12 Maret 2016

Misi Melestarikan Lagu Anak

"aku takkan rela.. bila kau tinggalkan.." 

Itu cuplikan lagu Dewa 19 yang berjudul Cinta Gila. Saya cukup terngiang-ngiang dengan penggalan lagu tersebut. Bukan ! Bukan karena saya pemirsa setia Anak Jalanan. Justru sebaliknya, ketika mendengar lagu itu justru ada rasa miris. Kenapa ? karena murid saya suka sekali nyanyiin lagu itu waktu di kelas. Ini kejadiannya udah lama sih, sayanya aja yang telat bikin postingan ini. Padahal kan idealnya anak-anak dengan sendirinya menyenangi dan menyanyi lagu anak-anak.

Banyak orang generasi 90an (termasuk saya) merasa prihatin dengan kondisi dunia anak saat ini. Sudah jarang sekali terdengar lagu anak. Topik tentang hilangnya lagu anak kerap menjadi perbincangan acara talkshow televisi. Solusi yang sering diungkapkan adalah kembalikan acara anak. Namun sepertinya untuk saat ini, acara anak belum bisa mendapat rating tinggi. Jadi acara anak porsinya baru sedikit. Kita pun hanya bisa bermimpi dulu tentang kejayaan acara musik anak.

Di satu sisi saya sebagai guru SD, melihat posisi strategis (halah bahasanya kayak politisi :V) untuk memberi wawasan kepada murid tentang lagu-lagu anak. Maka saya punya cara sendiri untuk melestarikan lagu anak. Sebenarnya cara ini sepele dan biasa aja. Pasti guru-guru lain juga pernah menerapkannya. Tapi saya menganggapnya ini misi menyelamatkan generasi anak bangsa #hahaha #lebay. Cara yang saya lakukan adalah  mengajak murid menyanyi bersama lagu anak (tuh kan biasa aja hehe). Supaya lebih menarik, saya pakai proyektor supaya ada video clip dan musiknya.


Sebelum saya terapkan di kelas, saya mencari dahulu lagu apa yang ingin dinyanyikan. Saya mencari lagu yang sudah jarang terdengar. Ketika saya iseng-iseng nyari di youtube, saya nyasar ke tayangan Tonight Show. Episode itu tentang artis cilik 90an. Ketika ditanya soal lagu anak favorit, salah satu bintang tamu yaitu Leony,  memfavoritkan lagu anak berjudul Kapal Api. Kemudian ada cuplikan ariel noah nyanyi lagu tukang kayu. Saya sampai lupa dengan dua lagu anak itu. Kalian masih inget nggak ? hehe. Oke saya cari dan download video clip dua lagu itu. Selain dua lagu itu saya juga download-download lagu anak lain yang masih saya ingat.

 
Ambilkan Bulan Bu, salah satu lagu yang masih saya ingat

Di hari-H, saya ajak murid menyanyi pada pelajaran SBK. Saya tampilkan lagu tukang kayu, kapal api, dan ambilkan bulan bu. Mereka sangat tertarik dan dengan semangat menyanyi lagu-lagu itu bersama-sama. Setiap satu lagu selesai, mereka minta nyanyi lagu lain lagi. "Lagi pak ! Lagi pak !" teriak mereka. Saya senang melihat mereka antusias.

 Percayalah, mereka juga ikut nyanyi kok. hehe

Hal lain yang membuat saya senang adalah setelah pelajaran tersebut, mereka masih terngiang-ngiang dengan lagu yang baru saja dinyanyikan. "Nah begitu dong, kalian harusnya memang begini. Terngiang-ngiang lagu anak" kata saya dalam hati.

Melihat anak-anak yang antusias seperti itu, di minggu depannya saya ajak lagi mereka menyanyi. Saya khawatir, takutnya mereka bosan nyanyi lagi. Tapi ternyata mereka pun tetap sama antusiasnya. Bagus deh :)

Sekali lagi.... mungkin bagi kalian hal yang saya lakukan adalah hal yang biasa saja dan sudah sering dilakukan oleh guru lain. Memang sayanya saja sih yang keliatannya terlalu membesar-besarkannya. Tapi dengan dilatari misi yang terlalu dibesar-besarkan tersebut, saya jadi makin menikmati profesi saya sebagai guru :)

sumber gambar: google.com, dok. pribadi

2 comments:

  1. Cara yang Pak guru pake memang bagus dan kekinian, Pak.
    Jadi anak-anak gak cuma khatam lagu cinta-cintaan aja.
    Tapi juga bisa kenalan dengan lagu-lagu anak yang gak kalah bagus dan mendidik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba Mel :)
      Iya yang namanya anak-anak kan harusnya khatam lagu anak-anak

      Hapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger