Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

28 September 2013

Daftar Jurusan PGSD di Indonesia

September 28, 2013


Profesi guru kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Pemerintah sudah lebih mengapresiasi terhadap profesi ini. Hal tersebut membuat pilihan kuliah bidang pendidikan dan keguruan menjadi banyak peminat. Ada banyak jurusan di bidang pendidikan dan keguruan, salah satunya PGSD. PGSD singkatan dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jadi sudah jelas bahwa mahasiswa PGSD dipersiapkan untuk menjadi guru SD yang profesional. PGSD kini cukup mencuri perhatian karena banyaknya peminat di berbagai universitas. Bahkan di Universitas tertentu, PGSD menjadi jurusan favorit.

Sesuai kebijakan pemerintah, guru SD minimal harus memiliki pendidikan S1. Maka berbagai Universitas telah mendirikan jurusan PGSD. Bagi kamu yang ingin kuliah di PGSD, bisa memilih di salah satu universitas di bawah ini:

Aceh
Universitas Al Muslim, Bireun
Universitas Serambi Mekkah Aceh
Universitas Iskandar Muda, Aceh
Universitas Syah Kuala


Sumatera Utara
Universitas Negeri Medan
Universitas Quality, Medan
Universitas Efarina
Universitas Katolik Santo Thomas

Sumatera Barat
Universitas Negeri Padang
Universitas Bung Hatta

Sumatera
Universitas Riau
Universitas Lampung
Universitas Jambi
Universitas Bengkulu
Universitas Sriwijaya
Universitas Karimun, Kepri

Banten
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Universitas Muhammadiyah Tangerang
Universitas Pelita Harapan

Jakarta
Universitas Negeri Jakarta
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka
Universitas Katolik Atma Jaya
Universitas MH. Thamrin, Jakarta
Universitas Terbuka
Universitas Esa Unggul
Universitas Trilogi
Universitas Bina Nusantara

Jawa Barat
Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Universitas Muhammadiyah Cirebon
Universitas Pendidikan Indonesia
Universitas Pakuan
Universitas Buana Perjuangan Karawang
Universitas Pasundan
Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon
Universitas Islam 45 Bekasi
Universitas Kuningan 
Universitas Djuanda, Bogor
Universitas Langlangbuana, Bandung
Universitas Majalengka

Jawa Tengah
Universitas Negeri Semarang
Universitas Slamet Riyadi
Universitas Sebelas Maret (UNS)
Universitas Muhammadiyah Magelang
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Universitas Muhammadiyah Solo
Universitas Kristen Satya Wacana
Universitas Muria Kudus 
Universitas PGRI Semarang
Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo
Universitas Darul Ulum Islamic Sudirman Guppi Ungaran
Universitas Tunas Pembangunan, Solo
Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali, Cilacap
Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes
Universitas Widya Dharma, Klaten
Darul Ulum Islamic Centre Sudirman, Semarang
Universitas Peradaban, Brebes

Jawa Timur
Universitas Negeri Surabaya
Universitas Negeri Malang
Universitas Jember
Universitas Trunojoyo
Universitas Muhammadiyah Surabaya
Universitas Muhammadiyah Malang
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Universitas Muhammadiyah Gresik
Universitas Kanjuruhan Malang
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Universitas WR Supratman, Surabaya
Universitas Abdurachman Saleh, Situbondo
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng, Jombang
Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Yogyakarta

Universitas Negeri Yogyakarta
Universitas Sanata Dharma
Universitas PGRI Yogyakarta
Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa
Universitas Ahmad Dahlan

Kalimantan
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Universitas Achmad Yani, Banjarmasin
Universitas  Palangkaraya
Universitas Widya Gama Mahakam, Samarinda
Universitas Borneo Tarakan
Universitas Tanjungpura
Universitas Lambung Mangkurat
Universitas Mulawarman

Sulawesi 
Universitas Islam Makassar
Universitas Negeri Makasar
Universitas Negeri Manado
Universitas Muhammadiyah Makasar
Universitas Muhammadiyah Buton
Universitas Negeri Gorontalo
Universitas Bosowa, Makassar
Universitas Kristen Indonesia Toraja
Universitas Halueleo
Universitas Tadulako

Bali
Universitas Pendidikan Ganesa, Bali
Universitas Dwijendra

Nusa Tenggara
Universitas Nusa Cendana
Universitas Flores
Universitas Mataram
Universitas Nusa Nipa
Universitas Hamzanwadi

Maluku
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Universitas Pattimura
Universitas Khairun Ternate
Universitas Halmahera
Universitas Pasifik Morotai

Papua
Universitas Musamus, Merauke
Universitas Cendrawasih

Dari sekian banyak PGSD tersebut ada beberapa PGSD yang sudah terakreditasi A. PGSD mana sajakah itu ? silakan lihat:

Daftar PGSD terakreditasi A

24 September 2013

Timnas U-19 Juara (DImuat di Tabloid Bola)

September 24, 2013


Luapan kegembiraan publik sepak bola Indonesia memuncak ketika Ilham Udin Armayin mencetak gol saat adu penalti lawan Vietnam di Final Piala AFF U-19 2013. itulah saat-saat penentuan dimana Indonesia akhirnya meraih predikat juara setelah menang adu penalti 7-6. Ya sulit diungkapkan dengan kata-kata untuk mewakili kepuasan dan kegembiraan ini. Sejarah pun tercatat, untuk pertama kalinya Indonesia juara di turnamen ini. Setelah 22 tahun menanti, Indonesia akhirnya bisa merasakan juara di sebuah turnamen Internasional. Inilah yang ditunggu-tunggu publik sepak bola tanah air. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi rakyat Indonesia.

Sungguh luar biasa perjuangan Garuda muda. Hingga 120 menit pertandingan berjalan, para pemain Indonesia tanpa menyerah terus menggempur pertahanan Vietnam. Walaupun sebelumnya kalah di fase grup, Indonesia bisa mengimbangi hingga akhirnya menang lawan Vietnam di Final ini. Ini benar-benar merupakan generasi emas bagi sepak bola Indonesia. Mereka memiliki skill individu yang mumpuni.

Tentu para pemain timnas U-19 ini kedepannya diharapkan dapat terus berprestasi di level timnas selanjutnya hingga timnas senior. Apresiasi juga patut diberikan kepada PSSI, karena ini merupakan bukti keberhasilan melakukan pembinaan pemain muda. Namun, PSSI jangan berhenti sampai disini. PSSI harus tetap mencari bibit-bibit baru lagi sebagai suksesor timnas U-19 di masa yang akan datang.  Semoga momen ini juga menjadi titik awal bagi kebangkitan sepak bola Indoesia di masa depan.

NB: tulisan ini dimuat di rubrik Forum Pembaca Tabloid Bola 26 September - 2 Oktober 2013

23 September 2013

Chord Night To Remember Nyanyikan Dengan Hati

September 23, 2013
Intro: A E F#m E D

A                                  E
Coba kau sadari kemanakah kini
F#m                                         A
Arah dan tujuan jalan yang kau pilih
 A                                    E
Tak percaya diri, tuk coba berani
         F#m                                  A
Suarakan sebuah jiwa yang bernyali

A                                             E
Dan kuingin semangatmu tak mati di sini
                    F#m
kita mulai kembali
                       E                  D
Wujudkan semua mimpi-mimpi

A                                      E
Tak hanya menanti dan berdiam diri
        F#m                               A
Yakinlah berdiri untuk sebuah hari

Saat semua mimpi
E
Kan menjadi pasti
F#m                                         D-E
Percayalah semua datang dari hati

Reff:
A                                             E
Dan kuingin semangatmu tak mati di sini
                    F#m
kita mulai kembali
                       E                  D
Wujudkan semua mimpi-mimpi

A                                       E
Nada ini tak akan pernah mati
                                            F#m
Resapi , coba kau renungkan lagi
                    E                   D
Nyanyikan,semua dengan hati !!

 melody: A E F#m E D

A                                             E
Dan kuingin semangatmu tak mati di sini
                    F#m
kita mulai kembali
                       E                  D
Wujudkan semua mimpi-mimpi

A                E    F#m        E  D
Dan kuingin.....  dan kuingin...... 

A                                             E
Dan kuingin semangatmu tak mati di sini ,
                    F#m
kita mulai kembali
                       E                 D
Nyanyikan,semua dengan hati !!

21 September 2013

Kejutan Perdana di Liga Champion 2013/2014

September 21, 2013
Liga Champion musim 2013/2014 telah dimulai. Berdasarkan hasil pembagian grup, klub-klub besar Eropa diperkirakan bakal tidak mengalami kesulitan untuk lolos dari fase grup. Setelah matchday 1 dilaksanakan, prediksi itu tidak salah. Muenchen, Manchester United, Madrid, dan klub besar lain memetik kemenangan. Namun, terdapat hasil mengejutkan. Juventus ditahan 1-1 oleh klub Denmark Kobehavn. Lebih mengejutkan lagi ketika Chelsea dikalahkan Basel 1-2. Ya.. ini menunjukkan bahwa tim medioker tidak bisa di pandang sebelah mata. Klub-klub besar harus wasapada dan tidak boleh memandang remeh.

Basel: Daud dari Swiss

Dari hasil mengejutkan tersebut, saya menaruh perhatian pada FC Basel. Klub asal Swiss tersebut bisa dikatakan seperti Daud dalam cerita Daud melawan Goliath. Dia benar-benar berperan seperti Daud yang berhasil mengalahkan Klub besar seperti yang dianalogikan seperti Goliath. Tidak kali ini saja Basel berhasil mengalahkan klub besar. Pada Liga Champion tahun 2011, Basel berhasil mengalahkan klub elite Premier League lain, Manchester United. Basel pun membuat Man. United tidak lolos dari fase grup.
Tentu Chelsea harus berhati-hati. The Blues nanti akan kembali melawan Basel. Kekalahan yang dialami, harus mampu dibalas dengan kemenangan di kandang Basel nanti.

20 September 2013

Generasi Emas Timnas U-19 (Dimuat di Harian Bola)

September 20, 2013


Timnas U-19 berhasil memperoleh hasil yang memuaskan di Piala AFF U-19. Sampai saat ini Timnas berhasil menang melawan Brunei, Myanmar, dan Thailand. Mereka hanya kalah dengan Vietnam. Melihat hal tersebut, Timnas U-19 bisa dikatakan generasi sukses. Ukuran sukses disini bukan harus juara, tapi kemampuan Timnas U-19 bersaing untuk lolos ke semifinal dan bukan menjadi tim penggembira saja. Hal itu sudah dibuktikan timnas di ajang ini.

Para pemain di semua lini mampu memperlihatkan permainan yang baik. Mereka memiliki skill individu yang sangat baik pula. Nama-nama seperti Ravi Murdianto ,Evan Dimas, Paulo Oktavianus Sitanggang , Muchlis Hadi Ningsyaifulah , Putu Gede Juni Antara , M Fathur Rochman mampu menjadi rising star di timnas U-19. Melihat performa yang ditampilkan para pemain tersebut, Indonesia tidak akan kehabisan stok pemain timnas berkualitas dimasa depan.

 Saya berharap keberadaan pemain-pemain tersebut tetap terjaga hingga mereka dapat bermain di level senior. PSSI pun juga harus tetap melakukan pembinaan terhadap mereka sehingga potensi mereka tidak hanya sampai level junior namun hingga level senior.

NB: Tulisan ini dimuat di rubrik Forum Pembaca Harian Bola edisi 19 September 2012

15 September 2013

Piala AFF U-19

September 15, 2013

 sumber gambar: Antara Foto

Piala AFF U-19 kini sedang berlangsung di Gresik dan Sidoarjo. Timnas berada di grup B bersama Thailand, Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan Brunei. Timnas telah memainkan 3 pertandingan. Menang 5-0 atas brunei dan menang 2-1 lawan Myanmar. Sayangnya timnas kalah 1-2 oleh Vietnam. Sebenarnya permainan timnas U-19 sudah bagus, tapi ternyata Vietnam lebih bagus. Mereka mampu menekan timnas U-19 sepanjang pertandingan. Berada di kondisi tertekan seperti itu mungkin membuat para pemain timnas
kurang fokus dan menjadi panik dalam menjaga pertahanan sehingga kebobolan 2 kali.

Dari turnamen ini, terlihat bibit-bibit muda timnas yang mulai terlihat. Hal itu bagus untuk regenerasi timnas senior mendatang.

 Hal lain yang menarik dari pelaksanaan turnamen tahunan ini adalah dukungan yang diberikan supporter Indonesia sama besarnya seperti mendukung timnas Senior. Baik ketika bertanding di Gresik maupun Sidoarjo, Timnas U-19 selalu mendapat dukungan luar biasa dari supporter. Seluruh tribun di stadion delta maupun stadion petrokimia selalu hampir penuh oleh supporter timnas. Saya baru merasakan fenomena ini. Mungkin ini perasaan saya saja, saya merasa sebelumnya dukungan besar terlihat hanya saat timnas senior bermain saja. Termasuk sebelum adanya konflik dualisme. Paling mentok perhatian besar sampai timnas U-23 saja. Timnas junior dibawahnya seperti tidak terdengar gaungnya.
sumber gambar: sidomi.com

 Namun, setelah berakhirnya konflik, saya merasa masyarakat dan media tidak hanya memberi perhatian pada Timnas senior dan U-23 saja. Namun timnas junior lainnya juga mendapat sorotan. Ini merupakan hal bagus bagi sepakbola Indonesia.
Seperti ketika timnas U-16 yang mampu mencapai final Piala AFF U-16. Masyarakat senang melihat hasil tersebut dan berharap timnas U-16 bisa juara. Namun, akhirnya kalah dari Malaysia. Kini di Piala AFF U-19, timnas U-19 juga tidak di pandang sebelah mata. Dukungan supporter di stadion sama besarnya seperti saat mendukung timnas senior. Ketika saya sedang pergi ke warung fotokopian, saya melihat warga yang sedang ada di  warung-warung juga menonton timnas U-19. Di warung fotokopian pun juga sedang menyetel siaran Timnas U-19 vs Brunei.
Ya.. kini semangat publik sepakbola sudah baik untuk mendukung timnas senior maupun junior. Melihat hal itu, PSSI harus tetap memperhatikan timnas-timnas tersebut. Jangan sampai mereka ditinggalkan atau dipandang sebelah mata.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id