Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

15 Juli 2017

Kenapa Ulang Tahun Dirayakan Dengan Meniup Lilin ?

freepik.com
Jadi awalnya ada teman yang kasih ide ke saya untuk posting di blog.


"Bry.. lu pasang artikel kek di blog lu. Kenapa kalo orang ultah identik tiup lilin ? Apa (karena) umurnya berkurang ya... jadi tiup lilin ?"




Saya cukup tercengang dengan ide tulisan itu, karena nggak pernah terpikirkan tapi sebenernya dekat di kehidupan sehari-hari. Oke... ide yang menarik. Namun masalahnya adalah..... Jawabannya apa ?!


Saya kan nggak tahu kenapa kalo ulang tahun itu identik dengan tiup lilin. Kenapa bukan meniup kenangan masa lalu ?  😆

Kalau gitu tentu saja mari tanyakan ke google. Untung saja.. langsung ada jawabannya. Jadi inilah penjelasannya yang saya rangkum dari beberapa situs.

Ada beberapa pendapat/versi. Dimulai dari bahwa tradisi tiup lilin itu sudah ada dari zaman Yunani kuno. Jadi dulu lilin-lilin menyala yang diletakkan di atas kue itu sebagai cara melakukan persembahan kepada dewi bulan Yunani, Arteims. Kue yang dipakai harus berbentuk bulat untuk melambangkan bulan. Lilin-lilin di atasnya melambangkan cahaya bulan. Menurut orang Yunani kuno, menyalakan lilin dan kemudian meniupnya adalah untuk alasan keagamaan.

Orang yang berulang tahun harus berdoa dulu sebelum meniup lilin. Setelah ditiup, asap yang mengambang di udara dipercaya akan mengantarkan doa tersebut ke Dewi Arteims. Bahkanmeniup lilin tidak saja dilakukan saat ulang tahun, tapi juga saat orang-orang jaman dulu memiliki keinginan yang ingin dikabulkan

Pendapat lain menyatakan bahwa meniup lilin ulang tahun juga diawali dengan ketakutan masyarakat Eropa jaman dulu akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat seseorang berulang tahun. Maka untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan doa serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun

Sejarah mencatat tradisi meniup lilin dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18. Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia.

Namun ternyata ada fakta kurang bagus terkait meiup lilin ulang tahun. Beberapa penelitian menemukan, bahwa meniup lilin di atas kue ulang tahun menyebarkan bakteri dan kuman penyakit ke seluruh kue. Bahkan, banyak hasil studi yang menyarankan orang tua untuk tidak meletakkan lilin di atas kue ulang tahun anaknya. Hal itu dilakukan agar menghindari penyebaran virus flu dan penyakit lain. Lebih baik, rayakan ulang tahun cukup dengan potong kue dan nyanyian ulang tahun.

Sumber referensi:
https://www.merdeka.com/gaya/mengapa-ulang-tahun-harus-meniup-lilin-ternyata-ini-jawabannya.html

http://solo.tribunnews.com/2016/07/05/seram-ternyata-ini-fakta-di-balik-tradisi-tiup-lilin-saat-ulang-tahun?page=3

http://www.kompasiana.com/ismanita/ulang-tahun-kenapa-harus-tiup-lilin_5500675ba333115c73510a93


10 komentar:

  1. Wah, baru tahu nih..

    Btw kalo niup kenangan masa lalu apa bisa ya Mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, niupnya bagi uang kertas merahan.

      Hapus
  2. Saya juga baru tau mbak.

    Hahaha itu just kidding aja

    BalasHapus
  3. Tiup lilin, bau mulutnya jadi menyebar ke kuenya, sehingga virus jadi merajalela.
    Tiup lilin sebagai tanda menguji kedewasaan seseorang, jika anak-anak tidak akan sekali tiup, pasti akan berulang-ulang. Beda jika semakin dewasa, sekali tiup wasalam. Mengetes kemampuan, sebenarnya itu intinya. Sekaligus sebagai candaan. Lihat saja jika tidak padam dalam sekali tiup, tamu undangan akan tertawa terbahak-bahak.
    Ini hanya sebagai tambahan saja.

    BalasHapus
  4. ah iya dari yunani eripa ya mas
    kalau niupnya semangat pasti kumannya tambah banyak ya mas hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan ditiup lagi namanya, tapi disembur hahaha

      Hapus
  5. terima kasih infonya, saya pribadi pun heran dengan kebiasaan anak kini khususnya ABG yang wanita. Setiap ada perayaan misalnya saja ultah selalu ada acara tiup lilin.

    BalasHapus
  6. Sebenernya nggak suka juga sama niup lilin itu. Nggak pernah berdoa juga sebelum niup. Gue nggak tau kenapa kurang suka sebuah perayaan, apalagi yang mengurangi usia gitu. Masa malah seneng-seneng. Hahaha.

    Iya juga, sih, yang soal bakteri. Ribet amat lagian dipasang-pasang lilin. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih... gue juga kurang tertarik sama perayaan-perayaan gitu.

      Hapus
  7. Di Indonesia sendiri tradisi meniup lilin sudah lama dijalani masyarakat. Terlebih saat melakukan pesugihan babi ngepet. Hehehe. Keren tulisan yang dikasih tema mendadak mampu diolah secara baik

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Random

randomposts