Brian Prasetyawan's Blog

Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

13 Juli 2018

Pencapaian ini Membuat Semangat Ngeblog Nggak Habis.

Juli 13, 2018
Saya ngeblog sudah 9 tahun lebih. Dengan waktu selama itu, blogger lain mungkin sudah sering menang lomba blog, mendapat penghasilan jutaan rupiah secara rutin dari adsense, bahkan bisa pergi kemana-mana berkat ngeblog. Atau ada yang sudah menerbitkan buku. Namun saya belum merasakan semua itu. Maka saya membuat postingan ini bukan buat pamer, tapi lebih bermaksud untuk memotivasi diri saya sendiri agar tetap konsisten  ngeblog. Saya ingin menanamkan konsep ke diri saya bahwa ngeblog selama ini tidak sia-sia. Setidaknya ada hasil yang diraih walaupun tidak "wah". Dengan demikian, semoga semangat ngeblog saya tidak padam,



Pada dasarnya saya adalah blogger yang bukan karena memang sadar punya bakat menulis. Kalau blogger lain kan banyak yang memang udah sadar seneng nulis dari SD.  Saya justru kebalikannya. Saya kenal blog dahulu barulah lama-lama jadi timbul kesenangan  menulis. Jadi kalau bisa digambarkan alur prosesnya, jadi seperti ini:

Orang biasa ⇒ kenal blog  ⇒ jadi suka nulis 

Jadi walaupun udah bertahun-tahun ngeblog, saya masih merasa pada tahap belajar menulis. Maka hasil yang diraih ya nggak se-wah blogger lain. Masalahnya adalah.... saya sering melihat "ke atas". Melihat  blogger-blogger lain yang pencapaian/prestasi jauh lebih banyak atau prestisus dari pada saya. Maka selain untuk motivasi, postingan ini juga agar saya bersyukur telah meraih beberapa pencapaian. Beberapa pencapaian mungkin tak terkait langsung dengan ngeblog. Tapi saya percaya bahwa ngeblog memberi kontribusi secara tidak langsung pada pencapaian itu.

1. Menjalin Relasi dengan Orang lain
Ini merupakan pencapaian saat awal-awal ngeblog. Memang kedengarannya biasa sekali. Namun bagi saya ada rasa spesial ketika ada pengunjung blog, yang entah siapa dan dari mana, menambahkan saya sebagai teman facebooknya, atau menghubungi saya lewat email. 

Salah satu pengunjung blog yang akhirnya temenan dengan saya di facebook 


2. Lomba Blog/Giveaway
Saya termasuk jarang sekali menang lomba blog (karena memang jarang ikut lomba blog 😆) Sebenarnya dahulu cukup sering ikut tapi nggak pernah menang sekalipun. Saya takut jadi desperate dan akhirnya males ngeblog. Maka saya memutuskan mulai menarik diri dari hingar bingar kontes/lomba blog. Namun bukan berarti jadi nggak pernah ikut lomba. Kalau moodnya lagi bagus dan topiknya menarik, saya sesekali coba lagi dan akhirnya ada yang berhasil menang walaupun cuma sekedar giveaway.

-  Juara II Diaryclare Atmajaya

- Salah satu pemenang giveaway 20 Bookish Facts About Me

- Salah satu pemenang giveaway Kisah Foto Instagramku


3. Tulisan dimuat di Media
Dibanding lomba blog, saya lebih sering mengirim tulisan ke media cetak/online. Cerita tentang pengalaman menulis ke media bisa lihat dipostingan berikut:
- Semangat Mengirim Artikel ke Media Massa
- Tulisanku dimuat untuk Pertama kalinya di Media Cetak 
- Tulisanku yang pernah dimuat di media 

Ada satu tulisan saya yang dimuat di selasar.com. Selasar sebenarnya hanya blog bersama seperti kompasiana tapi beda sedikit . Proses tulisan saya diposting di selasar.com cukup spesial jadi saya anggap sebagai satu pencapaian. Saya tidak mendaftar dan memposting sendiri tulisan saya.
Berawal dari pesan facebook dari orang yang tidak dikenal. Dia mengaku dari selasar.com dan tertarik untuk me-repost salah satu tulisan saya. Dia akan membuatkan saya akun selasar.com dan mempostingkan tulisan saya itu. Mengetahui itu, saya merasa senang karena tulisan saya ternyata menarik perhatian dan dianggap inspiratif hihi.
pesan dari orang selasar.com :)

4. Menjadi sumber referensi
Menurut saya, inilah pencapaian paling hakiki dari seorang blogger. Ketika orang lain menjadikan tulisan yang diposting sebagai sumber referensi, ada rasa senang dan bangga karena tulisan itu bermanfaat bahkan berpengaruh bagi mereka.

Saya menemukan ada 4 makalah dan dua skripsi yang menjadikan postingan saya sebagai salah satu sumber referensinya. Wuahhhh ternyata tulisan saya sudah masuk ranah yang lebih tinggi yakni karya ilmiah.

Ada nama saya di deretan daftar pustakanya hihihi


Tentu bangga ketika nama kita masuk daftar pustaka kan ? hehe. Saya kira blog saya cuma jadi sasaran copas blog lain #curcolmodeon haha. Postingan saya yang dipakai bukan dari blog ini saja, tapi ada juga dari postingan saya di kompasiana.


aduhh ini nama saya salah sedikit. Harusnya Prasetyawan. Tidak pakai "z"

Kemudian ada yang lebih "berat lagi".

Sewaktu saya datang di kegiatan orientasi mahasiswa baru jurusan tempat saya kuliah, saya mengobrol dengan dosen. Beliau menceritakan bahwa ada mahasiswa yang memilih jurusan ini karena membaca postingan blog saya ! wuihhhhh sebegitu berpengaruhnya kah ? Ternyata tulisan saya tidak hanya numpang lewat dihadapan pengunjung blog. Ada juga yang menjadikannya sebagai referensi dalam pilihan hidupnya, dalam hal ini memilih jurusan kuliah.

5. Memiliki Karya Ebook
Memang saya belum membuat buku. Namun saya sudah membuat 1 ebook. Isinya mengenai penggunaan blog sebagai media pembelajaran. Ebook ini merupakan pengembangan dari skripsi S1 saya. Sebenernya ada keinginan naskah ebook ini diajukan ke penerbit. Tapi saya tidak pede. Rasanya naskah tersebut kurang layak diterbitkan. Jadi hanya saya share saja dalam bentuk ebook.
Cerita lengkap tentang pembuatan ebook ini bisa lihat dipostinganModul Penggunaan Blog Sebagai Media Pembelajaran

6. Mendapat Uang
Ini adalah hal yang paling menggoda dari ngeblog. Dari dulu sampai sekarang pesona rupiah mampu menjadi sesuatu yang menjanjikan bagi para blogger. Bagaimana dengan saya ? Saya akui sesekali mendapat penghasilan dari blog. Perhatikan ya..... hanya sesekali. Bukan sering ! haha. Istilahnya ya baru sekedar mengais receh saja. Belum bisa menjadikan blog ini sebagai sumber penghasilan rutin dengan jumlah yang cukup besar. Ini beberapa sumber receh yang bisa saya kumpulkan:

- Reward dari Kompasiana
Kompasiana memiliki program reward setiap bulan. Namun kini program tersebut sudah berakhir dan dilebur dengan program lain. Beruntung saya pernah mendapat reward ini. Baca ceritanya dipostingan: Mendapat Uang dari Kompasiana

- Mendapat penawaran kerja sama review produk/content placement 
Ini tentu sering dan biasa didapat oleh blogger. Namun bagi saya mendapat penawaran kerja sama tersebut bukan sekedar mendapat uang tapi saya rasa sebagai kebanggaan tersendiri. Karena artinya blog ini memiliki kualitas yang layak untuk dijadikan partner. Saya tidak punya relasi atau chanel dengan siapapun. Penawaran itu tiba-tiba datang saja di email saya. Kalo udah begitu, senengnya bukan main hehe. Sampai saat ini saya baru ada 10 postingan sponsorship.

- Adsense
Ini juga sudah biasa bagi para blogger. Namun saya baru memulai awal tahun ini. Memang saya baru bisa dapat seribu-dua ribu sehari, tapi itu sudah bisa menjadi penyemangat ngeblog.

Baca juga: Baru Pasang Google Adsense Setelah Ngeblog 8,5 Tahun

7. Menjadi Narasumber
Berkat pengalaman ngeblog bertahun-tahun, beberapa blogger biasanya mulai dilirik untuk diundang menjadi pembicara di seminar atau pelatihan blog/menulis. Puji Tuhan saya akhirnya juga mendapat kesempatan itu meskipun baru dua kali.

Pertama saya diundang jurusan tempat saya kuliah, PGSD Atma Jaya, untuk mengisi sesi sharing alumni pada acara orientasi mahasiswa baru. Saya mengisi sharing dengan tema guru yang memiliki sambilan informal (sebagai blogger). Sebenernya saya tidak merasa ngeblog sebagai pekerjaan sambilan. Tapi ya sudahlah apapun temanya, yang jelas saya diundang karena background saya yang sebagai blogger hehehe.

Bersama Bu Clara, dosen matematika yang tetap awet muda hihi

Kedua, saya ditawarkan untuk menjadi pengajar tamu di ekskul Jurnalistik SMA Swasta di Jakarta. Guru pembimbing ekskul tersebut mengaku tertarik setelah berkunjung ke blog saya dan membaca postingan modul blog buatan saya. Wahhh nggak nyangka banget. Beliau sebegitu percaya pada saya untuk menyampaikan materi tentang blog dihadapan murid ekskulnya. Saya hadir dalam tiga pertemuan. Namun karena baru pertama kali berhadapan dengan murid SMA, saya merasa gaya saya menyampaikan materi sepertinya sedikit kurang "masuk" untuk mereka. Selain itu saya datang ke ekskul tersebut setelah pulang kerja sehingga saya merasa kurang maksimal dalam menyiapkan materinya dan itu terasa saat menyampaikan materi. Walau begitu, tetap disyukuri sebagai salah satu pengalaman hidup 😊

8 Dimuat di Buku




Ketika impian membuat buku belum tercapai, tapi justru malah profil mengenai saya yang masuk dalam buku orang lain. Duh... aku mah apa atuh. Just ordinary man. Kok bisa-bisanya masuk di buku orang lain ? Hal ini dimulai dari pertemanan facebook dengan seseorang yang (saya yakin) dia adalah pengunjung blog saya.
Baca cerita lengkapnya di postingan: Dua Halaman yang Tak Biasa

25 Juni 2018

Blogger Jaman Old vs Jaman Now

Juni 25, 2018


Awal tahun ini saya join grup blogger di facebook, namanya BLOGGER INDONESIA. Iya harus huruf kapital karena kalau pakai huruf kecil, beda lagi grupnya. Ditengah langkanya grup blogger yang aktif, saya cukup senang karena member grup tersebut masih aktif membahas tentang ngeblog. Biasanya grup blogger yang masih aktif hanya menjadi wadah share artikel atau cuma pada ngiklan jasa/produk.

Maka, Grup BLOGGER INDONESIA ini yang menurut saya masih asik untuk diikuti. Setelah saya simak perbincangan para membernya, saya menyimpulkan ada tiga topik besar yang dibahas

1. tutortial ngeblog (termasuk SEO)
2. tips google adsense
3. Blogwalking



Dari grup itu, saya juga menyadari ternyata masih banyak orang yang mau memulai ngeblog. Saya senang mengetahuinya. Terlihat dari berbagai pertanyaan yang cukup mendasar terkait ngeblog/SEO. Tapi entahlah, kadang ada juga yang udah master tapi pura-pura newbie haha.

Berikutnya saya mau membandingkan antara blogger angkatan lama (jaman old) dengan jaman now. Khusus blogger jaman now, saya hanya berkaca dari para blogger baru yang ada di grup BLOGGER INDONESIA. Jadi bukan bermaksud menggambarkan blogger baru secara umum.

Beda Motivasi 
Saya agak kurang sreg dengan motivasi ngeblog para blogger baru di grup itu. Ternyata kebanyakan motivasi adalah untuk mengejar penghasilan dari google adsense. Blog baru berapa bulan udah ngarep google adsense. Kemudian blog-blog mereka juga memiliki niche tertentu seperti kesehatan, teknologi, download, pendidikan, dll. Tema kontennya biasanya bersifat informatif seperti tutorial. Bukan sharing pengalaman/opini. Saya menjadi kurang menikmati blog seperti itu.

Itu sungguh kebalikan dari blogger angkatan lama. Tunggu, blogger angkatan lama itu batasnya tahun berapa ya? Hmm bagaimana kalau 2012 ke bawah ? setuju ? hehe. Kalau dahulu orang membuat blog memang karena ingin menulis, ingin share pengalaman/opini, ingin berkarya lewat blog. Mendapat penghasilan adalah bonus, karena yang diutamakan adalah konten.

Maka saya melihat kebanyakan blogger angkatan lama blog nya adalah blog personal. Sangat menyenangkan membaca kisah pengalaman, atau opini mereka. Ada juga sih blogger angkatan lama yang kurang sreg motivasinya . Mereka adalah yang membuat blog karena hanya sekedar tugas sekolah atau kuliah. Bener kan ? hehe. Biasanya blog seperti itu nggak bertahan lama.

Pergeseran makna blogwalking
Nah ada satu hal baru yang saya temui dari grup ini. Cara mengajak blogwalking (bw) blogger jaman sekarang ternyata beda. Lihat saja gambar ini



Nah loh bingung nggak tuh bacanya ? Bahsanya kayak anak IG haha.
Kenapa bahasa mengajak blogwalkingnya seperti itu ? karena blogwalking bagi mereka tujuannya bukan sekedar silaturahmi tapi untuk saling meningkatkan penghasilan adsense lewat klik iklan atau melihat iklannya (impression). Berbeda dengan blogger angakatan lama yang blogwalking untuk silaturahmi, saling berkomentar, bahkan menjalin relasi atau menambah teman.

Survey lewat postingan
Melihat tingginya minat blogger terhadap adsense di grup itu, saya menjadi berpikir. Apakah saya sudah sangat ketinggalan karena baru pasang adsense setelah ngeblog 8,5 tahun ? Dari pertanyaan itu, saya membuat postingan berjudul Baru Pasang Google Adsense Setelah Ngeblog 8,5 Tahun !. Kemudian, dari postingan itu saya bisa sekalian survey pendapat dari komentar-komentar yang ada. Beberapa blogger berkomentar, ternyata mereka juga baru memasang adsense setelah bertahun-tahun ngeblog. Ada juga yang udah nggak mikirin adsense. Nah dari situ saya menjadi punya pandangan lain. Tidak ada istilah terlambat memasang adsense. Bahkan masih berlaku bahwa blogger tidak harus mengejar adsense. Itu balik lagi dari kemauan sang blogger itu sendiri.


salah satu komen yang bikin adem 

Saya salut kepada teman-teman blogger yang masih mempertahankan motivasi ngeblog karena memang hobi/minat. Semoga semangat ngeblog kita tidak pernah padam !!!




17 Juni 2018

Mendapat Uang Dari Kompasiana

Juni 17, 2018
Selain di blog blogspot ini, saya juga menulis di kompasiana. Namun menulisnya memang tidak seintensif seperti di blog ini. Walau begitu, saya senang karena tetap mendapat apresiasi dari kompasiana. Apresiasi tersebut dalam bentuk uang. Bagaimana ceritanya. Simak yang berikut ini

Monthly Reward

gambar: kompasiana.com

Sore itu di bulan Juli 2017, saya berbaring di kasur. Pulang kerja memang paling enak rebahan di kasur. Seperti biasa saya buka hp dan satu per satu saya cek mulai dari Whatsapp, instagram, facebook, sampai twitter. Nggak ketinggalan juga saya cek email yahoo. Saya sih iseng buka aja, kalaupun ada email masuk paling email subscribe-an seperti dari facebook, youtube, twitter dll. Namun kali ini ada satu email masuk yang berbeda. Nama akunnya adalah Pengelola Kompasiana. Wah apa isinya ya

Ternyata saya terpilih menjadi salah satu pemenang monthly reward Kompasiana !!

sebuah email bersejarah hehe

Postingan pengumuman pemenang ada di link ini: http://www.kompasiana.com/kompasiana/inilah-4-kompasianer-yang-mendapat-penghargaan-bulan-juni-ini_595cbdbc9351354b57027424

Wah saya nggak nyangka. Padahal saya termasuk jarang aktif di kompasiana. Saya juga tidak pernah mendaftarkan artikel saya untuk ikut program tertentu. Program reward ini saja saya baru tahu.

Lalu kenapa saya terpilih ? Sebentar saya jelaskan dulu apa itu monthly reward. Jadi monthly reward adalah program dari kompasiana dimana akan ada empat kategori pemenang. Kategori tersebut adalah kompasianer teraktif, kompasianer terpopuler, karya fiksi pilihan, dan artikel pilihan bulan ini.

Saya meraih reward untuk kategori artikel pilihan bulan ini. Nah terjawab sudah, saya menang berkat artikel yang saya posting berjudul "Penanda Titik Lokasi di Google Maps Salah? Mari Betulkan!" Program ini memang tidak perlu mendaftarkan diri. Syaratnya  akun kompasiana terverifikasi hijau/biru. Tim dari kompasianalah yang diam-diam memilih para pemenang itu.

Lalu apa hadiah yang didapat ? hadiahnya berupa uang sejumlah 500 ribu ! Wih lumayan juga.
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kompasiana. Setidaknya itu membangkitkan semangat untuk menulis lagi di kompasiana.

Sayangnya program monthly reward ini sudah tidak ada lagi. Terakhir adalah Maret 2018. Namun bukan berarti reward berupa uang berhenti. Reward tersebut dilebur dengan program baru yaitu K- Reward


2. K-Reward
gambar: kompasiana.com

Seperti yang tadi dibahas, ini merupakan program baru dan bisa dikatakan penerus monthly reward. Program ini pertama kali berlangsung pada Februari-Maret 2018. Peraih reward ditentukan dari jumlah pageview seluruh postingan yang dimiliki. Pageview yang dihitung hanya selama periode reward ini.  Kali ini saya telat mengetahui program ini. Tidak ada pemberitahuan email juga dari kompasiasna. Saya baru tahu beberapa minggu setelah pemenangnya diumumkan. Terdapat puluhan orang peraih reward ini. Saya seharusnya mendapat reward ini, karena ternyata saya juga termasuk peraih reward ini. Walaupun hanya mendapat 74 ribu hehehe.

saya harusnya dapat 😢


Lihat postingan pengumuman pemenangnya:
 https://www.kompasiana.com/kompasiana/5ab4fdefdd0fa818806302f2/inilah-deretan-kompasianer-yang-berhak-meraih-pendapatan-dari-program-k-rewards

Sayang sekali saya telat mengetahuinya. Namun syaratnya agak ribet sih. Harus mengaktifkan e-cash bank mandiri. Benar-benar saya harus ikhlas.

Tidak seperti monthly reward yang ada setiap bulan, K-reward diadakan secara tentatif. Jadi tidak pasti setiap bulan. Hingga tulisan ini diterbitkan, K-reward baru dua kali diadakan. Periode ke 2 yaitu selama bulan Mei 2018. Untuk tahu periode selanjutnya, harus rajin ngecek postingan mimin kompasiana. Jangan sampai ketinggalan info !

16 Juni 2018

Kilas Balik Piala Dunia 2006: Dari Teamgeist sampai Tandukan Zidane

Juni 16, 2018
wikipedia



Kembali pada postingan kilas balik piala dunia (PD). Sebelumnya sudah saya posting kilas balik edisi 2002 maka sekarang edisi 2006. PD 2006 berlangsung pada 9 Juni - 9 Juli 2006. Jerman bertindak sebagai tuan rumah. Sebanyak 12 stadion digunakan untuk perhelatan akbar ini. Waktu itu siaran di Indonesia dipegang oleh SCTV.
Namun, tidak banyak hal berkesan/yang saya ingat dari PD 2006. Beberapa yang teringat, saya kira di PD 2006, ternyata di PD 2010. Berikut ini beberapa hal yang membekas bagi saya dari PD 2006:

Teamgeist
wikipedia

Bagi saya, ini pertama kalinya nama bola begitu populer  Dahulu saya kira itu pertama kalinya bola piala dunia diberi nama. Ternyata sejak dahulu bola piala dunia ada namanya. Teamgeist menunjukkan adanya banyak perubahan pada sebuah bola sepak. Terlihat bahwa kemajuan teknologi sudah masuk pada teamgeist. Hal yang sangat terlihat adalah jumlah panelnya. Bola tradisional menggunakan 32 panel. Teamgeist hanya 14 panel dengan bentuk balling-baling.
wiki

Lagu Tema
Lagu tema piala dunia 2006, Celebrate The Day, memang masih kalah populer dari waka-waka. Namun setidaknya saya masih ingat lagu yang dibawakan oleh Herbert Grönemeyer itu. Musiknya enak didengar. Ketika lagu itu diputar, langsung memori saya menuju PD 2006. Buat saya lagu itu berhasil menjadi lagu tema PD 2006

Banyak Debutan
PD 2006 juga menghadirkan cukup banyak negara yang baru pertama kali ikut (debutan) piala dunia. Ada delapan negara yaitu Serbia-Montenegro, Ukraina, Ghana, Republik Ceko, Trinidad-Tobago, Pantai Gading, Angola, dan Togo

Italia Juara
indosport.com

Walaupun selalu diperhitungkan, Italia tidak dipandang sebagai kandidat kuat juara piala dunia 2006. Pasalnya, persepakbolaaan negara tersebut baru saja dilanda kasus caliopoli. Diperkirakan hal itu akan mempengaruhi performa mereka. Namun ternyata Gli Azzurri mampu menepis anggapan tersebut dengan tak diduga berhasil juara.
indosport

Tandukan Zidane
detik.com

Ini salah satu momen yang tak terlupakan, bahkan bisa jadi sepanjang sejarah piala dunia. Seluruh publik sepakbola dunia tahu momen tersebut. Tandukan Zidane kepada Materazzi. Ya aksi Zidane tersebut berbuah kartu merah untuknya.



Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Random

randomposts