Buku Perdana

Menu Pilihan

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie



Pelatihan belajar menulis PGRI bekerjasama dengan KSGN kembali membuka gelombang baru. Kali ini sudah memasuki gelombang 17 yang diadakan sejak 4 Januari 2021. Saya bersyukur kembali dipercaya Omjay untuk menjadi salah satu narasumbernya. Sebelumnya saya sudah menjadi narasumber di gelombang 12, 15, dan 16. Kali ini saya menjadi narasumber untuk pertemuan ke 11 yaitu tanggal 27 Januari 2021. 

Baca Juga: Menjadi Narasumber Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang 16

Saya mengangkat tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Saya mengambil tema tersebut untuk menepis stigma bahwa menerbitkan buku itu susah diwujudkan. Kini ada banyak penerbit indie yang pasti menerbitkan naskah menjadi buku, tidak ada penolakan naskah. Proses penerbitan juga cepat, sekitar 1-2 bulan. Tentu ini menjadi solusi bagi penulis pemula yang ingin memiliki karya buku.

Di pertemuan ini saya juga menawarkan bantuan menerbitkan buku. Saya memiliki penerbit rekanan yang tentu tidak diragukan pengalaman dan performanya.

Silakan baca: Butuh Bantuan Menerbitkan Buku ? Disini Tempatnya !

 


Pada sesi tanya jawab, banyak peserta yang bertanya. Hingga pukul 21.00 masih tersisa 8 pertanyaan yang belum dijawab. Maka pada postingan ini saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pertanyaan 1

Assalamu Alaikum 

Saya Amiruddin dari Maros Sulawesi Selatan

Selamat Malam Mas Bryan..

Wah Semangat Baru nih dalam menerbitkan buku,  Selain fasilitas yang ada, apa ada fasilitas lain misalnya membantu promosi buku yang sudah terbit, dan bagaimana proses penjualan kalau misalnya buku kita itu akan diambil sebagai buku bahan listerasi di sekolah, maksud saya mengenai kuitansi pelaporannya?

terima kasih. ( Maaf sudah mengarah ke marketing)

Jawab:

Penerbit rekanan saya memang juga membantu promosi, tapi hanya posting ke Instagram dan Facebook saja. Kita tidak bisa mengandalkan penjualan dari promosi yang dilakukan penerbit indie. Penulis sendiri yang harus gencar melakukan promosi jika ingin bukunya laris terjual. Itulah konsekuensi jika kita menerbitkan di penerbit indie. Naskah kita pasti diterbitkan dan prosesnya cepat. Namun untuk pemasaran, penulis yang harus banyak berjuang. 

Jika buku akan dibeli oleh sekolah, silakan nanti bisa bilang ke saya untuk minta kuitansi  ke penerbit.

Pertanyaan 2

Selamat malam  Pak Brian

Izin bertanya. 

Apakah dalam penerbit Indie (penerbit rekanan bapak), bisa melakukan dropship buku kepada pemesan. Dan bagaimana sistemnya? 

Terimakasih­čÖĆ­čĆ╗

Tri dari Kepri

Jawab:

Lebih tepatnya Pre Order pak. Jadi bapak harus mengumpulkan dulu minimal 10 pemesan. Lalu setelah itu bilang ke saya untuk cetak 10 buku. Setor juga 10 alamat pemesan ke saya. Nanti penerbit yang akan mengirim ke 10 pemesan tersebut.


Pertanyaan 3

Selamat malam pak Brian....

Tips mengenali Penerbit dan manfaat dari ISBN

Makasih dari Aida Depok

Jawab:

1. Mengenali penerbit maksudnya bagaimana ? Mungkin mengenali penerbit yang dapat dipercaya ya ? Saya kenal penerbit dari cari-cari sendiri di Instagram.  Kalau versi saya, penerbit yang dapat dipercaya itu namanya tercantum di web ISBN (isbn.perpusnas.go.id)  dan dilihat Tahun terbit buku terbarunya. Misalkan sekarang tahun 2021, maka harusnya buku terbarunya terbit di tahun 2021. Itu memandakan penerbit itu masih aktif.  Penerbit rekanan saya tercantum di web ISBN dengan nama Keira Publishing. Karena Keira Publishing merupakan induk dari Penerbit Gemala.

2. Manfaat ISBN. 

Pada dasarnya ISBN merupakan nomor identitas untuk sebuah buku. ISBN menunjukkan buku itu telah terdaftar di Perpusnas dan otomatis akan menjadi koleksi perpusnas. Wah... senang kan kalau buku kita ada di perpusnas ? Kemudian Buku juga akan tercantum di web ISBN sehingga buku kita jelas keberadaannya. Selain itu juga menunjukkan bahwa buku tersebut telah melewati proses penerbitan yang benar

Dengan demikian, buku ber-ISBN membuat buku kita lebih dipercaya oleh konsumen .Dalam kenaikan pangkat guru PNS, buku ber-ISBN memiliki poin yang lebih tinggi dibanding buku tidak ber-ISBN


Pertanyaan 4

Assalamualaikum..

Salam Super  Mr Brian...

Etin Suryani Jabar

Izin bertanya:

Terkait hasil resume peserta pelatihan menulis gel.17

1. Apakah dari  20 judul  resume itu menjadi 20 kumpulan sub judul buku solo peserta?

2. Apakah dari 20 resume itu perlu dikelompokan berdasarkan Tema ,ketika akan dijadikan buku solo?

Terimakasih

Jawab:

1. Iya betul. 20 resume akan menjadi 20 bab pada buku solo peserta. 

2. Nah kalau ini terserah penulis. Boleh dikelompokan berdasarkan tema. Boleh juga acak. Yang penting ada 20.


Pertanyaan 5

Selamat malam pak Bryan.  Saya Heri di Jogja.Maaf mau bertanya apakah 2 buku cetak itu dikirim ke penulis semua atau hanya satu dan satu lagi dikirim ke perpusnas karena juga ber-isbn.

Siapa yang menentukan harga buku kita ?

 apakah buku yang diterbitkan melalui penerbit indie, ada kemungkinan masuk ke toko buku.

Jawab:

1. 2 buku cetak itu untuk penulis semua. Karena penerbit sudah otomatis mencetak 2 eksemplar untuk perpusnas dan 1 eksemplar untuk perpusda Depok (penerbit berlokasi di Depok)

2. Yang menentukan harga adalah penulis sendiri. Misal harga cetak buku 30.000. Silakan Pak Heri tentukan harganya sendiri. Misalnya 50.000. Berarti Pak Heri mendapat untung 20.000

3. Bisa saja masuk ke toko buku. Tapi penulis yang memasukkan sendiri ke toko buku. Penerbit indie tidak melayani pemasaran ke toko buku. 


Pertanyaan 6

Assalammualaikum pak .

Saya Dewi Elfia dari Smpn 16 padang, Sumbar. Saya mau bertanya kalau secara pribadi minta tolong di edit dan ditambah biayanya apakah bisa pak karena saya penulis pemula belum pernah terbit buku dan ingin sekali cetak buku.

Jawab:

Baik... jika ada permintaan pribadi untuk mendapat fasilitas editing, bisa bu. Tapi betul biayanya jadi bertambah. Biayanya menjadi 750.000, dan penulis mendapat 8 buku.


Pertanyaan 7

Saya Dadang Huzazi dari Lebak Banten. 

Mau minta tips, bagaimana cara memasarkan buku yang ditebitkan lewat penerbit indi. Karena Laku tidak nya buku yang kita tulis, ditentukan penulis itu sendiri.

Jawab:

Betul pak. Pemasaran dilakukan oleh penulis sendiri. Kalau saya tentu lewat media sosial. Share ke grup-grup WA. Istri saya juga bantu share di media sosialnya. Saya juga bikin promo diskon. Berikan sebagai hadiah kepada pejabat-pejabat lalu foto bareng. Sehingga kita seperti di endorse oleh pejabat hehe.

7 Komentar untuk "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie"

  1. Mantafff sekali pak Brian atas penjelasannya.
    Saya juga pengen menerbitkan buku solo ... Tp blm sempura kurang dikit ...

    BalasHapus

  2. Ilmu yg bermanfaat. Terimakasih telah berbagi

    BalasHapus
  3. Masih memilih-milih untuk penerbit indie. Karena pertimbangan tidak cuma ingin segera memiliki buku karya sendiri. Tetapi, juga kualitas dalam cetakan, budget juga. Mencerahkan pak. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah betul pak. Setiap penerbit indie memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda.Maka harus dipilih dengan pertimbangan matang. Karena setiap penulis memiliki pertimbangan sendiri dalam memilih penerbit

      Hapus
  4. Terimakaish infonya Pak Brian
    Sehat Selalu

    BalasHapus
  5. Master Brian, trimks infonya keren...

    BalasHapus
Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel