29 Desember 2014

Sumber pengunjung blog

- 1 comments
Postingan ini sifatnya bukan sebagai tutorial tapi saya mau sharing pengalaman aja (tapi kalau anda menganggap ini tutorial ya nggak papa juga hehe). Ya... saya mau cerita tentang sumber pengunjung blog. Pasti sudah banyak situs yang membahas topik ini. Tapi nggak papa lah, yang ini versi saya kali aja ada bedanya dikit hehe.

Setelah bertahun-tahun ngeblog, saya semakin menyadari kalo pengunjung blog bisa datang dari mana saja, tidak hanya dari search engine. Walaupun, harus diakui pengunjung blog terbesar saya berasal dari search engine.Walaupun sudah menyadari, saya tidak memaksimalkan semua sumber-sumber tersebut. Karena saya cukup kerepotan juga kalau menggunakan semua sumber. Ngupdate blog aja udah makin jarang. Jadi saya nggak cuma cerita sumber pengunjung blog saya, tapi juga sumber pengunjung yang banyak dipakai blog lain dan menurut saya efektif serta gratis. Yak.. langsung saja, inilah sumber-sumber pengunjung blog:


Google

 Bicara sumber pengunjung blog pasti yang langsung terpikirkan adalah google. Memang tak diragukan lagi, google merupakan andalan blog untuk mendatangkan banyak pengunjung blog. Para blogger saling adu jurus SEO supaya blognya dapat berada di halaman paling depan google. Namun disisi lain, pengunjung dari google kadang kurang berkualitas. Pasti ada beberapa pengunjung yang buka blog kita karena nyasar.

Media sosial


Pengunjung Direct
Berdasarkan hasil blogwalking saya selama ini, ada beberapa blog yang mengandalkan sumber pengunjung direct. Menurut saya ini merupakan sumber yang paling berkualitas, karena pengunjung memang sudah niat untuk melihat-lihat, membaca, hingga mengomentari tulisan-tulisan di blog kita. Biasanya blog yang mengandalkan sumber ini sudah menjalin relasi dengan blogger-blogger lain. Bahkan bisa dikatakan sudah seperti membentuk jaringan blogger yang saling blogwalking. Yang bikin makin berkualitas, akhirnya antar blogger ini bisa menjalin pertemanan yang semakin akrab.

forum




 Sudah sering terdengar bahwa forum dapat dimaksimalkan sebagai sumber pengunjung blog. Apalagi yang aktif banget di forum semacam kaskus, pastinya nggak ketinggalan buat promosiin tulisan-tulisan blog ke forum dan mencantumkan link blognya di postingan forum tersebut. Tapi saya tidak mengandalkan forum sebagai sumber pengunjung blog saya karena memang saya tidak aktif dalam forum manapun. Pernah sih daftar ke kaskus. Tapi yaudah daftar doang, nggak pernah saya gunakan karena saya nggak dapet feelnya main di forum. Namun, saya pernah menemukan tulisan blog saya di repost ke kaskus oleh orang lain. Link blog saya pun dicantumkan juga. Wah bangga juga bisa dijadiin referensi buat postingan forum orang lain hehe.

situs bookmarking
 
waktu jamannya saya baru mulai paham sama dunia blogging (tahun 2010), mensubmit blog ke situs bookmarking lagi heboh-hebohnya. Banyak blog berlomba-lomba mensubmit ke berbagai situs bookmarking. Situs bookmarking makin menjamur. Namun sekarang ini saya merasa kejayaan situs bookmarking sudah berakhir. Saya cek, banyak situs bookmarking yang udah nggak ada. Tapi masih ada satu yang masih eksis dan ramai dipake banyak orang yaitu lintas.me. Situs ini bisa dibilang rajanya situs bookmarking. Situs-situs portal berita nasional banyak yang menggunakan jasa lintas.me.

Dari Blog Lain
Para blogger tentu tahu dan pernah melakukan tukar link. Dahulu (tahun 2010) tukar link juga sedang rame-ramenya dilakukan para blogger termasuk saya. Selain untuk mendapat backlink , harapannya ada orang yang melihat link blog kita dan mau membuka blog kita lewat link itu. Selain itu pengunjung dari blog lain bisa datang karena melihat komentar kita di kolom komentar dan chat box. Namun, kini chat box sepertinya sudah habis masa kejayaanya karena sudah banyak situs penyedia chatbox yang tutup dan banyak komentar spam memenuhi chat box yang dipasang diblog. Maka, sekarang ini lebih baik meninggalkan pesan di kolom komentar blog orang lain. Selain kemungkinan dapat backlink, harapannya orang lain melihat komentar kita dan tertarik mengunjungi blog kita lewat link komentar yang kita tinggalkan tersebut.

[Continue reading...]

27 Desember 2014

Jagoan-Jagoan Saya di SUCI Kompas TV

- 0 comments
Ya sebenernya ini late pos, karena draft postingan ini udah berbulan-bulan. Dan momentnya juga kurang pas diposting sekarang karena lagi belum ada SUCI lagi. Tapi ga papa lah ya, kalian tetap mau baca kan #senyumsenyum #sambilasahparang

Beberapa tahun terakhir ini komedi dengan konsep stand up comedy sedang naik daun. Kompas TV pun tidak ketinggalan untuk mempopulerkan stand up comedy dengan mengadakan kontes Stand Up Comedy Indonesia (SUCI). Menurut saya ini merupakan terobosan yang bagus karena penonton akan dihibur secara rutin setiap minggu oleh para komika yang tampil. Acara yang pertama kali tayang tahun 2011 ini juga cukup memberi tambahan wawasan kepada penonton. Jadi bukan sekadar acara hahaha-hihihihi aja.

Seperti kebanyakan penonton, saya juga punya komika favorit di setiap season kontes SUCI. Pertama kali saya kenal program ini yaitu saat masa-masa terakhir SUCI 1. Ya jadi untuk SUCI 1 saya nggak punya komika favorit. Tapi juara SUCI 1, Ryan Adriandi menurut saya pantas menjadi juaranya. 

Nah saya baru bener-bener mengikuti SUCI dari awal saat SUCI 2. Dari beberapa peserta, favorit saya adalah Gilang Baskara. Kenapa ? karena menurut saya dia komika cerdas. Jokes-jokesnya membuat kita berpikir dahulu dan klimaksnya kita akan dibuat ketawa terbahak-bahak. Kadang saya nggak kepikiran kalo
arah jokesnya kesitu. Saat ia membawakan materi baru pun tetap membuat saya tertawa. Tapi sayangnya dia cuma jadi runner up kalah bersaing dengan Ge Pamungkas di Final.
Gilang Baskara

Di SUCI 3 favorit saya adalah FICO. Ya dia sejenis komika kategori absurd. Perlu berpikir "tingkat tinggi" untuk memahami jokesnya dia. Dia sering membawa materi dengan "tingkat imajinasi tinggi". Kalau orang yang nggak ngerti Fico mungkin akan berkata "apaan sih.. nggak jelas". Tapi kalo saya sih ngerti jadi saya suka ketawa kalau dia tampil. Kalau kata Raditya Dika, Fico ini antara cerdas dan bego itu beda-beda tipis hahaha. Tapi saya ingat ada komentar dari juri untuk Fico bahwa untuk membawakan jokes-jokes yang bodoh seperti itu justru diperlukan orang yang cerdas (wedehhhh...keren). Tapi akhir-akhir ini dia kurang lucu kalo standup. Saya merasa masa kejayaannya sudah habis setelah SUCI 3 berakhir. Fico juga menjadi runner up setelah kalah dari Babe di final.
Fico

Dari pertama kali lihat dia di sesi audisi, saya langsung menjadikannya  sebagai favorit saya di SUCI 4.  Jokesnya yang cerdas dan bernuansa indonesia timur menjadi andalannya. Ya.. siapa lagi kalau bukan Abdur. Dia suka menceritakan bagaimana kondisi di Indonesia Timur yang menambah wawasan kita. Yang saya suka, kadang dia menyelipkan sajak dengan berakhiran huruf vokal sama di dalam jokesnya (itu loh kayak bagian akhir mata najwa). Namun Abdur pun hanya menjadi runner up setelah kalah dengan David di Final. Saya bingung kenapa setiap komika favorit saya, hanya menjadi runner up ya. (hati-hati buat para komika SUCI 5 jangan sampai jadi favorit saya ya)
 
Abdur

Selain komika-komika diatas ada dua lagi komika yang saya suka yaitu Bene dan Dzalwin. 
[Continue reading...]

Koleksiku: Komik Detective Conan

- 0 comments

Banyak orang tentu tahu detective conan. Bahkan ada juga yang sampai fanatik terhadap kartun dari Jepang itu. Saya salah satu orang yang suka Conan, tapi mungkin nggak sampe fanatik yang banget-banget. Saya hanya sekedar mengumpulkan komiknya. Itu pun belum semua nomor serinya terkumpul. Saya juga hanya mengumpulkan komik yang edisi regulernya saja dan beberapa yang edisi full colour. Jadi nggak semua yang berhubungan dengan conan, saya beli. Tapi tetap saja, mengumpulkan sampai puluhan komiknya itu cukup menunjukkan kefavoritan saya terhadap conan. Saya suka kartun conan karena ceritanya keren. Intinya memecahkan teka-teki  kasus-kasus kejahatan #kalianjugataulahya.

Pertama kali saya beli Komik Conan kira-kira waktu saya masih SMP (2007). Waktu itu saya beli di halaman belakang gereja yang saat itu sedang ada bazar buku. Saat saya beli harganya masih Rp 11.000. Saya beli yang edisi nomor 43.
Komik Conan Pertama Saya

Mulai sejak saat itu saya mulai rutin membeli Komik conan nomor seri lainnya sampai sekarang. Namun kenaikkan harga komik dari waktu ke waktu membuat frekuensi pembelian saya berkurang. Saat ini harganya sudah mencapai 20.000. Padahal dahulu harga segitu sudah dapat yang edisi full colour. Dan sekarang yang edisi full colour harganya 40ribuan busettt.....

Sayangnya sekarang sepertinya kartunnya udah ga ditayangin lagi. Awal tahun ini sempat ada tayangannya tiap hari sabtu jam 10.00 dan itu saya tahunya udah telat banget. Dari akhir 2013 katanya udah ditayangin hadeuh...
Saya inget banget dulu Conan tiap hari minggu jam 08.30 di Indosiar dan kadang di sore harinya jam 5an ada Conan the movie. Demen banget dah nontonnya. Ya mudah-mudahan Komiknya nggak berhenti mengeluarkan edisi terbaru. Tapi saya penasaran juga apakah Conan akan bisa kembali berubah menjadi shinici kudo lagi.
[Continue reading...]

23 Desember 2014

Buku-Buku Legendaris

- 0 comments
Buku legendaris yang saya maksud adalah buku yang eksistensinya tak lekang oleh waktu dan pasti banyak orang yang tahu dengan buku tersebut terutama generasi 90an. Bukan buku-buku langka. Jika buku-buku ini ditampilkan, banyak orang yang punya kenangan tersendiri terhadap buku itu. Rata-rata buku ini sudah terbit sejak saya SD atau bahkan sebelum itu. Berikut ini buku-buku yang menurut saya legendaris:

1. RPUL
Generasi 90an pasti tahu buku ini. Buku ini, bersama Buku Pintar, menjadi primadona saat saya SD. Saya juga punya buku ini tapi sampulnya udah nggak ada. Jadi saya lupa RPUL saya yang edisi tahun berapa. Yang jelas sampul belakangnya berisi daftar negara peserta Piala Dunia 2002. Sekarang ini banyak buku-buku lain yang berjudul RPUL juga. Tapi bagi saya RPUL yang asli adalah yang seperti gambar dibawah ini, terbitan aneka Ilmu.
2. RPAL
Buku ini bisa dikatakan saudaranya RPUL. Bedanya buku ini berisi tentang pengetahuan kelas 4, 5, dan 6. Buku ini mengacu pada kurikulum 1994. Hebatnya, sampai sekarang buku ini masih eksis di rak-rak toko buku seperti di Gramedia Pondok Gede.
3. Buku Pintar
Buku ini memiliki dua macam seri yaitu senior dan junior. Saya punya yang seri junior (tapi sekarang gak tau kemana huhuhu). Bersama RPUL, buku ini dewanya buku pengetahuan umum. Setahu saya buku ini sudah terbit sejak akhir era 80an. Waktu saya SD, banyak teman-teman yang membelinya. Saya akhirnya tidak mau ketinggalan untuk beli juga. Bagian favorit saya adalah Profil negara-negara di dunia karena saat SD saya sangat tertarik dengan negara-negara.

4. Buku Lagu wajib dan lagu daerah
Buku ini legendanya buku lagu wajib dan lagu daerah. Saya punya keduanya, sayangnya buku lagu daerahnya lagi gak tau kemana huhuhu. Jadi cuma ada gambar buku wajibnya saja. Buku ini sudah eksis sejak saya SD dan anak SD sekarang pun masih menggunakannya.

5. Kamus Inggris Indonesia & Indonesia Inggris
Ada begitu banyak kamus bahasa Inggris. Tapi bagi saya, Kamus Bahasa Inggris yang terpercaya adalah seperti yang di bawah ini. Berbagai sekolah sepertinya juga mengandalkan kamus ini untuk mengisi perpustakaanya. Saya mengenal buku ini sejak SMP. Sampai sekarang buku ini masih eksis di toko-toko buku.


Anda setuju ? Atau punya pendapat sendiri ? silakan komen :-)
[Continue reading...]

22 Desember 2014

Tantangan Baru Bersama Komsos Paroki Servatius

- 0 comments

Bulan November kemarin, saya mendapat info yang bagus sekali dari ibu saya. Sesampainya di rumah setelah pulang dari gereja, ibu saya memberi lembaran teks misa dan menunjukkan bagian halaman pengumuman. Disitu tertulis mengenai ajakan untuk bergabung dengan Komsos (Seksi Komunikasi Sosial) Paroki Servatius bagi yang memiliki minat/pengalaman di bidang jurnalistik, media cetak, media online, media sosial, dan fotografi. WUAHHH... tentu saja saya mau ikutan. Justru ini yang dari dulu saya tunggu-tunggu, komsos membuka rekrutmen anggota secara umum. Tanpa pikir panjang, keesokan harinya saya langsung ke sekretariat paroki untuk minta formulir pendaftarannya.

Ya dari dulu saya ingin sekali berkecimpung dalam urusan media di paroki saya. Saya cukup gregetan melihat website paroki yang jarang sekali di update. Konten-kontennya kurang variatif Malah pernah waktu itu tidak bisa dibuka. Saya iri melihat website paroki lain yang mampu update terus-terusan. Ditambah lagi sekitar tahun 2012 saya melihat info bahwa KAJ mengadakan lomba website antar paroki se-KAJ. Paroki saya sepertinya adem-ayem saja disaat paroki lain mungkin sedang heboh untuk mempersiapkan websitenya untuk dilombakan. Hadeuh.... makin gregetan saya.

 
Web Paroki Servatius

Tapi momen itu datang juga. Akhirnya saya bisa berkecimpung mengurus website paroki. Dan saya senang karena pengurus Komsos saat ini benar-benar serius untuk menggerakan berbagai jenis media informasi seperti website, medsos, dan media cetak. Komsos juga akhirnya menanggapi serius lomba website antar paroki yang akan kembali diadakan pada Mei tahun depan. Saya senang melihat kondisi tersebut.

Namun, sangat disayangkan saya tidak ikut pertemuan pertama pada 7 Desember 2014 karena saya ada pelatihan guru. Saya pun harus menunggu 2 minggu lagi dan akhirnya hari Minggu kemarin (21/12) saya bisa ikut pertemuan kedua. Ternyata cukup banyak anggota barunya. Saya senang mendengar penjelasan ketua Komsos mengenai rencana program kedepan, termasuk untuk ikut lomba website antar paroki. Selain itu juga akan turut serta dalam pelatihan jurnalistik dekenat Bekasi. Wuihhhh suka sekali saya. Ditambah lagi rencananya akan dibuat semacam majalah paroki. Itu juga yang saya tunggu-tunggu.
Dalam Komsos terdapat tiga bidang kerja yaitu Media Online, Pewarta Visual, dan Media cetak & Peliputan. Saya ikut di bidang pertama dan ketiga. Kalau Pewarta Visual itu petugas pemegang handycam untuk mengambil gambar saat misa berlangsung yang ditayangkan di monitor TV sehingga umat yang duduk di luar gedung gereja juga bisa menyaksikan jalannya misa. Saya kurang bisa mengoperasikan handycam sehingga tidak ikut dibidang yang kedua.

Saya dengan semangat menunggu kapan tim Komsos ini akan efektif bekerja. Tapi mudah-mudahan saya bisa mengatur antara tugas kerjaan sekolah dan tugas sebagai anggota Komsos, supaya saya tidak ngedown di komsos karena memikirkan kerjaan sekolah.
[Continue reading...]

21 Desember 2014

Perubahan Pandangan Saya Terhadap Travelling

- 0 comments
Dahulu jika mendengar kata "Travelling" maka yang ada di pikiran saya adalah suatu kegiatan hura-hura yang hanya bisa dilakukan orang yang punya banyak duit. Jadi saya berpikir, saya nggak bakal bisa traveling karena nggak punya banyak duit. Saya juga termasuk orang yang jarang pergi jalan-jalan. Tempat wisata yang pernah saya kunjungi juga tempat yang mainstream seperti Monas, Kota Tua Jakarta, Kebun Binatang Ragunan, TMII, Taman Safari, Ancol, Anyer, Parangtritis, Borobudur. Jadi membayangkan traveling keluar pulau Jawa seperti hal yang jauh sekali untuk dicapai. Sehingga saya memilih untuk tidak terlalu berminat dengan namanya travelling.

Namun sejak saya membaca buku tentang travelling seperti stalking Indonesia dan Naked Traveller, saya telah berubah pandangan terhadap travelling. Ditambah saya sesekali melihat teman-teman saya yang suka travelling yang di share lewat FB. Saya kini memandang travelling sebagai kegiatan yang perlu juga dilakukan. Jadi hidup kita tidak stagnan dengan rutinitas sehari-hari. Bisa dikatakan juga kita jadi lebih bisa menikmati dan mensykuri indahnya kehidupan.

Apalagi saat ini juga sedang trend travelling ala backpacker yang hemat biaya. Jadi yang namanya budget bukan penghalang lagi. Lebih jauh lagi, Trinity, Penulis Naked Traveler, mengajak pembacanya supaya tidak menunda-nunda lagi jika memiliki keinginan traveling.
Hali itu membuat travelling terdengar bukan milik golongan kelas atas saja. Tapi kelas menengah juga dapat menikmatinya. Akhirnya kini saya punya minat terhadap traveling walau blm punya rencana merealisasikannya. Saya baru sekedar membayangkan suatu saat nanti saat sudah berkeluarga, saya akan traveling. Kini minat saya baru sekedar mempelajari tempat-tempat liburan yang belum terlalu saya kenal di Indonesia. Caranya dengan membaca artikel-artikel di internet tentang destinasi wisata di Indonesia.

Dari hasil yang saya pelajari, saya ingin membuat daftar tempat wisata di Indonesia yang anti-mainstream bagi saya. Mungkin beberapa diantaranya sudah mainstream bagi anda.

  1. Kepulauan Karimunjawa
  2. Raja Ampat
  3. Bunaken
  4. Bromo
  5. Pulau kakaban
  6. Tanjung Bira
  7. Tanjung Lesung
  8. Pulau Tidung
  9. Pulau Harapan
  10. Pulau Pisang
  11. Kiluan
  12. Derawan
  13. Lombok
  14. Bali
  15. Ora, maluku.
  16. Tanjung Tinggi 
  17. Pulau Pari
  18. Pulau Lihaga
  19. Pulau Sebuku
  20. .................... (masih dalam pencarian)
[Continue reading...]

13 Desember 2014

Susahnya menjadi guru ngeblog

- 1 comments
Dahulu saat masih masa-masa kuliah, saya berpikir untuk menjadi seorang guru yang juga aktif ngeblog. Hal itu tak lepas dari sosok wijaya kusuma, seorang guru TIK  SMP Labschool Jakarta. Saya semakin semangat ketika melihat ternyata tidak hanya beliau yang ngeblog tapi cukup banyak juga guru-guru di Indonesia yang aktif ngeblog. Saya ingin mengikuti jejak mereka. Bahkan sampai ada web komunitas blog guru seperti guraru.org. Wah..... semangat saya semakin menjadi-menjadi. Waktu itu saya ingin langsung bergabung dikomunitas itu tapi karena status saya belum "sah" menjadi guru, saya berpikir nanti saja kalau sudah mengajar.

Namun setelah lulus kuliah dan diterima mengajar di SD swasta di Jakarta, semangat itu berubah 180 derajat. Tidak ada lagi semangat menjadi guru ngeblog. Jangankan itu, untuk rajin update blog ini saja sudah tidak mampu lagi. Saya merasa pikiran dan konsentrasi saya hanya untuk pekerjaan. Otak saya tidak sempat untuk menemukan ide-ide menulis. Apalagi saya kalau menulis satu artikel saja, butuh waktu lumayan lama.Ditambah lagi saya suka stress menghadapi tingkah laku anak didik. Semakin tidak sempatlah saya untuk ngeblog. Untuk membuat tulisan ini saja saya berusaha "memaksakan diri saya" untuk mau menulis. Ide postingan ini sebenarnya sudah ada sejak lama namun hanya menumpuk di draft saja. Selain postingan ini, masih ada beberapa postingan yang cuma menumpuk di draft saja.

Saya merasa salut kepada guru-guru yang aktif ngeblog. Ditengah kesibukannya dan kestresan menghadapi anak didik, mereka masih sempat meluangkan waktu untuk ngeblog. Saya ingin bisa seperti mereka. namun hanya untuk menumbuhkan niat ngeblog saja sekarang susah.

[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger