03 Januari 2017

[Kilas 2016] Bahagianya Mendengar Klakson Telolet


Sebuah pencapaian baru ditorehkan bangsa Indonesia. Biasanya kita hanya bisa ikut-ikutan tren dari luar negeri. Namun, rakyat Indonesia berhasil menyebarkan tren asli dalam negeri ke seluruh dunia !

Semua berawal dari hal mengejutkan yaitu akun-akun DJ kelas dunia yang tiba-tiba mentweet status "Om telolet Om". Waww warrbiyasah sekali... ada angin apa ya ? kok bisa-bisanya mereka tergerak mengetweet itu. Ternyata ini ulah netizen Indonesia yang gencar menyerbu akun-akun selebritis maupun tokoh dunia dengan berkomentar Om telolet Om. Komentar Om Telolet Om benar-benar masive sehingga tokoh yang akunnya diserbu itu terdorong untuk mengetweet Om Telolet Om.

Sebelum lebih jauh, apa sebenarnya Om Telolet Om itu ?

Om telolet Om adalah kata-kata yang diteriakkan oleh anak-anak di daerah Jawa Tengah ketika ada bus yang akan melintas. Mereka teriakkan itu sambil mengangkat jempol agar Sopir bus mau membunyikan klakson yang terdengar seperti "telolet-telolet". Sedangkan Om merupakan panggilan untuk Sopir busnya. Lalu apa enaknya setelah denger klakson telolet ? Rela nunggu-nunggu dipinggir jalan, bahkan membahayakan keselamatan, Apa yang didapat ? Kepuasan dan kebahagiaan. Ya... sama bahagianya ketika kalian puas setelah melakukan kegiatan hobby. Saat klakson telolet berbunyi, anak-anak bahkan pemuda-pemuda bersorak kegirangan, seperti melihat pemain bola mencetak gol (lihat video no 8).


Berawal dari PO Efisiensi

Menurut artikel-artikel di Internet, Klakson telolet pertama di Indonesia bermula dari Bus Efisiensi. Berikut ini penjelasan awal mula klakson telolet, seperti yang dilansir bbc.com Indonesia:
Manajer Komersil PO Efisiensi Syukron Wahyudi menceritakan bahwa sekitar 10 tahun lalu pemiliknya, Teuku Eri Rubiansah, pergi ke Arab Saudi dan mendengar bunyi klakson yang unik.
"Mendengar suara klakson di sana berbeda, dia memutuskan membeli untuk bisnya. Khususnya di bus reguler dari Cilacap Jogja, Purwokerto - Jogja, dan Purbalingga - Jogja."
Tapi awalnya klakson ini ternyata malah direspons negatif karena suaranya yang dinilai terlalu keras. Sampai-sampai, pihak PO meminta sopir-sopir mereka tidak membunyikan klakson itu di tempat-tempat tertentu karena masyarakat tidak terima dengan bunyi itu, cerita Syukron.
"Mulai disukai tiga empat tahun terakhir karena mulai banyak PO-PO yang juga menggunakan. Di beberapa daerah tertentu malah orang-orang minta klaksonnya dibunyikan. Kita merasa bangga juga, karena bisa dibilang kita yang pertama yang pakai klakson tiga corong."


Sisi Eksotis Sebuah Bus

Sebenarnya fenomena telolet sudah lama terjadi di daerah Jawa Tengah. Namun baru akhir tahun 2016 baru menyebar. Mereka yang gemar klakson telolet sepertinya bermula dari ketertarikan terhadap bus. Bus menjadi kendaraan yang memiliki sisi eksotis tersendiri bagi para penggemarnya. Hal-hal mengenai bus menjadi perbincangan menarik tersendiri. Mulai banyaknya penggemar bus, membuat akhirnya muncul Busmania Community. Kenapa saya bisa memahaminya ? Soalnya, jauh sebelum kegemaran terhadap bus mencuat di Indonesia, saya ketika masih SD-SMP sudah menjadi penggemar bus. Saya cukup hafal nama-nama PO (perusahaan otobus) baik bus pariwisata maupun antar provinsi, saya juga paham nama-nama karoseri perakit bus dan tentu saja merek bus (Hino, Mercedes Benz, dll). Ketika melihat sebuah bus, saya perhatikan apa karoseri dan mereknya. Saya sampai menulis daftar nama-nama PO di binder saya (sayangnya daftar tersebut sudah hilang). Tapi kegemaran saya terhadap bus sekarang sudah luntur. Malah sepupu saya yang kelas 1 SMP sekarang yang gemar bus. 

Dampak Telolet


Kita kembali membahas dampak fenomena Om Telolet Om. Selain mengetweet, para DJ dunia (sampai-sampai meluangkan waktu)  membuat kan remix Om Telolet Om. Situs billboard.com merilis daftar Remix Om Telolet Om karya DJ dunia. 

http://www.billboard.com/articles/news/dance/7632431/om-telolet-om-songs-best-remixes-list

Dampak di dalam negeri, penggemar telolet tidak lagi hanya anak-anak dan remaja. Semua kalangan dari tua sampai yang muda, laki-laki maupun perempuan, pada suka menanti klakson telolet. Kerumunan penggemar telolet tergokil ada di Jepara. Ratusan orang menanti di pinggir jalan, seperti sedang ada festival. Padahal itu cuma nugguin bus lewat doang loh ! 😅 Coba lihat video ini:



Namun semua ini ternyata hanya tren sesaat. Beberapa hari berselang, keriuhan Om telolet Om makin lenyap. Setidaknya kita ingat bahwa Indonesia pernah menjadi trendsetter dunia hahaha

Potensi Mempengaruhi Dunia

Saya berpikir, ada sisi positif lain dari fenomena ini. Saya melihat, ini bisa menjadi awal kesadaran bahwa banyaknya jumlah penduduk Indonesia memang seharusnya berpotensi untuk mempengaruhi dunia. Sudah jelas, tokoh-tokoh dunia terpengaruh untuk mengetweet Om Telolet Om. Siapa tahu mudah-mudahan bangsa Indonesia dimasa depan mampu mempengaruhi dunia pada hal-hal yang lebih fundamental.  

18 comments:

  1. Memang mantab fenomena ini, bikin semua orang bahagia :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya... bahagia itu sederhana ya kang :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. 🚌🚌🚌📯 telolet... 😄

      Makasih om kunjungannya

      Hapus
  3. Balasan
    1. Maap mba ga jual fitsa hats wkwkwkwk

      Hapus
  4. Wah,,, informatif banget,,, di Jerman juga ngetren loh,,, aq pikir dulu gimana sih awalnya, sekarang baru nyadar,, makasih ya infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehhh... di Jerman juga ngetren toh.. 😄

      Hehe iya sama2 mba. Makasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  5. Di kota kami gak ada telolet dari bis, karena ya cuma ada bis sekolah/ kampus, tapi entah kenapa angkot tiba-tiba ada yang punya "telolet" *The Power of Telolet* :D
    Tren sesaat, tapi tetap tercatat sejarah, minimal di tulisan mas ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha wahh malah inovatif tuh angkotnya pake telolet.

      Hehe iya mba biar bisa diinget kalo indonesia pernah jaya dengan teloletnya haha

      Hapus
  6. Gw pas balik ke jawa ngeliat banyak anak-anak dipinggir jalan pada minta telolet sambil teriak-teriak, hadehhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. justru gw pengen liat pemandangan itu hahaha

      Hapus
  7. Padahal tolelot ini udah lama yaaa, kenapa malah baru booming sekarang ngak jelas blasss

    BalasHapus
  8. padahal mah om telolet om saya udh tau dari dulu tp baru booming skrg. dulu smpt bingung pas naik bis ni bocah pada ngapain megang hp sambil teriak" wkwkwk.

    mampir juga ke Pariwisata gan, siapa tau butuh info tmpt wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah saya mau tuh ngerasain sensasi saat bis yang saya tumpangi diteriakin anak2 begitu haha

      Hapus
  9. di jakarta lagi demam telolet ya mas ...

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger