Karena yang tertulis akan bernilai di masa depan

06 Januari 2018

Pertama Kali Ke Bali (2): Pantai Pandawa, Dreamland, Kuta, dan Pura Uluwatu

Januari 06, 2018


Sebelumnya: Penginapan, Transportasi, & Itinerary

Hujan rintik-rintik menyambut saya ketika mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Tak lama berselang, ketika sudah berada di dalam bandara, hujan turun sangat deras. Hal itu membuat saya khawatir. "Baru sampai saja sudah hujan deras, kalau hari-hari besok hujan juga, bagaimana bisa jalan-jalan ?" kata saya dalam hati. Sejenak saya harus lupakan kekhawatiran itu. Ada hal yang lebih penting. Mencari transportasi untuk mengantar saya dan keluarga ke hotel. Memang, kami sudah menyewa mobil tapi tidak termasuk antar-jemput bandara.

Sejumlah supir berada dihadapan kami ketika berada di tempat memesan transportasi. Saya coba tanya berapa tarifnya. Ternyata harganya cukup tinggi. Saya sempat bingung mau bagaimana lagi. Akhirnya saya coba memesan ke counter resmi taksi Ngurah Rai. Entah mengapa saya percaya saja, sehingga tidak menanyakan tarifnya.

Taksi berwarna biru tua itu mengantar kami ke hotel. Akhirnya hujan baru berhenti ketika sudah mendekati hotel. Sampai di hotel, saya cukup deg-degan berapa tarif taksinya. Ternyata lebih murah beberapa puluh ribu.

Waktu menunjukkan pukul 18.00 WITA ketika kami memasuki kamar hotel. Saya memang memilih kamar dengan harga yang rendah karena nantinya akan lebih banyak berada diluar hotel. Jadi fasilitas kamar yang ada memang seadanya. Kamar cukup luas dengan dua tempat tidur. Tidak ada TV & AC. sebagai penyejuk ruangan terdapat satu kipas angin berdiri.

Makan Malam di Jimbaran

Kami hanya bisa merebahkan badan sejenak saja, karena kegiatan pertama sudah menunggu yaitu makan malam di Jimbaran. Kebanyakan restoran menerapkan sistem memesan voucher makan beberapa hari sebelumnya melalui website. Adik saya sudah memesan voucher lewat website www.seevoucher.com. Menurut informasinya, kami ditunggu kehadirannya paling lambat jam 20.00. Maka kami targetkan jam 19.00 sudah berangkat. Jeda waktu hanya satu jam untuk istirahat dan bersiap-siap. Walau begitu kami tidak ada yang terlihat kelelahan hehe. Bahkan kami berangkat sebelum pukul 19.00. Transportasi online dipilih untuk menuju ke Jimbaran.

Suasana makan malam di tepi pantai memang menjadi daya tarik Jimbaran. Sejumlah restoran seafood berjejer di sepanjang tepi pantai. Adik saya memesan di The Ocean. Makanan yang dipesan adalah paket seafood yang terdiri dari udang, kerang, kepiting, dan cumi. Kami memesan 2 paket. Totalnya 190.000.

Jalan Kaki Bersama Sepinya Malam

Saya kira kemudian akan berjalan lancar. Selesai makan, pesan transportasi online, kembali ke hotel. Namun terjadi hal diluar dugaan. Ternyata kawasan tersebut merupakan kawasan terlarang bagi transportasi online menjemput penumpang. Seorang bapak-bapak memberi tahu hal tersebut, dan menawarkan jasa transportasinya. Namun tarifnya jauh lebih mahal. Saya masih tetap menunggu transportasi online. Dan ternyata benar tidak ada yang mau ke kawasan ini. Saya dan keluarga bersikeras tidak mau memakai jasa trasnportasi bapak itu. Akhirnya kami jalan kaki sejauh 850 meter sampai ke daerah yang "aman" untuk memesan transportasi online. Saya rada khawatir juga karena jalanan yang dilalui berupa jalan yang tidak besar dan sepi.

Nah ini bisa menjadi pengalaman kita semua. Beberapa kawasan di Bali ternyata memberlakukan larangan keberadaan transportasi online. Maka jika ingin berpergian dengan transportasi online, harus dipastikan dulu apakah transpotasi online tidak dilarang di kawasan itu


Pantai Pandawa



Hari kedua, saya menjelajahi destinasi daerah selatan Bali. Pukul 08.00 Pak Desu dengan Avanza putihnya sudah datang menjemput. Cukup beruntung karena saya mendapat mobil sewaan keluaran baru (2017).  Sesuai itinerary, destinasi pertama yang dikunjungi adalah pantai pandawa.

Pantai yang sedang hits ini menawarkan pasir putih yang elok dipadu air laut yang jernih. Namun bagi saya ada satu yang kurang yaitu ombaknya. Ombak pantai Pandawa mereda ketika sampai ke tepi pantai. Jadi air laut di tepi pantai tenang-tenang saja. Walau begitu, itu tidak mengurangi daya tarik Pantai Pandawa. Untuk menikmati pantai ini cukup membayar tiket 8.000 per orang Setelah puas berfoto di pantainya, saya menuju ke misi berikutnya yaitu berfoto di depan tebing bertuliskan "Pantai Pandawa" yang ikonik itu.

Pura Uluwatu


Suasana hening langsung terasa setelah saya turun dari mobil. Sebelum masuk, tentu membeli tiket seharga 20.000 per orang, dan memakai kain karena saya memakai celana pendek. Kawasan wisata Pura Uluwatu cukup luas. Dari loket masuk, harus berjalan sejauh 150 meter. Keunikan destinasi ini adalah banyaknya monyet berkeliaran. Selain itu tentu letak Pura Uluwatu yang berada di pinggir jurang. Dasar jurangnya adalah laut. Kombinasi laut dan jurang ini menghasilkan pemandangan yang menarik. Lebih bagus jika pada saat sunset.

Pantai Dreamland


Bukan, Ini bukan saya, tapi adik saya

Dreamland berjarak sekitar 15 km dari Pura Uluwatu. Memasuki area parikir, mobil dikenakan tarif 15.000. Area parkir dengan pantainya terlalu jauh jika jalan kaki. Maka ada mobil shuttle yang bolak-balik buat antar-jemput. Tidak ada tarif tapi kita bisa bayar sukarela saja. Setelah diantar dan turun dari mobil shuttle, harus berjalan dulu melewati kios-kios jualan. Tidak ada loket masuk, jadi hanya membayar parkir mobil saja. Kemudian melewati satu restoran dan barulah terlihat Pantai Dreamland !.

Nah ini dia pantai yang saya cari-cari. Ombaknya seru ! Untuk pasir pantai dan warna air laut mirip seperti Pandawa. Pembedanya ya pada ombaknya. Namun Dreamland tidak punya spot foto yang bertuliskan "Pantai Dreamland".

Melihat ombak Dreamland, saya dan adik saya nggak tahan lagi buat nyebur.  Tapi sebelumnya, foto-foto dulu biar ga kelupaan hehe. Selesai foto-foto baru deh buka baju terus nyeburrr. Betapa girangnya saya main air hahaha. Tapi saya cuma menabrakan diri ke ombak atau berendam saja karena nggak bisa berenang *duh bikin malu*. Satu jam berlalu tanpa terasa. Saya masih ingin berlama-lama disini, tapi sudah tengah hari. Waktunya makan siang.

Agung Bali



Tempat ini adalah salah satu yang melenceng dari itinerary. Tadinya direncanakan ke Krisna. Namun Pak Desu merekomendasikan Agung Bali ini. Katanya segala macam oleh-oleh ada dan tidak perlu tawar menawar karena Agung Bali sejenis pasar swalayan. Ternayta benar. Barang fashion seperti baju, tas, alas kaki, aksesoris sampai makanan.ada semua. Harganya juga sesuai dengan kualitas barangnya. Saya hampir kalap belanja oleh-oleh disini hehehe

Pantai Kuta



Inilah destinasi terakhir hari kedua. Pantai ini sangat terkenal sehingga banyak wisatawan yang berminat datang. Dampaknya adalah kemacetan sepanjang akses jalan menuju pantai. Apalagi jalan yang saya lewati kecil sehingga makin parah macetnya. Mencari tempat parkir menjadi permasalahan selanjutnya. Namun beruntung saya menemukan tempat parkir karena ada mobil yang mau keluar. Memasuki pantai ini tidak dipungut biaya. Jadi hanya membayar parkir mobil saja. Pantai Kuta yang terletak di bagian barat Bali memang pas untuk menikmati sunset. Walaupun tidak menawarkan pasir putih, ombak di pantai ini seru. Rasanya ingin nyebur lagi tapi sudah tidak memungkinkan. Akhirnya saya hanya di pinggir pantai saja dan berfoto. Walau begitu, pemandangan sunsetnya sudah cukup memuaskan.

Tidak terasa waktu sudah menjelang pukul 18.30. Saatnya kembali ke hotel, menyiapkan tenaga untuk menjelajahi destinasi di hari ketiga. Kemana saja ? nantikan artikel selanjutnya.

01 Januari 2018

Pertama Kali Ke Bali: Menentukan Penginapan, Transportasi, dan Itinerary

Januari 01, 2018


Bali selalu menjadi daerah pilihan banyak orang untuk berwisata. Walaupun sudah dikenal sejak lama, daya tarik Bali tidak pernah luntur. Wisatawan dalam maupun luar negeri selalu ramai mengunjunginya. Mungkin, banyak juga yang sudah bolak-balik ke sana. Di saat orang-orang sudah biasa berwisata ke Bali, masih ada nih yang sama sekali belum pernah ke sana. Yak saya orangnya !

Ada beberapa hal yang menjadi pertama kali buat saya saat Wisata ke Bali ini. Pertama, tentu saja ini pertama kali saya ke Bali. Kedua, penerbangan ke Bali menjadi pengalaman pertama saya naik pesawat terbang. Ketiga, ini menjadi perjalanan wisata pertama saya bersama keluarga yang dilakukan secara mandiri. Biasanya saya dan keluarga baru bisa jalan-jalan kalau ada acara dari sekolah tempat ayah saya bekerja atau dari lingkungan tempat saya tinggal. Jadi pasti selalu dengan suatu rombongan bersama banyak orang. 

Pesawat & Penginapan
Saya lupa apa sebabnya saya menjadi semangat mengajak keluarga ke Bali. Saya hanya ingat bahwa tiket dan hotel saya pesan pada awal Agustus 2017. Saya booking lewat traveloka dan langsung sepaket tiket pesawat PP dan hotel untuk 26-30 Desember 2017. Saya pilih penerbangan dari Halim karena lebih dekat dari rumah saya. Kalau saya hitung-hitung tiket pesawat sekali jalan per orang sekitar 800 ribuan dan kamar isi 4 orang tanpa AC, per malam sekitar 250 ribuan. Kamar saya dapat di Mutiara Hotel Denpasar.

Kamar tempat saya menginap

Saat itu itinerary belum direncanakan karena Hari H masih lama. Semangatnya baru sampai pesan tiket hehehe.  Untuk transportasi selama disana, saya dan adik saya baru kepikiran akan menyewa sepeda motor. 

Transportasi
Perencanaan serius baru saat H-7. Untuk transportasi berubah rencana. Pertama, saya berpikir akan memakai jasa paket wisata untuk satu hari. Namun adik saya menyarankan menyewa mobil saja karena kalau dihitung-hitung justru lebih hemat daripada pakai paket wisata. Oke jadi kami menyewa mobil saja untuk 3 hari (27-29 Desember). Menemukan rental yang pas juga tidak mudah. Perlu menghubungi hingga hampir 10 rental ! Ada yang karena unit mobilnya sudah habis, ada juga yang harganya kurang cocok. 
Akhirnya kami dapat avanza di balisurgawisata.com dengan harga 400 ribu per 10 jam, sudah termasuk supir + BBM. Cukup mengagetkan karena pihak rental tidak meminta DP dahulu. 

Itinerary
Sewaktu mencari rental mobil, saya juga sambil menyusun itinerary. Saya hanya mengandalkan google untuk menentukan tempat wisata yang sejalur atau berdekatan. Setelah browsing kesana kemari dan berkonsultasi ke pihak rental akhirnya diputuskan itinerary-nya seperti ini:

26 Desember 2017
- Tiba di Hotel 
- Makan Malam di Jimbaran

27 Desember 2017
- Pantai Pandawa
- Pura Uluwatu
- Pantai Dreamland
Krisna (pusat oleh-oleh) Agung Bali
- Pantai Kuta

28 Desember 2017
- Pura Ulun Danu Bedugul
- Taman Ayun
- Jatiluwih
- Tanah Lot
  
29 Desember 2017
- Tegalalang
- Desa Nyuh Kuning  Tirta Empul
- Desa Penglipuran
- Pasar Ubud
- Pantai Seminyak

30 Desember 2017
- Kembali ke Bekasi

NB: destinasi yang dicoret artinya tidak jadi terealisasikan 

Saya cukup kesulitan menentukan tempat oleh-oleh. Saya mencantumkan Krisna dan Pasar Ubud karena sepertinya itu yang terkenal. Namun sebenarnya saya masih ragu karena saya maunya ke tempat oleh-oleh yang ada baju/pernak-pernik sekaligus makanan. 

Sebagian besar perjalanan sesuai dengan itinerary. Namun ada beberapa tempat yang diganti. Yang mana ? lihat saja postingan berikutnya

Praszetyawan.com

Sebuah blog personal berdiri sejak 2009

Terpopuler Bulan Ini

Hubungi Saya

Email: brian_cisc@yahoo.co.id