19 Oktober 2014

Tabloid #SOCCERpamit



Saat itu hari minggu saya pergi ke Mal Pondok Gede dengan tujuan untuk membeli buku di gramedia. Namun, saat sedang berjalan di kawasan mal tersebut saya melewati kios koran dan tidak sengaja melihat tabloid soccer yang bertuliskan #SOCCERpamit di halaman paling belakangnya. Wah apa tu maksudnya ? saya langsung berpikir apakah Tabloid Soccer akan tutup ? Tanpa pikir panjang lagi saya menuju kios itu dan mengambil satu tabloid itu.

Saya membaca kolom editorialnya ,Dan ternyata benar Tabloid Soccer telah tutup, tidak terbit lagi. Saya cukup terkejut melihatnya. Karena saya melihat Soccer sudah cukup mapan sebagai sebuah media cetak dan sepertinya juga memiliki basis pelanggan yang cukup besar. Terlebih lagi saya bisa dikatakan pelanggan Soccer sejak tahun 2005. Tapi Ya memang setahun belakangan ini saya mulai jarang beli Soccer karena saya sudah masuk dunia kerja dan tidak sempat untuk membaca lagi. Saya memiliki banyak kenangan dengan Soccer. Soccerlah yang pertama kali membuat saya melek tentang dunia sepakbola. Di salah satu halamannya, ditampilkan beberapa cover dari awal pertama kali terbit sampai edisi terakhirnya. Saya menjadi kembali mengingat masa-masa ketika saya “sangat dekat” dengan Soccer.

Menurut tulisan editorial tersebut, Soccer berhenti terbit karena masalah kesulitan bisnis. Ya saya cukup memahami alasan tersebut. Di tengah majunya dunia maya sekarang ini, cukup sulit bagi media cetak untuk meraih pasar konsumen. Saya menyadari kini masyarakat lebih memilih browsing di internet untuk mendapat informasi berita. Apalagi berita sepakbola yang bisa dikatakan hampir setiap hari selalu ada berita update. Tentu mengupdate berita setiap hari adalah keterbatasan Soccer yang terbit 1 minggu sekali saja. Memang konsep Soccer adalah tabloid panduan sepak bola, bukan tabloid berita update sepak bola. Namun sepertinya pasar konsumen lebih tertarik dengan berita update sepakbola dan itu bisa didapatkan dengan cepat dan mudah melalui internet.

Saya kemudian membeli Tabloid Soccer itu sebagai kenangan di edisi terakhirnya. Saat tiba di rumah, saya browsing internet dan banyak respon dari netizen di twitter mengenai berhentinya Soccer. Mereka sedih dan merasa kehilangan. Ada juga berbagai postingan blog yang menceritakan kenangan dengan soccer. Saya terharu melihat respon-respon tersebut. Saat browsing tersebut saya baru menyadari edisi terakhir soccer tersebut adalah 9 Oktober 2014. Itu berarti sudah 1 minggu yang lalu. Wah saya sangat ketinggalan info ini.

0 comments:

Posting Komentar

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger