Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

20 Desember 2010

Kebangkitan Sepak bola Indonesia


Euforia kini sedang melanda seluruh rakyat Indonesia. Kegemilangan Timnas Indonesia di Piala AFF menjadi penyebabnya. Indonesia berhasil mencapai final untuk yang keempat kalinya. Berbeda dengan Piala AFF sebelumnya, Indonesia mencapai final dengan sangat cemerlang. Timnas merah-putih selalu memenangkan setiap pertandingan, termasuk melawan raja sepak bola asia tenggara, Thailand. Bahkan dua pertandingan diantaranya dimenangkan dengan skor telak. Malaysia di hajar 5-1. Laos di bantai 6-0. Itu benar-benar sangat membanggakan.

Tak salah jika seluruh rakyat Indonesia sangat menginginkan Timnas menjuarai Piala AFF 2010. Ini merupakan saat yang tepat untuk menyudahi puasa gelar juara selama 19 tahun. Keberhasilan Timnas Indonesia mendapat juara adalah ketika memenangkan medali emas di SEA Games 1991.

Berbagai media, mulai dari berita, talkshow, hingga infotaiment langsung mengekspos keberhasilan timnas Indonesia ini. Memang, keberhasilan seperti ini jarang terlihat di timnas Indonesia.

Keberhasilan ini tak lepas dari buah tangan  pelatih Indonesia, Alfred Riedl. Dia mereformasi skuad timnas. Banyak wajah baru yang masuk sebagai tim utama, termasuk 1 pemain naturalisasi yaitu Christian Gonzales dan pemain keturunan Belanda, Irfan Bachdim. Dua pemain ini sangat berpengaruh pada kesuksesan timnas. Ini membuktikan bahwa naturalisasi pemain bisa berhasil memberi efek positif.

Skuad Indonesia kini tampak lebih "segar". Dari skuad ini, munculah beberapa rising star seperti Oktovianus Maniani, Muhamad Nasuha, Zulkifly Syukur, Ahmad Bustomi, dan Irfan Bachdim. Mereka semua sangat berperan dalam keberhasilan Indonesia.
Alfred Riedl juga menerapkan sistem denda kepada pemainnya jika telat datang latihan. Hal itu membantu para pemain untuk lebih disiplin.

Kini, permainan Indonesia jauh lebih bagus dan lebih menarik. Pemain Indonesia saat ini terlihat memiliki skill yang lebih baik.

Namun masih ada satu hal yang harus diperhatikan yaitu sektor pertahanan. Pemain belakang Indonesia suka kewalahan menghadapi serangan cepat lawan. Selain itu, juga suka terjadi miss communication antara pemain belakang dan penjaga gawang. Itu sudah terjadi berulang kali.

Bagaimana pun juga kita patut bangga dengan timnas Indonesia saat ini. Namun jangan puas dulu, karena masih ada pertandingan final melawan Malaysia.
Mudah-mudahan saja Indonesia bisa menjuarai Piala AFF ini dan menjadi raja baru sepak bola Asia Tenggara. Selain itu, semoga prestasi bagus ini bisa terus dilanjutkan hingga akhirnya Indonesia bisa mencapai Piala Dunia. hahaha...

3 komentar:

  1. horreyyy malaysia ,we won agg by 2 by 4...1/2 its ok...it is a give for themmm....thanks ..will seeee u all another year guyss....

    BalasHapus
  2. Malaysia terbaik

    BalasHapus
  3. aku bangga dengan mu malaysia...sungguh professional dalam apa jua keadaan...meletakkan akal mendahului emosi merupakan langkah paling bijak dan sempurna bagi mereka yang memang bijaksana....protes memprotes hanya mengundang musibah...tiada untungnya mengada-adakan cerita-ceriti yang hanya akan menyebabkan perbalahan, kemurkaan dan kebencian...apa yang anda dapat? jualan newspaper aja yang pentingkah atau keamanan sejagat???? fikir2kan...wahai umat manusia....

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.

Tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Random

randomposts