25 Juni 2015

Explore Jogja (1)

Episode Gereja Ganjuran & Kalibiru
 
Jalan-jalan liburan edisi ini bisa dikatakan yang paling luar biasa. Luar biasa dari segi jumlah destinasi yang saya kunjungi. Tidak pernah saya dalam satu waktu liburan berkunjung ke lebih dari 10 tempat sekaligus. Wew... kemana aja tuh ? makanya simak artikel ini hehe.....

Sebenernya tujuan utama trip ini bukan berlibur & wisata tapi untuk ikut acara pernikahan kakak sepupu saya. Namun berhubung sudah 10 tahun nggak pulang kampung ke jogja, dari awal saya dan keluarga merencanakan akan berlama-lama disana biar sekaligus puas-puasin liburan disana hehe.

Tunggu bentar.... 10 Tahun ?!

Yup...... disaat yang lain setidaknya rutin setahun sekali pulang kampung, saya baru kali ini pulang kampung sejak 2005. Kenapa ? Kondisi saya memang rada beda. Keluarga besar dari bapak saya hampir semuanya tinggal di..... Satu RT dengan saya hahaha. Jadi pulang kampung tuh kalo ada event aja, seperti pernikahan ini.

Sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, saya dan keluarga berangkat tanggal 11 Juni malam dan pulang tanggal 22 Juni sore. Dan tiba hari keberangkatan, saya naik taksi ke stasiun Pasar Senen. Keesokan harinya sekitar pukul 7.30 saya sampai di stasiun Tugu Jogja. Lalu dengan mobil avanza sewaan, saya menuju desa Caben. Untuk pertama kalinya saya melihat bentuk "rumah baru" pasca gempa 2006. Ya.. waktu itu rumah di kampung halaman rata dengan tanah gara-gara gempa itu.

Malam harinya ada acara kedurenan. Kedurenan itu semacem selametan. Lalu hari sabtu malam ada midodareni. Udah tau lah ya. Nah akhirnya hari minggunya tibalah hari pernikahannya

Gereja Ganjuran

Disinilah kakak sepupu saya meresmikan pernikahannya. Pada tanggal 14 Juni 2015 pukul 11.00 misa pernikahan dimulai dan berakhir pukul 13.00. Gereja katolik ini aslinya bernama Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus. Namun orang-orang lebih sering menyebutnya Gereja Ganjuran. Ganjuran merupakan nama desa tempat lokasi gereja tersebut.

Saya memiliki ketertarikan tersendiri dengan gereja ini karena adanya keunikan yang tidak dimiliki gereja lain di Indonesia. Di dalam area gereja tersebut terdapat Candi Hati Kudus Yesus. Kok bisa ya... ada candi di dalam area gereja. Gimana sejarahnya sampe bisa begitu ? Trus di dalam candinya apa ada patungnya ? simak penjelasannya yang saya kutip dari  http://adamakna.blogspot.com/2009/01/candi-ganjuran.html.
Pada hakikatnya Gereja Katolik mengakui bahwa dalam unsur-unsur kebudayaan setempat, dalam masyarakat setempat, dalam masyarakat setempat yang tunduk mentaati kebudayaaannya , terdapat nilai-nilai budaya, moral, kemanusiaan serta religius yang mereka hayati.
Hal ini menjadi Inspirasi bagi Joseph Schmutzer untuk mendirikan Candi Hati Kudus Tuhan Yesus
Candi ini bercorak arsitektur Hindu-Jawa (Mataram dan Majapahit) itu mulai dibangun pada 1927 dan diberkati oleh Uskup Jakarta Mgr. van Velsen SJ pada 11 Februari 1930
Di dalam candi sendiri bertahta patung Kristus Raja, lambang kehadiran Tuhan sebgai Bapa. Patung/ Arca ini berwujud Tuhan Yesus sebagai Raja dengan berpakaian kebesaran layaknya raja Jawa yang duduk diatas singasana tangan kirinya menyibak pakaian depannya dan tangan kanannya menunjukkan ke arah hatinya yang bersinar

Saya & Candi Ganjuran

Gereja Ganjuran ini sudah dikenal umat katolik se-Indonesia sebagai salah satu tempat ziarah. Bahkan setiap minggu terakhir bulan Juni ada misa prosesi berbahasa jawa yang tiga jam lamanya dan bakal dihadiri umat katolik (yang niat hehe) dari berbagai penjuru Indonesia.

Wisata Alam Kalibiru
Selesai sudah rangkaian acara pernikahan kakak sepupu saya. Senin 15 Juni 2015 menjadi hari pertama saya mengeksplor Jogja. Awalnya hari itu saya dan saudara-saudara sepupu saya hanya akan ke pantai parangtritis. Tapi pagi-pagi abis kami bangun tidur, Diska, saudaranya pacar saudara saya (Nah lho ngerti ga tuh ? hehe) rekomendasiin untuk ke kalibiru dulu sebelum ke parang tritis. Saya sebelumnya juga ingin masukin kalibiru ke dalam list tempat yang mau dikunjungin tapi itu tempatnya jauh.... di kulon progo. Tapi karena ada yang ngajakin yaudah saya setuju aja. Walaupun ga ada yang tahu jalan kesana, kita akhirnya nekat aja kesana dengan ngandelin GPS hehe.

Buat saya Kalibiru termasuk tempat wisata yang anti-mainstream. Secara, tempat ini masih relatif baru yaitu dibuka tahun 2010. Saya juga belum lama tahu tentang tempat ini. Kalibiru yang termasuk di kawasan perbukitan menoreh ini menawarkan pemadangan alam yang indah. Paduan hijaunya pepohonan dan birunya waduk menjadi spot yang sangat bagus untuk berfoto-foto. Di Kalibiru tersebut terdapat papan platform kayu di atas pohon pinus untuk kita duduk/berdiri disitu. Itu merupakan tempat istimewa untuk foto-foto hehe.

Namun butuh perjuangan buat sampai ke kalibiru. Jalan menuju kesana kecil dan banyak tikungan-tikungan menanjak. Harus dipastikan mobil/motor yang dipakai kuat naik tanjakan. Untung saja mobil yang saya tumpangi bisa melewatinya. Saking bagusnya pemandangan disana sampai lupa kalo masih ada tempat kedua yang harus dikunjungin. Akhirnya jam 13.30 kami meninggalkan kalibiru menuju parangtritis


Atas: Frans, Saya, Vian
Bawah: Lisa, Rosa, Diska
Papan platform yang menjadi spot foto istimewa sekaligus ikon di Kalibiru




4 comments:

  1. Pengin ke Kalibiru belum kesampean :')

    Baru tahu ada candi Ganjuran


    Nice!

    BalasHapus
  2. Wuih, lama juga 10 tahun baru pulang kampung ke Jogja. :D

    Saya pernah sekali ke Ganjuran, bukan buat ibadah sih, ada acara diskusi lintas agama di sana. Terasa sekali memang perpaduan budaya Jawa di sana. BIsa aku bilang di sana itu gereja yang bener-bener njawani.

    Pas pulang kampung ini juga mampir ke Sendang Sono?

    BalasHapus
  3. @cewe alpukat: Iya candi ganjuran sebenernya lebih tepatnya tempat ziarah bukan wisata. Jadi jarang terekspos.

    @wihikan mawi wijna: Hehe iya betul di gereja ganjuran budaya jawanya kuat banget
    Nggak ke sendang sono mas. Tapi ke gua kerep ambarawa hehe.

    BalasHapus
  4. baru tahu ada candi Ganjuran. dan aingin sekali bisa ke kalibiru

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger