16 Oktober 2015

Selepas Menanggalkan Status Mahasiswa: Melamar Kerja



Tulisan ini harusnya diposting tahun lalu (2014). Tapi baru niat saya posting sekarang..  Ya gak papa lah ya  dari pada nggak sama sekali hehe

Setelah mengalami momen bersejarah, yaitu wisuda, saya pun harus mengarungi babak baru dalam fase kehidupan saya. Kini saya harus mulai pengalaman baru yaitu berkarir. Disebut pengalaman baru karena sebelumnya saya belum pernah berpengalaman bekerja baik formal maupun non-formal.

Jeda antara setelah sidang dengan pelaksanaan wisuda cukup lama. Maka sambil ngisi waktu, pada bulan Maret saya mulai searching di google sekolah-sekolah yang kira-kira bisa jadi target tempat ngelamar kerja. Saya nyari sekolah swasta, prioritas utama swasta katolik. Selain itu saya juga nyari yang nggak jauh banget dari rumah. Paling mentok Jakarta Pusat lah, jangan sampe Jakarta Barat atau Jakarta Utara, apalagi Tangerang -_-.  Setelah searching, saya menemukan beberapa sekolah/yayasan. Saya pilih-pilih lagi berdasarkan pertimbangan orang tua juga, hingga akhirnya dipilih delapan sekolah.  Saya bikin lamaran ke delapan yayasan/sekolah tersebut yaitu Perkumpulan Strada, Yayasan Tarakanita, SD Sang Timur Cakung, SD Pangudi Luhur, SD Santa Ursula, SD Marsudirini Matraman, Yayasan Paskalis, dan Yayasan Bunda Hati Kudus. Saya kirim lamaran lewat pos.

Ya... melamar kerja ke sekolah rada sedikit beda dibanding ke perusahaan. Ngelamar ke sekolah nggak harus berdasarkan adanya info lowongan. Belum banyak sekolah yang terang-terangan memasang info lowongan. Coba lihat aja lowongan di koran-koran. Jarang nemu kan sekolah pasang lowongan. Apalagi di jobs fair, salah alamat kalo mau cari lowongan guru di Jobs Fair. Jadi kita kirim lamaran tanpa tahu apakah sekolah itu buka lowongan apa nggak. Makanya sekali ngirim lamaran langsung banyak. Jadi ya kalo dipanggil syukur, kalo nggak dipanggil ya mudah-mudahan sekolah lain yang manggil hehehe.

Oke lamaran udah disebar, tinggal tunggu panggilan dari sekolah. Yayasan Paskalis yang pertama manggil. *Puji Tuhan ada yang manggil*. Panggilan tersebut terhitung cepet juga karena kayaknya masih di bulan Maret juga. Saya pun datang ke kantor yayasan untuk interview, saya lupa itu kapan interviewnya, yang jelas masih sebelum wisuda. Saya kira interviewnya formal banget gitu dan bakal nentuin apakah saya diterima apa nggak. Tapi ternyata interviewnya nanya latar belakang saya aja dan membahas soal gaji. Karena pada dasarnya ternyata saya langsung diterima. Namun soal gaji ini yang cukup membuat saya berpikir lama untuk memastikan apakah mau bekerja disitu atau tidak.  

bersambung.............

0 comments:

Posting Komentar

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger