09 Januari 2016

Ayo Baca Buku dan Rasakan Nikmatnya !



Kita semua pasti pernah baca buku. Selama mengenyam pendidikan pasti nggak lepas dari kegiatan membaca. Namun sebagian dari kita mungkin menganggap membaca itu sebuah kegiatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi tuntutan. Lebih ekstrem lagi, membaca dilakukan karena terpaksa. Saya pun mengakui dahulu saat masih masa sekolah saya termasuk yang seperti itu. Saya belum menemukan feel niktmatnya membaca.

Saya mulai tersadar untuk minat baca buku saat di masa-masa akhir kelas 3 SMA. Saat itu sedang booming novel 5 cm. Beberapa teman sekelas memesan buku itu ke Rino, teman saya yang ayahnya bekerja di gramedia. Saya penasaran juga seberapa seru novel itu hingga membuat teman-teman saya pesen buku itu. Namun saya nggak langsung ikut-ikutan beli bukunya. Saat itu, mengeluarkan uang untuk beli novel masih menjadi sesuatu yang tabu bagi saya (hahaha apaan sih ?!). Saat memasuki libur setelah lulus SMA, barulah saya akhirnya pertama kali membeli novel.

Supaya lebih enak dibaca, saya lanjutkan tulisan ini dengan membaginya ke dalam beberapa poin berikut.

Seberapa Addict Saya Terhadap Buku ?

Blog Buku Saya
Kalau ditanya seperti itu, saya belum masuk level tingkat dewa sih hehehe. Soalnya, koleksi buku saya belum mencapai ratusan, baru puluhan saja. Namun sampai sekarang masih terus menambah koleksi. Saya juga punya blog buku loh dan mengisinya dengan tulisan resensi.  Saya masih belajar untuk mengembangkan blog buku itu. Saya blogwalking sana-sini untuk mendapat inspirasi menulis artikel yang lebih variatif untuk blog buku saya. Saya juga suka share tulisan resensi saya ke facebook dan twitter. Harapannya sih biar teman-teman yang lihat juga tertarik untuk membaca buku yang saya share. Tak ketinggalan juga saya mengupload foto buku ke Instagram.

Lalu seberapa sering saya belanja buku ?  Saya merencanakan untuk rutin membeli buku sebulan sekali. Setiap kali belanja, budgetnya sekitar 200ribu. Biasanya dapat 2-3 buku. Kalau beli cuma satu rasanya masih nggak rela hehehe.

Membaca Buku Itu Seksi

Duhhh....cantiknya nambah neng :V
Kalian sering dengar kan buku itu menambah wawasan atau bikin pintar ? Tapi mungkin kedengarannya masih kurang menarik ya. Nah coba bagaimana kalau membaca buku itu seksi? mulai tertarik ? hehe. Wanita maupun pria menganggap lawan jenisnya yang suka baca itu seksi loh..... Tapi apakah benar membaca buku itu seksi ? Coba simak pernyataan situs-situs viral dibawah ini:

Seksi tidak dilihat dari postur tubuh, boys. Bahkan memiliki hobi membaca pun bisa dipandang seksi oleh para kaum hawa. Mereka menilai jika otak Anda benar-benar seksi dan memiliki pengetahuan luas.  Buang stigma nerd atau cupu saat Anda membaca buku. Karena saat mengobrol kaum hawa akan terbuai dengan wawasan Anda yang banyak. Di mata mereka, Anda akan sangat mengagumkan. (lihat sumbernya disini)
Cantik bisa terlihat ketika kamu pintar, dan untuk pintar kamu dapat membaca, untuk menambah ilmu. (lihat sumbernya disini)
Memang sih "baca itu seksi" bisa jadi nggak selalu diamini oleh setiap orang. Namun mungkin saja gebetanmu termasuk yang menganggap "baca itu seksi" loh... hehehe.
Nah untuk kamu, iya kamu.... Aku suka baca loh :v #codeeverywhere #ngarep.com #abaikansaja

Lihat Referensi Buku Di Goodreads

Ingin coba baca/beli buku tapi bingung buku apa yang bagus ? Biasanya tips yang sering dipakai adalah dengan melihat buku bestseller yang ada di toko buku. Namun belum tentu jenis dan isi buku tersebut cocok dengan selera kita. Nah.... cara lain untuk menemukan buku yang isinya sesuai dengan selera kita adalah dengan melihat ke situs goodreads.com. Di situs tersebut disajikan sinopsis, rating, dan review yang diberikan oleh para user akun tersebut. Jadi setidaknya kita bisa mendapat informasi lebih dalam tentang suatu buku. Kalau masih bingung juga, silahkan baca poin selanjutnya berikut ini :)

Coba Baca Novel Romance

Bagi yang lekat dengan stigma bahwa membaca buku itu membosankan, mungkin saja karena belum menemukan buku yang seru untuk dibaca. Atau pernah baca buku tapi bahasanya terlalu berat. Maka kalau ingin mulai baca buku, coba baca buku novel yang bergenre romance. Cerita romance menurut saya adalah genre yang paling mudah dinikmati karena mengikuti kisah cinta itu pasti seru. O iya, lebih baik lagi kalau terbitan Indonesia, karena kalau novel terjemahan dikhawatirkan terjemahan bahasanya sulit dimengerti. Nah untuk memulai baca novel romance bisa dicoba baca buku-buku terbitan Stileto book. Apalagi bagi kaum hawa, sepertinya lebih pas karena Stiletto book adalah Penerbit Buku Perempuan. Namun para kaum Adam juga nggak dilarang kok baca buku terbitan Stiletto book hehehe.

Tentukan Genre Favorit 

Nah... berkaitan dengan poin sebelumnya. Jika sudah nikmat membaca novel romance, silahkan coba baca genre lain. Mungkin saja ditemukan genre yang lebih seru dan bisa dijadikan favoritmu. Saya pribadi memilih genre fantasi, romance, komedi, misteri, dan thriller sebagai favorit saya. Apa manfaatnya memilih genre favorit ? Supaya saat membeli buku, kita tidak judge the book by its cover. Bagaimanapun cover dan judul bukunya, kalau itu genre favorit kita, maka kita percaya bahwa isi bukunya menarik.

Tularkan Ke Adik

Nah... kalau ini pengalaman saya tentang menularkan virus baca buku. Namun, saya baru bisa menularkan virus itu ke adik saya, ya walaupun virus membaca itu nggak bertahan lama bersarang di adik saya hehe. Tapi tetep itu terhitung sebuah keberhasilan hahaha. Kenapa ? karena adik saya awalnya bener-bener anti baca buku. Sampai suatu hari saya kenalkan ke dia sebuah buku bergenre fantasi. Judulnya Bumi karangan Tere Liye. Cukup memuaskan, karena dia berhasil menghabiskan buku itu yang tebalnya 438 halaman. .  

Tularkan Ke Murid 

O iya... selain ke adik, saya juga tularkan virus baca ke murid saya di sekolah. Semester ganjil kemarin saya berinisiatif untuk adakan program selasa baca. Jadi setiap hari selasa, saya ajak siswa untuk membaca di perpustakaan. Bagaimana tanggapan mereka ? Ternyata mereka semua senang dan antusias. Berdasarkan hal itu, saya melihat anak usia SD sepertinya usia yang pas untuk mengajak anak menyukai baca buku. 
Nah... jadi untuk para orang tua, jangan cuma kasih anak gadget aja. Kalo perlu jangan kasih gadget tapi beri buku aja, imposible sih kayaknya hehe. Kalau saya nanti jadi seorang Ayah, saya akan lakukan itu. Tapi siapa ya yang nanti jadi ibu untuk anak-anakku ? (Et dah kode mulu wkwkwk :v)
    

Lebih Nikmat Bersama Teman

Saya sangat mencita-citakan ini. Punya beberapa teman yang juga hobi baca dan bisa diajak intens untuk diskusi tentang buku atau saling barter buku. Hingga akhirnya terbentuk semacam komunitas. Karena disekitar saya belum ada komunitas buku atau komunitas rumah baca. Sekarang ini ada sih satu-dua teman yang saya ketahui punya hobi baca buku. Saya juga merasa orang-orang lain yang saya kenal juga sepertinya suka baca. Namun kami belum terhubung dengan benang merah yaitu buku. Makanya saya punya rencana ingin membentuk komunitas saling pinjam buku. Konsepnya seperti Lendabook. Semoga saja suatu hari rencana tersebut bisa terwujud

Tulisan ini disertakan dalam lomba :

“LOMBA BLOG ULANG TAHUN KELIMA PENERBIT STILETTO BOOK”
Tema: Campaign “Book Addict is the New Sexy”

Nama : Raimundus Brian Prasetyawan
Twitter: @Praszetyawan
Facebook: https://www.facebook.com/brianpraszetyawan
Instagram: @brianprasetyawan
Email: brian_cisc@yahoo.co.id

8 comments:

  1. "Cewek yg hobi baca buku itu, cantiknya nambah"

    Suka sekali ma quote ini. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bikin greget kan qoutenya hahaha

      Hapus
  2. saya jarang sih bukan goodreads, paling ya lihat review singkat di belakang bukunya. Kalau menarik ya dibeli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belakangan ini malah rajin buka goodreads kalo lagi bingung nyari buku yang sesuai selera hehe

      Hapus
  3. aku jarang baca goodreads, palingan baca rekomen dari temen2 di sosmed aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lebih enak sih kalo ada temen yang kasih rekomen

      Hapus
  4. cowok yang banyak baca terlihat sexy - konon kata wanita

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger