Buku Perdana

Menu Pilihan

Pelatihan Menulis KSGN (4): Menjadi Trainer Tahan Banting




Pelatihan hari keempat diisi sendiri oleh salah satu pendiri Komunitas Sejuta Guru Ngeblog yaitu Wijaya Kusumah dan sering dipanggil Om Jay. Beliau memiliki beberapa blog salah satunya www.wijayalabs.com. Om Jay juga kerap memposting tulisan resume peserta pelatihan menulis online di blog yang lain yaitu https://omjaylabs.wordpress.com. Pada pertemuan ini Om Jay berbagi kisah pengalamannya ketika menjadi seorang trainer. Beliau memang baru saja menjadi trainer di Bengkulu.

Diawal, Om Jay menekankan perlunya stamina yang luar biasa. Dari pagi hingga sore hari harus kuat bertahan selama 8 jam dalam sehari, bila pelatihannya dari jam 08.00 sampai 16.00. Untuk menjaga stamina tubuh bisa dengan banyak berolahraga. Selain itu juga harus bisa mengelola waktu dengan baik. Ingatlah selalu bahwa menulis itu menyehatkan jiwa dan raga kita. Mereka yang suka menulis akan jauh dari berbagai penyakit asalkan tahu caranya.

Om Jay memiliki cara tersendiri menjaga stamina tubuh yaitu dengan menyayangi istri sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Dengan pasangan suami istri akan saling melengkapi dalam hidup ini. Cinta sejati itu membuat sepasang suami istri tak pernah loyo walaupun banyak masalah yang dihadapinya. Menurut saya, stamina yang dimaksud berupa dukungan secara mental. Dukungan dari orang yang dicintai tentu memberi tambahan energi.

Om Jay kemudian menampilkan sebuah tulisan berjudul CIPTAKANLAH KEBIASAAN HARIAN UNTUK SUKSES. Tulisan tersebut ditulis oleh Fahd Al-Ahmad. Dari tulisan tersebut saya menyimpulkan bahwa dalam satu hari kita harus menentukan berapa menit yang digunakan untuk melakukan kebiasaan baik. Terkait pelatihan ini maka kebiasaan baik yang dimaksud adalah menulis. Saya pernah menerapkannya saat mengikuti tantangan menulis 30 hari di guru siana. Saya menetapkan untuk menggunakan waktu 1 jam dalam sehari untuk menulis. Bahkan saya juga menentukan pukul berapa saya harus menulis.

Lebih lanjut, Om Jay menjelaskan cara membagi waktu. Dari 24 jam waktu dalam sehari, Om Jay membaginya dalam 3 waktu. Dunia nyata, dunia maya dan dunia mimpi. Kita harus membaginya secara proporsional. Waktu di dunia nyata jelas harus lebih banyak daripada dunia maya dan dunia mimpi. Kalau ketiga waktu itu bisa kita kelola dengan baik, maka kita akan sukses dunia dan akhirat.

Om jay mengibaratkan membaca dan menulis seperti makan dan minum. “Stamina saya selalu sehat dan saya bisa membagi waktu saya untuk membaca dan menulis. Sebab keduanya seperti makan dan minum. Bila tak makan dan minum saya akan kelaparan. Begitu pula bila tidak membaca. Saya akan kehilangan kata kata. Sebab mereka yang bisa menulis karena rajin membaca. Rabun membaca lumpuh menulis. Begitulah pesan dari penyair terkenal Taufik Ismail.” Kata  Om Jay

Om Jay juga menyampaikan tanggapan atasan/pimpinan tempat beliau mengajar tentang aktivitas Om Jay yang padat. Ternyata mereka sangat mendukung asalkan tidak meninggalkan kelas. Oleh karena itu Om Jay terbiasa menerima job hari sabtu dan minggu atau setelah pulang sekolah.

Menurut beliau, menjadi trainer itu harus mampu memberikan contoh dan keteladan yang baik. Pimpinan sekolah senang, istri di rumah juga mendukung. Om Jay selalu berkomunikasi dulu dengan istri ketika menerima pekerjaan sebagai trainer. Ketika istri kita ikhlas dan ridho melepaskan kepergian kita, maka rezeki akan lancar dan tidak ada yg merasa dirugikan. Jangan lupa membeli oleh-oleh untuk pimpinan sekolah dan rekan sejawat sehingga mereka juga senang mendengarkan cerita kita.

Belum ada Komentar untuk "Pelatihan Menulis KSGN (4): Menjadi Trainer Tahan Banting"

Posting Komentar

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel