09 April 2016

Saya Blogger yang Seperti Ini.



Saya membuat postingan ini untuk menanggapi postingan Mba Windi. Bukan ! saya bukan mau protes atau mau mengkritik. Justru saya terinspirasi dari postingan tersebut untuk dijadikan bahan refleksi.

Jadi Mba Windi (mungkin) sering menemukan pihak-pihak (mungkin para master blogger) yang suka memberi saran kalau ngeblog yang bener itu kayak gini-kayak gitu. Dia merasa ngeblog jadi banyak aturannya. 

Saya sendiri juga pernah membuat postingan yang bernada: Ngeblog itu kayak gini. Namun saya berusaha menuliskannya dengan nuansa sharing bukan menggurui. Saya mah apa atuh.... nggak pantes menggurui, karena masih banyak blogger yang lebih expert.

Jadi postingan saya tersebut lebih tepat bernada seperti ini: "Kalau saya ngeblognya seperti ini, silakan kalian mau setuju/ikuti atau nggak." Namun maafkeun kalau menurut kalian ada postingan saya yang terlihat menggurui. Sebenernya saya juga masih belajar, bahkan kepada blogger yang usianya dibawah saya.
 
Dari postingan Mba Windi juga saya menarik kesimpulan ada beberapa tipe blogger. Ada blogger yang berprioritas pada: statistik, komentar dan kunjungan balik,  penggunaan ilmu komputer (desain grafis, fotografi, video editing), meraup penghasilan, dan konten viral (SEO)

 
Dari tipe-tipe tersebut saya termasuk tipe blogger yang mana ?

Kalau dahulu saya termasuk blogger yang mendewakan statistik. Bener-bener saya pantau dan usahakan meningkatkan page rank, alexa rank, serta jumlah visitor. Saya waktu itu uring-uringan kalau page rank dan alexa rank turun. Saya juga mengusahakan blog saya SEO supaya bisa nangkring di halaman 1 google.

Makin ke sini prioritas saya pada statistik mulai berkurang. Saya lebih prioritas yang penting bisa ngupdate artikel blog. Tapi saya juga bukan menjadi sama sekali tidak peduli statistik blog. Page rank sih udah nggak peduli, tapi saya masih sedikit peduli terhadap alexa rank dan sangat peduli pada jumlah visitor. Jumlah visitor bagi saya seperti energi untuk tetap semangat ngeblog. Karena disatu sisi, saya sama sekali tidak meraup penghasilan dari ngeblog.


Akhir-akhir ini saya juga cukup mendewakan komentar dan kunjungan balik (kunbal). Komentar yang didapat juga sebagai energi untuk semangat ngeblog. Saya sih pasti bales komentar dan kunbal. Kalau untuk berkomentar balik masih diusahakan. Tapi bagaimana bisa bales komentar dan kunbal kalau nggak ada yang komentar ? Maka saya harus mulai blogwalking duluan. Tapi saya masih belum konsisten untuk blogwalking.

Terakhir tentang SEO. Saya masih cukup peduli pada SEO karena sebagian besar visitor blog saya berasal dari search engine. Tapi saya lakukan SEO standar-standar aja sih. Pakai template yang friendly SEO, masukin meta tag dan setiap habis bikin postingan, lakukan fetch as di google webmaster

Pada akhirnya saya setuju sama mba Windi kalau ngeblog itu ya terserah saja, suka-suka sang empunya blog. Karena tujuan orang ngeblog beda-beda.

Sumber gambar:
sunshinecoastseo.com
jefferlysuperclub.com
vetion-cyber.blogspot.com

5 comments:

  1. Setuju mas, asal tidak membahas sara, berbau rasis menurut saya emg gpp, setiap org pnya gayanya hehe
    salam kenal ya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya bener tuh. Itu juga penting diingat. Jangan membahas Sara dan rasisme. Jadi yang harus disamakan adalah ngeblog untuk tujuan positif ya :)

      Hapus
  2. Kalau sih ngeblog ya ngeblog aja. Jangan baperan :-)

    BalasHapus
  3. Setujuuu. Ga ada salahnya kok blogger yg concern ke seo, ke statistik, ke adsense. Krn tiap orang punya tujuan dan kebutuhan yg berbeda.saling menghormati aja. Suka dengan cara pandangnya mas

    BalasHapus
  4. Idemm Mas,
    yang penting hobi ngeblog dan ide tersalurkan, ya :)
    Selain itu, Blogwalking juga bisa membuat silaturahmi sesama blogger jadi terjalin

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger