12 Mei 2015

Tips Memilih Jurusan Kuliah S1 Versi Saya



Mungkin artikel seperti ini sudah mainstream dan banyak berhamburan di google. Trus, kenapa saya bikin artikel ini ? Saya bikin artikel ini karena saya beberapa kali mendengar cerita tentang mahasiswa yang sepertinya merasa salah jurusan. Maka, saya tergerak untuk membuat artikel ini agar semakin berkurang mahasiswa yang mungkin merasa salah jurusan.

Sebelumnya saya mau jelaskan dulu bahwa semua yang saya tulis ini murni berdasarkan pengalaman dan pemikiran menurut saya. Jadi harap maklum kalau ada isi dari artikel ini yang menurut kalian kurang tepat/kurang sesuai dengan pendapat kalian.

Contoh Kasus

Oke.... saya mulai dengan cerita yang pernah saya dengar berikut ini.

Saudara saya bercerita bahwa cukup banyak temannya yang merasa salah jurusan. Mereka ingin memperdalam Bahasa dan segala hal tentang Inggris tapi tidak ingin jadi guru. Tapi mereka malah milih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pilihan yang salah bukan ? Seharusnya kan yang dipilih jurusan Sastra Inggris.

Ada contoh lain. Teman saya cerita bahwa ada temannya merasa salah masuk jurusan IT. Ironisnya, dia memilih jurusan IT karena cuma merasa dirinya "bisa komputer". Padahal masuk jurusan yang berhubungan dengan IT tidak hanya mengandalkan kemampuan menggunakan program-program dasar yang ada di komputer. Tapi ada juga materi hitung-menghitung, jaringan komputer dan elektronika. Sialnya, itu juga menjadi pengalaman pribadi saya. Saya pernah coba tes masuk ke UNJ dan memilih sistem komputer, hanya karena saya merasa "bisa komputer". Untung saja saya tidak diterima di UNJ, jadi saya terhindar dari penyesalan salah jurusan.

Dari contoh itu bisa disimpulkan, saat memilih jurusan kuliah harus digali dahulu lebih dalam informasi tentang jurusan tersebut. Jangan sampai salah duga atau salah persepsi tentang jurusan itu.

"Mampu atau Tidak Mampu"

Jika calon mahasiswa sudah memiliki pasion yang ada pada dirinya, tentu mudah menentukan jurusan kuliah. Tinggal memilih jurusan apa yang cocok dengan pasionnya. Namun banyak juga calon mahasiswa yang belum tahu apa pasionnya atau cita-citanya. Tentu sulit memilih jurusan ketika belum terpikirkan profesi apa yang diinginkan setelah lulus kuliah. Untuk kondisi seperti itu,  menurut saya dalam memilih jurusan yang perlu dipertimbangkan bukan masalah "suka atau tidak suka", tapi tentang kemungkinan apakah kita akan mampu atau tidak mampu menjalani dan menyelesaikan kuliah di jurusan tersebut.

Kriteria mainstream

Nama besar kampus sudah menjadi kriteria yang biasa dipakai

Mungkin mahasiswa merasa salah jurusan karena pada awalnya saat mencari tempat kuliah, ia hanya mempertimbangkan hal-hal yang sudah biasa seperti biaya kuliah, menyesuaikan dengan jurusan saat SMA (IPA/IPS), mencari yang saingannya sedikit dan kualitas/suasana kampus/nama besar kampus di mata masyarakat secara umum. Atau yang lebih ekstrim, sekedar ikut-ikutan teman. Saya bukan mau mengatakan bahwa hal-hal tersebut merupakan pertimbangan yang salah. Namun maksud saya, pertimbangan yang dipakai jangan berhenti sampai disitu saja. Carilah lagi informasi lain yang bisa menjadi bahan pertimbangan sehingga membuat kita semakin yakin dengan jurusan tersebut.

Perbanyak Referensi Jurusan



Seperti yang sudah saya bilang, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai jurusan kuliah yang ada di Indonesia. Jurusan kuliah nggak cuma manajemen, akuntansi, psikologi, hukum, TI, Kedokteran, atau jurusan terkenal lainnya. Masih ada banyak lagi jurusan kuliah. Siapa tahu kalian menemukan jurusan yang jarang terdengar tapi cukup menarik buat kalian. Jurusan yang jarang terdengar bukan berarti tidak bagus, namun karena memang belum banyak masyarakat yang tahu atau karena memang jurusan itu masih terhitung baru ada di Indonesia. Sebagai contoh, tahukah kalian jurusan ilmu perpustakaan ? Jika saja saya tahu tentang jurusan itu saat lulus SMA, bisa saja saya akan pilih jurusan itu. Saat saya tahu, saya tertarik dengan jurusan itu. Namun mau gimana lagi, saya udah lulus S1 PGSD. Secara umum di jurusan tersebut mempelajari tentang pengarsipan file/dokumen, hal yang cukup saya minati.

Setelah mendapat referensi beberapa jurusan, barulah kita cocokkan jurusan mana yang sesuai dengan kemampuan kita.  O iya, kemampuan yang saya maksud bukan tentang kemampuan ekonomi tapi kemampuan akademis. Jadi misalnya saya kurang mampu dengan ilmu Fisika dan Matematika saat SMA, maka saya tidak akan memilih jurusan Teknik.

Maka selanjutnya saya mau berbagi tips tentang informasi apalagi yang harus diketahui untuk dipertimbangkan dan bagaimana cara mendapat informasi tersebut.

1. Gambaran Umum Perkuliahan 



 









Inilah informasi utama yang perlu dicari. Kita mesti cari tahu, secara umum apa saja yang dipelajari di jurusan yang mau dipilih. Jangan sampai kita hanya sekedar menebak-nebak saja. Jika kita sudah mendapat informasi ini, kita bisa mengukur dengan diri kita apakah sanggup untuk menjalani kuliah di jurusan tersebut.

Untuk tahu informasi ini, kita bisa browsing ke web/blog yang khusus membahas tentang jurusan kuliah seperti www.jurusankuliah.net, www.jurusanku.com, www.jurusankuliah.info dan www.maukulia.wordpress.com.

Selain itu bisa juga searching di google pengalaman mahasiswa di jurusan yang mau kalian pilih. Karena saya menemukan cukup banyak mahasiswa yang suka cerita di blognya segala hal tentang jurusan kuliahnya.

Terakhir, tentu saja tanyakan secara langsung kepada teman/kerabat kalian yang sedang kuliah/pernah kuliah di jurusan yang sama seperti yang mau kalian pilih.


2. Kurikulum


Contoh kurikulum jurusan kimia

Informasi tentang kurikulum ini untuk memperkuat informasi yang sudah saya sampaikan di no 1. Kurikulum jurusan menampilkan berbagai judul mata kuliah yang akan dipelajari dari semester 1 sampai lulus. Dengan melihat kurikulum, kita bisa memperkirakan apakah kita akan mampu mengikuti berbagai mata kuliah tersebut. Kita juga bisa searching di google penjelasan mengenai mata kuliah yang ada di kurikulum itu. Untuk mendapat informasi kurikulum ini, caranya cuma satu yang efektif. Searching di google hehe.


3. Proses Setelah Wisuda 
Setelah wisuda ya bukannya ngelamar kerja ? Ya memang biasanya begitu, setelah wisuda -- ngelamar kerja -- diterima -- kerja -- punya duit deh. Tapi untuk mahasiswa dari jurusan tertentu, walau sudah pegang Ijazah S1, tetap belum bisa kerja. Lho kok bisa gitu ? Ya...karena ada beberapa bidang profesi yang memberi syarat bagi pelamar fresh graduate harus sudah menjalani pendidikan profesi. Mungkin profesi yang sudah dikenal luas menerapkan hal tersebut adalah profesi dokter. Selain itu saya juga mendapat cerita dari teman saya bahwa profesi yang berhubungan dengan lulusan farmasi (biasanya apoteker), juga menerapkan hal itu. Jadi kalian perlu cari tahu, apakah jurusan yang dipilih benar-benar membuat kalian bisa langsung bekerja setelah lulus atau mesti melanjutkan ke pendidikan profesi. Karena ini berkaitan dengan biaya yang harus dipersiapkan.

4. Status Akreditasi

Ini informasi tambahan dan tidak ada kaitannya juga sih dengan pengukuran kemampuan diri. Tapi ini berkaitan dengan kualitas jurusan yang bisa jadi pertimbangan tambahan. Ingat ya.. kita ingin tahu seberapa bagus jurusan itu bukan kampusnya. Jadi jangan cek ke webometric atau 4ICU karena kedua situs itu menilai kampusnya doang. Menilainya juga cuma dari website dan konten digitalnya saja.

Lalu jurusan yang bagus lihat apanya ? Lihat akreditasinya ! Maka, kalau menurut saya sih kuliah itu dimana saja yang penting lihat status akreditasi jurusannya.
Jadi saat menentukan jurusan, pastikan akreditasi jurusan tersebut setidaknya "B". Lebih bagus lagi kalau akreditasi A. Hal itu telah diterapkan oleh adik saya dan salah satu teman saya. Adik saya kuliah jurusan manajemen sudah terakreditasi B, tapi di Kampus yang belum lama berdiri dan belum terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Namun justru dia bangga kuliah disitu hehehe

 Saya punya contoh kasus lagi. Saya dengar cerita bahwa ada teman saya yang masuk jurusan farmasi salah satu universitas negeri tapi ternyata akreditasi jurusan farmasinya "C". Nah dari situ bisa disimpulkan, nama besar kampus belum tentu berbanding lurus dengan kualitas jurusannya.

Selain itu status akreditasi bisa juga untuk pertimbangan memilih tempat kuliah yang biayanya lebih terjangkau. Misalnya jurusan manajemen di kampus X biayanya lebih mahal dibanding jurusan manajemen di kampus Y. Padahal akreditasi jurusannya sama-sama "A". Maka tidak ada salahnya memilih kampus Y yang biayanya lebih terjangkau.

Untuk mencari tahu status akreditasi jurusan, silakan searching di http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php



3 comments:

  1. Nice...
    Saya mw msk di KPK tp jurusan PGSD,,
    kelihatannya sulit kannnn?
    Yaa saya kerja sbagai auditor internal. Untuk memperdalam sistem analisis keuangan, marketing, barang, dan jasa dari segi operasional maupun up country.
    Saya bingung deh min knp jaman skrng harus dilihat dari basik sedangkan banyk orang yg berpotensi dengan basic yg bersebrangan? Apa yang salah yaaa,,,,

    BalasHapus
  2. Wah, thx atas infonya..

    Saat ini gue lagi mencari-cari Tempat Magang Di Jogja dan blog lo ini cukup memberi motivasi buat gue untuk tetep semangat..

    hahaha... thx again

    BalasHapus
  3. Aku ambil d3 bahasa inggris tapi akreditasinya masih c smpe tahun 2018,pdhl cuma tiga tahun aku kuliah, berarti saat aku lulus nanti masih akrednya C, itu gimana ya kak?

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger