Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

25 Juni 2018

Blogger Jaman Old vs Jaman Now

Juni 25, 2018


Awal tahun ini saya join grup blogger di facebook, namanya BLOGGER INDONESIA. Iya harus huruf kapital karena kalau pakai huruf kecil, beda lagi grupnya. Ditengah langkanya grup blogger yang aktif, saya cukup senang karena member grup tersebut masih aktif membahas tentang ngeblog. Biasanya grup blogger yang masih aktif hanya menjadi wadah share artikel atau cuma pada ngiklan jasa/produk.

Maka, Grup BLOGGER INDONESIA ini yang menurut saya masih asik untuk diikuti. Setelah saya simak perbincangan para membernya, saya menyimpulkan ada tiga topik besar yang dibahas

1. tutortial ngeblog (termasuk SEO)
2. tips google adsense
3. Blogwalking



Dari grup itu, saya juga menyadari ternyata masih banyak orang yang mau memulai ngeblog. Saya senang mengetahuinya. Terlihat dari berbagai pertanyaan yang cukup mendasar terkait ngeblog/SEO. Tapi entahlah, kadang ada juga yang udah master tapi pura-pura newbie haha.

Berikutnya saya mau membandingkan antara blogger angkatan lama (jaman old) dengan jaman now. Khusus blogger jaman now, saya hanya berkaca dari para blogger baru yang ada di grup BLOGGER INDONESIA. Jadi bukan bermaksud menggambarkan blogger baru secara umum.

Beda Motivasi 
Saya agak kurang sreg dengan motivasi ngeblog para blogger baru di grup itu. Ternyata kebanyakan motivasi adalah untuk mengejar penghasilan dari google adsense. Blog baru berapa bulan udah ngarep google adsense. Kemudian blog-blog mereka juga memiliki niche tertentu seperti kesehatan, teknologi, download, pendidikan, dll. Tema kontennya biasanya bersifat informatif seperti tutorial. Bukan sharing pengalaman/opini. Saya menjadi kurang menikmati blog seperti itu.

Itu sungguh kebalikan dari blogger angkatan lama. Tunggu, blogger angkatan lama itu batasnya tahun berapa ya? Hmm bagaimana kalau 2012 ke bawah ? setuju ? hehe. Kalau dahulu orang membuat blog memang karena ingin menulis, ingin share pengalaman/opini, ingin berkarya lewat blog. Mendapat penghasilan adalah bonus, karena yang diutamakan adalah konten.

Maka saya melihat kebanyakan blogger angkatan lama blog nya adalah blog personal. Sangat menyenangkan membaca kisah pengalaman, atau opini mereka. Ada juga sih blogger angkatan lama yang kurang sreg motivasinya . Mereka adalah yang membuat blog karena hanya sekedar tugas sekolah atau kuliah. Bener kan ? hehe. Biasanya blog seperti itu nggak bertahan lama.

Pergeseran makna blogwalking
Nah ada satu hal baru yang saya temui dari grup ini. Cara mengajak blogwalking (bw) blogger jaman sekarang ternyata beda. Lihat saja gambar ini



Nah loh bingung nggak tuh bacanya ? Bahsanya kayak anak IG haha.
Kenapa bahasa mengajak blogwalkingnya seperti itu ? karena blogwalking bagi mereka tujuannya bukan sekedar silaturahmi tapi untuk saling meningkatkan penghasilan adsense lewat klik iklan atau melihat iklannya (impression). Berbeda dengan blogger angakatan lama yang blogwalking untuk silaturahmi, saling berkomentar, bahkan menjalin relasi atau menambah teman.

Survey lewat postingan
Melihat tingginya minat blogger terhadap adsense di grup itu, saya menjadi berpikir. Apakah saya sudah sangat ketinggalan karena baru pasang adsense setelah ngeblog 8,5 tahun ? Dari pertanyaan itu, saya membuat postingan berjudul Baru Pasang Google Adsense Setelah Ngeblog 8,5 Tahun !. Kemudian, dari postingan itu saya bisa sekalian survey pendapat dari komentar-komentar yang ada. Beberapa blogger berkomentar, ternyata mereka juga baru memasang adsense setelah bertahun-tahun ngeblog. Ada juga yang udah nggak mikirin adsense. Nah dari situ saya menjadi punya pandangan lain. Tidak ada istilah terlambat memasang adsense. Bahkan masih berlaku bahwa blogger tidak harus mengejar adsense. Itu balik lagi dari kemauan sang blogger itu sendiri.


salah satu komen yang bikin adem 

Saya salut kepada teman-teman blogger yang masih mempertahankan motivasi ngeblog karena memang hobi/minat. Semoga semangat ngeblog kita tidak pernah padam !!!




17 Juni 2018

Mendapat Uang Dari Kompasiana

Juni 17, 2018
Selain di blog blogspot ini, saya juga menulis di kompasiana. Namun menulisnya memang tidak seintensif seperti di blog ini. Walau begitu, saya senang karena tetap mendapat apresiasi dari kompasiana. Apresiasi tersebut dalam bentuk uang. Bagaimana ceritanya. Simak yang berikut ini

Monthly Reward

gambar: kompasiana.com

Sore itu di bulan Juli 2017, saya berbaring di kasur. Pulang kerja memang paling enak rebahan di kasur. Seperti biasa saya buka hp dan satu per satu saya cek mulai dari Whatsapp, instagram, facebook, sampai twitter. Nggak ketinggalan juga saya cek email yahoo. Saya sih iseng buka aja, kalaupun ada email masuk paling email subscribe-an seperti dari facebook, youtube, twitter dll. Namun kali ini ada satu email masuk yang berbeda. Nama akunnya adalah Pengelola Kompasiana. Wah apa isinya ya

Ternyata saya terpilih menjadi salah satu pemenang monthly reward Kompasiana !!

sebuah email bersejarah hehe

Postingan pengumuman pemenang ada di link ini: http://www.kompasiana.com/kompasiana/inilah-4-kompasianer-yang-mendapat-penghargaan-bulan-juni-ini_595cbdbc9351354b57027424

Wah saya nggak nyangka. Padahal saya termasuk jarang aktif di kompasiana. Saya juga tidak pernah mendaftarkan artikel saya untuk ikut program tertentu. Program reward ini saja saya baru tahu.

Lalu kenapa saya terpilih ? Sebentar saya jelaskan dulu apa itu monthly reward. Jadi monthly reward adalah program dari kompasiana dimana akan ada empat kategori pemenang. Kategori tersebut adalah kompasianer teraktif, kompasianer terpopuler, karya fiksi pilihan, dan artikel pilihan bulan ini.

Saya meraih reward untuk kategori artikel pilihan bulan ini. Nah terjawab sudah, saya menang berkat artikel yang saya posting berjudul "Penanda Titik Lokasi di Google Maps Salah? Mari Betulkan!" Program ini memang tidak perlu mendaftarkan diri. Syaratnya  akun kompasiana terverifikasi hijau/biru. Tim dari kompasianalah yang diam-diam memilih para pemenang itu.

Lalu apa hadiah yang didapat ? hadiahnya berupa uang sejumlah 500 ribu ! Wih lumayan juga.
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kompasiana. Setidaknya itu membangkitkan semangat untuk menulis lagi di kompasiana.

Sayangnya program monthly reward ini sudah tidak ada lagi. Terakhir adalah Maret 2018. Namun bukan berarti reward berupa uang berhenti. Reward tersebut dilebur dengan program baru yaitu K- Reward


2. K-Reward
gambar: kompasiana.com

Seperti yang tadi dibahas, ini merupakan program baru dan bisa dikatakan penerus monthly reward. Program ini pertama kali berlangsung pada Februari-Maret 2018. Peraih reward ditentukan dari jumlah pageview seluruh postingan yang dimiliki. Pageview yang dihitung hanya selama periode reward ini.  Kali ini saya telat mengetahui program ini. Tidak ada pemberitahuan email juga dari kompasiasna. Saya baru tahu beberapa minggu setelah pemenangnya diumumkan. Terdapat puluhan orang peraih reward ini. Saya seharusnya mendapat reward ini, karena ternyata saya juga termasuk peraih reward ini. Walaupun hanya mendapat 74 ribu hehehe.

saya harusnya dapat 😢


Lihat postingan pengumuman pemenangnya:
 https://www.kompasiana.com/kompasiana/5ab4fdefdd0fa818806302f2/inilah-deretan-kompasianer-yang-berhak-meraih-pendapatan-dari-program-k-rewards

Sayang sekali saya telat mengetahuinya. Namun syaratnya agak ribet sih. Harus mengaktifkan e-cash bank mandiri. Benar-benar saya harus ikhlas.

Tidak seperti monthly reward yang ada setiap bulan, K-reward diadakan secara tentatif. Jadi tidak pasti setiap bulan. Hingga tulisan ini diterbitkan, K-reward baru dua kali diadakan. Periode ke 2 yaitu selama bulan Mei 2018. Untuk tahu periode selanjutnya, harus rajin ngecek postingan mimin kompasiana. Jangan sampai ketinggalan info !

16 Juni 2018

Kilas Balik Piala Dunia 2006: Dari Teamgeist sampai Tandukan Zidane

Juni 16, 2018
wikipedia



Kembali pada postingan kilas balik piala dunia (PD). Sebelumnya sudah saya posting kilas balik edisi 2002 maka sekarang edisi 2006. PD 2006 berlangsung pada 9 Juni - 9 Juli 2006. Jerman bertindak sebagai tuan rumah. Sebanyak 12 stadion digunakan untuk perhelatan akbar ini. Waktu itu siaran di Indonesia dipegang oleh SCTV.
Namun, tidak banyak hal berkesan/yang saya ingat dari PD 2006. Beberapa yang teringat, saya kira di PD 2006, ternyata di PD 2010. Berikut ini beberapa hal yang membekas bagi saya dari PD 2006:

Teamgeist
wikipedia

Bagi saya, ini pertama kalinya nama bola begitu populer  Dahulu saya kira itu pertama kalinya bola piala dunia diberi nama. Ternyata sejak dahulu bola piala dunia ada namanya. Teamgeist menunjukkan adanya banyak perubahan pada sebuah bola sepak. Terlihat bahwa kemajuan teknologi sudah masuk pada teamgeist. Hal yang sangat terlihat adalah jumlah panelnya. Bola tradisional menggunakan 32 panel. Teamgeist hanya 14 panel dengan bentuk balling-baling.


Lagu Tema
Lagu tema piala dunia 2006, Celebrate The Day, memang masih kalah populer dari waka-waka. Namun setidaknya saya masih ingat lagu yang dibawakan oleh Herbert Grönemeyer itu. Musiknya enak didengar. Ketika lagu itu diputar, langsung memori saya menuju PD 2006. Buat saya lagu itu berhasil menjadi lagu tema PD 2006

Banyak Debutan
PD 2006 juga menghadirkan cukup banyak negara yang baru pertama kali ikut (debutan) piala dunia. Ada delapan negara yaitu Serbia-Montenegro, Ukraina, Ghana, Republik Ceko, Trinidad-Tobago, Pantai Gading, Angola, dan Togo

Italia Juara
indosport.com

Walaupun selalu diperhitungkan, Italia tidak dipandang sebagai kandidat kuat juara piala dunia 2006. Pasalnya, persepakbolaaan negara tersebut baru saja dilanda kasus caliopoli. Diperkirakan hal itu akan mempengaruhi performa mereka. Namun ternyata Gli Azzurri mampu menepis anggapan tersebut dengan tak diduga berhasil juara.


Tandukan Zidane
detik.com

Ini salah satu momen yang tak terlupakan, bahkan bisa jadi sepanjang sejarah piala dunia. Seluruh publik sepakbola dunia tahu momen tersebut. Tandukan Zidane kepada Materazzi. Ya aksi Zidane tersebut berbuah kartu merah untuknya.



14 Juni 2018

Kilas Balik Piala Dunia 2002: Dari Rambut Kuncung Ronaldo Sampai Gol Tercepat.

Juni 14, 2018
Menyambut Piala Dunia (PD) 2018, Saya ingin ikut menyemarakkan dengan membuat postingan tentang piala dunia. Kali ini temanya adalah kilas balik. Saya akan memulainya dari PD 2002. Mengapa 2002 ? Karena itu merupakan piala dunia pertama yang saya saksikan. PD 1998 dan 1994 saya sudah lahir sih. Tapi saat itu masih balita jadi ya nggak ngerti lah ya yang namanya nonton bola.

gambar: wikipedia

Tulisan kilas balik ini tak lepas dari pengaruh opini saya. Jadi silakan kalian berkomentar jika mempunyai kenangan tersendiri tentang PD 2002.

1. Fenomena Ronaldo
 Saat ini sosok sepak bola hebat mungkin disematkan kepada Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun di era 2002 tentu semua setuju kalau sosok fenomenal tertuju pada Ronaldo dari Brasil. Ya saat itu Ronaldo menjadi patokan pesepakbola hebat. Anak-anak jika ditanya, pasti ingin menjadi seperti Ronaldo.
gambar: www.dreamteamfc.com
Ditambah lagi, iya mempopulerkan gaya rambut kuncung sehingga iya makin terlihat beda dan unik. Bahkan salah satu sinetron Indonesia terinspirasi dari Ronaldo. Sinetron itu berjudul Ronaldowati. Diceritakan ada seorang remaja perempuan yang terobsesi ingin seperti ronaldo. Maka ia gemar bermain sepak bola, termasuk menggunakan kaos dan sepatu bola. Bahkan ia mencukur rambutnya hingga sama modelnya seperti Ronaldo !
Ronaldo membuktikan nama besarnya pada ajang tersebut. Ia menjadi top skor dengan 8 gol dan membawa Brasil juara.

2. Pertama di Asia dan di Dua Negara
PD 2002 merupakan Piala Dunia pertama yang diadakan di Benua Asia. Selain itu pertama kali juga tuan rumahnya dua negara yaitu Jepang dan Korsel. Masing-masing menyiapkan 10 stadion, sehingga total jumlah stadion yang dipakai ada 20. Banyak sekali. Biasanya cuma 9-12 stadion.
Saya pernah dengar bahwa penunjukkan negara Asia ini sebagai wujud pemerataan jatah tuan rumah. Sebelumnya Piala Dunia hanya di Benua Eropa dan Amerika. Setelah PD 2002, jatah tuan rumah pun digilir ke setiap benua. 2006 di Eropa, 2010 di Afrika, 2014 di Amerika.

3. Oliver Kahn
gambar: www.sportskeeda.com

Saya mencantumkan pemain asal Jerman ini sebagai kiper yang paling mencuri perhatian (Setidaknya bagi saya sendiri hehe). Tapi sepertinya anggapan saya tidak salah juga. Oliver Kahn dinobatkan pemain terbaik pada turnamen ini. Hal itu membuat Kahn menjadi kiper pertama dan satu-satunya pemain berposisi kiper sampai saat ini yang menjadi pemain terbaik di ajang Piala Dunia.
Kahn dijuluki The Titan karena posturnya yang tinggi besar. Dari wajahnya mungkin terlihat sosok yang keras dan galak. Namun itu semua justru menjadi ciri khas Kahn.
Penampilannya selama membela Jerman membuat saya mengidolakannya. Kalau main bola dan sebagai kiper, saya ingin keren seperti Kahn dan seperti Wakabayashi juga #lho 😂

4. Ato Kaz and Nik (the Spheriks)
Salah satu yang cukup membekas dari PD 2002 adalah maskotnya. Untuk pertama kalinya maskot piala dunia ada tiga. Buat saya nama dan penampakan ketiganya cukup keren dan terkesan futuristik.

gambar: http://acopadascopas2014.blogspot.com


5. Bola Fevernova


gambar: medium.com

Selain maskot, bola yang digunakan juga cukup mudah diingat. Fevernova adalah nama bola pada ajang ini. Namun sebenernya dulu saya tidak tahu namanya, hanya tahu wujud bolanya saja. Namanya saya  baru tahu setelah searching di google hehe. Bola ini masih menggunakan 32 panel. Hanya saja coraknya berbeda dan cukup nyentrik dibanding bola yang digunakan di edisi-edisi sebelumnya, sehingga terkesan modern.


6. Kejutan Korsel dan Turki
Sebenarnya hal ini tidak saya sadari sewaktu menyaksikan PD 2002. Saya baru menyadarinya sejak saya benar-benar mengerti perkembangan dunia sepak bola (tahun 2005). Turki dan Korsel di atas kertas tidak diperhitungkan, walaupun Korsel jugabertindak sebagai tuan rumah. Namun di ajang ini cukup banyak kejutan. Prancis sang juara bertahan, tidak mampu lolos dari babak penyisihan grup. Turki bisa sampai semifinal. Korsel  lebih mengejutkan dengan mengalahkan Italia dan Spanyol di babak fase knock out hingga langkahnya berakhir di semifinal setelah kalah dari Jerman. Namun melejitnya Korsel memunculkan perdebatan dan kontroversi. Lihat beritanya

7. Gol Cepat Hakan Sukur
Ini adalah rekor gol tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia. Gol ini tercipta saat perebutan juara 3 antara korsel vs Turki. Turki langsung unggul 1-0 di detik ke 11 lewat Hakan Sukur. Saat peluit pertandingan dimulai, pemain Korsel terus mengoper ke belakang. Salah satu pemain kurang sigap mengontrol bola sehingga bisa direbut pemain Turki.

 


8. Jerman 8-0 Arab Saudi
Ini salah satu hal yang paling saya ingat dari PD 2002. Kehebatan Jerman sudah terdeteksi dari babak grup saat melawan Arab Saudi. Jerman pesta 8 gol ! Ini merupakan pertandingan dengan skor terbesar di PD 2002. Sepertinya juga masuk jajaran daftar skor terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia. Gol Jerman dimulai menit ke 20. Hingga Injury time babak kedua pun Jerman masih cetak gol. Miroslav Klose berhasil cetak Hattrick.




Itulah kenangan yang masih saya ingat dan menjadi kilas balik Piala Dunia 2002. Apakah kalian punya kenangan tersendiri tentang Piala Dunia 2002 ?

07 Juni 2018

Baru Pasang Google Adsense Setelah Ngeblog 8,5 Tahun !

Juni 07, 2018

Bagaimana reaksi kalian setelah baca judul postingan ini ? Heran ? ingin "mencaci maki" ? Tunggu...... Sabar duluuuu 😅.

Iya saya sendiri juga bingung. Kenapa saya baru sadar pasang adsense. Kalau blogger yang ngeblog sudah selama itu mungkin sudah jadi full time blogger dan rutin mendapat penghasilan bulanan dari adsense. Sedangkan saya baru memulai mengais receh dari adsense.


sumber: oketekno.com

Setelah dipikir-pikir mungkin ini penyebabnya:

Pertama mungkin karena motivasi ngeblog. Ya saya ngeblog memang karena suka saja. Suka karya tulisan saya dibaca/diapresiasi orang-orang atau bahkan bisa membantu orang lain. Jadi ngeblog memang untuk menyalurkan kepuasan saja. Puas kalau sudah posting 1 tulisan, senang kalau ada yang mengomentari. Sampai situ saja buat saya sudah cukup, tidak perlu sampai harus mendapat penghasilan.

Namun apakah saya benar-benar buta dengan adsense ? Eits.... jangan salah. Dulu saya pernah memasang iklan dari berbagai situs penyedia iklan PPC seperti adsensecamp dan kumpulblogger. Dulu dua situs itu yang memang lagi hits. Google adsense pun saya tahu namun hanya sekilas saja. Saya belum pasang google adsense karena saya kira akan ribet syaratnya, seperti harus pakai paypall. Setelah memasang iklan PPC saya sempat semangat memonetize. Namun setelah beberapa lama, saya jenuh karena nggak sampai-sampai ke batas minimal payout. Hasil klik bergerak lambat. Akhirnya saya copot semua iklan PPC itu.

sumber: binelteam.blogspot.com 

Kalau saja motivasi ngeblog saya untuk dapat penghasilan, mungkin waktu itu saya berhenti ngeblog. Namun saya kembali ke motivasi awal ngeblog, untuk menyalurkan kepuasan. Maka sampai sekarang pun saya masih tetap ngeblog.

Kemudian pada 2016 saya tergoda untuk kembali mencoba pasang iklan. Kali ini barulah saya daftar google adsense. Saya lupa motivasi dari mana mau coba pasang adsense. Pastinya sih, waktu itu saya tergiur dengan tampilan iklannya yang dinamis. Seakan-akan sebuah blog terlihat profesional kalau ada iklan google adsense hehehe. Namun setelah pasang script iklannya, tampilan iklan tidak muncul. Saya diamkan beberapa hari juga tidak muncul. Akhirnya saya menyerah dan menghapus kode iklannya.

Nah barulah pada awal 2018 ini, saya benar-benar memonetize blog saya dengan google adsense. Motivasinya karena saya ikut grup facebook BLOGGER INDONESIA. Disana kerap kali membahas adsense, jadi saya terdorong untuk  coba lagi. Berhubung dulu sudah pernah daftar dan blog saya sudah berumur, maka tidak ada kendala untuk diterima google adsense. Bisa diterima adsense merupakan pencapaian tahap pertama yang memberi kesenangan tersendiri hehe. Setelah pasang script iklan pun tidak menunggu lama untuk melihat tampilan iklannya.

Bagaimana hasilnya ?

Adsense saya terhitung dari 8 Januari 2018. Hingga tulisan ini terbit berarti sudah masuk bulan keenam. Saya menargetkan seenggaknya bisa dapet rata-rata Rp 1000 per hari. Iya benar, cuma SERIBU RUPIAH hahaha. Saya memang belum mematok target tinggi. Itu saja belum konsisten untuk bisa mencapai target tersebut. Bahkan pernah dalam sebulan rata-tatanya cuma Rp 500 (GOPEK) per hari. Tapi secara keseluruhan dari awal sampai sekarang, puji Tuhan rata-rata per hari masih di atas Rp 1000 per hari. Seribu Seratus tepatnya hahaha.

dashboard google adsense saya


Sudah dikirimin pin belum ?

Saat penghasilan mencapai $10 biasanya google akan mengirimkan surat pin verifikasi ke rumah kita. Verifikasi diperlukan agar kita bisa mengakses kolom pengisian nomor rekening bank kita. Mendapat surat pin verifikasi bisa dikatakan sebagai pencapaian tahap selanjutnya yang memberikan kesenangan bagi blogger hehe. Saya mendapat notifikasi bahwa pin sudah dikirim pada 20 Mei. Pin sampai di rumah saya tanggal 3 Juni 2018. Berarti kurang lebih menunggu sekitar 2 minggu. Setelah mendapat pin, apa pencapaian selanjutnya ? tentu saja mencapai minimum payout. Batas minimal untuk bisa pay out yaitu Rp 1,3 juta ! hahaha. Wah butuh berapa tahun ya buat bisa cairin gaji pertama hasil adsense. Mudah-mudahan bisa dalam waktu setahun.

😄


Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id