Memuat...

18 Januari 2017

Menahan Diri dengan Tombol Share

- 8 comments

Prolog:
Dua tahun belakangan ini saya vakum ngirim tulisan ke media cetak. Terakhir kali tulisan dimuat di media cetak bulan April 2015. Sebenernya saya pengen terus ngirim tulisan. Tapi gatau kenapa, ide nulis tiba-tiba buntu. Ditambah lagi sekarang rubrik andalan saya untuk ngirim tulisan udah nggak ada. Malah ada yang media cetaknya udah tutup 😢. Disisi lain, saya nggak nemu lagi media cetak yang punya rubrik tulisan singkat kiriman pembaca.  Namun.... Akhirrrrnyaaaa... saya bisa ngirim tulisan lagi dan dimuat !!! bener-bener nggak nahan senengnya 😄. Semua bermula saat saya tertarik beli koran media indonesia karena tampilannya baru. Dan saat buka halaman suara anda, saya lihat ternyata ada rubrik forum yang menampilkan tulisan singkat pembaca sesuai tema mingguan yang diberikan. Nahhh disitulah kesempatan ngirim tulisan terbuka. Lahan saya banget itu hahaha. Tulisan saya dimuat Media Indonesia edisi 17 Januari 2017 . Oke nggak usah berpanjang-panjang lagi. Ini tulisan asli yang saya kirim.


Saat ini berbagai berita maupun informasi bisa dengan mudah diakses melalui internet. Akses terhadap internet juga semakin mudah dengan adanya berbagai perangkat gadget yang banyak digunakan masyarakat. Selain sekadar mengakses informasi, masyarakat juga mudah untuk mempublikasikan tulisan melalui media sosial maupun blog. Hal tersebut memungkinkan orang awam mempublikasikan informasi apapun untuk dibaca oleh netizen. Jadi publikasi informasi tidak dimonopoli oleh kalangan Jurnalis yang kredibel. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ini yang seharusnya lebih dipahami masyarakat. Tidak semua informasi yang ada berasal dari sumber yang kredibel. Seringkali yang muncul adalah informasi yang heboh dan sangat menarik untuk dibaca namun kebenarannya belum tentu akurat atau sering disebut hoax.

Informasi hoax seringkali menampilkan judul artikel dengan pilihan kata yang bombastis sehingga menarik netizen untuk membacanya. Lalu bagaimana kita harus menyikapinya ? Jangan langsung termakan oleh judul tersebut. Lihat link sumber beritanya. Sebagai contoh, jangan pernah percaya pada berita yang berasal dari blog dengan domain blogspot.com. Kalau tetap ingin membacanya untuk sekadar ingin tahu, ya silakan saja.

Namun yang berbahaya adalah ketika netizen memiliki keinginan untuk menyebarkan informasi hoax bahkan menghasut orang lain dengan berpegangan pada informasi hoax itu. Informasi di Internet memiliki kekuatan pada penyebarannya yang bisa dengan mudah menjadi viral. Jangan sampai informasi hoax yang menjadi viral. Dampaknya bisa memicu perpecahan di dunia nyata. Maka kita harus lebih cerdas dan bijak dengan cara menahan diri agar tidak dengan mudah mengklik tombol share. Dengan demikian, diharapkan informasi hoax akan lenyap dengan sendirinya karena semakin habis pembacanya.


Raimundus Brian Prasetyawan
Guru SDN Sumur Batu 01 Pagi
 Kemayoran - Jakarta Pusat


[Continue reading...]

14 Januari 2017

Dari Grojogan Sewu sampai Hutan Pinus & Kebun Buah Mangunan yang Hits

- 16 comments

Setelah bolak-balik, jalan masuk Curug Setawing tetep nggak ketemu. Yaudah karena yang ditemukan malah Grojogan Sewu, maka dalam sekejap arah tujuan berubah ke Grojogan Sewu saja. Dari jalan raya ternyata masuknya masih jauh. Untungnya penunjuk arah tersedia di beberapa titik. Menurut informasi dari google, jarak dari parkiran ke Grojogan adalah 200 m. Namun saat itu, sekitar 300 m sebelum sampai parkiran, mobil harus berhenti karena jalan sedang di perbaiki. Jadilah saya dan keluarga berjalan kaki 500 m menjuju Grojogan Sewu. Untuk masuk kesana pengunjung dikenakan tiket Rp 3.000 per orang.

Saya sangat semangat sehingga berjalan jauh paling depan. Ketika sampai, saya cukup puas melihat Grojogan Sewu. Rasa capek setelah berjalan kaki pun tak terasa. Tempat ini sepertinya masih jarang diketahui banyak orang. Ketika saya datang, hanya ada satu rombongan keluarga besar.

Grojogan Sewu memiliki bentuk yang agak lebar dengan ketinggian 10-15 meter. Jatuhan airnya cukup deras. Semua itu membuat Grojogan Sewu cukup Eksotik sebagai latar berfoto ria hehe. Di depan air terjunnya terdapat kolam dengan kedalaman kira-kira sampai leher orang dewasa. Sayangnya saya sampai disana memang sudah sore, jadi rasanya baru sebentar dan belum puas. Namun langit mulai mendung dan ibu saya pun mengajak pulang, saat itu pukul 17.00 lewat.



Menurut saya Grojogan Sewu cocok untuk anak muda atau keluarga muda yang punya semangat menjelajah. Namun sebaiknya pertimbangkan kembali kalau bersama anggota keluarga yang fisiknya kurang kuat karena medan yang dilalui cukup melelahkan.

Hari ketiga. Setelah menghadiri acara pernikahan teman kerja bapak, saya menuju Imogiri. Bukan ke makam raja-raja tapi ke destinasi yang saat ini sedang hits. Hutan Pinus Mangunan.. Destinasi  ini memang sudah banyak yang tahu. Maka sampai sana, banyak mobil yang berjejer di parkiran dan di area hutan pinus cukup banyak pengunjung. Selain mata kita dimanjakan dengan indahnya deretan pohon pinus, udara disana juga sejuk sehingga terasa makin nyaman. Destinasi ini bener-bener instagramable.



Disana banyak tempat-tempat duduk dan gardu pandang yang terbuat dari kayu. Ikon tempat ini adalah panggung dengan tribun tempat duduk dari batang kayu yang berjejer membentuk setengah lingkaran. Namun saya tidak menemukan panggung tersebut. Selama 1 jam saya disana. Sebenarnya pengen lebih lama tapi sudah pukul 16.30 dan masih ada destinasi selanjutnya, kebun buah mangunan. Jadi terpaksa harus pergi dari sana.

Selanjutnya Kebun Buah Mangunan. Awalnya saya kurang tahu tentang tempat ini. Namun, ketika saya ngecek google maps, nggak sengaja saya lihat lokasi tempat ini. Setelah saya googling, ternyata bagus juga. Lokasinya nggak jauh dari hutan pinus jadi sekalian saja mampir kesana. Lumayan…sekali dayung, dua destinasi terlampaui hehe. Mendengar namanya, saya mengira tempat ini menawarkan kebun buah dengan udara yang sejuk. Namun ternyata yang disuguhkan adalah tempat di pinggir tebing untuk memandang alam. Untuk mencapai puncak lokasi, normalnya mobil bisa masuk hingga ke atas. Namun beda  cerita dengan yang saya alami. Saya harus jalan kaki 500 meter dari pintu gerbang depan karena katanya parkiran mobil di atas sudah penuh. Padahal kata sopir saya, setelah kami datang, ada mobil lain yang diperbolehkan naik ke atas. Huhhh... berarti lain kali kalau ditahan nggak boleh naik, tetep paksain aja naik.




Walaupun harus berlelah-lelah jalan kaki, capeknya langsung hilang. Mata benar-benar dimanjakan mewahnya hamparan bukit-bukit hijau  dan disertai lengkungan sungai. Disana pengunjung juga lumayan ramai sehingga harus pinta-pintar cari celah untuk foto-foto hehe. Disana saya juga 1 jam. Tentu masih belum puas. Namun langit sudah mulai gelap, terpaksa harus pulang.
[Continue reading...]

Bukit Parang Endog: Menikmati Parangtritis dengan Cara yang Berbeda

- 0 comments
Setelah 1,5 tahun, saya akhirnya kembali pulang kampung ke Yogya, tepatnya Bantul. Masih segar diingatan ketika tahun lalu saya mencoba destinasi (yang menurut saya) anti-mainstream seperti kalibiru dan museum De Mata, Ya... sesungguhnya Yogya tidak hanya sekadar malioboro, alun-alun, Prambanan, Parangtritis, dan Gembira Loka. Masih banyak destinasi anti-mainstream sehingga kita dapatkan pengalaman baru.

Pulang kampung edisi akhir tahun 2016 tersebut (24-29 Des), menjadi kesempatan saya kembali mencoba destinasi yang belum pernah saya kunjungi. Mana sajakah itu ?

Hari pertama. Saya berdua dengan adik menuju Pantai Parangtritis. Ya memang destinasi itu sangat mainstream tapi deburan ombaknya berhasil membuat saya selalu ingin kembali kesana. Dengan menggunakan sepeda motor, saya ke selatan menelusuri jalan parangtritis.

Saya sampai sana masih siang, pukul 14.00. Matahari masih sangat terik. Memang lebih tepat datang agak sore menjelang matahari terbenam. Namun saya punya rencana lain. Tahun lalu saya sudah menikmati sunset di Parangtritis. Maka, saya akan menikmatinya dengan cara lain.


Setelah puas menikmati ombak dan berfoto ria, pukul 16.30 saya menuju tempat menikmati sunset. Nama tempatnya adalah Bukit Parang Endog. Inilah salah satu destinasi anti-mainstream. Berjarak sekitar 2 km ke arah timur dari Parangtritis. Kita harus siap menghadapi jalanan yang menanjak. Berhubung saya belum pernah kesana, saya sempat bingung mencari belokan yang menuju Parang Endog. Hasilnya saya kelewatan cukup jauh hehe. Bagi kalian yang mau kesana, carilah belokan ke kanan yang terdapat papan penunjuk: Queen Of The South.


Parang Endog sebenarnya lokasi start paralayang. Namun suguhan pemandangannya memikat banyak orang ke sana untuk menikmati sunset. Jadi dari bukit tersebut, kita akan disuguhkan luasnya laut selatan pantai Parangtritis. Benar-benar sebuah pengalaman baru menikmati pemandangan laut dari ketinggian. Tak ketinggalan juga saya foto-foto disana hehe. Sayangnya saat itu langit agak mendung jadi sunsetnya kurang sempurna. Namun itu tidak mengurangi rasa puas saya menikmati pemandangan dari Bukit Parang Endog. Menjelang pukul 18.00 saya pulang. Sebenarnya masih ingin lama disana, tapi langit makin gelap dan masih ada perjalanan 13 km kembali ke rumah.



O iya, bagi kalian yang punya pasangan, ajak saja pasangannya kesana karena tempat ini romantis. Ada tempat makan terbuka. Walaupun tempat makannya sederhana tapi pemandangannya mewah. Pasanganmu pasti jadi tambah sayang #ecieee #prikitiw #uhuk

Hari kedua. Saya dan keluarga menuju ke Kulon Progo. Diawali dengan ziarah ke Gua Maria Sendangsono dan Jatiningsih.
Setelah itu barulah petualangan dimulai. Kali ini Curug Setawing dipilih sebagai destinasi anti-mainstream yang ingin saya nikmati. Dengan menggunakan mobil, kami menuju ke sana tanpa satu orang pun yang tahu tempatnya. Termasuk Pak Sopir rental mobilnya juga nggak tahu. Tentu saya mengandalkan google maps. Kalau di peta, jalan utama menuju kesana adalah jalan kaligesing. Setelah beberapa lama, saya mulai bingung. Dari tadi tidak ada papan penunjuk arah curug Setawing. Padahal rasanya mobil sudah berjalan jauh. Jalanan menanjak ditengah lebatnya pepohonan dan jarang bertemu manusia membuat saya mulai ragu. Tapi Pak Sopir jalan terus. Setelah tanya ke orang, jalurnya sudah benar tapi memang masih beberapa kilometer lagi. Patokannya adalah pasar. Namun ketika sampai pasar, tidak ditemukan penunjuk arah Curug Setawing. Justru yang ada penujuk arah Grojogan Sewu. Bolak-balik tidak menemukan jalan masuk Curug Setawing......

Lalu gimana ? Apakah Curug Setawingnya ketemu ? atau malah balik pulang ?  atau........

[Continue reading...]

06 Januari 2017

Review Ngeblog 2016

- 23 comments


Banyak blogger menyambut awal tahun baru dengan menulis review ngeblog di 2016 dan resolusi di 2017. Oke saya juga ikut-ikutan ah... hahaha, Namun saya mau nulis review ngeblog 2016 aja. Kenapa resolusinya nggak ? Berdasarkan pengalaman, pas lagi nulis resolusi sih semangat 45. Nah tapi pas menjalani hidup selama setahun, pasti ada aja kesibukkan yang nggak diduga yang bikin resolusi itu jadi sekedar wacana aja. Yaudah.... jadi saya nggak usah bikin resolusi hehe.

Oke... langsung aja saya review. Tahun 2016 menjadi tahun ke 7 saya ngeblog. Ada kemajuan dan kemunduran dalam pencapaian ngeblog saya. Dimulai dari kemajuannya, saya beberapa kali ditawarkan kerja sama dalam bentuk content placement atau lainnya. Bagi saya itu sudah sebuah kehormatan hehe. Akhirnya saya mulai mendapat pemasukan content placement walau baru 1 kali dengan jumlah yang minim hehe. Seharusnya udah 2 kali. Tapi ternyata klien saya bohong. Saya sudah posting tapi setelah berbulan-bulan nggak ada info udah transfer honornya atau belum -_-.

Oke maap jadi sedikit curcol 😅.

Setelah bertahun-tahun, saya akhirnya bisa juga  ngerasain dapet hadiah lagi dari ngeblog. Itu ketika saya menang giveaway berhadiah paket buku :)

Itu kemajuannya, sekarang kemundurannya. Jumlah postingan selama 2016 merupakan yang paling minim sepanjang sejarah blog ini. Cuma 38 postingan 😞 #menyedihkan. Jadi rata-rata posting per bulannya hanya 3,2, dibawah standar rata-rata yang saya tetapkan yaitu 4 posting per bulan. Kenapa bisa begitu ? Pertama, karena saya pegang dua blog. Blog saya yang satunya lagi (Brian's Book Collection) justru mencapai jumlah postingan terbanyak dalam setahun sejak blog itu dibuat. Kedua, alasan klasik. Banyaknya tugas dan kesibukkan yang harus saya kerjakan hingga menyita waktu weekend juga

Kita lanjut review statistik yang lain. Statistik ini saya ambil dari penghitungan pageview oleh blogger.com. Selama 2016, jumlah pageview paling banyak terjadi pada bulan Desember dengan 35.648 pageview. Jumlah pageview Desember itu belum mengalahkan rekor sepanjang sejarah blog ini yaitu 56.670 pada Agustus 2014. Lalu yang paling sedikit pada bulan Juni dengan 27.572.

Untuk pageview pada sebuah postingan, paling banyak yaitu Chord Geisha - Lagu Cinta dengan 1109 pageview. Itu juga satu-satunya postingan yang diatas 1000 pageview. Lalu postingan dengan jumlah komentar paling banyak berjudul Bagaimana Cara Supaya Konsisten Ngeblog ? dengan 14 komentar (termasuk komentar balasan dari saya hehe)

Saya rasa itu saja review ngeblog saya di 2016. Semoga di 2017 ini ada pencapaian baru dan konsistensi ngeblog lebih baik dibanding tahun lalu


[Continue reading...]

03 Januari 2017

[Kilas 2016] Bahagianya Mendengar Klakson Telolet

- 17 comments

Sebuah pencapaian baru ditorehkan bangsa Indonesia. Biasanya kita hanya bisa ikut-ikutan tren dari luar negeri. Namun, rakyat Indonesia berhasil menyebarkan tren asli dalam negeri ke seluruh dunia !

Semua berawal dari hal mengejutkan yaitu akun-akun DJ kelas dunia yang tiba-tiba mentweet status "Om telolet Om". Waww warrbiyasah sekali... ada angin apa ya ? kok bisa-bisanya mereka tergerak mengetweet itu. Ternyata ini ulah netizen Indonesia yang gencar menyerbu akun-akun selebritis maupun tokoh dunia dengan berkomentar Om telolet Om. Komentar Om Telolet Om benar-benar masive sehingga tokoh yang akunnya diserbu itu terdorong untuk mengetweet Om Telolet Om.

Sebelum lebih jauh, apa sebenarnya Om Telolet Om itu ?

Om telolet Om adalah kata-kata yang diteriakkan oleh anak-anak di daerah Jawa Tengah ketika ada bus yang akan melintas. Mereka teriakkan itu sambil mengangkat jempol agar Sopir bus mau membunyikan klakson yang terdengar seperti "telolet-telolet". Sedangkan Om merupakan panggilan untuk Sopir busnya. Lalu apa enaknya setelah denger klakson telolet ? Rela nunggu-nunggu dipinggir jalan, bahkan membahayakan keselamatan, Apa yang didapat ? Kepuasan dan kebahagiaan. Ya... sama bahagianya ketika kalian puas setelah melakukan kegiatan hobby. Saat klakson telolet berbunyi, anak-anak bahkan pemuda-pemuda bersorak kegirangan, seperti melihat pemain bola mencetak gol (lihat video no 8).


Berawal dari PO Efisiensi

Menurut artikel-artikel di Internet, Klakson telolet pertama di Indonesia bermula dari Bus Efisiensi. Berikut ini penjelasan awal mula klakson telolet, seperti yang dilansir bbc.com Indonesia:
Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.
"Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto - Jogja, dan Purbalingga - Jogja."
Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu, cerita Syukron.
"Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong."


Sisi Eksotis Sebuah Bus

Sebenarnya fenomena telolet sudah lama terjadi di daerah Jawa Tengah. Namun baru akhir tahun 2016 baru menyebar. Mereka yang gemar klakson telolet sepertinya bermula dari ketertarikan terhadap bus. Bus menjadi kendaraan yang memiliki sisi eksotis tersendiri bagi para penggemarnya. Hal-hal mengenai bus menjadi perbincangan menarik tersendiri. Mulai banyaknya penggemar bus, membuat akhirnya muncul Busmania Community. Kenapa saya bisa memahaminya ? Soalnya, jauh sebelum kegemaran terhadap bus mencuat di Indonesia, saya ketika masih SD-SMP sudah menjadi penggemar bus. Saya cukup hafal nama-nama PO (perusahaan otobus) baik bus pariwisata maupun antar provinsi, saya juga paham nama-nama karoseri perakit bus dan tentu saja merek bus (Hino, Mercedes Benz, dll). Ketika melihat sebuah bus, saya perhatikan apa karoseri dan mereknya. Saya sampai menulis daftar nama-nama PO di binder saya (sayangnya daftar tersebut sudah hilang). Tapi kegemaran saya terhadap bus sekarang sudah luntur. Malah sepupu saya yang kelas 1 SMP sekarang yang gemar bus. 

Dampak Telolet


Kita kembali membahas dampak fenomena Om Telolet Om. Selain mengetweet, para DJ dunia (sampai-sampai meluangkan waktu)  membuat kan remix Om Telolet Om. Situs billboard.com merilis daftar Remix Om Telolet Om karya DJ dunia. 

http://www.billboard.com/articles/news/dance/7632431/om-telolet-om-songs-best-remixes-list

Dampak di dalam negeri, penggemar telolet tidak lagi hanya anak-anak dan remaja. Semua kalangan dari tua sampai yang muda, laki-laki maupun perempuan, pada suka menanti klakson telolet. Kerumunan penggemar telolet tergokil ada di Jepara. Ratusan orang menanti di pinggir jalan, seperti sedang ada festival. Padahal itu cuma nugguin bus lewat doang loh ! 😅 Coba lihat video ini:



Namun semua ini ternyata hanya tren sesaat. Beberapa hari berselang, keriuhan Om telolet Om makin lenyap. Setidaknya kita ingat bahwa Indonesia pernah menjadi trendsetter dunia hahaha

Potensi Mempengaruhi Dunia

Saya berpikir, ada sisi positif lain dari fenomena ini. Saya melihat, ini bisa menjadi awal kesadaran bahwa banyaknya jumlah penduduk Indonesia memang seharusnya berpotensi untuk mempengaruhi dunia. Sudah jelas, tokoh-tokoh dunia terpengaruh untuk mengetweet Om Telolet Om. Siapa tahu mudah-mudahan bangsa Indonesia dimasa depan mampu mempengaruhi dunia pada hal-hal yang lebih fundamental.  
[Continue reading...]

02 Januari 2017

[Kilas 2016] AFF Cup 2016: Mulai Dari Kejutan Indonesia Hingga Serangan 7 Hari 7 Malam

- 0 comments

Indonesia menghadapi AFF Cup 2016 dengan kondisi baru saja terbebas dari sangsi FIFA (Mei 2016). Persiapan Timnas pun baru bisa dilakukan 2 bulan kemudian, sehingga hanya ada waktu 3 bulan untuk persiapan. Ditambah lagi, Alfred Riedl tidak leluasa memilih pemain karena hanya boleh memakai dua pemain dari setiap klub. Di satu sisi, peserta lain sudah menyiapkan tim selama 1 tahun. Kondisi seperti itu tentu kurang ideal bagi timnas. Maka saya realistis saja. Saya melihatnya jika Timnas berhasil lolos dari babak grup, itu sudah bagus.

Kekalahan 2-4 di pertandingan pertama melawan Thailand membuat saya semakin pasrah. Timnas belum menemukan ritme permainan dan lebih sering ditekan lawan. Namun, saya takjub saat pertandingan kedua. Melawan tuan rumah Filipina yang notabene adalah pemilik peringkat FIFA tertinggi di Asia Tenggara, permainan justru Timnas luar biasa. Timnas mampu menandingi Filipina. Tak Jarang Filipina jutstru tertekan. Melihat permainan Timnas saat itu, seharusnya layak membuahkan kemenangan. Hingga menit ke-80 sudah menang 2-1. Namun sayang, Filipina berhasil cetak gol dan pertandingan hanya berakhir seri 2-2.

Pertandingan terakhir babak grup melawan Singapura menjadi penentuan nasib timnas. Skenarionya adalah.... Timnas bisa lolos jika menang dari Singapura dan Filipina hanya imbang atau kalah dari Thailand. Dan hasilnya skenario itu benar-benar terjadi ! Indonesia menang 2-1 dan FIlipina kalah 0-1. Indonesia lolos ke Semifinal !!👏👏

Drama keberhasilan Timnas ternyata belum habis. Melawan Vietnam di semifinal, timnas kembali membuat kejutan. Padahal Vietnam diatas kertas lebih bagus dari Indonesia. Bermain di Stadion Pakansari, Indonesia berhasil menang 2-1 !! Permainan Timnas relatif belum menurun sejak melawan Filipina.

Namun di leg 2, Indonesia menurun drastis. Sepertinya bermain tandang cukup berpengaruh. Para pemain sering melakukan kesalahan saat menguasai bola sehingga sering direbut Vietnam dan lebih banyak diserang. Bahkan ketika Vietnam harus bermain dengan 10 pemain dan kipernya pun bukan kiper asli, Indonesia yang malah kewalahan menghadapi serangan Vietnam. Sempat nggak nyangka, Indonesia berhasil unggul 1-0 duluan. Namun selanjutnya Vietnam malah bisa membalikkan kedudukan. Skor 2-1 untuk Vietnam dan pertandingan harus lanjut extra time. Walau tetap terus diserang, Indonesia akhirnya bisa cetak gol lagi. Pertandingan berakhir seri 2-2 dan Indonesia lolos ke final dengan agregat 4-3.



Di Final, lagi-lagi ketemu Thailand. Saya pasrah setelah berkaca pada pertandingan pertama dan performa leg 2 melawan Vietnam. Sudah mampu lolos ke Final saja itu sudah melebihi ekspektasi. Tapi diluar dugaan, Indonesia menang 2-1 di leg 1. Kesempatan juara tinggal sedikit lagi. Masyarakat mulai menaruh harapan tinggi pada Timnas.

Namun saya bingung dengan visi bermain Timnas di Final leg 2. Dari menit awal pertandingan, para pemain timnas hanya membuang bola ke depan terus. Hal itu memberi peluang Thailand untuk terus menekan. Sepertinya lagi-lagi faktor main di tandang membuat pemain Timnas kurang percaya diri menguasai bola. Cara bermain seperti itu membuat Thailand berhasil menang 2-0. Thailand juara dengan agregat 3-2.

Walau begitu saya tetap mengapresiasi pencapaian Timnas yang berhasil mencapai Final. Saya lalu tidak melihatnya sebagai kegagalan. Saya melihat hal positif lain yaitu kemungkinan Indonesia naik peringkat FIFA karena berhasil panen poin selama Piala AFF 2016. Dan benar saja Indonesia naik 8 peringkat dari 179 ke 171.

Humor Dibalik Piala AFF 2016

Ada hal-hal kocak menyelimuti tayangan Piala AFF 2016. Sang Komentator Bung Hadi 'Ahay' Gunawan yang menjadi biang keladinya haha. Sebelumnya komentator tersebut dikenal dengan teriakan "AHAY !!" ketika peluang di depan gawang gagal menjadi gol. Namun di Piala AFF 2016, Bung Ahay makin seenaknya aja haha. Nama belakang Pemain Filipina, YoungHusband dia terjemahin sendiri ke bahasa Indonesia menjadi Suami Muda ! wkwkwk 😂.

"Andik membawa bola tapi ada suami muda datang menghadang"
Hahaha kacau bener Bung Ahay. Tapi saat itu keyword suami muda malah masuk jajaran Trending Topic Worldwide loh !




Terus selain itu, pemain-pemain juga di bilang cantik

"Cantik sekali Kurnia Meiga, berhasil menepis bola"
Lalu yang paling luar biasa adalah saat leg 2 melawan Vietnam
 "Serangan 7 hari 7 malam dilakukan Vietnam"
Hahahaha Whattt ?? Serangan 7 hari 7 malam ??? Warrbiyasah sekalii 😁😁



Gaya komentator Bung Ahay yang jenaka itu menjadi keseruan tersendiri saat menonton Piala AFF 2016

[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger