21 Mei 2017

Nikmati Alam Bukit Moko dan Hal-Hal Menarik nan Ikonik di Farm House

- 5 comments


Banyaknya long weekend yang tersebar di tahun 2017 ini membuat saya dan temen-temen ex misdinar nggak bisa menahan keinginan untuk jalan-jalan. Rencana ini udah dibahas dari awal April. Waktu itu Mario yang memulainya



Temen-temen sempet antusias membahas rencana ini, bahkan mulai mengecek tiket kereta dan berpikir akan menginap. Namun makin lama, rencana ini mulai menguap. Mulai banyak pihak-pihak yang mundur. Bahkan Mario malah udah curi start wkwkwk. Lama-lama rencana ini mulai kecium aroma sekedar wacana. Saking gedeknya, Danie sampe ngubah nama grup WA hahaha

Nama Grup diubah jadi Grup Wacana wkwk

Tapi untung rencana ini nggak beneran jadi wacana doang. Setelah dikorek-korek, masih ada 4 biji yang bisa yaitu saya, Danie, Rosa, dan Veni.

Namun masih belum ada kejelasan. Belum tau mau tanggal 29, 30, atau 1. Tapi untuk tujuan sudah pasti Bandung.  Kepastian keberangkatan baru saya dapat H-1 ! Jadi waktu itu hari Jumat (28/04) saya iseng-iseng nanya ke Danie gimana kepastiannya. Ternyata jadi berangkat besok (29/04). Kami berempat ditambah Tinus (cemewewnya Danie) dan Iwin (cemewewnya Veni) yang bakal gantian nyetir mobil


Bukit Moko

Kami berangkat (dari Bekasi) jam setengah 5 pagi. Sudah ditebak, jalan tol macet tapi masih manusiawi lah. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Bukit Moko. Saya sebelumnya pernah dengar tempat itu, tapi belum tahu lebih jauh. Jalur untuk menuju kesana bisa dilalui mobil. Namun jalannya kecil, cukup rusak, dan banyak tanjakkan.

Saya sampai sana sekitar jam 9 pagi. Udara sejuk pun menyambut. Ternyata tempat ini menawarkan city view. Dari jauh terlihat spot ikonik bertuliskan "Dermaga Bintang". Sepertinya itu ada gardu pandangnya untuk melihat pemandangan dan foto-foto. Untuk masuk kawasannya kita beli tiket dulu. Saya lupa berapa harganya. 15 ribu mungkin, CMIIW.



Saya kira spot yang ditawarkan hanya Dermaga Bintang tapi ternyata ada pilihan lain yaitu Patahan Lembang. Saya baru denger Patahan Lembang. Temen-temen saya juga belum ada yang tau kayaknya. Patahan Lembang lebih jauh jaraknya, 1,7 km. Kami pun bingung mau kemana dulu.



Akhirnya dipilihlah patahan lembang. Kenapa malah pilih yang jauh ?

"Biasanya kalau yang lebih jauh, lebih bagus tempatnya"

Itulah quotes dari Danie yang jadi dasar kami memilih jalan ke Patahan Lembang hahaha

Baru beberapa langkah kami sudah sibuk foto-foto. Veni ngevlog malah. Padahal perjalanan masih jauh woyyy. Awalnya jalur yang dilalui masih datar dan mulus. Kiri-kanan berjejer pohon pinus. Indah sekali,

awalnya sih mulus

Namun makin lama indahnya perjalanan makin berkurang. Jalur yang ditemui lebih sering menanjak dengan permukaan tanah rada awur-awuran haha. Tapi justru disitu seni jelajah alamnya. Iya kan ? hehe

Saya merasa berjalan sudah jauh tapi ternyata baru setengah perjalanan. Napas ngos-ngosan. Saya jadi penasaran sebagus apa tempatnya. Disatu sisi khawatir juga. Jangan sampai sudah jalan jauh dan lelah begini, tempatnya malah biasa aja.

Saking capeknya, salah satu diantara kami mulai ada yang spik,

 "eh.. ini tanaman apa ya"

Kami ketawa-tawa sendiri. Itu alasan doang biar bisa berhenti dan rehat sejenak.

Entah berapa lama kami berjalan hingga akhirnya Patahan Lembang nampak. Jadi sebenernya tempat itu just offer another landscape. Tapi emang bagusan sih viewnya dibanding di dermaga Bintang. Nggak kehalang kabut dan terasa lebih dekat.
Patahan Lembang
Setelah berfoto ria, kami kembali lagi jalan ke gerbang loket. Kali ini terasa cepat karena jalurnya menurun. Sampai di area loket sebenernya pengen ke Dermaga Bintang. Namun titik-titik air hujan mulai turun. Yah... akhirnya kami putuskan pulang saja. Semoga ada kesempatan lagi ke Bukit Moko biar bisa ke dermaga bintangnya.

O iya sebenernya Bukit Moko ini lebih cocok dikunjungi saat malam hari. Gemerlapnya lampu-lampu kota Bandung akan membuat betah berlama-lama disana


Saung Pengkolan 3



Sebelum menuju destinasi lain, kami cari tempat makan dulu. Setelah searching di Zomato, akhirnya diputuskan ke Saung Pengkolan 3. Letaknya persis diseberang Kampung Gajah. Saya memesan paket nasi tutug oncom. Di dalamnya ada sayur asem, sambel, ikan asin, ayam, lalap. (Duh.. saya nulis ini pas lagi laper ckck). Untuk urusan rasa fine-fine aja. Termasuk recommended lah kalo lagi nyari tempat makan di lembang khususnya


Farm House

Setelah makan, kami ke destinasi selanjutnya. Tadinya ada rencana ke De Ranch atau Dusun Bambu. Namun tempat itu jauh semua. Maka dialihkan ke Farm House. Farm House memang sudah jadi destinasi mainstream ya di Bandung. Waktu sampai disana, banyak banget orang yang dateng. Masuk ke sana kita beli tiket dulu seharga 20 ribu. Kita bisa mendapat susu siap minum dengan menukarkan tiket masuk ke kios-kios susu yang tersedia.



Di dalam area Farm house terdapat bangunan-bangunan yang kental dengan gaya Eropa. Bahkan ada baju-baju tradisional Eropa yang bisa digunakan pengunjung (saya gatau, itu pinjem atau sewa.). Tapi yang ngantri banyak, Setelah diperhatikan, bangunan-bangunan Eropa itu ternyata ya toko-toko dan restoran.




Farm House juga punya kebun binatang mini.  Kebun binatang mini itu diberi nama petting zoo. Ya jadi kita jadi bisa kasih makan hewan-hewan itu. Ada area burung, kelinci, sapi, dan yang paling menarik domba. Saat kita tunjukkan wortel, domba-domba itu dengan agresif saling berebut. Itu jadi salah satu keseruan di petting zoo.



Kerap terdengar teriakan-teriakan orang yang diserbu domba itu hahaha. Kita juga bisa kasih minum sapi dan berfoto dengan menggendong kelinci.



Hal ikonik dari Farm House tentu rumah hobbitnya. Tapi untuk berfoto disitu lagi-lagi harus ngantri panjang. Saya jadi mengurungkan niat berfoto disitu. Satu lagi yang khas dari Farm House adalah sumur cinta. Tapi karena udah makin sore, saya nggak kesitu.

Ngantri Euyy



Kuliner Sudirman Street

Kami kembali ke mobil dan selanjutnya adalah cari tempat makan lagi. Tempat yang dituju adalah kawasan kuliner Jalan Sudriman. Saya kira kios-kios makanan berada di sepanjang pinggir jalan itu seperti Pencenongan di Jakarta, Tapi ternyata menempati satu blok tapi ke dalamnya cukup panjang. Banyak banget pilihan kulinernya. Saya dan temen-temen bingung mau makan apa. Tapi saya ujung-ujungnya pesen menu standar, mie goreng B2. Saya juga pesen baso goreng untuk dimakan bareng.





Malam semakin larut, kami pun pulang. Namun di perjalanan pulang hampir saja mengalami petaka. Saat di jalan tol, mobil kami hampir menabrak mobil di depan. Padahal jalan nggak macet, Saya nggak ngerti kenapa mobil di depan tiba-tiba berhenti. Syukurlah, Tuhan masih melindungi.



[Continue reading...]

13 Mei 2017

Chelsea Juara Liga Inggris 2016/2017

- 5 comments

Kemenangan 1-0 atas West Bromwich semalam (12/05) memastikan Chelsea menjadi JUARA LIGA INGGRIS 2016/2017 ! Gol tunggal Chelsea dicetak oleh Batshuayi beberapa menit menjelang babak kedua berakhir.

Ya Kepastian gelar keenam Chelsea ini didapat saat liga masih menyisakan dua pertandingan lagi. Namun, Tottenham yang berada di peringkat dua tidak mungkin lagi mengejar poin Chelsea. Tottenham masih memiliki 3 pertandingan dan poinnya sekarang adalah 77. Jika bisa memenangkan tiga pertandingan itu maka poinnya menjadi 86. Disatu sisi, poin Chelsea sekarang 87.


Sepak Terjang Musim 2016/2017

Chelsea mengakhiri musim 2015/2016 di peringkat 10. Melihat pencapaian itu, berbagai kalangan tidak menganggap Chelsea sebagai kandidat juara untuk musim 2016/2017. Chelsea pun mengawali musim ini dengan kurang mulus. Bahkan pernah terlempar ke peringkat 8 saat pekan keenam.  Namun menginjak pekan ke-12, Chelsea berada di puncak hingga sekarang. Walau begitu, jarak antara Chelsea dengan peringkat dua kerap berdekatan. Bisa saja suatu saat posisi Chelsea tergeser. Namun dipertengahan liga, Chelsea menunjukkan kekonsistenan luar biasa. Mampu meraih 13 kemenangan beruntun !

Fenomena 3-4-3

Musim 2015/2016 memiliki fenomena yang paling diingat yaitu kisah dongengnya Leichester City. Nah untuk musim 2016/2017 adakah fenomena yang muncul ? Ya ada ! Kalian mungkin sudah bias  menebak ya. Yup.... Fenomena itu adalah Formasi 3-4-3nya Chelsea !



Pencapaian Chelsea meraih 13 kemenangan beruntun tak lepas dari pemakaian formasi 3-4-3. Antonio Conte memilih formasi tersebut setelah diawal musim Chelsea kerap inkonsisten. Kala itu Chelsea memakai formasi empat bek. Keputusan Conte seolah langsung mujarab. Chelsea langsung terlihat perkasa dengan 13 kemenangan beruntun tersebut.


13 Kemenangan Beruntun Chelsea

Beberapa klub mulai meniru langkah Chelsea tersebut. Tottenham menjadi klub yang juga sukses berkat formasi 3-4-3. Nggak tanggung-tanggung, klub yang bermarkas di White Hart Lane itulah yang sukses memupuskan Chelsea untuk meraih kemenangan ke-14.

Walau begitu, Chelsea tetap mampu mengamankan posisi puncak. Hal itu didukung performa Tottenham yang mulai kurang konsisten. Seperti saat klub tersebut kalah 1-0 atas West Ham (06/05). Itu membuat gelar juara Chelsea semakin dekat.

Saya senang Chelsea akhirnya bisa juara lagi. Nah untuk harapannya semoga musim depan Chelsea meraih sukses di Liga Champions.


sumber gambar: @GaryJCahill, fourfourtwo, Soccerway


[Continue reading...]

11 Mei 2017

Dewi Fortuna Masih Menaungi Persib

- 0 comments


Sebagai klub papan atas di Indonesia, Persib mencapai hasil yang cukup memuaskan di pertandingan-pertandingan awal Liga 1 musim ini. Sampai pertandingan yang kelima persib belum pernah kalah, dengan rincian 3 kali menang dan 2 hasil seri. Persib pun berada di peringkat 2 klasemen sementara di bawah PSM.

Ya jika melihat statistik tersebut, secara sekilas Persib terlihat cukup perkasa. Namun, jika dilihat bagaimana Persib melewati pertandingan-pertandingan kemarin, saya merasa agak khawatir. Kenapa ? Mari simak lebih lanjut

Di dua pertandingan saat melawan Arema dan Sriwijaya, Penampilan Persib sesuai kapasitasnya dan meraih hasil yang wajar. Namun di 3 pertandingan lain, penampilan Persib cukup membuat jantung saya dag dig dug.

Vs PS TNI
Pertama saat melawan PS TNI. Awalnya penampilan persib sesuai yang diharapkan, yaitu berhasil unggul 2 gol. Namun menjelang menit akhir babak kedua terjadi petaka. PS TNI berhasil cetak 2 gol hanya dalam tempo 3 menit ! Sebenernya Persib sudah bagus. Namun memang saat itu PS TNI mampu menandingi permainan persib. Kedua tim saling serang. Nggak nyangka sih, padahal dulu di Indonesia Soccer Championship PS TNI bisa dibilang tim papan bawah. Namun sekarang sepertinya banyak perbaikan. Terbukti selain bisa menyulitkan persib, kini PS TNI berada di peringkat 4 klasemen sementara

Vs Persegres Gresik United

Sama seperti PS TNI, tim medioker ini berhasil menyulitkan Persib cetak gol. Walaupun berhasil menang, Persib harus melewati pertandingan yang sulit. Malah saya kira pertandingan bakal berakhir seri, karena sampai waktu normal masih 0-0, Persib baru bisa cetak satu-satunya gol di injury time babak kedua. Ya memang dimenit tersebut Persegres baru kendor performanya.
Kalo melihat klasemen sementara, Persegres sekarang berada di posisi juru kunci. Namun Persegres berhasil membuat Persib harus susah payah untuk menang.

Vs Persipura

Nah ini yang terbaru dan paling membuktikan betapa Dewi Fortuna menauingi Persib. Kalau kalian nonton pertandingan ini, pasti lihat ya betapa digdayanya Persipura dihadapan Persib. Sepanjang pertandingan Persipura dominan menekan dan menguasai bola. Lihat saja statistik penguasaan bolanya: 30% banding 70 % ! Busettt.... jarang-jarang ada kan klub yang penguasaan bolanya menyentuh angka 70%. Tapi Persib beruntung. Upaya Persipura tidak berbanding lurus dengan hasilnya. Berkali-kali menggempur Persib, tidak ada bola yang masuk gawang. Memang itu nggak lepas dari solidnya pertahanan Persib dan penampilan gemilang kiper Deden Natshir. Nggak tau deh mau jadi apa Persib kalo nggak ada penampilan warrbiyasah dari Deden.

Beruntung Persib ada Deden

Keberuntungan Persib berlanjut dengan mendapat hadiah penalti, Memang sih rekaman memperlihatkan Shohei Matsunaga dilanggar pemain Persipura di Kotak Penalti. Skor 1-0 pun menjadi kemenangan berharga Persib atas tim adidaya Persipura.


Dari pembahasan tiga pertandingan itu, saya cuma berharap Persib tetap konsisten dan mampu meningkat performanya. Terbukti 3 tim itu berhasil menyulitkan Persib. Jangan sampai nanti ada kejadian Persib kalah ditangan klub medioker. Liga 1 musim ini sepertinya cukup kompetitif. Nama besar nggak menjamin kesuksesan di kompetisi ini. Coba tengok dimana sekarang Persipura, Sriwijaya, dan Persija ? Mereka tidak ada di 10 besar ! Jangan sampai nantinya Persib juga bernasib seperti 3 tim itu.

sumber gambar: liputan6.com, juara.net
[Continue reading...]

07 Mei 2017

Memburu Gratisan di Pameran HUT TMII Ke- 42

- 12 comments

Suatu ketika ratu eventnya blogger Jabodetabek, Vira, ngajakin kami buat dateng ke acara HUT TMII Ke- 42. Acara itu berlangsung tanggal 20 - 23 April 2017. Setelah saya lihat postingan undangannya  ternyata acaranya berupa pameran museum dan potensi lokal daerah. Satu lagi yaitu festival kuliner. Saya sebenernya sih nggak terlalu mikirin acaranya apa, yang penting bisa kopdaran sama temen-temen blogger.

Kemudian di grup WA, kami voting mau pilih tanggal berapa. Pilihan terbanyak jatuh di hari Minggu 23 April 2017.

***

Hari-H pun tiba. Kami sebelumnya sudah janjian untuk ketemuan jam 9. Namun sangat disayangkan beberapa orang kemudian nggak bisa dateng.

Saya pikir mau berangkat jam setengah 9 aja. Soalnya jarak dari rumah ke TMII nggak terlalu jauh. Kayaknya setengah jam nyampe lah. Namun, saya jadi gelagapan saat liat chatnya Reza dan waktu menunjukkan pukul 08.06.

“Gue sama Bang Yoga udah sampe ya”

Busettt dateng sejam sebelumnya, kurang pagi tuh wkwk. Lah saya belum ngapa-ngapain. Akhirnya saya berangkat jam 08.15. Sebenarnya saya udah lama nggak masuk ke TMII apalagi sendirian naik motor. Khawatirnya bakal susah ketemu mereka. Tapi dengan insting bikers ((halah)) saya berhasil parkir di tempat yang ditunjukkan Reza. Saya cari dan tanya dia, ternyata ada di Tugu Api Pancasila.

Ini namanya Tugu Api Pancasila ya. Bukan Monas ! 😁
“Gue liat acara ini langsung autofocus ke kulinernya hahaha”, ucap Reza

"Haha.... iya emang sih dari acara yang ada, festival kulinernya yang menarik kayaknya"

Itulah secuplik obrolan saya sama Reza. Kami bertiga hanya duduk-duduk dan ngobrol saja di pinggiran plaza Tugu api.

Matanya Reza Autofocus pada Festival Kuliner 😁


Kemudian Adibah ngechat, katanya mampir beli kaos kaki dulu ((hahaha ngapain dah tuh pake mampir beli kaos kaki 😆)), Tapi dia kemudian datang hampir berbarengan sama Windi yang ngajak temannya.

Kami masih menunggu Vira, dan  Ucup.

30 menit...

1 jam.....

1 Abad........ (oke ini berlebihan)

Kami tetap duduk saja disitu, nggak pindah-pindah. Sampai-sampai mbak-mbak penjual teh kemasan botol plastik bolak-balik nawarin ke kami barang dagangannya sampe 3 kali. Akhirnya Vira datang. Terakhir nungguin Ucup.

Setelah personil lengkap, kami langsung ke Sasana Kriya.

Ketika gedungnya udah di depan mata, saya melihat area kulinernya ada di samping gedung tersebut. Namun terlihat tulisan dispanduk bahwa kuliner disitu ada harganya ! mulai dari 20ribu. Jiah Hahaha kirain gratis gitu. Yaudah deh pupuslah keinginan kami terutama Reza yang ngincer kulinernya wkwk,



Yaudah kami masuk ke Sasana Kriya. Disana ada dua bagian area pameran. Pertama kami muter-muter di pameran potensi lokal kabupaten dan provinsi.

Stannya Provinsi Saya Nih
Kemudian lanjut ke area pameran museum-museum. Awalnya kami cuma liat-liat aja sampai akhirnya terhenti di stannya museum penerangan. Kami ditawarkan pulpen dan kipas gratis jika mau mengisi buku tamu dan mem-follow medsosnya. Mendengar kata gratis kami langsung tertarik haha. Ada satu hal menarik lagi. Kami diperbolehkan mencoba menggunakan mesin ketik dan mengetik nama di sebuah card. Seakan-akan kami jurnalis tempo doeloe.



Perburuan pulpen gratis dilanjutkan. Kali ini kami datangi stan museum transportasi. Setelah isi buku tamu, kami dapatkan pulpen dan memo Yayyy !! Hal menarik lain yang ditawarkan adalah adanya properti untuk foto-foto. Tapi saya nggak foto disitu.


Kami lanjut lihat-lihat lagi hingga akhirnya menemukan spot foto. Oke... tentu wajib hukumnya ya meninggalkan jejak dengan berfoto hehehe



Perburuan gratisan dilanjutkan ke stan badan bahasa. Disitu dipajang buku yang cukup menarik bagi saya yang berjudul Bahasa Indonesia untuk Guru. Sayangnya itu nggak untuk dibagi karena stoknya udah nggak ada. Katanya kalau mau, datang ke perpus badan bahasa di deket UNJ. Tapi tetep ada gratisan dari stan itu yaitu brosur dan buku undang-undang tentang bahasa hahaha..

Terakhir kami ke stan perpusnas. Temen-temen pada ngantri buat bikin kartu anggota perpusnas. Sebenernya saya kurang minat karena saya nggak kepikiran mau kapan ke perpusnas. Tapi saya akhirnya ikut-ikutan bikin. Anggep aja kartunya buat souvenir hehehe. 

Saat di stan perpusnas, saya melihat rombongan anak SD negeri yang baru datang. Suasana jadi riuh. Anak-anak beramai-ramai menyerbu stan-stan. Mereka berlomba-lomba mendapatkan brosur, pulpen, pin dan apapun yang dikasih gratisoleh stan. Sampai buku jurnal kumpulan artikel penelitian di stan perpusnas juga mereka ambil tuh kayaknya wkwk.

Rombongan Anak SD Siap Menyerbu Stan-Stan


Hasil perburuan gratisan edisi pameran TMII (belum termasuk brosur)


Setelah puas lihat pameran, kami lanjut ke museum Indonesia. Khusus di hari itu tiket masuk ke museum itu digratiskan. Jujur sih, saya belum pernah masuk museum ini. Jadi lumayan juga jadi berkesempatan melihat isi museum ini. Melihat eksterior museum ini kok kesannya mistis-gothic gitu ya. Masuk ke dalamnya, penerangannya remang-remang dan suasana yang sepi membuat kesan gothic makin terasa. Tapi ACnya sejuk jadi lumayan nyaman. Kami pun muter-muterin gedung berlantai 3 ini.

Museum Indonesia

Kayaknya Ini Bisa Dibilang Ikonnya Museum Indonesia

Seperti biasa, ninggalin jejak dulu hehe
Selesai sudah tour kami di TMII. Lapar mulai menyerang. Persoalannya adalah menemukan tempat makan. Saya baru menyimpulkan bahwa blogger Jabodetabek ini konsumen KFC forever haha. Di TMII kayaknya nggak ada KFC. Windi ngusulin ke Tamini Square aja . Tapi kami mikir cari yang deket dulu soalnya ada yang nggak bawa motor. Ada Green Terace. Disitu banyak tempat makan.Tapi masih ragu ada KFC atau nggak. Terus ada yang kemudian ngabsenin siapa aja yang bawa motor. Kami berdelapan dan ternyata ada 4 orang yang bawa motor. Lah itu pas satu motor berdua !! kenapa nggak daritadi nentuin ke Tamini !! hahaha. Yaudah akhirnya keputusan bulat makan di Tamini Square.
[Continue reading...]

30 April 2017

Pengalaman Pertama Ke Grhatama Pustaka

- 10 comments


Setelah saya pulang kampung ke Jogja akhir tahun lalu saya membuat dua postingan. Tapi ada satu kepingan cerita lagi yang belum diposting. Maap ya pemirsa... baru posting sekarang hehe. Ini nggak lepas dari kebiasaan kurang bagus saya yang sukanya menumpuk ide posting di draft blog saja. Semoga besok-besok nggak begini lagi deh.

Baca Juga: Bukit Parang Endog: Menikmati Parangtritis dengan Cara yang Berbeda

Oke langsung saja....

Jadi saat hari terakhir di Jogja (28/12), saya masih punya satu agenda lagi yaitu wisata pustaka. Pertama saya ke Grhatama Pustaka. Tahu kan tempat apa itu ? Yup... itu salah satu perpustakaan terbesar di Indonesia. Katanya sih terbesar se-Asia Tenggara tapi saya agak kurang setuju dengan pendapat itu.

Baca Juga: Perpustakaan Terbesar di Indonesia: UI atau Grhatama ?

Saya belum pernah ke Grhatama, jadi tentu saja saya mengandalkan google maps untuk sampai ke sana. Nggak susah kok menemukan Grhatama. Lokasinya persis di pinggir Jalan Janti, jadi pasti langsung ketemu (Nggak kayak perpus kota Bekasi yang letaknya tersembunyi #ehmaap #keceplosan). O iya, saya kesana nggak sendiri. Ada teman saya, Elok. Niatnya biar dia jadi tour guide saya gitu. Tapi ternyata katanya belum pernah masuk ke Grhatama juga. Cuma pernah sampai di lobinya aja. Hahaha jiahh cape deh.

Pertama kali melihat Grhatama dari depan jalan, saya merasa kok sepi ya. Mungkin karena gedungnya menempati area lahan yang begitu luas. Jadi keramaiannya belum terasa di luar perpus. Saya kemudian masuk dan mencari tempat parkir motor. Papan petunjuk menuju area parkir cukup jelas sehingga saya tidak kebingungan.

Setelah itu saya masuk ke gedungnya. Ternyata Elok sudah duduk menunggu di lobi. Sebelum masuk lebih jauh, pertama-tama kita mengisi daftar pengunjung dulu pakai PC yang sudah tersedia. Lalu kita diberi kunci loker. Setelah menaruh tas di loker, kami jalan-jalan dulu muterin gedung yang terdiri dari 3 lantai ini.

Lobi Grhatama

Saya penasaran isinya apa aja sih. Ukuran gedungnya yang besar memang berbanding lurus dengan lengkapnya fasilitas yang ada. Pertama saya kelilingi lantai 2. Di lantai ini ruang koleksi buku umum berada (saya menyebutnya ruang koleksi utama). Selain itu ada ruang koleksi braile. Selanjutnya di lantai 3. Saya menyimpulkan bahwa lantai ini berisi ruangan-ruangan koleksi khusus/terbatas seperti skripsi, peraturan perundangan, buku langka, koleksi digital, tandon, dll. Selain itu ada juga ruang audio visual. Kemudian saya turun ke lantai 1. Saya menyimpulkan kalau lantai ini untuk area anak-anak.

Suasana di dalam gedung

Landmarknya Grhatama

Kami kembali ke lantai 2 dan menuju ruang koleksi utama. Sebelum masuk, pengunjung harus melepas alas kaki dan memasukkannya ke dalam tas khusus alas kaki. Tidak ada penitipan. Jadi kita harus membawa-bawanya selama di dalam ruangan. Sebenarnya saya ke Grhatama bukan buat nyari dan baca buku sih hehehe. Saya memang mau melepaskan rasa penasaran terhadap perpus ini. Maka saya puter-puterin aja ruangan itu, lihat-lihat buku.  Kalo Elok, dia nemu bukunya Seno Gumira Ajidarma. Yaudah anteng deh dia haha

Di dalamnya ada Ruang Terbuka Hijau
Kalau boleh jujur sih sebenarnya ruang koleksi utama itu masih dibawah ekspetasi saya.
Dengan gedung yang sebesar itu, saya kira ruang koleksi utamanya bakal luas banget dan berharap bakal banyak buku-buku kesukaan saya. Namun saya hanya menemukan beberapa buku yang menarik buat saya. Entah... mungkin juga saya mencarinya kurang giat. Ya semoga saja pihak Grhatama senantiasa menambah dan mengupdate koleksi-koleksinya.

Ruang Koleksi Utama
Bagaimana pun juga saya sangat mengapresiasi pemerintah Jogja yang begitu niat membangun perpustakaan segede itu. Karena masih jarang pemerintah daerah yang melakukan gebrakan di dunia perpustakaan. Grhatama pun akhirnya tidak sekedar menjadi perpustakaan biasa. Namun bisa menjadi destinasi alternatif saat liburan ke Jogja. Gedungnya yang ikonik juga cocok untuk foto-foto hehe.

Lanjut Ke Shopping Center

Agenda selanjutnya adalah belanja buku di Shopping Center Taman Pintar. Ini kedua kalinya saya ke tempat belanja buku yang memiliki ratusan kios ini. Pengalaman pertama kesana, saya membeli buku-buku yang saya pilih secara random. Karena buku-buku yang masuk list saya kebanyakan tidak ada disana.

Baca Juga: Explore Jogja (4)

Nah di kunjungan kedua ini, saya berharap akan mendapat buku keinginan saya yang sudah susah dicari di toko buku. Namun yang bisa saya dapat adalah buku-buku yang mainstream beredar di toko buku. Saya jadi punya kesimpulan. Walaupun ada ratusan kios tapi kayaknya buku yang dijual hampir sama semua. Jadi kalo buku yang dicari nggak ada di salah satu kios, maka kemungkinan di kios lainnya juga nggak ada. Ya semoga saja kesimpulan saya itu salah.

Hasil Berburu di Shopping Center. Mainstream sekali

Nah akhirnya selesai juga misi wisata pustaka saat hari terakhir saya di Jogja. Sebelum saya lanjut pulang, saya mampir dulu beli coklat khas Jogja yaitu Coklat Monggo. Katanya coklat ini udah ada sejak 2005. Mungkin kalian udah pada tahu ya ?? Tapi saya baru tahu tuh ckckck....... ketinggalan jaman banget. Lokasi tokonya agak di dalam perkampungan di kawasan Kotagede. Untuk sampai kesana harus melewati jalan-jalan kecil. Untung saya bisa langsung nemu tokonya, nggak pake nyasar hehe. Varian coklatnya cukup beragam, membuat saya bingung mau beli yang mana. Pengennya sih mau beli satu-satu tiap variannya. Tapi apa daya budget tak mendukung. Harus bisa nahan kalap hihihi.




Yak itulah sekeping cerita yang tertinggal dari pengalaman saya pulang kampung akhir tahun lalu. Sebenarnya masih banyak destinasi anti mainstream di Jogja. Misalkan di Gunung Kidul. Saya sama sekali belum pernah kesana. Semoga ada kesempatan lain untuk kesana.

Bagaimana dengan kalian ? Adakah pengalaman wisata mengesankan di Jogja ?

sumber gambar: dok. pribadi & bpad.jogjaprov.go.id
[Continue reading...]

24 April 2017

Anak SD Ngeblog, Kenapa Tidak ?

- 14 comments


Entah berapa tahun yang lalu, saya seperti biasa sedang blogwalking. Kemudian saya terdampar di blognya Pak Bukik. Beliau pernah jadi dosen dan berkontribusi di berbagai website. Salah satunya yang terkenal adalah inibudi.org. Kini beliau sedang aktif di Kampus Guru Cikal dan Komunitas Guru Belajar. Dalam blognya tersebut, Pak Bukik juga kerap bercerita tentang anaknya, Ayunda Damai. Waktu itu Damai masih SD kelas 4 kayaknya. Nah... di salah satu artikelya, pada nama anaknya terdapat link dan terhubung ke ayundadamai.com. Lalu terbukalah blog pribadinya Damai. Whattt ??? anak kelas 4 SD punya blog ??!!. Dan perhatikan domainnya ! Dot Com saudara-saudara ! Nggak berhenti sampai disitu. Setelah melihat halaman about me nya, ternyata dia ngeblog dari umur 7 tahun !! So Amazing !

Bener-bener saya surprise banget menemukan blog yang usia pemiliknya masih cukup dini untuk ngeblog. Karena masih anak-anak, saya kira dia jarang-jarang update dan mungkin postingan terakhirnya beberapa bulan yang lalu. Tapi ternyata tidak. Setelah saya lihat-lihat, Damai cukup rajin mengupdate blognya. Bahkan, setelah memperhatikan arsip blognya, Selalu ada postingan di setiap bulannya sejak pertama kali ia ngeblog pada Agustus 2012.

Setelah menemukan blognya Pak Bukik dan anaknya, saya temukan juga blog mamanya Damai. Namanya Bu Wiwin dan alamat blognya wiwinhendriani.com. Oke... Jadi itu bapak, emak, sama anaknya ngeblog semua. Dan semua blog mereka selalu update. Bener-bener bikin envy. 😆


Blognya Damai, Bu Wiwin dan Pak Bukik 


Bapak sama anak komen-komenan di blog. ini juga bikn envy 😆


Kenapa Damai Mau Ngeblog Sejak SD ?   

Itu pertanyaan yang langsung terlintas dipikiran saya. Pertanyaannya memang bukan bisa atau tidak bisa. Karena di era teknologi saat ini, anak SD sudah paham gadget dan internet. Jika diajarkan, pasti ngeblog pun juga bisa. Setidaknya bisa untuk sekedar memposting tulisan. Nah Kalau soal mau dan tidak mau, cukup jarang ada anak yang mau ngeblog. Namun Damai terlihat menikmati ngeblog. Buktinya ia konsisten update blog. Postingannya pun juga bukan sekedar seperti update status nggak jelas, tapi bener-bener menceritakan sesuatu dan berbobot.

Setelah berselancar di blognya Damai, saya menemukan satu postingan yang isinya menceritakan alasan kenapa Damai suka ngeblog. Berikut ini petikan tulisannya di postingan tersebut.

Aku suka nge-Blog karena nge-blog itu seperti bercerita di hadapan banyak orang. Tapi kalau ngeblog itu dibaca bukan didengar. Bedanya lagi, orang yang menulis atau yang membuat cerita itu tidak terlihat langsung di hadapan banyak orang. Jadi intinya nge-blog itu membuatku bisa bercerita tanpa membuatku merasa malu 😀 
Selain itu kalau nge-blog, ceritaku bisa dikomentari dan disukai orang lain yang berkunjung ke blogku. Lalu aku bisa mengobrol dan bisa menjadikannya teman. Aku juga bisa menunjukkan video-video pianoku di blog
Menurut saya ini adalah keberhasilan  Pak Bukik dan Bu Wiwin sebagai orang tua. Diawali dengan memberi teladan yaitu mereka sudah ngeblog terlebih dahulu, sehingga Damai juga mau ikut-ikutan ngeblog. Kemudian mereka juga mengajarkan, mengarahkan, dan membantu Damai saat ngeblog. Bu Wiwin pernah memposting tentang bagaimana perannya sebagai orang tua dalam membantu Damai mengelola blog. Silakan lihat disini jika ingin melihat postingan tersebut.

Bukan Hanya Damai Saja

Dari blognya Damai, saya menemukan bahwa ada juga beberapa anak seusianya yang juga memiliki blog. Saya kemudian searching di google mengenai blog anak. Ternyata cukup banyak juga anak-anak yang punya blog. Wah... benar-benar baru tahu saya ternyata anak-anak juga melek ngeblog. Sebagian diantaranya, mereka memang penulis buku KKPK jadi wajar kalau mereka punya blog.

Blogger teman-temannya Damai


Saya pun Jadi Terinspirasi

Saya tentu terinspirasi dari kisah Damai ini. Apalagi banyak juga anak-anak yang punya blog selain Damai. Sebelumnya, saya mengira bahwa anak SD belum mengerti apa gunanya blog. Namun Damai mampu menepis anggapan saya bahwa anak SD belum saatnya dikenalkan blog. Maka saya mulai mencoba mengenalkan blog pada murid saya.

Waktu itu saya sedang aktualisasi prajabatan dan ditugaskan untuk membuat kegiatan inovatif yang belum dilakukan di sekolah. Saya langsung berpikir untuk memakai blog untuk media belajar siswa. Saya tidak meminta siswa membuat blog. Cukup saya yang membuat blog dan mengisinya dengan konten-konten materi pelajaran. Namun konten yang ada tidak hanya tulisan materi saja. Ada video, kuis soal, bahkan games.

Blog Pembelajaran Buatan Saya

Saya meminta siswa mengerjakan soal yang ada di blog tapi mengerjakannya tidak ditulis dikertas. Namun, siswa langsung mengetik dan mengirim jawabannya lewat kotak komentar. Tentu saya terlebih dahulu bagaimana cara mengerjakannya. Memang sih ada siswa yang menganggap itu ribet. Namun, beberapa lama setelah itu, ada salah satu siswa yang meminta saya untuk mengupdate konten blog tersebut. Saya senang mendengar itu. Berarti ada siswa yang antusias terhadap blog walaupun hanya satu siswa hehehe.

Jadi bisa disimpulkan sebenarnya anak SD bisa diajarkan ngeblog. Namun tentu harus melalui pertimbangan yaitu ketersediaan hardware (laptop/PC) dan akses internet. Satu lagi yang penting adalah kemauan anak. Sangat disarankan ngeblog ini untuk anak yang memang terlihat punya pasion menulis. Namun, jika sudah dikenalkan tapi anak terlihat seperti tidak tertarik ngeblog, ya sudah tidak perlu dipaksakan.

Saya berharap semoga kedepanya saya bisa mengenalkan blog lebih jauh kepada murid di sekolah. Dan tentu juga semoga di masa depan bisa seperti Orang tuanya Damai yang mampu menjadikan anaknya suka ngeblog sejak dini.


[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger