Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

BUKU TERBARU

Buku Aksi Literasi Guru Masa Kini

Judul: Aksi Literasi Guru Masa Kini Penulis: Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd  Penerbit: Gemala  Tebal: viii + 94 halaman Tahun Terbit: M...

23 Maret 2020

Pelatihan Menulis KSGN (11): Guru Juga Bisa Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor. Ini Kuncinya !

gambar: freepik.com

Pelatihan menulis secara online melalui Whatsapp group telah memasuki pertemuan ke-11 pada Senin, 23 Maret 2020. Topik yang dibahas adalah Mengirim dan Menerbitkan Buku di Penerbit Andi. Seharusnya narasumber yang memberi materi adalah Bapak Edi S Mulyanta dari Penerbit Andi. Namun beliau sedang berhalangan hadir. Maka, Om Jay yang menggantikan beliau. Om Jay  pernah menerbitkan buku di Penerbit Andi, sehingga beliau bisa berbagi pengalamannya kepada peserta grup pelatihan menulis.

Awalnya Om Jay menanyakan apakah ada peserta yang pernah menerbitkan buku di penerbit mayor. Ada yang menjawab "belum". Memang saya perhatikan teman-teman peserta grup pelatihan ini ada yang sudah menerbitkan buku, tapi sebagian besar menerbitkan di penerbit indie. Artinya mereka membiayai sendiri proses penerbitannya. Hal tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Om Jay. Banyak guru yg seringkali tidak sabar untuk menerbitkan bukunya sehingga mereka keluar banyak uang untuk menerbitkan bukunya (melalui penerbit indie). Padahal guru yang justru seharusnya mendapatkan uang dari buku yang diterbitkannya.

Menurut beliau, banyak dari kita sebagai guru belum siap menerbitkan bukunya di penerbit besar atau mayor sehingga penulisnya diisi oleh dosen dosen di perguruan tinggi. Mengapa bisa seperti itu ?  Persoalan utamanya bukan karena guru tidak ada waktu tapi guru belum dilatih untuk membuat dan menerbitkan buku ajar.

Untuk membangkitan motivasi peserta, Om Jay mengirimkan file mengenai besaran royalti yang diterima dari Penerbit Andi. Nominalnya sungguh fantastis, mencapai puluhan juta rupiah ! Setelah saya perhatikan, kunci untuk mendapat royalti sebesar itu adalah jumlah buku yang terjual harus mencapai ribuan eksemplar. Melihat besarnya royalti tersebut, peserta menjadi mulai berani bermimpi untuk menerbitkan buku di penerbit mayor.

Selanjutnya Om Jay mengirim link tulisannya di kompasiana dan meminta peserta memberi kesimpulan. Tulisan tersebut berisi tentang kegiatan penyusunan buku Informatika yang dilakukan oleh tim guru TIK PGRI. Ada empat buku yang diterbitkan di Penerbit Andi.


sumber gambar: andipublisher.com


Kesimpulan dari Om Jay yaitu intinya guru harus mampu berkolaborasi dengan guru sekolah lainnya dan berkumpul dalam wadah organisasi guru. Sehingga mampu membuat karya agung yang bisa digunakan untuk semua sekolah. Karena itulah penerbit besar mau menerbitkannya karena memang layak jual dan mendatangkan keuntungan di kedua belah pihak. Maka kunci agar guru bisa menerbitkan buku di penerbit mayor adalah guru harus dibiasakan membangun supertim dalam pembuatan buku ajar. Sudah tidak jamannya lagi kita menjadi superman. Apalagi hanya memperkaya dirinya sendiri saja.

Om Jay juga memberi tahu petunjuk teknis dalam penerbitan. Beliau sampaikan bahwa sebelum diterbitkan biasanya ada SPP yang harus ditanda tangani antara penerbit dengan penulis.

Seorang peserta bertanya mengenai kiat yang harus diterapkan untuk bisa lolos penerbit mayor. Untuk hal itu, Om Jay menyarankan agar kita mengakses web penerbit. Biasanya penerbit memberi tahu cara dan jenis buku yang diinginkan.

Kesimpulan materi malam ini adalah untuk menulis dan menerbitkan buku di penerbit mayor perlu kolaborasi dan membangun supertim dalam wadah organisasi profesi guru yang kredibel dan sudah berpengalaman.

10 komentar:

  1. Mntul dan terus semangatt Pak Brian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Bu sudah berkunjung dan berkomentar. Bikin semangat terus

      Hapus
  2. Mantap pak bro,,,, gak ngutang lagi hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha masih inget aja Pak Naf, jadi malu hihihih. Sekarang saya udah tobat. Nggak mau ngutang lagi hahaa

      Hapus
  3. Manfaat nih, Mas.
    Tapi memang betul sih, semua bisa dengan cara dilatih ya, Mas.
    Semoga semakin banyak guru yang bisa menerbitkan bukunya di penerbit mayor.

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id


Instagram @brianprasetyawan

Facebook Raimundus Brian Prasetyawan