Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

BUKU TERBARU

Buku Aksi Literasi Guru Masa Kini

Judul: Aksi Literasi Guru Masa Kini Penulis: Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd  Penerbit: Gemala  Tebal: viii + 94 halaman Tahun Terbit: M...

05 Maret 2020

Pelatihan Menulis KSGN(2): Merawat Motivasi Menulis di Blog


Pelatihan menulis online hari kedua dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2020. Pak Dedi Dwitagama yang berperan sebagai narasumber. Beliau merupakan pengelola blog www.dedidwitagama.wordpress.com. Topik yang dibahas adalah merawat motivasi mengelola atau menulis di blog.

Menulis Bisa Kapan Saja
Awal pertemuan justru langsung dibuka dengan pertanyaan dari salah satu peserta. Pertanyaannya tentang cara membagi waktu untuk menulis di blog di tengah kesibukan yang begitu padat. Pak Dedi menyampaikan bahwa menulis bisa kapan saja, sambil menunggu rapat, saat menjemput anak, istri, di parkiran mengantar istri ke pasar, menunggu jadwal pesawat, Beliau pun memberi contoh tulisannya  di kompasiana yang ditulis  saat menjemput anak pulang sekolah .Tentu jawaban tersebut membuka pikiran bahwa menulis tidak harus memerlukan waktu khusus. Setiap ada waktu luang, walaupun sedikit, bisa digunakan untuk menulis.

Motivasi menulis di Blog
Kemudian Pak Dedi memberi motivasi bahwa beliau telah ngeblog selama 15 tahun dan mengelola 13 blog pribadi dan komunitas. Saya pun melihat beberapa blognya yang ternyata masih update. Dengan blog, kita bisa mengungkapkan hal-hal yang tidak dapat diungkapkan di sekolah. Blog sering digunakan juga oleh jurnalis profesional yang punya artikel dan tak bisa di terbitkan di medianya karena bertentangan dengan misi media dimana dia bekerja. Pak dedi sendiri dapat memanfaatkan blog untuk promosi sekolah dan pekerjaan sampingannya seperti http://trainerkita.wordpress.com

 Dari segi produktivitas menulis, Pak Dedi menyampaikan bahwa pada Juli 2012 beliau pernah menulis 102 postingan. Itu artinya sehari  bisa menulsi 3 artikel. Jika mau dibuat buku sebenarnya bisa. Sudah ada yang menawarkan menerbitkan tulisannya tapi beliau belum mood untuk mengelompokkan tulisan saya sesuai topik dan diterbitkan, next time insya allah
Berkat nulis di blog, Pak Dedi bisa diundang kesana kemari, bahkan pd 2008 beliau hadir di 181 forum seminar, yang honornya bisa buat membeli satu unit mobil lebih 200 juta,

Tips ide postingan blog
Pak Dedi kemudian memberi tips ide postingan blog. Misalnya bagi ibu rumah tangga, bisa memfoto hasil masakan kue atau menu makanan favorit, dan upload di blog dengan sedikit tulisan penjelasan. Pasti menjadi semangat. Selain itu bagi bapak/ibu yang sudah memiliki anak atau cucu, setelah memandikan cucu, dandanin dia, lalu foto. Upload ke blog dengan sedikit cerita tentang dia. Saat dia dewasa menemukan itu  pasti bahagia luar biasa.

Salah satu peserta mengenai kekhawatirannya jika tulisannya menyinggung pihak lain. Pak Dedi memberi tips yaitu supaya tak kena pasal ITE, jangan tulis nama asli dan lokasi asli. Gunakan nama samaran dan lokasi samaran, kasusnya boleh persis. Kemudian beliau memberi contoh tulisannya di kompasiana yang seperti itu. Tulisan tersebut justru dipilih redaktur kompasiana sebagai artikel pilihan.

Pak Dedi memberi tips lain tentang ide postingan yang “aman” yaitu foto saat kita sedang kuliner, jalan-jalan sendiri atau bersama keluarga. Beri sedikit penjelasannya di blog. Pak Dedi menekankan agar kita tidak perlu memperhatikan komentar negatif yang sepele dari orang lain. Jika sedang tidak punya ide, bisa membaca blog orang lain di kompasiana, wordpress, dsb ... lakukan ATM, amati, tiru dan modifikasi Jadi deh satu tulisan baru, ala ala kitaaa sendiri. Cerita lucu teman kita pun juga bisa kita tulis, dengan mengganti nama-nama yang terlibat,

Saat membaca barita tentang sesuatu, kita juga bisa berkomentar sesuai ide kita dalam bentuk sebuah artikel, Beliau memberi contoh tulisannya di kompasiana setelah baca berita dua SMK negeri di Gorontalo tawuran.

Sebagai guru kita bisa Posting tentang foto sekolah dari berbagai sudut pandang plus cerita-cerita bagus yang pernah ada, supaya bisa dibaca orang lain dan dikenang lama. Sekolah harus dipamerkan kalau tak mau tenggelam ditelan masa. Perbanyak  saja menulis tentang sekolah ,agar jika ada isu kurang baik dari sekolah kita, isu kurang sedap itu akan tenggelam. Anda sehari posting satu kabar baik sekolah anda maka setahun akan lebih 200 kabar baik bertebaran di dunia maya, apalagi jika anda ajak murid" menulis tentang sekolah anda dan posting di blog, instagram, youtube dengan judul mencantumkan nama sekolah anda ... dahsyat deh.

Melihat banyaknya tips ide menulis yang diberikan, salah satu peserta menyimpulkan bahwa merawat motivasi menulis adalah dengan menulis.

Kesimpulan
Di akhir pertemuan, Pak Dedi memberi kesimpulan bahwa blog bisa jadi cara kita memberi manfaat buat alam semesta dengan mengabarkan kebaikan (walau satu posting), dan kebaikan kita itu akan selalu berbalas, tinggal tunggu waktunya saja.
Untuk bisa konsisten menulis di blog, rajin-rajinlah mengunjungi blog orang lain dan memodifikasi posting yg kita baca dg gaya menulis kita sendiri, di era industri 4.0 blog bisa untuk personal branding diri kita, jika tulisan kita bermanfaat buat org lain maka itulah sebaik-baiknya manusia ... bermanfaat buat sesama dan alam semesta

6 komentar:

  1. Bagus resumenya, Pak. Perangkaian kalimatnya keren. Silakan mampir juga ke blog sy https://cikgutere.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu :)
      Iya saya sudah berkunjung balik ke blog bu Tere

      Hapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id


Instagram @brianprasetyawan

Facebook Raimundus Brian Prasetyawan