18 Januari 2017

Menahan Diri dengan Tombol Share


Prolog:
Dua tahun belakangan ini saya vakum ngirim tulisan ke media cetak. Terakhir kali tulisan dimuat di media cetak bulan April 2015. Sebenernya saya pengen terus ngirim tulisan. Tapi gatau kenapa, ide nulis tiba-tiba buntu. Ditambah lagi sekarang rubrik andalan saya untuk ngirim tulisan udah nggak ada. Malah ada yang media cetaknya udah tutup 😢. Disisi lain, saya nggak nemu lagi media cetak yang punya rubrik tulisan singkat kiriman pembaca.  Namun.... Akhirrrrnyaaaa... saya bisa ngirim tulisan lagi dan dimuat !!! bener-bener nggak nahan senengnya 😄. Semua bermula saat saya tertarik beli koran media indonesia karena tampilannya baru. Dan saat buka halaman suara anda, saya lihat ternyata ada rubrik forum yang menampilkan tulisan singkat pembaca sesuai tema mingguan yang diberikan. Nahhh disitulah kesempatan ngirim tulisan terbuka. Lahan saya banget itu hahaha. Tulisan saya dimuat Media Indonesia edisi 17 Januari 2017 . Oke nggak usah berpanjang-panjang lagi. Ini tulisan asli yang saya kirim.


Saat ini berbagai berita maupun informasi bisa dengan mudah diakses melalui internet. Akses terhadap internet juga semakin mudah dengan adanya berbagai perangkat gadget yang banyak digunakan masyarakat. Selain sekadar mengakses informasi, masyarakat juga mudah untuk mempublikasikan tulisan melalui media sosial maupun blog. Hal tersebut memungkinkan orang awam mempublikasikan informasi apapun untuk dibaca oleh netizen. Jadi publikasi informasi tidak dimonopoli oleh kalangan Jurnalis yang kredibel. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ini yang seharusnya lebih dipahami masyarakat. Tidak semua informasi yang ada berasal dari sumber yang kredibel. Seringkali yang muncul adalah informasi yang heboh dan sangat menarik untuk dibaca namun kebenarannya belum tentu akurat atau sering disebut hoax.

Informasi hoax seringkali menampilkan judul artikel dengan pilihan kata yang bombastis sehingga menarik netizen untuk membacanya. Lalu bagaimana kita harus menyikapinya ? Jangan langsung termakan oleh judul tersebut. Lihat link sumber beritanya. Sebagai contoh, jangan pernah percaya pada berita yang berasal dari blog dengan domain blogspot.com. Kalau tetap ingin membacanya untuk sekadar ingin tahu, ya silakan saja.

Namun yang berbahaya adalah ketika netizen memiliki keinginan untuk menyebarkan informasi hoax bahkan menghasut orang lain dengan berpegangan pada informasi hoax itu. Informasi di Internet memiliki kekuatan pada penyebarannya yang bisa dengan mudah menjadi viral. Jangan sampai informasi hoax yang menjadi viral. Dampaknya bisa memicu perpecahan di dunia nyata. Maka kita harus lebih cerdas dan bijak dengan cara menahan diri agar tidak dengan mudah mengklik tombol share. Dengan demikian, diharapkan informasi hoax akan lenyap dengan sendirinya karena semakin habis pembacanya.


Raimundus Brian Prasetyawan
Guru SDN Sumur Batu 01 Pagi
 Kemayoran - Jakarta Pusat


9 comments:

  1. Sebelum yakin memang sebaiknya tahan diri utk tidak tekan tombol share.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul kang... jangan main asal klik share aja ya

      Hapus
  2. kalau gak di share kurang seruuu hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya kalo buat seru-seruan aja mah ga papa mas bro. Masalahnya ada aja yang suka serius sih nanggepinnya 😅

      Hapus
  3. setuju banget nih, berita menyesatkan kan dampaknya bisa ngeri lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa betull... karena tiap orang beda-beda menyerap informasinya. Ada yang selow aja dan yang bahaya kalo dibawa baper hoho

      Hapus
  4. MI????

    Congraatttssss mass!
    Aku biasanya cuma koran lokal
    Itu juga kolom nya udah lenyap (seperti kisah prolog si atas) wkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya makasih Aul.... itu juga cuma rubrik kecil sekelas suara pembaca kok hehe.
      Nah bagus itu... mau lokal/nasional yang penting bisa tembus media dan eksis pastinya haha

      Hapus
  5. kudu hati" kalau pengen nge share, bukannya gak boleh kan ya, cuman kalo mau share yang bener bener udh terbukti kebenarannya ya kan mas? heheh

    BalasHapus

Silakan mengirimkan komentar yang sesuai dengan postingan diatas.
Kalau bisa jangan panggil saya "Pak/Om". Saya masih umur dibawah 25 kok dan belum married haha. Langsung panggil nama aja malah nggak papa, biar akrab hehe

Satu lagi, tolong berkomentar menggunakan nama pribadi. Jangan nama produk/bisnis/judul postingan artikel. Komentar menggunakan nama tersebut terpaksa akan saya hapus.

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger