Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

PENTING !

Daftar Isi Lengkap Buku Blog Untuk Guru Era 4.0

Buku Blog Untuk Guru Era 4.0 telah terbit. Namun saya baru menyadari bahwa bagian daftar isi buku kurang lengkap. Saya hanya mencantumka...

19 Maret 2020

Pelatihan Menulis KSGN (9): Puluhan Ide Pembelajaran Alternatif untuk Daerah Terpencil

Kebijakan beberapa pemerintah daerah yang mengharuskan siswa belajar di rumah, menimbulkan tantangan baru bagi guru. Siswa bukan libur, namun tetap belajar, mengerjakan tugas, dan dipantau oleh guru. Maka, guru harus berpikir kreatif untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh atau disebut juga home learning. Teknologi internet yang ada sekarang ini sangat membantu guru untuk tetap terhubung dengan siswa walau jarak mereka saling berjauhan. Berbagai platform daring dapat dipilih untuk melaksanakan pembelajaran. Mulai dari yang paling familiar yaitu Whatsapp group sampai aplikasi pembelajaran seperti google classroom, rumah belajar, sekolah.mu, dan lainnya. Saya sendiri menggunakan blog dan google classroom. 

Namun jaringan listrik dan internet belum dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia. Pembelajaran online tentu tidak dapat berlangsung secara ideal. Hal ini pun ditanyakan oleh salah satu peserta pelatihan menulis KSGN yang berasal dari NTT

"selamat malam bapak, sekolah saya di pelosok  listrik hanya menyala pada malam hari,.. untuk jaringan internet juga tidak stabil... pembelajaran dalam jaringan mudah2an bisa kami lakukan jika kondisi listrik sudah 24 jam, atau sinyal internet sudah stabil plus ada bantuan komputer atau minimal tabletlah dari pemerintah, apa yang bisa kami lakukan?"

Om Jay pun melempar pertanyaan ini ke grup pelatihan menulis. Tak disangka, banyak ide yang terkumpul dari para peserta. Dalam grup itu pun terjadi interaksi yang baik, saling berpendapat.

Berikut ini pendapat para peserta seputar pembelajaran alternatif di daerah yang terbatas jaringan listrik dan internetnya

1. Menurut saya tidak perlu dipaksakan pembelajaran online kalau keadaan tidak memungkinkan. Kasih penugasan rumah saja. Kumpulkan saat masuk sekolah. Mungkin begitu pendapat saya
2. Fokus pada kesehatan, mendukung sepenuhnya program pemerintah tentang korona.
3. Belajar sekedarnya saja, tidak perlu terlalu dikendalikan. Beri siswa kebebasan untuk belajar dengan caranya sendiri.
4. Guru siapkan amplop amplop materi, serahkan kepada ortunya... berikan satu amplop 1 hari tentang materi tersebut dan jadikan projeck
5. Dalam pembelajarannya jaga kesehatan membuat laporan portofolio menuliskan menurut bahasa siswa materi yang telah dibaca, membuat mind map bacaan, apapun bisa siswa diberikan tugas. dikumpulkan pas ketemu. apabila tak ada sarana listrik...pas online infokan ke grup siswa.
6. membuat laporan diari setiap hari. di kertas hvs.. tanggal 14-31. ttg apa yg dipelajari dirumah
7. Selama 14 hari, guru bisa membuat aplikasi merdeka belajar...bisa dibuat inovasi pembelajaran😄..untuk lomba inobel tahun 2020, mantaap ini..
8. Saya teringat materi dari kepala pusat bahasa Grontalo. Biarkan anak menulis, kalau sudah menulis, sudah tentu nilainya 100 karena, memberi arti bahwa dia telah banyak membaca
9. Gak kebayang... soalnya saya sendiri mboos kuota... kebayang kalo gitu... gimana cara nya ya?? Pake pinisi edubox?
10. Saya akan perjuangkan Sapras tsb ada di daerah saya, Listrik melalui PLN atau kementerian ESDM , Minimal tenaga Surya, Utk internet akan di upayakan antena satelit, Demikian jawaban sementara Om.Jay
11. Itu tantangan untuk menciptakan sumber listrik mandiri dari tenaga surya (jangka panjang-gak bisa instan)
12. Menurut pendapat saya, kita tidak usah memaksakan diri utk melakukan pembelajaran daring bila belum siap. Baik itu siap dr sarananya (listrik, alat - alat TIK, dan jaringan), dan belum siap krn kompetensi guru dlm menggunakan TIK masih terbatas. Pembelajaran daring adalah salah satu opsi. Bukan satu - satunya.
13. Guru membantu siswa membuat laporan diari setiap hari. di kertas hvs.. tanggal 14-31. ttg apa yg dipelajari dirumah.
14. Menurut saya untuk kebutuhan listrik memang berat, kecuali sdh ada alternatif sumber energi yg tidak bergantung pada pemerintah. Pernah lihat di TV ada wanita pelopor energi alternatif yg sdh keliling dunia, tp persisnya dari mana lupa. Untuk tablet sebetulnya bisa menggunakan dana bantuan pemerintah yg tahun ini dinaikkan nominalnya. Tentu saja setelah pembiayaan guru honorer sdh terpenuhi secara optimal dan maksimal. Dg catatan tidak ada lagi sulap menyulap SPJ ataupun mark up anggaran/pembelanjaan.
15. Jawaban satu lagi Om... Gunakan wifi tanpa jaringan internet...
16. Bisa juga dg metode kaya' kita sekarang di grup ini. Kita menggunakan WA Group
17. Beli genset utk solusi masalah Listrik....
18. Usul sarpras surya panel, lebih ekonomois, rakit sendiri lihat di youtube
19. Tidak semua anak di sekolah saya yang orang tuanya memegang hp android, jadi ketika sekarang ada libur 2 minggu saya kasih tugas tiap hari lewat WA dengan mencantumkan hari dan tanggal dan meminta tolong agar temannya memberitahukan teman yang tidak punya hp tersebut. Tugas tentunya materi yang sudah dipelajari.
20. Betul, kami yg dipelosok negeri blm ada apa", tahnu lalu sdh ada bos afirmasi tp sampai saat ini blm ada info bos afirmasi cair atau dananya dikembalikan.
21. Atau temui Pemerintah kabupaten, OPD kominfo, esdm, PLN ... Minta saran terbaik dari para ahli disana, saran yang lengkap dan bisa di wujudkan, agar PBM yang diharapkan bisa terselenggara,...
22. Anak menulis pakai buku tulis yang ada, biarkan mereka berkarya...apapun tulisan mereka beri penghargaan, berikutnya akan lebih bagus lagi
23. Atau hubungi saya utk konsultasi perihal solusinya... Hehehehe izin ya Om jika ada yg mau ambil nomor ini....Ari Yunanda
24. Menurut saya tetep tidak efektif, apalagi medianya hanya menggunakan chat whatsapp, karna konsentrasi anak akan jauh berbeda dengan ketika tatap muka.
25. Peran guru sangat diharapkan. Karena internet hanya malam 1.materi yang akan diajarkan di download dulu. Jadi ketika di kls. sdh bisa di sampaikan secara off line.
26. Pembelajaran secara online. Karena internet hanya pada MLM. Kita bisa pembelajaran secara online MLM hari. itulah kemudahan teknologi tak ada lagi batasan waktu dan jarak.semua bisa dikafer. Tergantung kreatifitas dan bagaimana kita menyikapi sebuah kekurangan
27. ajukan proposal untuk program CSR kebeberapa perusahaan, ad bbrp yg mw suport full ttg peningkatan fasilitas sekolah, bahkan sampai proses penjaminan mutu sekolah sebut sajah PT. A*&$#🤭
28. Jika sarana pendukung (listrik,koneksi internet,komputer/lptop) sdh siap langkah selanjutnya adalah mempersiapkan guru2 yang akan menyampaikan materi secara daring.komunikasikan media apa yg cocok digunakan. Apakah pakai aplikasi e-learning yg sdh ad atau media lain yg dirasa mudah diterapkan
29. Pembelajaran dlm jaringan saat ini sangat penting diterapkan.trutama utk stuasi2 tertentu.
30. Buat form lembar tugas , ala agenda ramadhan,, bagikan kpd siswa, Jika tdk ada perangkat...
31. Hal yang saya lakukan mengajukan proposal untuk mohon bantuan kepada pemerintah minimal dinas pendidikkan untuk ikut membantu demi kemajuan pendidikkan dan berkualitas.
32. Siswa bisa belajar computational thinking
33. materinya ada di buku Informatika yang diterbitkan Penerbit ANDI Yogyakarta
34. Saya setuju sarana & pra sarana sangat dibutuhkan utk pembelajaran daring apalagi daerah yg belum terjangkau internet perlu dipersiapkan oleh pemerintah/masyarakatnya terlebih dahulu.
35. mkasih KesempatannyOm J. menurut pengamatan dan pengalaman lama, ada 3 cara yg dpt ditempuh: 1. Japen 2 jamen dan 3. Japang. Japen: libatkan pemuka kampung/ msy kaya dg infak wajib 1 HP untuk mendanai satu rumah warganya yg sekolah. 2. Dengan menjalankan sumbangan sukarela ke perantau Maluku di luar daerah di perkumpulannya. 3. jangka panjang, pembrrdayaan warga kampung sendiri dengan sistem simpanan bajapuik berupa beras genggam atau uang recehan, di gabung perpekan lalu dibelikan hp dg sistem arisan . cara pertama telah dilakukan oleh pemuka msyrkt Pandam Gadang suliki di saat membiayai kuliahnya Tan Malaka ke Belanda, atas usul Bu Horensma, nama yayasan itu Engkufonds..
36. Apakah siswa sebagian besar punya HP? Jika YA : Berikan tugas membuat vlog 5 menit apa saja yg mereka pelajari sesuai materi per hari. Bentuk tugas bisa individu/kelompok. File video dikumpulkan ketika masuk sekolah. Jika TIDAK : Siswa diminta mengumpulkan resume/mind mapping materi per hari di selembar kertas/di buku catatannya.
37. Saya mencoba menceritakan pembelajaran yang digagas sekolah TK anak saya: sekalipun ditempat kami berada saat ini listrik dan jaringan cukup baik, namun kondisi ekonomi yang beragam membuat pembelajaran daring sulit untuk dilakukan. Solusi dari sekolah adalah memberikan cetak tugas kepada orang tua, dan orang tua diminta bekerjasama mengatur ritme belajar siswa. Demikian pengalaman yang saya peroleh dari sekolah anak saya.
38. Ditempat saya banyak sekolah dan sd, smp, dan sma yg tidak terjangkau oleh sinyal enternit d listrik.. Tetapi dtahun 2019 mereka jg bisa melaksanakan unbk... Dengan adanya kontrak pemda dengan pln d TELKOMSEL... Daerah saya Balangan kaya dengan tambang batubara..
39. Ini om jay, contoh dedikasi guru tanpa sinyal....nyari sinyal sampe pinggir laut☺👏👏👏
40. Kalau mnurut saya...kita harus memperhatikan karakteristik siswa. Contohnya d sekolah saya tidak semua siswa punya hp...kadang ada yg punya hp namun paket datanya g ada... Karean perekonomian kita yg berbeda beda...
41. Kita tidak bisa memaksakan satu metode ke semua siswa...dan juga kita harus bersikap adil...
42. Apalagi mengingat hanya d liburkan selama 2 minggu...kurang lebih kita hanya kehilangan 2-3 kali pertemuan... Biarlah siswa belajar dengan cara mereka sendiri... Cukup hanya pemberian tugas/pr utk memperdalam materi yg telah lalu 🙏🙏
43. Kalau di SD, libur 2 minggu, berarti guru kelas kehilangan 12 pembelajaran (krn 1 hari 1 pembelajaran)
44. menurut saya cara yg paling efektif adalah dengan membuat kumpulan lembar kerja peserta didik untuk setiap harinya. karena pengalaman stelah sehari ini mengadakan kelas virtual masih ada beberapa siswa dan orang tua yg belum memberikan perhatian terhadap tugas online yg diberikan.
45. Saya kab.Balangan..Kalsel.. Kab. Baru dresmikan.. Dekat dengan wacana ibu kota pindah.. Itu sekitar 30 km dari tempat saya.. Dtempat saya masih banyak masyarakat nya yg tdk tersentuh dgn pendidikan.. Aparat d pegawai nya rata 2 pendatang.. Bahkan hampir sama 80 persen dari jawa..
46. Kebetulan ditempat kami jaringan internet lumayan stabil tp sarana tdk memadai. Tdk semua wali murid punya HP jd utk pembelajaran daring kita kesulitan. Solusi yg kita ambil memberikan tugas utk d kerjakan d rmh.
47. Menurut saya,,, saya juga mengajar didaerah yg jaringan boleh dikatakan tidak ada,,, hal yang saya lakukan adalah saya bekerjasama dg orang tua,,,, meminta orang tua memantau anaknya dalam belajar,,, buku belajar saya berikan ke anak, setiap hari anak menulis informasi penting yg terdapat pada bacaan yg dibacanya dg bahsa sendiri,,, sehingga 12 hari libur berarti siswa tetap belajar,,,namun setiap hari kita kontrol orang tua dg nelfon atau sms,,,, karna ada sebagian orang tua hp nya tidak ada wa,,,memang butuh usaha dan pengorbanan,,, nanti kalo sudah skolah kita lihat semua tugas siswa,,, mana yg rasanya kurang dipahami anak, itu yg kita diskusikan,,,
48. Menurut saya guru merencanakan dulu tugad yg akan diberikan. Dan fi share lewat WA. Jika tdk punya hp diberitahu teman yg rumahnya dekat ( sebagai pendidikan karakter.) Peserta didik mengerjakan tugas. Dan dikumpulkan jika sudah masuk sekolah. Jika listrik tdk ada. Datang ke tetangga terdekat. Dan minta ijin yang punya listrik dan jaringan Wi-Fi . Untuk menyelesaikan tugas. Karena ekonomi peserta didik berbeda antara satu dengan yg lainnya. 🙏🙏🙏
49. Hhmm..iya bu saya lupa mempertimbangkan yg SD. Walaupun demikian menurt saya juga tidak perlu dipaksakan merekan utk belajar...apalagi masih SD..mnurt perkembangannya...meman masa2 mereka sangat gemar utk bermaian...apak efektif jika digunakan metode daring ke mereka?
50. Kalau di saya tidak efektif. Krn gurunya saja tidak paham ttg pembelajaran daring, sekalipun pakai WA. Apalagi siswanya. Latar belakang ortu sebagian besar petani. Yg punha hp android dalam satu kelas, paling 2 - 3 orang tua. Anak tidak punya sama sekali.
51. anak didik bekerja sesuai hobinya permapel dalam bentuk karya keterampilan jadi dan bentuk laporan tertulis sederhana langkah kerjanya.
52. Iya kalo daring,,, tidak bisa dilakukan didaerah terpencil seperri skolah saya,,,, orang tua ajja bnyak yg gak ada android cuma hp tulalit
53. Metode daringnya lewat WA aja, diberi tugas orangtuanya juga ikut menyimak dan membimbing, kalau anak sudah menyelesaikan tugas dari guru orangtua langsung menandatangani.
54. Di daerah sy, kebanyakannya buku siswa tidak dibawa pulang oleh siswa. Ada bbrpa pertimbangan khusus. Termasuk raport juga. Disimpan di sekolah.
55. Belajar sambil bermain saya rasa masih efektif untuk anak di tingkat sekolah dasar.
56.  saya sengaja memberi tugasnya lewat WA biar ortunya juga ikut berpartisipasi krn tugas saya usahakan tiap hari, sejauh ini walau masih satu hari orang tua selalu respon dan menyetor hasil tugas anaknya, tentunya ada tanda tangan ortunya, semoga lancar sampai 2 minggu kedepan. Dan ketika nanti masuk tugas anak2 lengkap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id


Instagram @brianprasetyawan

Facebook Raimundus Brian Prasetyawan