30 Desember 2016

Penutupan Diklat Prajab DKI 2016

- 6 comments
Penantian itu akhirnya terjawab juga. Penutupan prajab dilaksanakan 22 Desember 2016 di Gedung Teknis Abdul Muis. Sebelumnya saya khawatir kalo penutupan prajab dilaksanakan saat liburan, karena saya sudah pegang tiket pulang-pergi ke Jogja.

Setelah sekitar sebulan dipusingkan dengan aktualisasi, akhirnya kita angkatan 205 bertemu dalam suasana riang gembira haha. Pertemuan ini juga menjadi sarana dua teman kita Miar & Ica untuk bagi-bagi undangan ke pernikahannya. Selamat untuk kalian berdua. Setelah prajab, lanjut nikah. Mantabb Jiwa !!

Namun Ica nggak bisa dateng, jadi Fitri yang bagiin undangannya. Dan beginilah yang dikatakan Fitri saat bagiin undangannya:

"Teman-teman datang ya ke nikahan aku" 

Duh Fit.... udah kebelet banget ya pengen nikah ? wkwkwk πŸ˜‚✌


Penutupan prajab dilakukan berbarengan dengan golongan 2, golongan 3 angkatan 200-206, diklat PIM tingkat 3 dan 4.
Dalam acara tersebut Sekda DKI Pak Syaifulloh memberi sambutan dan secara resmi menutup diklat 2016.
Setelah itu diumumkan hasil Diklatnya. Puji Tuhan anak-anak 205 lulus semua dan Vannia terpilih sebagai yang terbaik di 205 ! Widihhh...!!

Setelah acara penutupan, tentu nggak afdol kalo nggak makan-makan dulu. Dengan menimbang sisa kas yang ada. akhirnya dipilihlah McD Sarinah untuk tempat "hore-hore" selanjutnya hehehe.

Hampir semua ikut dan itu membutuhkan cukup banyak meja dan kursi. Setelah pesen tempat, ternyata malah dikasih birthday room yang buat anak-anak ! Hahahha. Lah emang yang ulang tahun siapa ? Trus ada yang bilang, "Opik ulang tahun !! Yeayy !!" wkwkwk. Kebetulan Opik belum lama ulang tahun.

Oke, pasca aktualisasi memang cukup mempengaruhi kewarasan kita hahaha.


Nggak lupa saat makanan udah dateng,  kita lakukan ritual sebelum makan seperti waktu di asrama. 😁


Menjelang pulang, kita dikagetkan oleh Anto. Anto lagi-lagi melancarkan jurusnya. Kini Dian menjadi sosok yang diduga ada apa-apa sama Anto wkwkwk 😭. *Aduh To.... Fokus dong lu jadinya mau sama yang mana. Mau dikemanain Sari #eh wkwkwk*

Terakhir, untuk teman-teman 205 ini saya pajang nama kalian. Biar nama kalian eksis di google wkwkwk



Atas (kiri-kanan)
Rahardian Adi Nugroho, Juni Riski Amelia, Dwi Lina Arifianti, Gita Septian Galih Pradani, Cleadis Yulia Mananring, Vannia Verinasari, Esthy Indra Imanistiti, Esterlita Pratiwi, Khusna Maulida, May Bestari Hutami, Fivi Triwahyuni, Ririn Safitri, Ajeng Dwi Astuti, Sri Surya Ningsih, Yayuk Pujayanti, Fitri Widyawati, Moch. Taufik Iskandar,

Bawah (kiri-kanan)
Raimundus Brian Prasetyawan, Danik Puspita Sari, Elga Syarah Azizah, Virda Illiyinawati, Miar Trianingsih, Siti Hodijah, Nur Fitri Ratnasari, Dian Sugiarti, Aah Nurotul Badriyah, Fitrianto Dwi Nugroho  

Minus: Risalah Widjayanti, Riska Apriani, Masayu Annissa Whidayati          


Terimakasih kawan atas kebersamaannya. Sampai Jumpa di Diklat PIM. SADESSS !!!
[Continue reading...]

11 Desember 2016

Kriteria Blog yang Baik untuk Pengunjung.

- 7 comments

Tentu sudah banyak blog yang memposting tulisan serupa. Namun, biasanya yang dibahas adalah blog yang baik dari segi SEO. Saya tidak membahas itu. Sesuai judul tulisan ini, saya membahas kriteria blog yang baik untuk pengunjung.

Tulisan ini murni menurut pendapat saya dan berdasarkan pengalaman. Mungkin saja kriteria ini juga ditemukan di postingan blog lain. Saya menulis ini untuk membantu menyediakan referensi di Internet. Karena dahulu saya kesulitan mencari referensi untuk skripsi saya.berkaitan dengan kriteria blog yang baik.

Oke kita masuk topik bahasan

Suatu blog bisa dikatakan baik jika memenuhi dua hal berikut:
1. Tampilan visual yang nyaman dilihat
2. Pengunjung dapat mudah menjelajahi isi blog

Pertama, berikut ini kriteria blog yang baik dari segi tampilan visual.

πŸ‘‰ Widget tertata rapi dan tidak terlalu banyak widget yang dipasang. Widget yang terlalu banyak akan merusak tampilan blog. Pengunjung menjadi tidak fokus untuk membaca artikelnya. Selain itu juga membuat loading blog menjadi berat. Pasanglah widget yang penting saja
πŸ‘‰ Ukuran huruf normal dan jenis huruf mudah dibaca.
πŸ‘‰ Warna huruf tidak banyak warna-warni. Lebih baik hitam saja jika template berwarna muda dan putih jika template berwarna gelap
πŸ‘‰ Kalau menurut saya lebih baik warna dasar template yaitu putiih atau warna yang muda & soft dibanding warna gelap.
πŸ‘‰Template terdiri dari dua kolom saja (kolom postingan & 1 kolom sidebar). Sidebar lebih baik disebelah kanan
πŸ‘‰ Lebar kolom postingan dan sidebar proporsional

contoh sidebar yang tidak proporsional

πŸ‘‰ Tidak terdapat iklan pop-up dan iklan melayang.
πŸ‘‰ Tulisan/konten dalam satu postingan tidak terlalu panjang. Jika memang panjang, bisa dilanjutkan dipostingan baru selanjutnya dan menjadi postingan part 2
πŸ‘‰ Judul blog dan alamat blog tidak terlalu panjang
πŸ‘‰ Gambar pada postingan proporsional dengan lebar kolom postingan (gambar tidak terpotong)
πŸ‘‰ Isi postingan jangan terlalu pendek juga. Kalau hanya berisi kalimat sebaris-dua baris, ya lebih baik posting status di twitter/facebook aja hehe. 

Pada dasarnya, konsep tampilan blog yaitu lebih sederhana/minimalis lebih bagus.

Kedua, kriteria blog yang baik dari segi kemudahan pengunjung menjelajahi isi blog:

πŸ‘‰ Terdapat widget kotak pencarian agar pengunjung mudah mencari tulisan yang ada di blog
πŸ‘‰ Artikel dikelompokkan dalam beberapa kategori
πŸ‘‰ Terdapat menu navigasi
πŸ‘‰ Terdapat halaman tentang saya. Halaman ini menunjukkan kredibilitas pemilik blog.
πŸ‘‰ Terdapat info kontak pemilik blog (akun medsos, email, dll). Info ini bisa ditulis di halaman tentang saya/halaman khusus kontak/di sidebar.
πŸ‘‰ Terdapat sitemap atau daftar isi seluruh postingan.
πŸ‘‰ Postingan-postingan yang muncul di halaman depan blog, terpasang read more.
πŸ‘‰ Kolom komentar dapat digunakan oleh semua pengunjung secara umum. Tidak hanya untuk pengunjung yang memiliki ID/ akun tertentu saja.
πŸ‘‰ Terdapat widget arsip blog
πŸ‘‰ Terdapat widget related post yang muncul disetiap postingan (biasanya dibawah postingan)
πŸ‘‰ Terdapat widget popular post (postingan yang paling banyak dibaca)
Itu beberapa kriteria blog yang baik menurut saya. Silakan menulis komentar jika ada yang ingin ditambahkan atau jika memiliki pendapat lain

Untuk wawasan tambahan, ini kriteria singkat menurut temen ane, blogger pemilik davidprasetyo.com (Web Developer di Perusahaan Game Garena)



Raimundus Brian Prasetyawan
[Continue reading...]

08 Desember 2016

Demam Serial India Sudah Mengalahkan Popularitas Drama Korea Di Indonesia?

- 2 comments
sumber: http://www.jadwaltelevisi.com/content/data/drama-korea/drama-korea-vs-serial-india.jpg

Drama opera sabun memang universal. Opera sabun bukan hanya milik negara-negara Asia, dan Amerika Latin atau Tengah. Bahkan Hollywood pun punya sederet drama opera sabun yang memiliki daya pikat tersendiri. Di Indonesia, opera sabun dari India, Turki, dan Korea Selatan sangat mendominasi. Bisa jadi, karena hak siar drama seri atau opera sabun dari Amerika Serikat sangat tinggi. Peminatnya pun hanya dari kalangan tertentu, sehingga tak mungkin bersaing dengan drama dari Asia, atau bahkan dengan sinetron! Terbukti, rating tinggi dan pendapatan dari iklan justru datang dari drama Bollywood dan Turki, serta sinetron.

Stasiun televisi swasta di negeri kita sedang bersaing ketat dalam hal perebutan rating acara. Jika dilihat dari perolehan rating, drama Bollywood tengah merajai 10 besar rating tertinggi acara televisi. Memang, rating mereka masih berada di bawah sinetron-sinetron yang ditayangkan oleh RCTI. Tetapi, hal ini sangat unik, mengingat bahwa fenomena ini belumlah lama terjadi.

Rating tinggi untuk drama Bollywood dicapai saat jadwal ANTV menayangkan drama kolosal Mahabharata. Padahal, banyak stasiun televisi swasta yang sudah sering menayangkan film atau drama India, sejak awal 90an. Bisa jadi, drama Bollywood menjadi sangat populer karena stasiun televisi yang menayangkannya memiliki wilayah siaran yang jauh lebih luas dibandingkan sepuluh tahun lalu.

Drama India yang mengantongi nilai rating tinggi pun bukan hanya drama kolosal, melainkan juga drama percintaan. Setelah masyarakat puas dengan sederet drama klasik macam Ashoka, Mahabharata, dan Jodha Akbar, kini mereka sangat menggandrungi drama romansa seperti Uttaran, Thapki, Lonceng Cinta, Archana Mencari Cinta, dan Mohabbatein. Memang, fenomena hadirnya Uttaran selama 4 jam benar-benar membuat banyak orang geleng-geleng kepala, karena banyaknya jumlah pemirsa yang setia duduk selama 4 jam di depan televisi, setiap hari.

Ada beberapa faktor yang membuat para pemirsa, terutama ibu-ibu dan remaja puteri, tak ingin absen menonton satu episode pun dari drama India yang mereka sukai. Pertama, tentu para aktor dan aktris yang terlibat di dalamnya. Mereka mungkin tidak dikenal pemirsa sebelumnya, tetapi mereka cantik dan ganteng, sehingga unsur ‘enak dipandang’ ini menjadi alasan pertama, mengapa drama India sangat disuka.

Kedua, kultur India yang hampir sama dengan Indonesia. Selalu ada tokoh protagonis yang tak henti ‘didzolimi’ oleh tokoh antagonis, terutama karena mereka berbeda strata, sekaligus bersaing dalam soal asmara. Yang lebih unik lagi, si antagonis selalu punya niat jahat kepada si protagonis, dan pemirsa pun selalu penasaran apakah si antagonis berhasil mencelakai si protagonis, karena niat jahat selalu ada di setiap episodenya.

Hadirnya film India sejak tahun 90an memang tidak menimbulkan ‘demam menonton India’ seperti sekarang ini. Bahkan, di tahun 2000an, justru drama Korea Selatan menjadi acara terfavorit. Diawali dengan drama dari Taiwan yang berjudul “Meteor Garden”, pemirsa Indonesia akhirnya menggemari drama dari Taiwan serta Korea Selatan, terutama yang mengusung cerita romansa anak muda. Setelah itu ada banyak film Korea romantis yang mulai menggantikan posisi serial-serial dengan tema percintaan.

 Gambar: http://images.kdramastars.com/data/images/full/35108/boys-over-flowers.jpg?w=600 

Drama Korea Selatan paling fenomenal di tahun 2000an adalah Boys Before Flowers yang memiliki cerita mirip dengan Meteor Garden. Setelah itu, muncullah Jang Geum, drama kolosal Korea Selatan yang hadir di Indosiar setiap sore. Pengaruh “Jang Geum” terhadap aktifitas para ibu-ibu juga sama seperti Uttaran, dimana hampir semua ibu-ibu duduk manis di depan televisi mereka saat K-drama Jang Geum diputar. 


Lalu, apakah benar bahwa popularitas drama Korea tak lagi dapat menyaingi drama India? Tentu, hal ini tak berlaku bagi penggemar drama Korea yang memilih untuk berlangganan televisi berbayar atau membeli DVD serial favorit mereka. Tetapi, bagi para pemilik stasiun televisi, mereka cenderung menayangkan drama India dengan tema cinta karena lebih berpotensi mengais rupiah. 
Terbukti, saat drama Korea terbaik dan paling fenomenal tahun ini, “Descendants of the Sun” ditayangkan di RCTI pada sore hari yakni jam 14:30 sampai 16:00, ratingnya pun tak bisa mengalahkan sederet drama India yang ditayangkan di ANTV di jam yang sama. 
Bagaimana menurut Anda?
[Continue reading...]

01 Desember 2016

Rekap Statistik Blog Saya

- 1 comments

Akhir-akhir ini beberapa penawaran kerjasama seperti content placement mulai menghampiri saya. Melihat hal tersebut saya menjadi terbuka bagi siapa saja yang ingin kerjasama content placement dengan blog saya. Agar mengetahui lebih lanjut tentang blog ini, maka berikut ini akan ditampilkan rekap statistik blog saya yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan.


 Statistik sepanjang masa (2009-2016)

Statistik bulanan


Jika anda tertarik bekerjasama content placement dengan blog ini silakan hubungi saya via email:
brian_cisc@yahoo.co.id
[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger