03 Februari 2016

Bagaimana Rasanya Mengajar Anak SD ?

"Bri.... gimana rasanya ngajar anak SD ?

Awalnya saya dan teman-teman saling tanya kabar hingga pekerjaan. Lalu kira-kira pertanyaan di atas yang muncul kalau saya menyebutkan profesi saya ke teman-teman. Mereka begitu penasaran. Ada daya tarik bagi mereka untuk bertanya lebih jauh. Memang, dikalangan teman saya, profesi guru SD sangat jarang yang melakoninya. Ya rata-rata kerja kantoran. Kalaupun ada yang jadi guru, ngajarnya tingkat SMP/SMA.

Mereka mungkin nggak bisa bayangin kalau saya jadi guru haha. Soalnya saya tipe orang pendiam, kalem (padahal mah jaim itu wkwk). Hal itu sangat kontras dibanding dengan guru yang harus terampil bicara, menyelesaikan permasalahan, dan menyenangkan bagi murid. Saya juga masih suka main, kumpul-kumpul sama temen. Jadi nggak kebayang gimana kalau saya jadi guru yang harus berwibawa di depan siswanya

Ditambah lagi saya ngajar kelas 2. Mereka berpendapat pasti pusing harus meladeni anak kelas 2 SD, karena susah di atur. Benarkah itu ?

Oke saya rangkum pertanyaan-pertanyaan itu. Saya akui.... sewaktu pertama kali terjun mengajar saya benar-benar pusing dan kewalahan dengan tingkah laku siswa. Waktu itu saya mengajar kelas 4 di salah satu SD swasta. Nilai-nilai seperti sopan-santun, menghargai sangat susah diterapkan murid saya. Kata-kata kasar dan kotor berulang kali terucap murid saya. Disatu sisi sebenernya hanya satu-dua murid yang jadi biang kerok. Tapi akibatnya murid lain jadi ketularan. Sudah tidak terhitung berapa kali saya marah-marah tapi sepertinya mereka anggap sebagai angin lalu. Saya bingung harus bertindak apa. Walaupun begitu, masih bagus relasi saya dengan teman guru berjalan baik cenderung akrab.

Setelah saya refleksi, saya sepertinya salah strategi. Diawal, saya mencoba bersikap menjadi guru yang menyenangkan dan tidak berjarak dengan murid. Saya suka bercanda dengan mereka, di dalam maupun di luar jam pelajaran. Tapi kedekatan itu sepertinya kebablasan. Mereka jadi kurang segan dengan saya.

Nah sekarang saya ngajar di SD negeri. Saya belajar dari pengalaman sehingga saya kurang-kurangi untuk bercanda dengan murid. Bisa dikatakan saya lebih enjoy ngajar di SD ini .Walaupun masih kelas 2, murid saya sekarang jauh lebih bisa diatur. Senakal-nakalnya mereka, masih bisa di maklumi dan tidak sering memancing emosi saya.  Makin kesini saya mulai bercanda dengan mereka, tapi tetap dengan porsi yang terbatas. Memang pada akhirnya bercanda dengan murid menjadi sesuatu yang menyenangkan sebagai guru SD. Kadang mereka bertingkah lucu sehingga saya tersenyum-senyum menahan tawa.  (guru tetap harus jaga wibawa hehe) 

Jadi kesimpulannya ngajar di SD negeri lebih enak daripada di swasta ? Bukan. Bukan itu poinnya.
Saya mendapat cerita dari teman guru yang juga mengajar di SD negeri lain bahwa murid-muridnya bandelnya parah. Mungkin seperti di SD swasta tempat mengajar saya sebelumnya. Nah jadi bukan status sekolah (negeri/swasta) yang menentukan.

 Jadi sebenarnya lebih ke untung-untungan sih. Di SD negeri ini saya kebetulan beruntung saja mendapat siswa yang lumayan enak untuk diajar dan relasi dengan guru lain juga baik. Kalau yang mau lebih pasti muridnya enak diajar bisa dikatakan kalau di sekolah elite, baik negeri maupun swasta. Tapi itu cuma asumsi saya saja sih. Mungkin belum tentu benar. Karena saya belum pernah ngajar di sekolah elite hehe.

9 comments:

  1. Saya pernah sekali ngajar di SD dan rasanya... gak mau balik lagi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak SD terlalu luar biasa ya mba ? hehe

      Hapus
    2. Terlalu kecil buat diajak nongkrong, :D

      Hapus
  2. saya pernah ngajar kls 1 dan 2..anak2 itu sebenarnya mendengar instruksi guru ya walau mereka kelihatannya main2..cuma kita aja gurunya hrus ekstra sabar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya mba... sabar juga menjadi kuncinya :)

      Hapus
  3. Kalau kakak ipar saya milih jadi guru SD, sampai sekarang mau pensiun. katanya anak kecil malah mudah diatur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih... sebandel-bandelnya anak kecil, masih mau diatur gurunya hehe

      Hapus
  4. Saya pingin malahan jadi guru, tapi guru tk mungkin ehehe, karena saya suka anak kecil. kalau udah gede sedikit udah agak bandel sih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya justru sepertinya kewalahan kalau ngajar anak dibawah umur kelas 2 SD hehe

      Hapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger