Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

18 Februari 2018

Jogja 3 Hari 2 Malam: 5 Destinasi & 4 Tempat Oleh-Oleh



Salah satu enaknya jadi guru adalah bisa rutin ikut jalan-jalan. Jalan-jalan bisa terwujud dalam program sekolah seperti study tour, kemping pramuka, pembinaan karakter, perpisahan murid kelas yang mau lulus atau gathering guru & karyawan sekolah. Namun hal itu tidak berlaku bagi sekolah saya. Setelah masuk 2 tahun, saya baru merasakan yang namanya jalan-jalan bersama rekan guru sekolah.

Namun perlu disyukuri, selama 2017 saya mengalami beberapa kali jalan-jalan. Mungkin ini ibaratnya jatah 2 tahun di rapel di 2017 semua haha. Dua acara jalan-jalan berupa gathering guru dan karyawan sekolah. Gathering pertama yaitu menginap 1 malam di Anyer pada Juni 2017.  Sayangnya, saya baru sadar kalau gathering pertama tersebut belum saya buat postingannya.

Nah kini saya mau buat postingan untuk acara gathering kedua

"Ayo selanjutnya kita ke Batam"

Berawal dari celetukan salah seorang guru tersebut, maka direncanakanlah acara gathering kedua sekolah saya. Ya awalnya  memang bukan Jogja yang disebut tapi Batam haha. Salah seorang rekan guru bahkan berniat mensubsidi 500ribu per orang. Guru dan karyawan sekolah ada sekitar 20. Jadi ya silakan dihitung saja total seluruhnya. Namun, akhirnya tujuan destinasi diubah menjadi ke Jogja. Kenapa ? karena Batam dirasa masih terlalu jauh. Perlu waktu yang lebih panjang untuk menabung hehe. Kemudian rekan guru lain mengusulkan  ke Jogja. Kami semua setuju karena tidak terlalu jauh dan banyak destinasi di sana. Kepala sekolah juga paham tempat-tempat di sana.

Waktu keberangkatan bukan saat liburan sekolah akhir Desember karena beberapa guru pulang kampung atau sudah punya acara keluarga sendiri. Setelah mencari tanggal long weekend, didapatlah awal Desember. Jumat, 1 Desember libur jadi lumayan cukup durasinya untuk jalan-jalan Jogja.

Kereta api menjadi pilihan transportasi untuk ke sana. Sempat kecolongan juga karena kami sedikit telat memesan tiket jauh-jauh hari. Kereta ekonomi habis semua. Untung masih tersisa kereta yang berangkat dari Gambir. Walaupun harganya lebih mahal, tetap diambil. Dari pada nggak jadi berangkat kan haha.

Untuk penginapan, kami cukup terbantu karena keluarga penjaga sekolah punya channel homestay dengan harga terjangkau. Letaknya di Condongcatur, Sleman. Transportasi selama di sana juga mengandalkan channel dari keluarga penjaga sekolah. Kami mendapat Elf kapasitas 19 orang

Untuk mempersiapkan acara  ini saya diminta kepsek untuk membuat itinerary & perkiraan biaya yang akan dikeluarkan selama disana sehingga setiap orang bisa ditentukan jumlah minimal menabungnya.

Dalam membuat itinerary saya cukup bingung karena belum tahu apakah antar destinasi itu berdekatan. Setelah menerima berbagai saran dan revisi berkali-kali , ini itinerary yang saya buat

1 Desember 2017
- Borobudur
- Merapi Park
- Tebing Breksi

2 Desember 2017
- Hutan Pinus Mangunan
- Rumah Hobbit
- Pantai Indrayanti

3 Desember 2017
- Keraton
- Pasar Beringharjo


Setelah beberapa bulan menabung, akhirnya tibalah pada Hari-H keberangkatan. Kami berangkat tanggal 30 November sore. Tentu dari pagi sampai siang ngajar dulu hehe. Sampai di stasiun Tugu lewat tengah malam. Kami dijemput Elf yang telah disewa.

Hari Pertama

Borobudur
Awalnya saya tidak memilih borobudur sebagai salah satu destinasi tujuan. Saya ingin memprioritaskan tempat-tempat baru ketimbang yang sudah mainstream seperti Borobudur. Saya juga males dengan jalur exitnya yang panjang dan muter-muter.  Tapi operator sekolah saya berpendapat lain. "Kalau ke Jogja tapi nggak ke Borobudur kayak ada yang kurang gitu." Yaudah akhirnya di hari pertama kami ke Borobudur.

Walaupun sudah beberapa kali ke sana, daya tarik untuk berfoto di Borobudur tidak pernah pudar. Apalagi ini saya bersama rombongan berbeda. Kalau sebelum-sebelumnya kan selalu bersama keluarga.

Kita tahu lah ya kalau keluar dari borobudur harus melalui jalur kelurah yang amat sangat panjang dan melewati kios oleh-oleh di kanan-kiri. Harga yang ditawarkan pun cukup edan. 100 ribu dapet 8 ! Namun syarat dan ketentuan berlaku haha. Akhirnya saya pun ga tahan untuk beli kaos disitu. Kaos yang saya dapat adalah 100 ribu dapat 4, karena ukuran dan kualitas bahannya berbeda.

Merapi Park



Ini destinasi yang sedang naik daun. Maka saya tidak sia-siakan kesempatan ke Jogja untuk singgah di taman yang menampilkan miniatur keajaiban dunia ini. Perjalanan dari Borobudur ke Merapi Park sekitar 2 jam. Sebelum masuk, kami makan siang dulu di parkiran. Sayangnya, cuaca di sana mendung dan kerap turun gerimis. Walau begitu, kami pantang mundur hehe.

Untuk masuk tempat ini, saya membeli tiket seharga Rp 15000. Pengunjung yang datang cukup ramai sehingga perlu sedikit menunggu untuk giliran berfoto. Mengambil gambar di ikon-ikon tersebut harus pas angelnya agar terlihat seperti beneran hehe. Beberapa foto yang saya ambil gagal. Banyaknya pengunjung yang berseliweran membuat pengambilan gambar makin sulit. Atau memang saya saja yang amatiran haha.
Namun gerimis yang kerap turun dan berhenti, membuat saya kurang menikmati saat mengeksplor tempat ini.

Hari pertama cukup dua tempat saja karena rombongan sudah lelah. Jadi tebing breksi dioper ke hari kedua

Hari Kedua
Ada perubahan di hari kedua. Kami tidak jadi ke Pantai Indrayanti karena kondisi alam yang tidak bersahabat saat itu. Jadi berikut ini destinasi di hari kedua

Rumah Hobbit



Destinasi ini juga sudah terkenal, tapi saya belum pernah ke sana. Jadi lumayan lah saya punya kesempatan ke tempat baru. Memang suguhan utamanya adalah berfoto di rumah hobbit. Ada juga panggung dengan tribun tempat duduk yang terbuat dari batang kayu.

Hutan Pinus Mangunan




Ternyata hutan pinus jaraknya sangat dekat dari Rumah Hobbit. Hutan Pinus terletak di Dlingo, Bantul. Sesuai namanya, tempat ini menawarkan panorama menjulangnya pohon-pohon pinus. Selain itu suhu udara yang sejuk juga membuat nyaman berada di tempat ini. Hal yang seru adalah perjalanan menuju tempat ini karena jalannya yang menanjak dan berkelak-kelok seperti di Puncak, Bogor.

Untuk masuk ke tempat ini, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 2.000 per orang dan tarif parkir mobil Rp 10.000  Namun,  kami tidak mengeksplor banyak area tempat ini. Mungkin karena kondisi mulai lelah. Kondisi permukaan tanah yang tidak rata juga membuat sebagian guru sulit berjalan ke sana kemari. Jadi, kebanyakan hanya duduk-duduk saja di batang pohon, foto-foto sejenak lalu kembali pergi. Untung sebelumnya saya sudah pernah ke tempat ini. Jadi tidak masalah saat saya tidak lama berada di sana.

Baca juga:

Tebing Breksi

Ini destinasi wisata terakhir. Tebing Breksi memang sudah lama hits, tapi saya belum pernah ke sana juga. Tebing Breksi berada di jalan akses candi Ijo tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Untuk masuk ke area destinasi tersebut cukuo membayar parkir Rp 5000 untuk mobil dan Rp 2000 untuk motor. Ketika sampai di sana, terlihat  pengunjungnya juga ramai. Saya tidak menyia-nyiakan waktu untuk mengeksplor spot-spot foto di sana. Batu yang tinggi menjulang memang pas sebagai latar berfoto. Ada juga yang menawarkan berfoto dengan burung hantu dengan tarif tertentu (Saya lupa hehe). Ketika perut terasa lapar, jangan khawatir. Di area Tebing Breksi terdapat warung-warung penjual makanan. 

Spot Foto di atas Tebing
Malioboro
Jika ke Jogja, salah satu tempat yang wajib disinggahi adalah Malioboro, tempatnya wisata belanja dan kuliner. Maka, sebelum kembali ke homestay, rombongan kami mampir dahulu ke Malioboro untuk beli oleh-oleh. Ini pertama kali saya kembali ke Malioboro sejak kawasan itu telah direvitalisasi. Namun di sana saya tidak membeli apa-apa. Waktu saya malah habis untuk berjalan kaki menuju bakpia pathok 25. Sampai sana pun saya mengurungkan niat membeli bakpianya karena sepertinya budget tidak cukup hihi.

Kuliner di Malioboro

Hari Ketiga 
Di hari ketiga kami sudah tidak lagi mengunjungi tempat wisata. Rencana ke Keraton pun batal. Waktu yang ada benar-benar fokus untuk belanja oleh-oleh haha.

Omah Oblong




Tempat pertama adalah Omah Oblong. Tempat ini merupakan referensi dari supir. Sesuai namanya, tempat ini menawarkan kaos bolong sebagai produk unggulannya. Namun tidak kaos oblong saja, berbagai model pakaian juga ada. Bahan pakaian di tempat ini cukup bagus. Maka harganya pun di atas harga kaos yang di jual di Malioboro. Namun untuk ukuran kantong orang Jakarta, masih terjangkau lah. Saya sendiri tidak membeli apa-apa karena sudah beli saat di Borobudur.

Bakpia Kurnia Sari
Selanjutnya ke tempat oleh-oleh makanan. Kepala sekolah merekomendasikan ke Bakpia Kurnia Sari. Cabang yang kami datangi adalah yang berada di jalan Glagah sari no 112. Tempatnya tidak terlalu besar namun jenis panganan yang ada cukup bervariasi. Saya cukup kalap disitu, karena target utama oleh-oleh saya memang makanan.

Pasar Beringharjo
Pasar tradisional terkenal di Jogja. Namun saya belum pernah ke sana. Berbagai artikel di internet merekomendasikan Pasar ini untuk wisata belanja. Tidak salah memang, karena  pasar ini besar dan lengkap. Mulai dari pakaian sampai makanan jajanan pasar. Disini saya membeli dua setel kaos untuk dua keponakan saya. Pihak sekolah juga memborong batik untuk seragam para guru.

Kembali Ke Jakarta

Selesai belanja di Beringharjo, kami kembali ke homestay. Saya merasa puas karena target destinasi dan oleh-oleh sudah cukup sesuai rencana. Saat Sore hari kami menuju stasiun Tugu untuk kembali ke Jakarta. Namun ada sedikit insiden. Saya berangkat duluan naik grab car yang membawa barang-barang dan turun di pintu timur. Rombongan di mobil yang satunya ternyata turun di pintu selatan. Padahal seluruh tiket kereta saya yang bawa, mereka pasti tidak bisa masuk ke dalam stasiun. Saya sempat bingung. Akhirnya saya samperin rombongan itu. Tapi pintu selatan itu di mana ??? Setelah mondar-mandir kesana-kemari akhirnya ketemu. Nah untuk pengalaman. Jadi kalau janjian di stasiun harus jelas, di pintu mana hehehe



16 komentar:

  1. tebing breksi sudah bagus
    dulu pas ke sana masih tempat penambangan aja
    jogja never ending pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti mas ikrom udah agak lama ya kesananya

      Hapus
  2. Jogja memang ngangenin, banyak tempat wisata yang bisa di kunjungi. Tebing Breksi masuk list agenda belum pernah soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banyak tempat wisata. Beberapa diantaranya saya juga belum pernah kunjungi.

      Hapus
  3. Itu yg pake topi merah Rio Dewanto y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha wadaw... Ah nanti bisa Geer itu teman saya

      Hapus
  4. semakin banyak wisata di jogja ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yang baru kian bermunculan. Jadi nggak bosen balik ke Jogja hehe

      Hapus
  5. Saya sempet mikir itu pas baca jadwal di hari pertama, apa ya nggak jauh banget, dari borobudur sama merapi park langsung ke daerah tebing breksi. Secara kan lokasinya ada di sisi utara sama sisi selatan jogja.

    Borobudur padahal ada di Magelang, tapi kalau orang -orang dari luar Jogja / Magelang, kebanyakan memang nyebutnya Borobudur ada di Jogja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi maklum, perencana tripnya masih pemula hehe

      Iya itu yang sering salah kaprah. Borobudur dianggep ada di Jogja

      Hapus
  6. Saya sesungguhnya juga bosen kalau ke Jogja kok kayaknya main ke candi terus. Terutama menyempatkan diri ke Borobudur yang di Magelang itu. Syukurnya terakhir kali ke sana, saya cobain main ke Ratu Boko. Yang satu paket sama Prambanan. Itu keren euy~ Apalagi kalau mau nunggu senja, sayang waktu itu temen-temen udah terlalu kecapekan.

    Baru tahu soal rumah hobit ini. Padahal itu deket kampung ayah saya. Ehe. E iya, kok nggak ke Taman Sari, Yan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener yog ratu boko. Itu belum pernah juga gw. Sempet masuk list tapi akhirnya lebih milih tebing breksi.

      Taman sari tadinya juga masuk rencana yog. Tapi ibu2 maunya pada ke tempat belanja -_-

      Hapus
  7. Outing dengan teman2 sekerja gini memang asyik. Di kantorku juga rutin diadain setahun sekali, tp itu memang jatah dari kantor, jd semua biaya ditanggung kantor. Pas ke jogja dulu, aku jg suka ama kotanya. Jogja mah memang ngangenin. Utk bakpia, kmrn itu kita jg lbh milih kurnia sari drpd bakpia lain mas. Memang lebih enak, dan lebih ga hancur kalo digigit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh asik ya... Kantornya punya program outing. Ya yg ideal harusnya gitu sih hehe

      Nah iya... yang ngangenin oleh-oleh makanannya hehe. Dari berbagai merek bakpia, memang yg paling top kurnia sari & 25 hehe

      Hapus
  8. Sebenarnya sangat ingin sekali membaca sampai habis tulisan ini. Tapi iklan dan tampilan blog yang tidak friendly sungguh mengganggu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas masukkannya. Template sudah diubah. Untuk iklan silakan klik tombol close

      Hapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Random

randomposts