Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

10 Juli 2017

Menanamkan Jiwa Wirausaha Pada Masyarakat Daerah



Masa liburan lebaran telah usai. Para perantau yang pulang kampung, kembali ke kota untuk bekerja seperti semula. Kota besar, khususnya Jakarta, yang sebelumnya sepi kembali ramai. Hilir mudik kendaraan kembali memenuhi jalanan ibu kota.

Di satu sisi, ada fenomena yang tak lepas dari kembalinya perantau ke kota yaitu adanya pendatang baru dari daerah. Mereka biasanya ikut kerabat yang sudah bekerja di kota dan dianggap cukup berhasil disana. Namun, yang sering menjadi permasalahan adalah pendatang baru tersebut belum memiliki keterampilan, latar pendidikan yang kurang memenuhi standar dan belum tahu mau bekerja apa.

Masyarakat sebaiknya tidak menganggap mudah mendapat pekerjaan di kota dan hanya bermodal nekat datang ke kota. Jika tidak berhasil, maka yang terjadi adalah munculnya pengangguran baru. Lebih lanjut, karena kondisi menganggur itu, dikhawatirkan nantinya akan menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup. Hal itu berhubungan dengan tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.

Tentu hal tersebut jangan sampai terjadi, maka masyarakat daerah sebaiknya dibekali ilmu dan keterampilan tertentu agar kedepannya dapat membangun perekonomian daerahnya dengan cara menjadi wirausaha. Setiap daerah tentu memiliki potensi tersendiri. Sayangnya, masyarakat setempat mungkin belum tahu bagaimana memanfaatkannya atau bahkan ada yang belum menyadari potensi tersebut.

Disinilah letak perlunya peran berbagai pihak seperti pemerintah, perusahaan swasta, maupun kalangan akademis universitas. Pihak-pihak tersebut dapat membantu dengan berbagai cara seperti pemberian modal, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan. Dengan demikian diharapkan masyarakat akan terbuka dan mampu memanfaatkan potensinya dengan maksimal. Sehingga muaranya adalah akan muncul wirausaha-wirausaha yang mampu mengangkat perekonomian daerah.
Mungkin sebenarnya hal-hal tersebut sudah berjalan. Jadi yang perlu dilakukan adalah lebih menggalakkan dan menyebarluaskan program tersebut.

Disisi lain, dukungan pihak keluarga juga diperlukan. Jika seseorang sudah berniat menjadi wirausaha, maka keluarga dan kerabat harus mendukungnya. Jangan justru mencibir yang mengakibatkan calon wirausaha ini pesimis dan mundur dari niatnya.

Jika seseorang sudah berhasil menjadi wirausaha, ia tidak perlu mencari pekerjaan lagi di kota. Justru ia berpeluang memberi lapangan pekerjaan kepada orang lain. Dengan demikian, masyarakat daerah bisa fokus membangun daerahnya dan mulai tidak berpikir untuk melakukan urbanisasi.

NB: Dimuat di Rubrik Forum Harian Media Indonesia edisi 4 Juli 2017


4 komentar:

  1. It's benar, semakin harinya Jakarta semakin semakin karena pendatang. Saya termasuk pendatang sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo pendatang yang memang udah jelas masa depannya di Jakarta sih ga papa. Saya juga pendatang harian ke jakarta hehe

      Hapus
  2. Keren Mas Brian. Selamat ya Mas, salut deh tulisannya apik. Nggak bosen ngebacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe makasih mbak. Ya tulisan saya masih sekedarnya gitu hehe

      Hapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Random

randomposts