17 Oktober 2015

Tempat Berkarya Kedua: SDN Sumur Batu 01 Pagi

- 0 comments


Pagi hari di akhir bulan Agustus, penasaran saya tentang tempat penempatan mengajar akhirnya terjawab. Penantian enam bulan sejak pengumuman diterima menjadi CPNS, akhirnya terjawab. Waktu itu saya berharap dapat di daerah Jakarta Timur biar nggak jauh dari rumah. Saya sampai udah ngelist sekolah mana aja yang deket rumah. Serasa saya bisa milih sekolah aja... padahal yang nentuin penempatan ya dari Dinas Pendidikan (Disdik).

Namun Tuhan punya rencana lain. Cukup mengejutkan, saya ditempatkan di SDN Sumur Batu 01 Pagi (Jakpus) yang notabene lokasinya dekat dengan sekolah saya yang lama. Hahaha udah ngarep-ngarep deket rumah ternyata malah kembali ke habitat Sumur Batu. For your Information, jarak dari rumah saya ke SD itu sekitar 20 km, kalo naik motor sekitar 1 jam. Ya... apapun itu tetap disyukuri. Setidaknya masih bisa terjangkau pulang-pergi naik motor. Apalagi daerah Sumur Batu udah lumayan nggak asinglah.

Memang lokasi sekolah lumayan jauh dari rumah. Tapi itu nggak ada apa-apanya ketika saya merasakan lebih banyak hal positif saat berkarya di SDN Sumur Batu 01 Pagi. Nah inilah yang mungkin menjadi rencana lain Tuhan yang sangat saya syukuri. Pertama saya bersyukur murid-muridnya lebih santun dibanding murid di sekolah lama. Ya sebandel-bandelnya murid di SD Sumur Batu 01, masih jauh mendingan daripada yang di sekolah lama.

 Lalu saya termasuk beruntung bisa diterima dengan baik dan segala sesuatunya berjalan lancar di SDN ini. Karena beberapa temen CPNS banyak yang mengalami hambatan seperti adanya sekolah yang re-grouping, ada kepala sekolah yang tidak mau langsung menerima begitu saja kehadiran CPNS, dan sampai ada teman yang belum mendapat kelas untuk mengejar karena sudah cukup banyak guru di sekolah tersebut.

Ketiga, saya juga bersyukur relasi dengan guru-guru lain cukup baik. Baik itu dengan guru PNS maupun honorer. Karena sesungguhnya ada beban moral bagi para CPNS guru. Kalau suatu sekolah tidak kekurangan guru maka CPNS akan menggeser salah satu guru honorer. Ada beberapa teman CPNS yang mengalami situasi yang sungguh dilematis itu. Disatu sisi para CPNS statusnya lebih kuat karena ada SK CPNS. Secara logika kalau ada CPNS masuk, salah satu honorer ya tergeser. Tapi disisi lain para CPNS ini istilahnya masih anak baru ya sungguh merasa nggak enak kalau harus menggeser guru honorer yang lebih senior dan sudah berpengalaman bertahun-tahun.

 Kalau sekolah saya memang pada dasarnya kekurangan guru jadi tidak terjadi hal tersebut.  Suasana kekeluargaannya cukup terasa sehingga tidak ada yang namanya kubu-kubu antara guru PNS dan honorer atau antara guru muda dengan guru senior.

Berbagai hal positif itu mampu membuat saya nyaman mengajar disana. Menjalani masa satu minggu pun terasa cepat. Ini bagus karena katanya (nggak tau dah katanya siapa) kalau saat menjalani hari demi hari terasa cepat berlalu berarti itu tandanya menikmati hidup.   

[Continue reading...]

16 Oktober 2015

Selepas Menanggalkan Status Mahasiswa: Melamar Kerja

- 0 comments


Tulisan ini harusnya diposting tahun lalu (2014). Tapi baru niat saya posting sekarang..  Ya gak papa lah ya  dari pada nggak sama sekali hehe

Setelah mengalami momen bersejarah, yaitu wisuda, saya pun harus mengarungi babak baru dalam fase kehidupan saya. Kini saya harus mulai pengalaman baru yaitu berkarir. Disebut pengalaman baru karena sebelumnya saya belum pernah berpengalaman bekerja baik formal maupun non-formal.

Jeda antara setelah sidang dengan pelaksanaan wisuda cukup lama. Maka sambil ngisi waktu, pada bulan Maret saya mulai searching di google sekolah-sekolah yang kira-kira bisa jadi target tempat ngelamar kerja. Saya nyari sekolah swasta, prioritas utama swasta katolik. Selain itu saya juga nyari yang nggak jauh banget dari rumah. Paling mentok Jakarta Pusat lah, jangan sampe Jakarta Barat atau Jakarta Utara, apalagi Tangerang -_-.  Setelah searching, saya menemukan beberapa sekolah/yayasan. Saya pilih-pilih lagi berdasarkan pertimbangan orang tua juga, hingga akhirnya dipilih delapan sekolah.  Saya bikin lamaran ke delapan yayasan/sekolah tersebut yaitu Perkumpulan Strada, Yayasan Tarakanita, SD Sang Timur Cakung, SD Pangudi Luhur, SD Santa Ursula, SD Marsudirini Matraman, Yayasan Paskalis, dan Yayasan Bunda Hati Kudus. Saya kirim lamaran lewat pos.

Ya... melamar kerja ke sekolah rada sedikit beda dibanding ke perusahaan. Ngelamar ke sekolah nggak harus berdasarkan adanya info lowongan. Belum banyak sekolah yang terang-terangan memasang info lowongan. Coba lihat aja lowongan di koran-koran. Jarang nemu kan sekolah pasang lowongan. Apalagi di jobs fair, salah alamat kalo mau cari lowongan guru di Jobs Fair. Jadi kita kirim lamaran tanpa tahu apakah sekolah itu buka lowongan apa nggak. Makanya sekali ngirim lamaran langsung banyak. Jadi ya kalo dipanggil syukur, kalo nggak dipanggil ya mudah-mudahan sekolah lain yang manggil hehehe.

Oke lamaran udah disebar, tinggal tunggu panggilan dari sekolah. Yayasan Paskalis yang pertama manggil. *Puji Tuhan ada yang manggil*. Panggilan tersebut terhitung cepet juga karena kayaknya masih di bulan Maret juga. Saya pun datang ke kantor yayasan untuk interview, saya lupa itu kapan interviewnya, yang jelas masih sebelum wisuda. Saya kira interviewnya formal banget gitu dan bakal nentuin apakah saya diterima apa nggak. Tapi ternyata interviewnya nanya latar belakang saya aja dan membahas soal gaji. Karena pada dasarnya ternyata saya langsung diterima. Namun soal gaji ini yang cukup membuat saya berpikir lama untuk memastikan apakah mau bekerja disitu atau tidak.  

bersambung.............

[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger