08 Desember 2016

Demam Serial India Sudah Mengalahkan Popularitas Drama Korea Di Indonesia?

sumber: http://www.jadwaltelevisi.com/content/data/drama-korea/drama-korea-vs-serial-india.jpg

Drama opera sabun memang universal. Opera sabun bukan hanya milik negara-negara Asia, dan Amerika Latin atau Tengah. Bahkan Hollywood pun punya sederet drama opera sabun yang memiliki daya pikat tersendiri. Di Indonesia, opera sabun dari India, Turki, dan Korea Selatan sangat mendominasi. Bisa jadi, karena hak siar drama seri atau opera sabun dari Amerika Serikat sangat tinggi. Peminatnya pun hanya dari kalangan tertentu, sehingga tak mungkin bersaing dengan drama dari Asia, atau bahkan dengan sinetron! Terbukti, rating tinggi dan pendapatan dari iklan justru datang dari drama Bollywood dan Turki, serta sinetron.

Stasiun televisi swasta di negeri kita sedang bersaing ketat dalam hal perebutan rating acara. Jika dilihat dari perolehan rating, drama Bollywood tengah merajai 10 besar rating tertinggi acara televisi. Memang, rating mereka masih berada di bawah sinetron-sinetron yang ditayangkan oleh RCTI. Tetapi, hal ini sangat unik, mengingat bahwa fenomena ini belumlah lama terjadi.

Rating tinggi untuk drama Bollywood dicapai saat jadwal ANTV menayangkan drama kolosal Mahabharata. Padahal, banyak stasiun televisi swasta yang sudah sering menayangkan film atau drama India, sejak awal 90an. Bisa jadi, drama Bollywood menjadi sangat populer karena stasiun televisi yang menayangkannya memiliki wilayah siaran yang jauh lebih luas dibandingkan sepuluh tahun lalu.

Drama India yang mengantongi nilai rating tinggi pun bukan hanya drama kolosal, melainkan juga drama percintaan. Setelah masyarakat puas dengan sederet drama klasik macam Ashoka, Mahabharata, dan Jodha Akbar, kini mereka sangat menggandrungi drama romansa seperti Uttaran, Thapki, Lonceng Cinta, Archana Mencari Cinta, dan Mohabbatein. Memang, fenomena hadirnya Uttaran selama 4 jam benar-benar membuat banyak orang geleng-geleng kepala, karena banyaknya jumlah pemirsa yang setia duduk selama 4 jam di depan televisi, setiap hari.

Ada beberapa faktor yang membuat para pemirsa, terutama ibu-ibu dan remaja puteri, tak ingin absen menonton satu episode pun dari drama India yang mereka sukai. Pertama, tentu para aktor dan aktris yang terlibat di dalamnya. Mereka mungkin tidak dikenal pemirsa sebelumnya, tetapi mereka cantik dan ganteng, sehingga unsur ‘enak dipandang’ ini menjadi alasan pertama, mengapa drama India sangat disuka.

Kedua, kultur India yang hampir sama dengan Indonesia. Selalu ada tokoh protagonis yang tak henti ‘didzolimi’ oleh tokoh antagonis, terutama karena mereka berbeda strata, sekaligus bersaing dalam soal asmara. Yang lebih unik lagi, si antagonis selalu punya niat jahat kepada si protagonis, dan pemirsa pun selalu penasaran apakah si antagonis berhasil mencelakai si protagonis, karena niat jahat selalu ada di setiap episodenya.

Hadirnya film India sejak tahun 90an memang tidak menimbulkan ‘demam menonton India’ seperti sekarang ini. Bahkan, di tahun 2000an, justru drama Korea Selatan menjadi acara terfavorit. Diawali dengan drama dari Taiwan yang berjudul “Meteor Garden”, pemirsa Indonesia akhirnya menggemari drama dari Taiwan serta Korea Selatan, terutama yang mengusung cerita romansa anak muda. Setelah itu ada banyak film Korea romantis yang mulai menggantikan posisi serial-serial dengan tema percintaan.

 Gambar: http://images.kdramastars.com/data/images/full/35108/boys-over-flowers.jpg?w=600 

Drama Korea Selatan paling fenomenal di tahun 2000an adalah Boys Before Flowers yang memiliki cerita mirip dengan Meteor Garden. Setelah itu, muncullah Jang Geum, drama kolosal Korea Selatan yang hadir di Indosiar setiap sore. Pengaruh “Jang Geum” terhadap aktifitas para ibu-ibu juga sama seperti Uttaran, dimana hampir semua ibu-ibu duduk manis di depan televisi mereka saat K-drama Jang Geum diputar. 


Lalu, apakah benar bahwa popularitas drama Korea tak lagi dapat menyaingi drama India? Tentu, hal ini tak berlaku bagi penggemar drama Korea yang memilih untuk berlangganan televisi berbayar atau membeli DVD serial favorit mereka. Tetapi, bagi para pemilik stasiun televisi, mereka cenderung menayangkan drama India dengan tema cinta karena lebih berpotensi mengais rupiah. 
Terbukti, saat drama Korea terbaik dan paling fenomenal tahun ini, “Descendants of the Sun” ditayangkan di RCTI pada sore hari yakni jam 14:30 sampai 16:00, ratingnya pun tak bisa mengalahkan sederet drama India yang ditayangkan di ANTV di jam yang sama. 
Bagaimana menurut Anda?

2 comments:

  1. Nah ini...

    Jadi nalas nonton tv sama adik2. Smuanya pada liat antv.... dr anandhi sampe mohabbatain. Hufftt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... kalo saya di rumah, emak yang menguasai antv

      Hapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger