18 April 2013

Pengalaman Ujian Nasional: Dua Kubu berbeda Menghadapi UN

Masa-masa menjelang UN belum terhapus dalam ingatan saya. Berbagai persiapan dilakukan baik dari pihak sekolah maupun siswa sendiri. Sekolah berkali-kali mengadakan Try Out dan Pelajaran tambahan.

Persiapan siswa sendiri juga tidak kalah sibuk. Waktu itu di kelas saya sebagian besar siswa mengikuti Bimbingan belajar di luar sekolah dan membeli buku kumpulan soal UN. Hal itu seolah menjadi tren. Ya itulah persiapan yang memang biasanya dilakukan saat menghadapi UN.

Namun, realitanya saat itu tak hanya persiapan biasa yang dilakukan siswa. Beberapa siswa lain mencoba menggunakan cara curang untuk menghadapai UN. Maka, waktu itu di sekolah saya dikenal ada dua kubu yaitu kubu jalur murni dan kubu jalur kunci jawaban. siswa yang mengambil jalur murni heboh dengan persiapan belajar bersama, mengerjakan soal-soal latihan. Sedangkan siswa jalur kunci jawaban juga tak kalah heboh dengan mengajak teman-temannya patungan menyiapkan uang untuk membeli kunci jawaban. Bahkan siswa jalur kunci jawaban mengajak siswa jalur murni untuk ikutan membeli kunci jawaban. Namun siswa jalur murni menolaknya.

Nah ini fenomena yang terjadi saat UN SMA jaman saya. Kunci jawaban beredar luas. Namun sepertinya untuk saat ini hal tersebut sudah tereduksi, karena saya mendengar soal UN di buat dalam 20 paket yang berbeda. Tentu dengan begitu semakin kecil kemungkinan kunci jawaban yang ada sesuai dengan paket soal yang diterima.

Kini UN juga tidak satu-satunya parameter yang menentukan kelulusan siswa. Siswa pun akan terbantu dari nilai-nilai hasil belajar di sekolah sehingga UN tidak menjadi hal yang benar-benar menakutkan yang membuat siswa mengambil jalan pintas dengan menggunakan kunci jawaban.

 Jadi untuk sekarang ini kita harus percaya diri terhadap apa yang kita kerjakan saat UN dan tentu jangan lupa berdoa agar kita merasa lebih tenang saat mengerjakan UN.

0 comments:

Posting Komentar

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger