31 Mei 2015

Daftar Lengkap Lagu Nidji 2006-2015

- 0 comments
 Postingan ini memang terlihat sangat mainstream. Pasti udah seabrek blog yang punya postingan seperti ini. Trus kenapa saya posting semacam ini lagi ?

Awalnya saya cuma penasaran aja, lagu-lagu nidji tuh apa aja. Soalnya sejak bandnya Giring cs itu lebih doyan garap OST (Original Sound Track), saya kurang mengikuti perkembangan lagu barunya. Tapi setelah saya googling, ternyata blog yang memposting daftar lagu nidji, banyak yang belum update. Makanya saya akhirnya ngumpulin satu-satu lagu-lagu baru Nidji yang kebanyakan merupakan OST. Semoga postingan ini bermanfaat menambah referensi anda.


  • BREAKTHRU (2006)
    • Versi Indonesia
    1. sudah
    2. hapus aku
    3. bila aku jatuh cinta
    4. heaven (original)
    5. manusia sempurna
    6. child
    7. disco lazy time
    8. engkau
    9. breakthrough
    10. kau dan aku
    • Versi Inggris
    1. believe
    2. hard to feel
    3. light of love
    4. heaven (remix)
    5. angel
    6. child
    7. disco lazy time
    8. don't stop
    9. breakthrough
    10. adam and eve
  • TOP UP (2007)
    1. penantian
    2. biarlah
    3. jangan lupakan
    4. cinta tak pernah sama
    5. airin
    6. shadow
    7. pulang
    8. akhir cinta abadi
    9. never too late
    10. kau yang terindah
    11. lovers
    12. arti sahabat
  • LET'S PLAY (2009)
    1. sang mantan
    2. ku takkan bisa
    3. dosakah aku
    4. lost in love
    5. let's play
    6. rela berkata
    7. tak terjamah
    8. hari yang terindah
    9. pahlawan mimpi
    10. saat yang tepat
    11. today
  • LIBERTY (2011)
    1. intro
    2. jangan takut
    3. save me
    4. lagu cinta
    5. bebe
    6. bosan
    7. bebas untuk menang
    8. indahnya cinta
    9. jatuh
    10. saturday night
    11. dusta
  • VICTORY (2012)
    1. hold up
    2. kanye
    3. simple plan
    4. liberty & victory
    5. party kids
    6. kanye (versi remix)
    7. hold up (versi remix)
    8. party kids (versi remix)
  •  SINGLE RELIGI 2013
  1. Cahaya Ramadhan
  •  OST. LASKAR PELANGI (2008)
    1. laskar pelangi
  • OST. TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK (2013)
    1. sumpah dan cinta matiku
    2. Teroesir
    3. Nelangsa
    4. Hidup Tanpa Cintamu
  • OST SANG PENCERAH
  1. Tuhan Maha Cinta
  • OST Street Society
  1. Secepat Kilat
  • OST SUPERNOVA
  1.  Takut Bilang Tidak
  2. Terpaksa
  3. Semesta Hidupku
  • OST 5 CM
  1. Diatas Awan
  2. Rahasia Hati
  3. Tak Akan Pernah Mati
  4. Intro (Kita Berlima)
  • OST YASMINE
  1. Menang Demi Cinta 
  • OST KETIKA TUHAN JATUH CINTA
  1. Ketika Tuhan Jatuh Cinta
  • Single 2015
  1. Selalu Menjagamu
Jika daftar lagu diatas masih belum lengkap, silakan tambahkan lewat kotak komentar. Thanks

referensi tambahan: faridansori.blogspot.com/
[Continue reading...]

28 Mei 2015

Hey... Calon Mahasiswa, Mau Tahu tentang PGSD Atma Jaya ?

- 4 comments
Prolog:
Pembuatan postingan ini terinspirasi dari blog tetangga yang menceritakan tentang jurusannya. Jadi buat blog tetangga yang merasa tulisan saya alur/konsepnya seperti salah satu tulisan anda, Banggalah karena anda menjadi inspirator bagi saya hehehehe. *apa sih*

oke skip 

Sekarang sih udah pada tahu ya apa itu PGSD. Secara, jurusan ini sedang naik daun dan cukup jadi jurusan favorit pilihan calon mahasiswa. Sebelumnya, di blog ini saya sudah membuat postingan tentang PGSD secara umum. Kalau mau tahu apa saja yang dipelajari di PGSD lihat saja postingan tersebut. Nah kali ini saya mau bahas secara khusus tentang PGSD Atma Jaya.  

Susana di dalam area Unika Atma Jaya
(Gedung Perkuliahan PGSD di sebelah Kanan)

Saya sendiri merupakan lulusan PGSD Atma Jaya. Saya Masuk Tahun 2010 lulus 2014. Jadi informasi yang saya berikan ini berdasarkan apa yang saya alami, saya ketahui, dan saya rasakan selama kuliah disana (ditambah referensi dari beberapa situs hehe).

Tapi Atma Jaya bukannya terkenal dengan biayanya yang mahal ?

Mungkin pertanyaan itu yang membuat calon mahasiswa pikir-pikir daftar ke Atma. Ya itu memang sudah menjadi rahasia umum. Tapi hal tersebut tidak berlaku untuk biaya jurusan PGSD. Jadi kalau mau kuliah di Atma jurusan PGSD, nggak usah mikir-mikir soal biaya karena sangat terjangkau. Malah bisa dikatakan murah untuk golongan kampus swasta sekelas Atma. Kuliah di Atma murah ? yang bener ?

 Nah coba lihat rincian biaya kuliah PGSD Atma Jaya ini (tahun 2014/2015):

Uang Pangkal: 3.000.000
Biaya per sks: 125.000 (satu semester biasanya 20 sks)
Biaya kuliah pokok semster: 2.250.000
Biaya pendaftaran semeseter: 350.000
Iuran Kegiatan Mahasiswa: 200.000
Biaya pengenalan kampus: 350.000

Jadi untuk total biaya semester satu adalah 9,1 juta. Nah kalo biaya sampai lulus (8 semester) totalnya kurang lebih 47 juta. Tuh.. modal dana kurang dari 50 juta udah bisa lulus dari kampus yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi. Ayo tunggu apa lagi ? Segera daftar ! *ups.. sorry mendadak sales*
Kalau saya dahulu (2010) uang pangkalnya malah cuma 1,5 juta.

Selain itu juga ada stigma kalo di Atma itu gampang masuk susah keluar. Artinya lulus tes masuknya gampang tapi lulus kuliahnya susah. Itu juga nggak berlaku di jurusan PGSD. Justru buat mahasiswa PGSD, lulus 3,5 tahun adalah hal biasa dan tanpa harus pake semester pendek/padat. Tapi kabarnya sekarang sudah tidak bisa lulus 3,5 tahun tapi minimal harus 4 tahun. 

Nah, jadi soal biaya dan jangka waktu lulusnya nggak usah dipikirin lagi. Sekarang mari kita ketahui informasi lebih banyak tentang PGSD Atma Jaya

PGSD Atma Jaya berdiri 5 Juli 2002 dan merupakan S1 PGSD swasta pertama di Indonesia. Status akreditasinya B dan masih berlaku sampai saat ini. PGSD Atma juga dipercaya menjadi salah satu dari 24 PGSD se-Indonesia yang menjalankan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis ICT. Hasilnya sebanyak 239 mahasiswa asal Sorong, Papua yang menjalankan program tersebut lulus (Lihat Beritanya).


Kampus tidak terpisah dengan kampus pusat

Banyak jurusan PGSD di Indonesia yang kampusnya terpisah dengan kampus pusat. Contoh yang terdekat adalah PGSD UNJ. Kampus pusat UNJ ada di Rawamangun, sedangkan kampus PGSD-nya ada di Setia Budi. Berbeda dengan PGSD Atma yang kegiatan perkuliahannya ada di kampus pusat (Semanggi). Jadi mahasiswa PGSD Atma tentu bisa ikut kegiatan-kegiatan dan menikmati fasilitas di kampus pusat , tidak ketinggalan informasi, serta bisa menjalin pertemanan dengan mahasiswa fakultas lain.

Apalagi lokasi Kampus Atma yang semua orang tahu sangat strategis. Plaza Semanggi Persis di sebelahnya. Tinggal ngesot aja bisa nyampe hehehe. Selain itu Plaza FX Sudirman, Senayan City, Plaza Senayan, GBK juga nggak jauh. Makanya beberapa UKM Olahraga di Atma cukup beragam karena bisa nyewa lapangan di Komplek GBK.

Kampus Atma juga dikenal memiliki area yang kurang luas, hanya 2,6 hektar. Justru ada untungnya, kita bisa keliling kampus dengan jalan kaki tanpa kecapekan dan tanpa kehujanan karena seluruh gedung terhubung dengan jalur pejalan kaki yang beratap.

Gedung Perkuliahan

PGSD Atma Jaya menempati Gedung G bersama tiga jurusan lainnya (Teologi, BK. Pend. B. Inggris) yang ada di Fakultas Pendidikan dan Bahasa (FPB). Jumlah ruang kuliah ada 11 dan tersebar di lantai 3 dan 4. Karena pemakaian kelasnya bergantian dengan jurusan lain, jadi perkuliahan PGSD sebagian besar berlangsung siang sampai malam hari. Makanya mahasiswa PGSD terbiasa begadang dan bisa bangun siang hehe. Tak jarang juga perkuliahan berlangsung di gedung lain. Tapi kalau mata kuliah umum biasanya kelasnya di Gedung BKS atau Gedung D. Kalau mata kuliah yang memerlukan komputer biasanya menggunakan lab komputer gedung Yustinus.

Gedung G / Gedung Van Lith

1. Gedung C (Fakultas Psikologi & Hukum)
2. Gedung G (Fakultas Pendidikan dan Bahasa)
3. Gedung B (Fakultas Ekonomi & Rektorat

    Tampak dari belakang
1. Gedung G
2. Gedung B
3. Gedung C
4. Gedung E (Perpustakaan)

Fasilitas
Kalau fasilitas kampus nggak usah dibahas ya. Kalian bisa lihat di website Unika Atma Jaya. Fasilitas yang mau saya bahas adalah khusus yang dimiliki PGSD saja. Berikut ini fasilitasnya:
1. Ruang kuliah ber-AC dilengkapi dengan komputer terakses internet & Proyektor.
2. Laboratorium Pendidikan SD
3. Laboratorium IPA (Ada di Gedung K Fakultas Teknik)
4. Ruang Himpunan Mahasiswa
5. Micro Teaching Lab
6. Ruang Dosen

Selain itu di Gedung G ada Laboratorium Komputer milik FPB dan Ruang Pertemuan Arinze milik Universitas. Sekretariat FPB ada di lantai 2.


Apa ada senioritas ?
Sama sekali tidak. Mahasiswa PGSD kekeluargaannya akrab. Mahasiswa angkatan lama tidak pernah membully angkatan dibawahnya. Mahasiswa antar angkatan menjalin pertemanan dengan baik (bahkan ada yang sampai saling jatuh cinta hehehe). Saya tidak merasa ada gap yang jauh antar angkatan. Biasanya satu angkatan mahasiswa PGSD kurang dari 100. Angkatan saya saja cuma 48 orang. Jadi pasti bisa mengenal semua mahasiswa satu angkatan. Bahkan saya bisa mengenal mahasiswa angkatan 2008-2011 (walaupun tidak semua/kadang ada yang lupa hehe). Itu juga bukan karena dipaksa, tapi memang terjadi begitu saja secara natural karena antar angkatan menjalin pertemanan dengan baik. Dan itu adalah hal wajar bagi mahasiswa PGSD Atma Jaya jika bisa mengenal banyak mahasiswa dari berbagai angkatan.

Bagaimana dengan dosennya ?

Sebelumnya, saya kasih tau dulu kalo dosen itu ada dua macam, dosen tetap dan dosen honorer. Disini yang saya bahas adalah dosen tetap PGSD. Trus... dosen-dosennya asik ga sih ? atau malah killer ? Saya bisa katakan dosen PGSD Atma nggak ada yang killer. Dosennya asik dan menyenangkan, di dalam kelas maupun di luar kelas. Mereka enak dan seru di ajak bercanda, ramah dan ada juga yang memang humoris. Beberapa diantaranya memiliki metode mengajar dan penugasan yang variatif. Jadi perkuliahan pun jadi nggak ngebosenin.

Dosen disini juga disiplin. Disiplin disini bukan dalam arti banyak aturan yang ketat dan mengerikan. Maksudnya dosen PGSD menerapkan disiplin yang sederhana sehingga kita kuliahnya juga bener. Saya kasih contoh deh biar ga bingung. Di kalangan mahasiswa sudah sering terdengar fenomena titip absen dan dosen tiba-tiba ga dateng sehingga kelas perkuliahan ditiadakan. Nah kalo di PGSD fenomena tersebut 99% tidak ada. Ah yang bener ? Ya jadi untuk urusan absensi, absen tidak diedarkan ke mahasiswa untuk ditandatangani secara bergiliran, tapi dosen memanggil nama mahasiswa satu-satu. Nah kalo kayak gitu mana bisa titip absen. Trus dosennya kalo suatu waktu bakal nggak bisa ngajar, beberapa hari sebelumnya sudah memberitahu kepada mahasiswa. Walaupun kadang tidak ada pemberitahuan, kelas tetap ada karena dosen menitip tugas yang harus mahasiswa kerjakan (Ya walaupun kadang mahasiswa ngerjainnya ga serius-serius amat hehe).

Dosen Tetap PGSD
(Masih ada beberapa yang tidak ikut dalam foto ini)


Kegiatan Kemahasiswaan
Ada beberapa kegiatan yang bisa diikuti atau bergabung dalam kepanitiaanya seperti:

BIRAMA.
 Merupakan acara semacam study tour dan pembinaan karakter yang diadakan tiap tahun. Acara ini dibuat untuk mahasiswa baru saja. Kalau jaman saya dahulu untuk semua angkatan. Tapi kalo sekarang pesertanya terlalu banyak kalau semua angkatan ikut. Biasanya keluar kota dan menginap. Malah tahun ini ke Jogja ! Arrrghhhh bikin envy ! Dulu saya paling jauh cuma Bandung -_-"




PGSD mengajar
 Ya jadi beberapa mahasiswa diutus untuk bermain dan belajar dengan anak-anak yang ada di rumah singgah, panti asuhan. Ya pokoknya mengabdi kepada anak-anak yang kurang beruntung selama satu hari. Saya kurang tahu persis karena ini kegiatan baru dan belum pernah ada selama saya kuliah.

Baksos
Saya tidak tahu apakah kegiatan ini masih ada atau sudah termasuk dalam PGSD Mengajar.

Padude & Ruciragati
Padude merupakan kelompok paduan suara. Ruciragati merupakan kelompok tari tradisional. Mahasiswa PGSD bisa bergabung dengan salah satu kelompok tersebut. Kedua kelompok tersebut menjadi kebanggaan PGSD karena suka menjadi andalan untuk pengisi acara yang diselenggarakan PGSD maupun FPB.


 
Tiga penari dari Ruciragati


Futsal
Kalau belum berubah, setiap rabu jam 19.00 di sport hall  mahasiswa PGSD bisa bergabung bermain futsal dengan mahasiswa jurusan lain yang ada di FPB. Mahasiswa Ekonomi Pembangunan juga suka ikut main bareng juga.


LAGA
Singkatan dari Lomba Aktivitas Guru dan Siswa. Ini merupakan kegiatan lomba antar siswa SD dan Guru SD Se Jakarta, Tangerang, Bekasi.

Ziarek (Ziarah dan Rekreasi)
Mendengar kata Ziarek tentu sudah tidak asing bagi kalian yang beragama katolik. Ya jadi ziarek ini kegiatan pergi ke suatu tempat rohani seperti Gua Maria atau tempat jalan salib. Ini merupakan kegiatan baru.

OKE.. demikianlah pembahasan saya tentang PGSD Atma Jaya (yang sepertinya berbau promosi juga hehe). Semoga bermanfaat buat kalian yang lagi nyari referensi jurusan kuliah.

Update: Kalau mau tau lebih banyak dan info terbaru dari PGSD Atma Jaya, silakan follow twitter: @pgsd_atmajaya

 sumber gambar: google maps, pgsdfkipuaj.com, google.com, facebook.com

[Continue reading...]

18 Mei 2015

Pendakian Perdana: Gunung Batu Jonggol

- 1 comments
 Gunung Batu

Gunung Batu - Jonggol, mungkin bagi kalian yang sudah biasa hiking, gunung tersebut belum ada apa-apanya dibanding gunung-gunung lain yang lebih tinggi seperti Gunung Gede, Salak, Semeru, Merapi, dll. Memang Gunung Batu mungkin lebih tepatnya disebut bukit karena tingginya hanya 875 mdpl.

Namun, bagi saya ini adalah pengalaman pertama mendaki gunung. Saya benar-benar excited, tapi bukan karena naik gunungnya, namun lebih karena ini petualangan pertama saya dengan teman-teman ex misdinar. Padahal sebelumnya saya belum pernah punya keinginan naik gunung. Saya memang kurang tertarik dengan kegiatan itu. Apalagi dengan semakin banyak berita pendaki yang tersesat di gunung. Semakin nggak ada keinginan deh buat naik gunung.

Tapi hal itu berubah 180 derajat. Semua berawal dari wacana yang bolak-balik dibahas oleh teman-teman saya yang semuanya ex misdinar. Sekitar sebulan yang lalu saya diberitahu teman saya, Adri, kalau anak-anak ex misdinar mau jalan antara tanggal 14, 15, atau 16 Mei 2015. Rencana awalnya mau rafting, tapi kemudian berubah menjadi mau naik gunung batu dan tanggal sudah ditetapkan 15 Mei. Ditengah rencana tersebut sempat terancam batal, karena semakin sedikit teman-teman yang bisa ikut. Akhirnya beberapa hari sebelum hari H, diputuskan rencana ini tetap dilaksanakan dengan peserta empat orang.

 Adrie, Vincent, Saya, Danie

Permasalahan lain yang muncul adalah jalan menuju kesananya. Kami nggak ada yang tahu jalannya. Kalau sudah begini, satu-satunya andalan adalah nyari jalan lewat google maps. Saya juga searching di google dan nemu blog yang menjelaskan rutenya.

Rute Kampung Sawah (Bekasi) - Gunung Batu

Sebenarnya mau darimanapun asalnya (Jakarta/Bekasi/Tangerang), jalan yang mesti dicari adalah jalan alternatif Cibubur. Untung saja rumah saya tidak jauh-jauh banget dari jalan tersebut. Saya menuju jalan Alternatif Cibubur lewat jalan kranggan. Dari jalan Alternatif Cibubur jalan terus ke arah timur. Taman Mekarsari lurus terus. Patokan selanjutnya RSUD Cileungsi lurus terus. Setelah itu akan ada jalan bercabang, pilih yang sebelah kiri (arah ke Cariu). Nah patokan terakhir adalah Indomaret dan Alfamart Sinargalih (kedua minimarket itu berdiri bersebelahan).

 Patokan utama, Indomaret & Alfamart Sinargalih

 Pertigaan di depan sebuah SD negeri, disitu belok kanan

Tidak jauh dari kedua mini market itu, persis di depan sebuah SD Negeri, ada pertigaan. Disitu kita belok ke kanan. Tidak ada papan nama jalannya tapi sepertinya nama jalan itu adalah jalan menteng. Ikuti saja jalan tersebut dan jangan belok-belok. Dari pertigaan tersebut, menurut yang saya baca di blog lain, jarak ke gunung batu masih sekitar 20 Km ! Jika sudah melewati kantor kepala desa Sukaharja, maka Gunung Batu sudah dekat. Nanti akan ditemukan petunjuk dimana tempat parkirnya dan menuju kesana kita melewati jalan yang lebih kecil dan berbatu.

Baru Saja Ada Korban

500 meter sebelum sampai di Gunung Batu, kami mampir dulu ke sebuah warung untuk ke WC dan membeli makanan kecil. Penjaga warung tersebut mengingatkan kami untuk hati-hati karena di Gunung Batu belum lama ada korban tewas yang terjatuh saat menuruni gunung. Teman saya kaget mendengarnya. Kalau saya suda tidak kaget, karena semalam sebelumnya saya nggak sengaja nemu berita tentang itu. Sampai di area parkir, di titik awal jalur pendakian memang masih diberi garis polisi. Namun kata penjaga warung yang ada disitu nggak papa kalau mau naik, dari kejauhan saya juga melihat ada orang yang sedang menuruni gunung.

Memanjat Gunung

Jalur pendakian diawali dengan jalan tanah yang menanjak. Belum lama mendaki, kami berempat sudah berhenti karena capek.. hahaha payah beud dah. Berkali-kali berceloteh kalau kita sampai sini saja nggak usah sampai puncaknya haha. Awalnya saya kira jalur pendakian ini hanya berupa jalan menanjak, tapi ternyata tidak itu saja. Setengah perjalanan menuju puncak, jalur pendakiannya berupa "dinding batu" sehingga untuk melewatinya kita harus memanjat seperti panjat tebing. Maka di beberapa lokasi jalur yang tingkat kemiringannya hampir 90 derajat, sudah disediakan tali. Saat melihat betapa curamnya jalur, saya dan teman-teman beberapa kali berpikir apakah akan lanjut sampai puncak atau nggak. Masalahnya bukan bisa manjat atau nggak, tapi masalahnya nanti bisa turunnya atau nggak. Kami berempat benar-benar masih sangat pemula. Teknik memanjat atau menuruni tebing menggunakan tali belum kami kuasai. Sampai pada akhirnya teman saya, Danie, memutuskan tidak melanjutkan ke Puncak karena sepatunya licin. Kami bertiga melanjutkan pendakian. Lalu giliran saya yang berpikir tidak ke puncak padahal tinggal sedikittttt lagi. Saya terlalu mikirin gimanan nanti turunnya. Eh.... ga disangka, Danie muncul tidak terlalu jauh di belakang saya. Ternyata dia "dipaksa" dan dibantu pendaki lain saat memanjat batu-batu. Danie juga mau ke puncak yaudah saya pun ikut juga (yg cewek aja naik ke puncak, masa gw nggak hehe). Ya pada akhirnya kami berempat berhasil menuntaskan misi pendakian gunung ini.
Dititik ini saya berpikir lama untuk naik atau nggak


Pengalaman yang didapat

Saat menuruni gunung kami dibantu dan dipandu oleh dua pendaki lain asal Tebet. Dari mereka saya mendapat pengalaman tentang cara yang benar menuruni gunung menggunakan bantuan tali. Selain itu saya juga menjadi tahu perlengkapan penting yang harus dipakai yaitu sepatu gunung dan sarung tangan.



Jalur ini masih cukup mudah dilewati

Kami berempat (satunya lagi yang di belakang kamera)

Yeayy... akhirnya puncak perdana !

[Continue reading...]

12 Mei 2015

Tips Memilih Jurusan Kuliah S1 Versi Saya

- 3 comments


Mungkin artikel seperti ini sudah mainstream dan banyak berhamburan di google. Trus, kenapa saya bikin artikel ini ? Saya bikin artikel ini karena saya beberapa kali mendengar cerita tentang mahasiswa yang sepertinya merasa salah jurusan. Maka, saya tergerak untuk membuat artikel ini agar semakin berkurang mahasiswa yang mungkin merasa salah jurusan.

Sebelumnya saya mau jelaskan dulu bahwa semua yang saya tulis ini murni berdasarkan pengalaman dan pemikiran menurut saya. Jadi harap maklum kalau ada isi dari artikel ini yang menurut kalian kurang tepat/kurang sesuai dengan pendapat kalian.

Contoh Kasus

Oke.... saya mulai dengan cerita yang pernah saya dengar berikut ini.

Saudara saya bercerita bahwa cukup banyak temannya yang merasa salah jurusan. Mereka ingin memperdalam Bahasa dan segala hal tentang Inggris tapi tidak ingin jadi guru. Tapi mereka malah milih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pilihan yang salah bukan ? Seharusnya kan yang dipilih jurusan Sastra Inggris.

Ada contoh lain. Teman saya cerita bahwa ada temannya merasa salah masuk jurusan IT. Ironisnya, dia memilih jurusan IT karena cuma merasa dirinya "bisa komputer". Padahal masuk jurusan yang berhubungan dengan IT tidak hanya mengandalkan kemampuan menggunakan program-program dasar yang ada di komputer. Tapi ada juga materi hitung-menghitung, jaringan komputer dan elektronika. Sialnya, itu juga menjadi pengalaman pribadi saya. Saya pernah coba tes masuk ke UNJ dan memilih sistem komputer, hanya karena saya merasa "bisa komputer". Untung saja saya tidak diterima di UNJ, jadi saya terhindar dari penyesalan salah jurusan.

Dari contoh itu bisa disimpulkan, saat memilih jurusan kuliah harus digali dahulu lebih dalam informasi tentang jurusan tersebut. Jangan sampai salah duga atau salah persepsi tentang jurusan itu.

"Mampu atau Tidak Mampu"

Jika calon mahasiswa sudah memiliki pasion yang ada pada dirinya, tentu mudah menentukan jurusan kuliah. Tinggal memilih jurusan apa yang cocok dengan pasionnya. Namun banyak juga calon mahasiswa yang belum tahu apa pasionnya atau cita-citanya. Tentu sulit memilih jurusan ketika belum terpikirkan profesi apa yang diinginkan setelah lulus kuliah. Untuk kondisi seperti itu,  menurut saya dalam memilih jurusan yang perlu dipertimbangkan bukan masalah "suka atau tidak suka", tapi tentang kemungkinan apakah kita akan mampu atau tidak mampu menjalani dan menyelesaikan kuliah di jurusan tersebut.

Kriteria mainstream

Nama besar kampus sudah menjadi kriteria yang biasa dipakai

Mungkin mahasiswa merasa salah jurusan karena pada awalnya saat mencari tempat kuliah, ia hanya mempertimbangkan hal-hal yang sudah biasa seperti biaya kuliah, menyesuaikan dengan jurusan saat SMA (IPA/IPS), mencari yang saingannya sedikit dan kualitas/suasana kampus/nama besar kampus di mata masyarakat secara umum. Atau yang lebih ekstrim, sekedar ikut-ikutan teman. Saya bukan mau mengatakan bahwa hal-hal tersebut merupakan pertimbangan yang salah. Namun maksud saya, pertimbangan yang dipakai jangan berhenti sampai disitu saja. Carilah lagi informasi lain yang bisa menjadi bahan pertimbangan sehingga membuat kita semakin yakin dengan jurusan tersebut.

Perbanyak Referensi Jurusan



Seperti yang sudah saya bilang, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai jurusan kuliah yang ada di Indonesia. Jurusan kuliah nggak cuma manajemen, akuntansi, psikologi, hukum, TI, Kedokteran, atau jurusan terkenal lainnya. Masih ada banyak lagi jurusan kuliah. Siapa tahu kalian menemukan jurusan yang jarang terdengar tapi cukup menarik buat kalian. Jurusan yang jarang terdengar bukan berarti tidak bagus, namun karena memang belum banyak masyarakat yang tahu atau karena memang jurusan itu masih terhitung baru ada di Indonesia. Sebagai contoh, tahukah kalian jurusan ilmu perpustakaan ? Jika saja saya tahu tentang jurusan itu saat lulus SMA, bisa saja saya akan pilih jurusan itu. Saat saya tahu, saya tertarik dengan jurusan itu. Namun mau gimana lagi, saya udah lulus S1 PGSD. Secara umum di jurusan tersebut mempelajari tentang pengarsipan file/dokumen, hal yang cukup saya minati.

Setelah mendapat referensi beberapa jurusan, barulah kita cocokkan jurusan mana yang sesuai dengan kemampuan kita.  O iya, kemampuan yang saya maksud bukan tentang kemampuan ekonomi tapi kemampuan akademis. Jadi misalnya saya kurang mampu dengan ilmu Fisika dan Matematika saat SMA, maka saya tidak akan memilih jurusan Teknik.

Maka selanjutnya saya mau berbagi tips tentang informasi apalagi yang harus diketahui untuk dipertimbangkan dan bagaimana cara mendapat informasi tersebut.

1. Gambaran Umum Perkuliahan 



 









Inilah informasi utama yang perlu dicari. Kita mesti cari tahu, secara umum apa saja yang dipelajari di jurusan yang mau dipilih. Jangan sampai kita hanya sekedar menebak-nebak saja. Jika kita sudah mendapat informasi ini, kita bisa mengukur dengan diri kita apakah sanggup untuk menjalani kuliah di jurusan tersebut.

Untuk tahu informasi ini, kita bisa browsing ke web/blog yang khusus membahas tentang jurusan kuliah seperti www.jurusankuliah.net, www.jurusanku.com, www.jurusankuliah.info dan www.maukulia.wordpress.com.

Selain itu bisa juga searching di google pengalaman mahasiswa di jurusan yang mau kalian pilih. Karena saya menemukan cukup banyak mahasiswa yang suka cerita di blognya segala hal tentang jurusan kuliahnya.

Terakhir, tentu saja tanyakan secara langsung kepada teman/kerabat kalian yang sedang kuliah/pernah kuliah di jurusan yang sama seperti yang mau kalian pilih.


2. Kurikulum


Contoh kurikulum jurusan kimia

Informasi tentang kurikulum ini untuk memperkuat informasi yang sudah saya sampaikan di no 1. Kurikulum jurusan menampilkan berbagai judul mata kuliah yang akan dipelajari dari semester 1 sampai lulus. Dengan melihat kurikulum, kita bisa memperkirakan apakah kita akan mampu mengikuti berbagai mata kuliah tersebut. Kita juga bisa searching di google penjelasan mengenai mata kuliah yang ada di kurikulum itu. Untuk mendapat informasi kurikulum ini, caranya cuma satu yang efektif. Searching di google hehe.


3. Proses Setelah Wisuda 
Setelah wisuda ya bukannya ngelamar kerja ? Ya memang biasanya begitu, setelah wisuda -- ngelamar kerja -- diterima -- kerja -- punya duit deh. Tapi untuk mahasiswa dari jurusan tertentu, walau sudah pegang Ijazah S1, tetap belum bisa kerja. Lho kok bisa gitu ? Ya...karena ada beberapa bidang profesi yang memberi syarat bagi pelamar fresh graduate harus sudah menjalani pendidikan profesi. Mungkin profesi yang sudah dikenal luas menerapkan hal tersebut adalah profesi dokter. Selain itu saya juga mendapat cerita dari teman saya bahwa profesi yang berhubungan dengan lulusan farmasi (biasanya apoteker), juga menerapkan hal itu. Jadi kalian perlu cari tahu, apakah jurusan yang dipilih benar-benar membuat kalian bisa langsung bekerja setelah lulus atau mesti melanjutkan ke pendidikan profesi. Karena ini berkaitan dengan biaya yang harus dipersiapkan.

4. Status Akreditasi

Ini informasi tambahan dan tidak ada kaitannya juga sih dengan pengukuran kemampuan diri. Tapi ini berkaitan dengan kualitas jurusan yang bisa jadi pertimbangan tambahan. Ingat ya.. kita ingin tahu seberapa bagus jurusan itu bukan kampusnya. Jadi jangan cek ke webometric atau 4ICU karena kedua situs itu menilai kampusnya doang. Menilainya juga cuma dari website dan konten digitalnya saja.

Lalu jurusan yang bagus lihat apanya ? Lihat akreditasinya ! Maka, kalau menurut saya sih kuliah itu dimana saja yang penting lihat status akreditasi jurusannya.
Jadi saat menentukan jurusan, pastikan akreditasi jurusan tersebut setidaknya "B". Lebih bagus lagi kalau akreditasi A. Hal itu telah diterapkan oleh adik saya dan salah satu teman saya. Adik saya kuliah jurusan manajemen sudah terakreditasi B, tapi di Kampus yang belum lama berdiri dan belum terlalu dikenal oleh masyarakat umum. Namun justru dia bangga kuliah disitu hehehe

 Saya punya contoh kasus lagi. Saya dengar cerita bahwa ada teman saya yang masuk jurusan farmasi salah satu universitas negeri tapi ternyata akreditasi jurusan farmasinya "C". Nah dari situ bisa disimpulkan, nama besar kampus belum tentu berbanding lurus dengan kualitas jurusannya.

Selain itu status akreditasi bisa juga untuk pertimbangan memilih tempat kuliah yang biayanya lebih terjangkau. Misalnya jurusan manajemen di kampus X biayanya lebih mahal dibanding jurusan manajemen di kampus Y. Padahal akreditasi jurusannya sama-sama "A". Maka tidak ada salahnya memilih kampus Y yang biayanya lebih terjangkau.

Untuk mencari tahu status akreditasi jurusan, silakan searching di http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php



[Continue reading...]

10 Mei 2015

Beralih dari Peresensi Menjadi Blogger Buku

- 1 comments
Peresensi dan blogger buku apa bedanya ? Toh sama-sama ada hubungannya dengan buku. Blogger buku juga ujung-ujungnya meresensi buku di blog.

Namun, saya merasa ada yang berbeda dengan kedua hal tersebut. Sebelumnya saya jelaskan dulu bahwa peresensi yang saya maksud lebih kepada orang yang suka meresensi buku dan mengirimnya ke media cetak untuk dipublikasikan.

Jadi setahun terakhir ini saya mencoba mengirim resensi ke beberapa koran. Namun dari 10 kali percobaan mengirim ke koran-koran, hanya berhasil dimuat 1 kali. Kemudian ada salah satu redaksi koran yang meminta saya merevisi resensinya. Revisi satu kali belum cukup, saya diminta revisi lagi.

Tidak tahu kenapa, dengan faktor-faktor tersebut, saya jadi nyerah. Ya memang seharusnya saya tidak boleh nyerah. Tapi saya kehilangan motivasi untuk tidak menyerah. Maka saya akhirnya memilih mengoptimalkan blog buku saya. Saat saya menekuni menjadi peresensi, blog buku saya hanya menjadi tempat arsip resensi-resensi saya yang saya kirim ke koran.

Kini saya lebih menekuni menjadi blogger buku. Jadi blog saya tidak hanya menjadi tempat arsip resensi tapi menjadi etalase buku-buku yang saya miliki. Saya pun mengikuti event yang biasa diikuti oleh blogger buku pada umumnya seperti reading challenge. Kini tampilan blog buku saya sepertinya sudah mencerminkan blog buku yang sesungguhnya.

Blog buku yang sesungguhnya itu seperti apa ? Kalo menurut saya ,blog buku yang sesungguhnya itu punya banner keanggotaan Blog Buku Indonesia, punya juga banner reading challenge, dan ada label pengkategorian buku. Mengapa saya berpendapat seperti itu ? Karena setelah saya blogwalking ke beberapa blog buku, kebanyakan blog-blog tersebut menampilkan widget tersebut di blognya.

Nah kini kembali ke pertanyaan awal. Peresensi dan blogger buku apa bedanya ? Setidaknya ada empat perbedaan yang saya rasakan. Pertama dari segi membaca bukunya. Saat menjadi peresensi saya membaca buku secepat mungkin bahkan ada bagian yang dilewati, supaya bisa sesegera mungkin menulis resensi agar tidak keduluan dengan peresensi lain. Namun saat menjadi blogger buku saya bisa menikmati keseluruhan isi buku karena saya membaca dengan santai tanpa mengkhawatirkan hal-hal lain.

Kedua dari segi membeli buku. Saat menjadi peresensi saya membeli buku yang kira-kira berpeluang besar dimuat di koran, walaupun saya kurang tertarik dengan buku tersebut. Namun positifnya, saya menjadi lebih terbuka dengan berbagai genre buku. Saat menjadi blogger buku, saya membeli buku yang memang menarik buat saya untuk dibaca.

Ketiga dari segi meresensinya. Saat menjadi peresensi, saya harus menyusun tulisan resensi dengan kata-kata yang baku, saya juga merasa terbatas untuk mengekspresikan kelebihan atau kekurangan buku tersebut. Saat menjadi blogger buku saya bisa membuat resensi dengan sesuka hati dengan kalimat-kalimat yang lebih ekspresif.

Lalu apa enaknya jadi blogger buku ? Menjadi blogger buku sebenernya untuk sarana have fun saja bagi orang-orang yang emang suka sama buku. Dengan kata lain, untuk penyaluran kepuasan minat terhadap buku. Jadi saya merubah mindset saya yaitu bahwa membaca dan meresensi buku itu untuk menyalurkan hobby bukan untuk tujuan komersil yaitu mendapat hadiah seperti saat menjadi peresensi.

Maka dengan menjadi blogger buku, saya mau berlatih dulu menulis resensi sebanyak-banyaknya, jadi kalau suatu saat ingin ngirim resensi ke koran lagi saya bisa lebih luwes menulis resensinya



[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger