infinity pool. Kolam renang tipe ini sedang hype di kalangan traveller. Infinity pool resort ini menghadap langsung ke laut. Resort ini juga memiliki lapangan berumput yang bisa mengakomodasi aktivitas outdoor.









Dengan pemandangan dan berbagai spot menarik yang ditawarkan, Resort ini tentu sangat instagramable. Saya dan istri tiada henti menelusuri spot-spot menarik di area resort ini.






Queen of the South Resort memiliki restoran yang menyediakan sarapan gratis. Selain itu juga terdapat poolside bar yang menjual snacks, minuman alkohol maupun non-alkohol dan desert bagi pengunjung.

Saya pesan menu standar aja. Biar kantong nggak jebol hihihi

Saya menginap 3 hari 2 malam di kamar tipe Superior. Kamar tipe ini berada di lokasi terbaik yakni pinggir kolam renang dan menghadap langsung ke laut.  fasilitas kamar berupa bathtub, meja, AC, pengering rambut, lemari pakaian, shower beserta air panas, dan TV kamar. Staff hotel mampu membersihkan kamar dengan cekatan dan teliti. Hal itu terlihat ketika saya meninggalkan kamar, beberapa lama kemudian saya kembali lagi ke  kamar, terlihat  sprei dan handuk sudah dirapikan. 





Lokasi resort yang agak masuk ke dalam, membuat saya tidak pergi kemana-mana. Namun bagusnya, resort ini memiliki jalan akses langsung untuk turun ke pantai Parangtritis.

Dengan fasilitas dan lokasi yang eksklusif tersebut, hotel ini memberikan pengalaman lebih, yang jarang ditemui pada hotel lain di Jogja.

27 Februari 2019

Bingung Pilih Kartu Prabayar atau Pascabayar, Ini Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

Februari 27, 2019




Memilih di antara dua memang tidak mudah. Terlebih untuk kartu prabayar atau pascabayar yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Dengan kebutuhan yang bertambah, menggunakan kartu prabayar terasa kurang mencukupi, namun juga masih ragu menggunakan pascabayar karena takut tak bisa membayar tagihan.

Dua pilihan ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum memutuskan memakai yang mana, ada baiknya simak beberapa hal berikut ini.

Kenapa Pilih Prabayar?

Kartu ini memiliki beberapa kelebihan yang memudahkan pengguna untuk memakainya. Kemudahan pertama adalah pembelian pulsa dibayar di depan, sehingga tidak ada tagihan membengkak di belakang hari. Dengan sistem prabayar, kamu bisa mengontrol batas penggunaan telepon dan internet setiap bulannya sesuai dengan kebutuhan.

Kekurangannya adalah, ketika kamu memerlukan akses telekomunikasi yang penting dalam kondisi pulsa habis. Maka kamu perlu waktu untuk mengisinya kembali. Selain itu jaringan internet yang diberikan untuk pelanggan prabayar juga lebih lambat dibanding dengan pelanggan pascabayar.



Kenapa Pilih Pascabayar?

Buat kamu yang punya mobilitas tinggi, kartu pascabayar adalah pilihan terbaik. Banyak kelebihan yang dimiliki oleh kartu pascabayar, seperti yang diberikan oleh Kartu Halo Telkomsel berikut ini.

Kelebihan pertama adalah soal kualitas sinyal yang mumpuni. Pelanggan Kartu Halo Telkomsel mendapatkan prioritas untuk mengakses sinyal terbaik yang diberikan oleh operator ini. Selain itu, pelanggan juga nggak perlu pusing dengan tagihan bulanan. Karena meski menggunakan sistem pascabayar, tetapi pelanggan juga bisa memilih paket komunikasi yang terjangkau setiap bulannya. Caranya adalah dengan menggunakan paket Kartu Halo dari Traveloka berikut ini.



Tiga Paket Kartu Halo dari Traveloka



Nggak perlu takut kebablasan memakai telepon atau internet meski kamu berlangganan pascabayar Telkomsel. Karena dengan tiga paket Kartu Halo dari Traveloka ini, kamu tetap bisa mengatur berapa tagihan yang harus kamu bayar setiap bulan, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

1.Halo.Kick!

Untuk paket ini, kamu bisa memilih beberapa nominal sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari harga Rp 100 ribu untuk internet utama 2GB + internet promo 8GB + Dobel Kuota internet 2GB + HOOQ, VIU, MusicMAX 10GB + VIU, Langit Musik 30 hari dan 100 menit telepon + 200 SMS. Semuanya bisa kamu dapatkan selama satu bulan penuh.

Selain itu juga tersedia paket Halo.Kick! lain dengan harga Rp 150 ribu, Rp 300 ribu dan Rp 550 ribu. Masing-masing dengan rincian paket yang berbeda-beda dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain Halo.Kick! kamu juga bisa memilih paket Halo.Kick Double Kuota yang tersedia mulai rentang harga Rp 120 ribu, Rp 170 ribu, Rp 320 ribu dan Rp 570 ribu. Sesuai dengan namanya, paket Kartu Halo dari Traveloka ini memberikan dua kuota sekaligus kepada pelanggan.

2.Halo Fit

Untuk kamu yang lebih banyak menggunakan telepon daripada internet, ada paket Halo Fit yang tersedia mulai harga Rp 100 ribu per bulan. Untuk paket ini, tetap tersedia kuota internet mulai dari 2GB per bulan. Namun yang diutamakan adalah telepon dan sms.

3.Halo Hybrid

Buat kamu yang tidak terlalu banyak menggunakan internet dan perlu paket telepon murah meriah, Halo Hybrid adalah jawabannya. Tersedia mulai harga Rp 50 ribu per bulan, kamu sudah bisa mendapatkan 300 menit telepon dan 300 SMS serta internet 20MB. Tagihannya kecil bukan? Semua paket Kartu Halo dari Traveloka ini bisa kamu beli lewat aplikasi maupun website Telkomsel. Ketika jatuh tempo tiba, lakukan pembayaran di Traveloka dengan mudah.

Pilih pascabayar atau prabayar? Keputusan ada di tangan kamu.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id