30 Oktober 2013

Lebih Baik Transportasi Umum Murah, Daripada Mobil Murah


Kebijakan pemerintah pusat mengenai penyediaan mobil murah bagi rakyat, telah menimbulkan pro dan kontra. Sebagian besar rakyat justru tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Rakyat menganggap hal itu membuat keberadaan mobil semakin banyak dan memenuhi jalan-jalan sehingga makin menambah kemacetan. Untuk daerah yang belum mengalami kemacetan, nantinya akan timbul kemacetan juga .

Selain dampak kemacetan, ada satu dampak lain yang berpotensi muncul, yaitu kemudahan anak untuk dapat mengendarai mobil.  Saat ini semua kalangan bisa mengendarai motor, termasuk anak-anak di bawah umur juga  sudah tidak asing mengendarai kendaraan beroda dua tersebut. Itu karena sepeda motor semakin mudah untuk dibeli rakyat. Kini, dengan adanya mobil murah, berbagai kalangan semakin dimudahkan untuk memiliki mobil, termasuk kalangan anak-anak. Anak-anak semakin mudah untuk dibelikan mobil oleh orang tuanya. Memang, hal itu seharusnya tidak terjadi bila orang tua tegas terhadap anak. Namun pada kenyataannya, Orang tua jaman sekarang lebih memanjakan anak atau Orang tua tidak mampu membendung keinginan anak. Tentu berbahaya ketika anak-anak mengendarai mobil sendiri. Hal tersebut dapat mengancam keselamatan orang lain dan anak itu sendiri.

Daripada menyediakan mobil murah, pemerintah lebih baik menyediakan angkutan umum yang lebih berkualitas dan murah. Pajak mobil pribadi ditinggikan dan penyediaan angkutan umum dibebaskan dari pajak. Dengan demikian, rakyat akan lebih memilih menggunakan angkutan umum.

Ketika suatu daerah lebih membutuhkan transportasi air atau udara, mobil murah pun akhirnya  bukan menjadi solusi. Maka pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan transportasi di tiap daerah.

Selain itu, Pemerintah juga sebaiknya mengutamakan penyediaaan akses jalan terlebih dahulu bagi daerah-daerah terpencil. Ketiadaan jalan dan jembatan membuat daerah tersebut terisolasi. 

NB: tulisan ini pernah saya kirim ke Harian Kompas untuk Rubrik Argumentasi KompasKampus, tapi tidak berhasil dimuat.

0 comments:

Posting Komentar

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger