30 Desember 2016

Penutupan Diklat Prajab DKI 2016

- 6 comments
Penantian itu akhirnya terjawab juga. Penutupan prajab dilaksanakan 22 Desember 2016 di Gedung Teknis Abdul Muis. Sebelumnya saya khawatir kalo penutupan prajab dilaksanakan saat liburan, karena saya sudah pegang tiket pulang-pergi ke Jogja.

Setelah sekitar sebulan dipusingkan dengan aktualisasi, akhirnya kita angkatan 205 bertemu dalam suasana riang gembira haha. Pertemuan ini juga menjadi sarana dua teman kita Miar & Ica untuk bagi-bagi undangan ke pernikahannya. Selamat untuk kalian berdua. Setelah prajab, lanjut nikah. Mantabb Jiwa !!

Namun Ica nggak bisa dateng, jadi Fitri yang bagiin undangannya. Dan beginilah yang dikatakan Fitri saat bagiin undangannya:

"Teman-teman datang ya ke nikahan aku" 

Duh Fit.... udah kebelet banget ya pengen nikah ? wkwkwk πŸ˜‚✌


Penutupan prajab dilakukan berbarengan dengan golongan 2, golongan 3 angkatan 200-206, diklat PIM tingkat 3 dan 4.
Dalam acara tersebut Sekda DKI Pak Syaifulloh memberi sambutan dan secara resmi menutup diklat 2016.
Setelah itu diumumkan hasil Diklatnya. Puji Tuhan anak-anak 205 lulus semua dan Vannia terpilih sebagai yang terbaik di 205 ! Widihhh...!!

Setelah acara penutupan, tentu nggak afdol kalo nggak makan-makan dulu. Dengan menimbang sisa kas yang ada. akhirnya dipilihlah McD Sarinah untuk tempat "hore-hore" selanjutnya hehehe.

Hampir semua ikut dan itu membutuhkan cukup banyak meja dan kursi. Setelah pesen tempat, ternyata malah dikasih birthday room yang buat anak-anak ! Hahahha. Lah emang yang ulang tahun siapa ? Trus ada yang bilang, "Opik ulang tahun !! Yeayy !!" wkwkwk. Kebetulan Opik belum lama ulang tahun.

Oke, pasca aktualisasi memang cukup mempengaruhi kewarasan kita hahaha.


Nggak lupa saat makanan udah dateng,  kita lakukan ritual sebelum makan seperti waktu di asrama. 😁


Menjelang pulang, kita dikagetkan oleh Anto. Anto lagi-lagi melancarkan jurusnya. Kini Dian menjadi sosok yang diduga ada apa-apa sama Anto wkwkwk 😭. *Aduh To.... Fokus dong lu jadinya mau sama yang mana. Mau dikemanain Sari #eh wkwkwk*

Terakhir, untuk teman-teman 205 ini saya pajang nama kalian. Biar nama kalian eksis di google wkwkwk



Atas (kiri-kanan)
Rahardian Adi Nugroho, Juni Riski Amelia, Dwi Lina Arifianti, Gita Septian Galih Pradani, Cleadis Yulia Mananring, Vannia Verinasari, Esthy Indra Imanistiti, Esterlita Pratiwi, Khusna Maulida, May Bestari Hutami, Fivi Triwahyuni, Ririn Safitri, Ajeng Dwi Astuti, Sri Surya Ningsih, Yayuk Pujayanti, Fitri Widyawati, Moch. Taufik Iskandar,

Bawah (kiri-kanan)
Raimundus Brian Prasetyawan, Danik Puspita Sari, Elga Syarah Azizah, Virda Illiyinawati, Miar Trianingsih, Siti Hodijah, Nur Fitri Ratnasari, Dian Sugiarti, Aah Nurotul Badriyah, Fitrianto Dwi Nugroho  

Minus: Risalah Widjayanti, Riska Apriani, Masayu Annissa Whidayati          


Terimakasih kawan atas kebersamaannya. Sampai Jumpa di Diklat PIM. SADESSS !!!
[Continue reading...]

11 Desember 2016

Kriteria Blog yang Baik untuk Pengunjung.

- 7 comments

Tentu sudah banyak blog yang memposting tulisan serupa. Namun, biasanya yang dibahas adalah blog yang baik dari segi SEO. Saya tidak membahas itu. Sesuai judul tulisan ini, saya membahas kriteria blog yang baik untuk pengunjung.

Tulisan ini murni menurut pendapat saya dan berdasarkan pengalaman. Mungkin saja kriteria ini juga ditemukan di postingan blog lain. Saya menulis ini untuk membantu menyediakan referensi di Internet. Karena dahulu saya kesulitan mencari referensi untuk skripsi saya.berkaitan dengan kriteria blog yang baik.

Oke kita masuk topik bahasan

Suatu blog bisa dikatakan baik jika memenuhi dua hal berikut:
1. Tampilan visual yang nyaman dilihat
2. Pengunjung dapat mudah menjelajahi isi blog

Pertama, berikut ini kriteria blog yang baik dari segi tampilan visual.

πŸ‘‰ Widget tertata rapi dan tidak terlalu banyak widget yang dipasang. Widget yang terlalu banyak akan merusak tampilan blog. Pengunjung menjadi tidak fokus untuk membaca artikelnya. Selain itu juga membuat loading blog menjadi berat. Pasanglah widget yang penting saja
πŸ‘‰ Ukuran huruf normal dan jenis huruf mudah dibaca.
πŸ‘‰ Warna huruf tidak banyak warna-warni. Lebih baik hitam saja jika template berwarna muda dan putih jika template berwarna gelap
πŸ‘‰ Kalau menurut saya lebih baik warna dasar template yaitu putiih atau warna yang muda & soft dibanding warna gelap.
πŸ‘‰Template terdiri dari dua kolom saja (kolom postingan & 1 kolom sidebar). Sidebar lebih baik disebelah kanan
πŸ‘‰ Lebar kolom postingan dan sidebar proporsional

contoh sidebar yang tidak proporsional

πŸ‘‰ Tidak terdapat iklan pop-up dan iklan melayang.
πŸ‘‰ Tulisan/konten dalam satu postingan tidak terlalu panjang. Jika memang panjang, bisa dilanjutkan dipostingan baru selanjutnya dan menjadi postingan part 2
πŸ‘‰ Judul blog dan alamat blog tidak terlalu panjang
πŸ‘‰ Gambar pada postingan proporsional dengan lebar kolom postingan (gambar tidak terpotong)
πŸ‘‰ Isi postingan jangan terlalu pendek juga. Kalau hanya berisi kalimat sebaris-dua baris, ya lebih baik posting status di twitter/facebook aja hehe. 

Pada dasarnya, konsep tampilan blog yaitu lebih sederhana/minimalis lebih bagus.

Kedua, kriteria blog yang baik dari segi kemudahan pengunjung menjelajahi isi blog:

πŸ‘‰ Terdapat widget kotak pencarian agar pengunjung mudah mencari tulisan yang ada di blog
πŸ‘‰ Artikel dikelompokkan dalam beberapa kategori
πŸ‘‰ Terdapat menu navigasi
πŸ‘‰ Terdapat halaman tentang saya. Halaman ini menunjukkan kredibilitas pemilik blog.
πŸ‘‰ Terdapat info kontak pemilik blog (akun medsos, email, dll). Info ini bisa ditulis di halaman tentang saya/halaman khusus kontak/di sidebar.
πŸ‘‰ Terdapat sitemap atau daftar isi seluruh postingan.
πŸ‘‰ Postingan-postingan yang muncul di halaman depan blog, terpasang read more.
πŸ‘‰ Kolom komentar dapat digunakan oleh semua pengunjung secara umum. Tidak hanya untuk pengunjung yang memiliki ID/ akun tertentu saja.
πŸ‘‰ Terdapat widget arsip blog
πŸ‘‰ Terdapat widget related post yang muncul disetiap postingan (biasanya dibawah postingan)
πŸ‘‰ Terdapat widget popular post (postingan yang paling banyak dibaca)
Itu beberapa kriteria blog yang baik menurut saya. Silakan menulis komentar jika ada yang ingin ditambahkan atau jika memiliki pendapat lain

Untuk wawasan tambahan, ini kriteria singkat menurut temen ane, blogger pemilik davidprasetyo.com (Web Developer di Perusahaan Game Garena)



Raimundus Brian Prasetyawan
[Continue reading...]

08 Desember 2016

Demam Serial India Sudah Mengalahkan Popularitas Drama Korea Di Indonesia?

- 2 comments
sumber: http://www.jadwaltelevisi.com/content/data/drama-korea/drama-korea-vs-serial-india.jpg

Drama opera sabun memang universal. Opera sabun bukan hanya milik negara-negara Asia, dan Amerika Latin atau Tengah. Bahkan Hollywood pun punya sederet drama opera sabun yang memiliki daya pikat tersendiri. Di Indonesia, opera sabun dari India, Turki, dan Korea Selatan sangat mendominasi. Bisa jadi, karena hak siar drama seri atau opera sabun dari Amerika Serikat sangat tinggi. Peminatnya pun hanya dari kalangan tertentu, sehingga tak mungkin bersaing dengan drama dari Asia, atau bahkan dengan sinetron! Terbukti, rating tinggi dan pendapatan dari iklan justru datang dari drama Bollywood dan Turki, serta sinetron.

Stasiun televisi swasta di negeri kita sedang bersaing ketat dalam hal perebutan rating acara. Jika dilihat dari perolehan rating, drama Bollywood tengah merajai 10 besar rating tertinggi acara televisi. Memang, rating mereka masih berada di bawah sinetron-sinetron yang ditayangkan oleh RCTI. Tetapi, hal ini sangat unik, mengingat bahwa fenomena ini belumlah lama terjadi.

Rating tinggi untuk drama Bollywood dicapai saat jadwal ANTV menayangkan drama kolosal Mahabharata. Padahal, banyak stasiun televisi swasta yang sudah sering menayangkan film atau drama India, sejak awal 90an. Bisa jadi, drama Bollywood menjadi sangat populer karena stasiun televisi yang menayangkannya memiliki wilayah siaran yang jauh lebih luas dibandingkan sepuluh tahun lalu.

Drama India yang mengantongi nilai rating tinggi pun bukan hanya drama kolosal, melainkan juga drama percintaan. Setelah masyarakat puas dengan sederet drama klasik macam Ashoka, Mahabharata, dan Jodha Akbar, kini mereka sangat menggandrungi drama romansa seperti Uttaran, Thapki, Lonceng Cinta, Archana Mencari Cinta, dan Mohabbatein. Memang, fenomena hadirnya Uttaran selama 4 jam benar-benar membuat banyak orang geleng-geleng kepala, karena banyaknya jumlah pemirsa yang setia duduk selama 4 jam di depan televisi, setiap hari.

Ada beberapa faktor yang membuat para pemirsa, terutama ibu-ibu dan remaja puteri, tak ingin absen menonton satu episode pun dari drama India yang mereka sukai. Pertama, tentu para aktor dan aktris yang terlibat di dalamnya. Mereka mungkin tidak dikenal pemirsa sebelumnya, tetapi mereka cantik dan ganteng, sehingga unsur ‘enak dipandang’ ini menjadi alasan pertama, mengapa drama India sangat disuka.

Kedua, kultur India yang hampir sama dengan Indonesia. Selalu ada tokoh protagonis yang tak henti ‘didzolimi’ oleh tokoh antagonis, terutama karena mereka berbeda strata, sekaligus bersaing dalam soal asmara. Yang lebih unik lagi, si antagonis selalu punya niat jahat kepada si protagonis, dan pemirsa pun selalu penasaran apakah si antagonis berhasil mencelakai si protagonis, karena niat jahat selalu ada di setiap episodenya.

Hadirnya film India sejak tahun 90an memang tidak menimbulkan ‘demam menonton India’ seperti sekarang ini. Bahkan, di tahun 2000an, justru drama Korea Selatan menjadi acara terfavorit. Diawali dengan drama dari Taiwan yang berjudul “Meteor Garden”, pemirsa Indonesia akhirnya menggemari drama dari Taiwan serta Korea Selatan, terutama yang mengusung cerita romansa anak muda. Setelah itu ada banyak film Korea romantis yang mulai menggantikan posisi serial-serial dengan tema percintaan.

 Gambar: http://images.kdramastars.com/data/images/full/35108/boys-over-flowers.jpg?w=600 

Drama Korea Selatan paling fenomenal di tahun 2000an adalah Boys Before Flowers yang memiliki cerita mirip dengan Meteor Garden. Setelah itu, muncullah Jang Geum, drama kolosal Korea Selatan yang hadir di Indosiar setiap sore. Pengaruh “Jang Geum” terhadap aktifitas para ibu-ibu juga sama seperti Uttaran, dimana hampir semua ibu-ibu duduk manis di depan televisi mereka saat K-drama Jang Geum diputar. 


Lalu, apakah benar bahwa popularitas drama Korea tak lagi dapat menyaingi drama India? Tentu, hal ini tak berlaku bagi penggemar drama Korea yang memilih untuk berlangganan televisi berbayar atau membeli DVD serial favorit mereka. Tetapi, bagi para pemilik stasiun televisi, mereka cenderung menayangkan drama India dengan tema cinta karena lebih berpotensi mengais rupiah. 
Terbukti, saat drama Korea terbaik dan paling fenomenal tahun ini, “Descendants of the Sun” ditayangkan di RCTI pada sore hari yakni jam 14:30 sampai 16:00, ratingnya pun tak bisa mengalahkan sederet drama India yang ditayangkan di ANTV di jam yang sama. 
Bagaimana menurut Anda?
[Continue reading...]

01 Desember 2016

Rekap Statistik Blog Saya

- 1 comments

Akhir-akhir ini beberapa penawaran kerjasama seperti content placement mulai menghampiri saya. Melihat hal tersebut saya menjadi terbuka bagi siapa saja yang ingin kerjasama content placement dengan blog saya. Agar mengetahui lebih lanjut tentang blog ini, maka berikut ini akan ditampilkan rekap statistik blog saya yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan.


 Statistik sepanjang masa (2009-2016)

Statistik bulanan


Jika anda tertarik bekerjasama content placement dengan blog ini silakan hubungi saya via email:
brian_cisc@yahoo.co.id
[Continue reading...]

05 November 2016

Teori IPS: Penjelajahan Samudra

- 3 comments


A. Faktor Penyebab dilakukannya Penjelajahan Samudra
1. Jatuhnya Kota Constantinopel tahun 1453 M ke tangan bangsa Turki Osmanra
2. Adanya semboyan imperalisme kuno: Gold (mencari kekayaan), Glory (mencari kejayaan), Gospel (menyebarkan agama kristen). Semboyan tersebut menjadi tujuan penjelajahan samudera.
3. Berkembangnya ilmu pengetahuan teori bumi itu bulat dan teknologi kompas.
4. Keinginan Berpetualang

B. Bangsa-Bangsa Pelopor Penjelajahan Samudra
1. Portugis
- Bartholomeus Diaz => menemukuan Tanjung Harapan (Afrika)
- Vasco da Gama => mencapai Calicut (India)
- Cabral => mencapai Brazil
- Alfonso d' Albuquerque => mencapai malaka tahun 1511
- Fransiscus Xaverius => menyebarkan agama nasrani di Maluku
2. Spanyol
- Christoporus Colombus => mendarat di kepulauan Bahama
- Ferdinand Magelhaens => Pengeliling dunia pertama. Mendarat di Philipina
3. Belanda
- Cornelis de Houtman => mendarat di Banten tahun 1596
- Barent => ke Kutub Utara
4. Inggris
- Francis Drake => Pengeliling dunia ke 2
- James Cook => Penemu Benua Australia
- Jan Abel Tasman => Menemukan Selandia Baru dan Pulau Tasmania
- Matthew Flinders => Pembuat peta Australia pertama.
[Continue reading...]

29 Oktober 2016

Serunya Diklat Prajab DKI Golongan III Angkatan 205

- 4 comments
Semua berawal dari sini.......




Ya awalnya kita dipertemukan di Abdul Muis. Saya waktu itu datang dan nggak kenal sebagian besar teman-teman 205. Saya liat yang lain beberapa ada yang udah saling mengenal. Mungkin karena teman satu wilayahnya banyak dan ada juga yang pernah satu kampus. Saya sendiri cuma kenal dua. Satu temen dari Jakpus, Cleadis. Satu lagi dari Jaktim, Miar. Tapi itu juga sekedar kenal aja. Tadinya saya berharap cowoknya lumayan banyak lah kayak angkatan lain jadi seenggaknya bisa gampang saling kenal. Tapi apa yang terjadi ?? Setelah saya tunggu, cowoknya cuma nambah DUA COY !!. Jadi dari 30-an anggota angkatan yang cowok cuma TIGA !

Waktu itu langsung disuruh nentuin ketua angkatan. Ketua selalu identik dengan Cowok. Dannn Helooo... Ini pilihan cowoknya cuma TIGA. Peluang saya cukup besar jadi ketua. Padahal saya mah apa atuh... Paling nggak bisa saya yang kayak gini. Tapi untungnya yang jadi ketua Adi. Terpilih secara aklamasi karena lumayan banyak yang kenal dia.

Namun menjelang hari-H akhirnya nambah satu cowok, Taufik alias Opik.

Diklat Prajabatan itu ngapain aja ya ?

Pertanyaan itu kerap terngiang-ngiang dipikiran saya. Saya semakin penasaran dan mulai menebak-nebak ketika banyak temen-temen cpns yang udah duluan diklat. Saya termasuk golongan umur muda, jadi diklatnya masuk di angkatan-angkatan terakhir. Dari info-info temen yang udah diklat itu, saya membayangkan diklat itu bakal stress sama tugas-tugas. Setelah pendidikan di asrama selama 21 hari itu sepertinya malah akan lebih stress karena harus membuat laporan aktualisasi.

Kini saya akhirnya sedang mengalami pendidikan di asrama. Saya berada di angkatan 205, angkatan yang masuk paling terakhir bersama angkatan 206. Satu angkatan ada 30 orang. Diklat Prajab ini diadakan 4-28 Oktober 2016 di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara.

Stress kah ? Emm capek sih iya, tapi kalo stress nggak begitu. Soalnya kelakuan anak-anak angkatan 205 ini ada-ada aja uniknya. Tiap waktu pasti ada aja kelakuan salah satu orang yang diluar dugaan dan itu sering kali koplak.

Adi
Yang dari awal udah keliatan koplak tentu saja Yth. ketua angkatan: Adi alias Alex alias Leksi (buset.... nama aliasnya aja banyak). Liat aja tuh tasnya !!

Tasnya Nggak Nahan !! Wkwkwk
Gara-gara tasnya itu dia juga suka dipanggil Elsa.. wkwkwkwk. Angkatan lain yang liat pun juga ga tahan buat komentar ngecengin dia hahaha

Trus satu lagi, ini percakapan waktu WI (Widyaiswara/dosen) lagi absen:

WI: Rahardian Adi
Adi: Yes, I am
WI: Guru ya ?
Adi: Yes, Of Cross (((Of CROSS COY !! wkwkwk)))
WI: Ngajar dimana ?
Adi: Bamboo River One Morning Elementary School ((Coba deh artiin sendiri ^_^))
WI: Asalnya dari mana ?
Adi: Pemalang Amazing City
Warrrrr Biyasaaahh yak Bahasa Englishnya wkwkwk

Selain itu, Dia juga sering bilang gini kalau abis ngecengin & ngetawain temen lain:

Udah ah.... gua mau tobatt...
Ngomongnya sih tobat tapi abis itu kumat lagi wkwkwk


Mba Siti.
Nah kalau dia ini "Warr biyasaahh" dalam bidang baris-berbaris ^_^.  Saking war biyasaa nya Adi sampe "terpesona" !! wkwkwkwk. Anak-anak suka cie-cieein mereka berdua. Tentu ini konteksnya juga buat lucu-lucuan aja. Kita pun punya nama panggilan kesayangan, Madam Ho ! ehehehe...

video

Risa
Latar belakangnya sih ngeri. IT ITB coy. Tapi cewek satu ini unik banget. Dia phobia kalau di foto. Wew baru pertama kali saya nemu orang yang phobia difoto. Awalnya sih rada nggak percaya tapi kita lama-lama jadi ngertiin. Satu lagi, kepolosannya bikin cowok-cowok saling rebutan. Tentu konteknya bercanda hehehe.
Suatu kali Opik pernah nanya gini (Opik iseng banget dah ya haha):


Opik: Risa... sebutin satu kata untuk masing-masing cowok 205
Temen2: Coba mulai dari Opik ?
Risa: Kurang Macho
Temen2: Kalo Brian ?
Risa: berwibawa ((Wedehhhh))
Temen2: Nah Kalo Adi ?
Risa: Kacau (((WUAHAHAHA))))

NB: yang pas bagian anto saya lupa Risa jawabnya apa. Maap ya hehe

Elga
Kalo cewek satu ini gokil beud. Terang-terangan ngumbar kalo suka cowok angkatan tetangga (206). Hahaha tapi itu cuma sekedar lucu-lucuan & seru-seruan aja sih. Pas coffee break kan suka bareng sama 206, udah deh... dia nengok ke arah 206 trus teriak Fauzannn !! sambil bikin love pakai tangan di atas kepalanya !

BUAHAHAHA ... pertama kali kayak gitu langsung pada ngakak guling-guling. Pada malu, ga mau ngakuin dia dari 205. Pada bilang ngerasa nggak kenal Wkwkwkwk.

Sampe-sampe kita bikin yel-yel buat Elga & Fauzan, pake lagu koes plus judulnya Diana:

Di diklat prajab kutemui
cowok tinggi tampan manis sekali..iii...
tapi apa yang elga alami
dicuekin diam seperti ini

Fauzan... Fauzan kekasihku
bilang pada orang tuamu
cincin dan permata jari itu
tanda kasihku kepadamu

Nah Kalo yel-yel itu dinyanyiin pas kalo jalan di lorong barengan atau ketemu angkatan 206. Beuh.. Heboh dah itu...


Selain koplak ada juga orang-orang yang cerdasnya war biyasaa. Bisa dibilang mereka calon-calon kepala dinas. Ada Opik dan Lina. Dua orang ini suatu waktu kalo ngomong atau ngejawab bikim speechless satu kelas. Mengundang yang lain untuk bilang "Warrr Biyasaah". Adi malah jadi minder berat wkwkwk

"Broo... ini gw duduk di depan sama Lina jadi minder, ga bisa jawab apa-apa gw" 

Itulah beberapa moment-moment unik yang saya inget. Ya.. itulah serunya prajab. Tiap angkatan pasti punya keseruan tersendiri.

[Continue reading...]

15 Oktober 2016

Pencapaian Peringkat Fiorentina di Serie A

- 0 comments


Fiorentina sementara ini berada di peringkat 14. Klub idola saya di Liga Italia itu memang sedang turun performanya. Saya khawatir diakhir musim La Viola berada di papan bawah. Saya pun jadi penasaran, apakah sebelumnya Fiorentina pernah mengalami periode buruk seperti ini. Karena selama ini yang saya tahu, klub ini langganan 5 besar. Akhirnya saya iseng-iseng merekap pencapaian peringkat akhir Fiorentina disetiap musim.

2015/2016: Rank 5
2014/2015: Rank 4
2013/2014: Rank 4
2012/2013: Rank 4
2011/2012: Rank 13
2010/2011: Rank 9
2009/2010: Rank 11
2008/2009: Rank 4
2007/2008: Rank 4
2006/2007: Rank 6
2005/2006: Rank 9
2004/2005: Rank 17

Saya hanya merekap sampai musim 2004/2005 karena musim tersebut merupakan pertama kalinya Fiorentina kembali promosi ke serie A setelah sebelumnya terdegradasi. Saya juga baru mengenal dan suka Fiorentina sejak tahun 2005. Saya rada nggak percaya juga ternyata Fiorentina pernah juga mengakhiri musim di peringkat 9, 11, dan 13. Karena ya tadi itu, saya ingetnya La Viola langganan 5 besar.
[Continue reading...]

30 September 2016

Chord Last Child - Duka

- 0 comments


Intro: C G Am F G

F G Am
Kau membunuhku dengan kepedihan ini
 F G Am
Kau hempaskanku kedalam retaknya hati
 F G
Hingga air mata tak mampu
 Em Am
Tuk melukiskan perih...
 F G
Yang kau ukir dalam hati ini
(*)
F G Am
Kau hancurkan diriku saat engkau pergi
 F G Am
Setelah kau patahkan sayap ini..
 F G
Hingga ku takkan bisa
 Em Am
Tuk terbang tinggi lagi..
F
Dan mencari bintang
 G
Yang dapat menggantikanmu
 Reff:
C
Sampai kini masih kucoba
 G
Tuk terjaga dari mimpiku
Am
Yang buatku tak sadar
 F G
Bahwa kau bukan lagi milikku
 C
Walau hati tak akan pernah
 G
Dapat melupakan dirimu
 Am
Dan tiap tetes air mata
 F G
Yang jatuh kuatkan rinduku
 Em Am
Pada indah bayangmu 
Em Am
canda tawamu
 F G
Pada indahnya duka dalam kenangan kita

 Music: C G Am F G

Back to: 
(*)
Reff
 Music:
Am F C G 3x
Am F C G A          

Overtune
D
Sampai kini masih kucoba
A
Tuk terjaga dari mimpiku
Bm
Yang buatku tak sadar
G A
Bahwa kau bukan lagi milikku
D
Walau hati tak akan pernah
A
Dapat melupakan dirimu
Bm
Dan tiap tetes air mata
G A
Yang jatuh kuatkan rinduku
F#m Bm
Pada indah bayangmu 
 F#m Bm
canda tawamu
G A
Pada indahnya duka dalam kenangan kita
Outro: D A Bm G 2x
[Continue reading...]

28 September 2016

Teori IPS: Pemerintahan Hindia Belanda

- 0 comments


A. Gubernur Herman William Daendels 
 Tugas Utamanya: 
1. Mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris
 - membangun benteng
 - membangun pelabuhan laut di Merak dan Ujung Kulon
 - Membangun Jalan Pos
 - membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya 
 2. Mengatur Pemerintahan di Pulau Jawa
 - membagi Jawa menjadi 9 prefectur
 - menjalankan penyerahan wajib 
- peradilan atas orang Eropa dan orang pribumi 
- kerja rodi 
- prelanger stesel (tanam kopi)  

B. Raffles 
1. Menerapkan sistem sewa tanah (Landrente), tapi gagal karena: 
- Terbatasnya jumlah pegawai
 - Masyarakat belum mengenal uang
 - Belum ditemukan alat pengukur kesuburan tanah
 - Tidak dapat dukungan dari para bupati
 2. Usaha yang dilakukan Raffles:
 - Menghapus perbudakan 
- Menghapus semua jenis penyerahan wajib
 - Monopoli garam
 - Melaksanakan imunisasi bagi ibu dan anak
 3. Peninggalan Raffles: 
- Kebun Raya Bogor 
- Buku: History of Java 
- Penemuan bunga rafflesia arnoldi
 - Museum Gajah

 C. Van den Bosh 
1. Menerapkan sistem tanam paksa. Sistem ini diterapkan karena pemerintah belanda alami krisis keuangan.

 2. Tanam paksa hanya dilakukan di jawa karena: - Tanahnya subur - Penduduknya padat - Iklim yang cocok untuk jenis tanaman ekspor - Sistem pemerintahannya berstruktur

3. Pokok-pokok aturan tanam paksa
 a. Rakyat Indonesia dituntut menyediakan seperlima bagian tanahnya untuk ditanami tanaman wajib 
b. Bagi rakyat yang tidak memiliki tanah, wajib bekerja selama 66 hari 
c. Tanah yang ditanami tanaman wajib, tidak dikenakan pajak 
d. Kerugian yang bukan karena kesalahan petani, ditanggung pemerintah Belanda
 e. Kelebihan hasil produksi pertanian dari ketentuan, dikembalikan ke petani 

4. Tokoh yang mengeritik tanam paksa  
a. Eduard Douwes Dekker (Multatuli) => menulis buku berjudul Max Havelar yang artinya saya banyak menderita. Buku itu menceritakan sepasang petan (Saijah dan Adinda) di Lebak, Banten yang menjadi korban tanam paksa 
b. Baron Van Hoevel => seorang pendeta dari Belanda yang melihat tanam paksa sebagai praktek politik yang tak berperi kemanusiaan.
 c. Fransen Van de Putte => menulis buku berjudul Suiker Contracten (Kontrak Gula) yang menceritakan kesengsaraan petani tebu 

5. Dampak Tanam Paksa 
Positif:
 - Rakyat mengenal jenis-jenis tanaman baru
 - Rakyat mulai mengenal tanaman dagang bernilai ekspor
 - Rakyat mengenal system irigasi
 - Rakyat mengenal cara menanam yang baik 
Negatif:
 - Kemiskinan dan penderitaan fisik dan mental 
- Kelaparan dan kematian di banyak tempat 
- Terjadi wabah penyakit
 - Jumlah penduduk jawa menurun
[Continue reading...]

22 September 2016

Jalan-Jalan Ke Bandung, Enaknya Menginap Disini Nih...

- 2 comments
Akhir-akhir ini saya sedang semangat-semangatnya membuat rencana liburan menginap di luar kota. Saya berpikir untuk ke kota yang tidak terlalu jauh dulu tapi yang punya destinasi wisata yang kece. Maka pilihan saya jatuh pada kota Bandung.


Menginapnya Dimana ?
Jauh-jauh hari merencanakan liburan ke luar kota seperti itu tentu perlu pertimbangan yang matang mengenai pilihan akomodasi dan destinasi wisata yang menarik di sekitarnya. Apalagi jika liburan itu dilaksanakan di akhir pekan,   pusat kota Banadung tapi berencana mengunjungi destinasi wisata Lembang. Kecuali tentu saja jika Anda memang berniat untuk tinggal beberapa hari menjelajah Bandung berikut suduut-sudutnya.
Jika waktu liburan terbatas seperti di akhir pekan, penginapan penginapan di pusat kota dengan kemudahan akses wisata tentu menjadi pertimbangan utama. Tapi penginapan mana ya yang strategis seperti itu ? Hotel Santika Bandung bisa menjadi pilihan karena mampu menjangkau dengan mudah beberapa ikon Bandung seperti Taman Tematik, Gedung Sate, dan Landmark Building yang berada di Braga.
Tak ketinggalan, tentu saja pusat perbelanjaan dan Factory Outlet yang merupakan kunjungan “wajib” di Kota Bandung yang terkenal sebagai kota fashion.


Sumber Gambar : santika.com
Jangan lupakan Jalan Riau ya! Terletak hanya sekitar 200m dari Hotel Santika Bandung, Anda akan menemui “surga” belanja yang menyuguhi pemandangan deretan outlet fashion. Factory Outlet Jalan Riau adalah salah satu FO populer di Bandung selain Factory Outlet di Jl. Dago dan juga FO Rumah Mode.
Gedung-gedung Factory Outlet di Jl. Riau ini memiliki  konsep yang unik yang bergaya Belanda dan Eropa tempo dulu. Duh, sepertinya cocok untuk spot foto yang akan dimasukkan instagram ya!
Jangan kaget kalau kalian akan kalap berbelanja di Jl. Riau karena prodouk fashion-nya sangat kekinian dari pakaian anak-anak hingga dewasa. Factory Outlet yang khusus menjual pakaian pria juga ada lho. Gedung yang memiliki jalan tembus dari satu Factory Outlet ke Factory Outlet lainnya seperti Cascade dan Heritage tentu memuaskan Anda untuk bisa berjalan lebih lama melihat-lihat koleksinya.
Sumber Gambar : doyanjalan.com
Jika kalian ingin membeli souvenir untuk oleh-oleh seperti dompet, tas, sabuk, dan aksesoris fashion lainnya, juga bisa didapatkan di Jl. Riau ini. Di salah satu sudutnya, yakni Terminal Tas, telah tersedia apa yang kalian cari.
Puas berbelanja di Jl. Riau, kalian bisa melangkahkan kaki ke pusat keramaian lainnya, yaitu Braga Citywalk. Eit, tapi masih sore nih.... 
Bagaimana kalau  mampir dulu ke Gedung Sate?
Ya siapapun tentu tahu gedung ikonik yang masih aktif digunakan oleh pemerintah kota Bandung ini. Gedung ini hanya berjarak tak lebih dari satu kilo dari Hotel Santika Bandung dan .
Sumber Gambar : santika.com
Desain dan arsitektur Gedung Sate jelas bergaya kuno karena dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Gedungnya yang khas bangunan Eropa terlihat kokoh dengan pondasi dan tiang-tiangnya yang besar.
Yang tak kalah penting dari Gedung Sate tentu saja adalah spot fotografinya. Desainnya yang indah dan juga area tamannya yang terawat dengan baik akan memberikan latar yang menawan saat kalian ingin selfie. Saya pun mau banget selfie disana tapi belum pernah kesampean hehe.
Makin Nggak Tahan untuk Selfie di Taman Tematik
Satu arah dengan komplek ini, tepat di Jl. Diponegoro kalian akan temukan spot cantik lainnya untuk fotografi yakni Taman Tematik.
Sumber Gambar : merdeka.com
Yang perlu diperhatikan saat mengunjungi taman ini, kalian tidak diijinkan membawa makanan, minuman, ataupun hewan peliharaan. Sepertinya ini demi menjaga kebersihan dan keindahan tamannya karena di taman ini ada berbagai macam tanaman bunga yang ditata dengan begitu indah dan sangat rapi yang harus dijaga. Kalian dapat melihat deratan bebungaan seperti anggrek, kalanchoe, bougenville, dan lain sebagainya.
Nah, puas mengunjungi seputar Gedung Sate? Tentu asyik menghabiskan malam di Jl. Braga lanjut Jl. Asia-Afrika. Selain Braga Citywalk, ada masjid agung Bandung dan juga alun-alunnya lho!
Bagaimana jika sebelum kembai ke hotel kalian mencicipi kuliner yang tersebar di jalan-jalan Bandung? Setelah puas dan kenyang, kalian tentu akan membayangkan disambut oleh ranjang yang empuk dan bersih seperti yang disedikan oleh Hotel Santika Bandung. Anda akan segera beristirahat nyaman hingga keesokan harinya menyadarkan bahwa kalian harus segera pulang dan kembali kepada rutinitas kerja.
[Continue reading...]

20 September 2016

Dua Halaman yang Tak Biasa

- 1 comments
Suatu hari di bulan Mei, sebuah notifikasi pesan muncul di facebook saya. Dengan perasaan yang biasa saja, saya mengklik dan melihat pesan tersebut. Nah perasaan yang luar biasa muncul seketika setelah saya baca pesan itu. Weh.. emang pesan dari siapa sih ? isinya apa sih ?

Bukan.. bukan dari gebetan kok . Mantan ? Bukan jugaaa !! -_-.

Malah ini pesan dari bapak-bapak. Pak Budi namanya. Sebenarnya saya nggak kenal dengan beliau. Dahulu, saya iseng aja ngeprove permintaan teman dia. Mungkin dia salah satu pengunjung blog saya. Eh... sekarang dia send an amazing message.
 
Garis besar isi pesan itu adalah  dia sedang membantu istrinya untuk membuat buku yang mengulas jurusan kuliah. Berkaitan dengan itu, maka beliau minta waktu untuk mewawancarai saya. WHAT ?! NGGAK SALAH NIH ?! Saya nggak salah denger ?! Atau Bapak nggak salah pilih narasumber ?! hahahaha

Tanpa ragu, tentu saja saya mau diinterview. Ternyata beliau menghubungi saya karena latar pendidikan saya yang PGSD. Beliau perlu sharing pengalaman dari lulusan PGSD dan teringatlah salah satu teman FBnya yang lulusan PGSD yaitu saya hehe

Malam itu, saya bersiap menerima panggilan telepon. Yak... siapa lagi kalau bukan telepon dari Pak Budi hehehe.... Saya ditanya segala hal tentang perkuliahan pgsd dan pekerjaan yang sekarang saya lakukan. Setelah kurang lebih satu jam, wawancara selesai. Katanya kira-kira bulan Juli bukunya terbit. 

***

Suatu hari di akhir Juli. Lagi-lagi saya sedang iseng buka FB dan munculah di timeline postingan Pak Budi. Postingan itu berupa video istrinya yang sedang mengenalkan bukunya yang baru terbit, "Majors The Future".



WAHH..... ternyata bukunya udah terbit ! Besoknya, setelah pulang kerja saya mampir ke Gramedia. Meskipun mesti nguras kantong sendiri, saya nggak pikir panjang untuk beli itu buku demi melihat hasil wawancara saya.

Saya kira pernyataan-pernyataan saya hanya dimuat secuplik-secuplik saja. Eh Nggak Nyangka... ternyata malah dua halaman ditambah foto dan juga nama saya ditulis besar-besar. Ternyata hasil wawancara itu untuk mengisi halaman profil. Duh... jadi ga enak. Saya kan mah apa atuh. Sebenernya cuma lulusan PGSD biasa. Tapi ditampilkannya kok seakan kayak sosok inspiratif gitu.


Setelah saya membacanya, saya makin nggak enak. Saya merasa pernyataan-pernyataan saya belum terlalu kuat untuk menginspirasi pembaca. Kalau dilihat, sosok-sosok lain yang juga mengisi halaman profil terlihat lebih meyakinkan dari segi pengalaman yang mereka share.

Hal itu membuat perasaan saya kurang spektakuler menyambut tertulisnya nama saya untuk pertama kalinya di sebuah buku. Tapi ya sudah... tetap bersyukur. Bagaimana pun juga ini torehan sejarah baru dalam kehidupan saya. 
[Continue reading...]

18 September 2016

Temu Akbar Misdinar Se- Bekasi (Proakolit) 2016

- 2 comments

Nggak terasa, udah 9 tahun sejak paroki saya (St. Servatius) pertama kali menjadi tuan rumah Proakolit. Dan Tahun ini paroki saya kembali menjadi tuan rumah proakolit untuk kedua kalinya.
FYI, Proakolit adalah acara dimana misdinar dari 9 gereja katolik Se- Bekasi bertemu. Misdinar sendiri adalah anak muda (usia 10-16 tahun) yang membantu Pastur saat melaksanakan misa. Acara utama  Proakolit berupa lomba-lomba liturgi seperti baca kitab suci, menyanyi mazmur, cerdas cermat liturgi, vokal grup, dan lainnya.

PERSIAPAN PROAKOLIT

Saya memang sudah bukan misdinar aktif. Saya statusnya mantan misdinar tapi masih lumayan care sama misdinar. Saya dan teman-teman sangat antusias saat merencanakan acara ini. Sejak Proakolit 2012, para tuan rumah saling berlomba untuk menyuguhkan acara yang "Wah" dan banyak inovasi. Melihat hal itu, maka kami berkali-kali ketemuan dan saling memberi ide inovatif untuk konsep acaranya. Padahal waktu itu belum dibentuk kepanitiaannya. Mendengar ide-ide yang bermunculan, kami semakin bersemangat dan yakin kalau acaranya nggak kalah sama proakolit tahun-tahun sebelumnya.

Menjelang penentuan ketua panitia, saya deg-degan. Soalnya, saya dipilih dari pengurus misdinar menjadi salah satu calon ketua Proakolit ! Wadohhhhh !! Gila ini !! Jujur aja, saya merasa bukan sosok yang cocok untuk memegang acara sebesar ini. Tapi keputusan tidak bisa diubah. Saya bersama tiga teman saya (Adri, Mario, Veni) fix menjadi calon ketua Proakolit.

Waktu itu hari Minggu 30 Agustus 2015. Ketua proakolit dipilih oleh para misdinar dan kakak-kakak mantan misdinar yang turut hadir. Saya dan calon lainnya menyampaikan ide inovatif untuk proakolit dan menjawab pertanyaan dari beberapa misdinar. Hingga akhirnya berdasarkan penghitungan suara, terpilihlah ketua Proakolit yaitu....
.
.
.
MARIO !!!
Yessss !! saya slamet !!! hahaha

Selanjutnya, di kepanitiaan ini saya sebagai humas bersama Tasya. Dengan bergabung di kepanitiaan ini, pengalaman berorganisasi saya jadi bertambah. Ini juga pertama kalinya saya ikut panitia proakolit. Saat Proakolit pertama saya hanya sebagai peserta lombanya saja.

Seperti biasa, kalau menjadi panitia acara besar, salah satu yang berkesan adalah saat pencarian dananya. Saya dan teman melakukan berbagai hal untuk pencarian dana. Mulai dari jualan makanan, jadi penjaga parkir saat misa, hingga menjual barang bekas.

Jualan Makanan
Kadang yang nyesek adalah saat menjual barang bekas. Kami kerja keras angkutin dari rumah umat, nyortir, sampe bawain itu barang bekas ke pengepul. Saya kira akan dapat banyak. Ternyata hanya menghasilkan dua-tiga lembaran "merah". Tapi gak papa, justru jual barang bekas makin menambah kekompakan dan melatih komitmen panitia

Bergumul dengan barang bekas

HARI - H

Nah akhirnya tiba pada hari pelaksanaan Proakolit. Acara dilaksanakan dua kali. Pertama tanggal 7 Agustus 2016, khusus untuk lomba futsal. Paroki Mikael dan Bartolomeus yang masuk final. Sedangkan St. Servatius sudah kalah di pertandingan pertama.

Hari puncak acara Proakolit pada 14 Agustus 2016. Kurang lebih 500 orang dari 9 paroki datang ke SMA Pangudi Luhur II Servasius. Acara diawali dengan misa di Aula SMA PL II, lalu peserta lomba liturgi masuk ke ruang-ruang kelas dan tempat lomba yang sudah ditentukan. Lomba futsal juga diadakan.

Peserta Proakolit 2016
Beberapa part yang seru menurut saya adalah saat seluruh peserta proakolit nyanyi bersama guest star yaitu dua frater muda. Lalu saat seluruh peserta proakolit joget bareng sampai pada naik ke panggung saat misdinar St. Servatius melakukan performance dance dan salah satu backsoundnya adalah musik ge mu famire. Terakhir yaitu saat terbangnya drone, peserta sangat hectic melihat drone di atas mereka dan kemudian mereka semua saling adu suara menyanyikan yel-yel parokinya masing-masing.

Secara keseluruhan, acara proakolit ini berjalan lancar dan sukses. Bahkan menurut saya ada beberapa hal yang membuat Proakolit tahun ini lebih unggul dibanding tahun-tahun sebelumnya. Itu terlihat dari beberapa hal yang baru pertama kali ada di Proakolit yaitu:
- Lomba Short Movie
- Publikasi melalui website
- Penggunaan bel listrik pada lomba cerdas cermat liturgi
- Photobooth Profesional
- Dokumentasi menggunakan drone
- Live Info: setiap acara yang sedang berlangsung diinfokan via layar proyektor dan berbagai info juga ditayangkan dengan ilustrasi yang menarik.
- Publikasi promosi acara menggunakan video teaser
- Peserta yang masuk area acara dipasang gelang yang ikonik

Dari beberapa hal baru tersebut, yang paling istimewa adalah film dokumentasi acara tanggal 14 yang langsung ditayangkan saat tanggal 14 itu juga ! Saya sendiri kagum betapa gercepnya tim pubikasi. Biasanya kan film dokumentasi acara gitu kan baru tayang beberapa hari setelah acara karena perlu waktu untuk editing dan render.

Acara pun selesai saat menjelang magrib dengan hasil Paroki St. Bartolomeus sebagai juara umum. Memang sih mereka pantas juara. Saya melihat mereka begitu kompak, semangat dan antusias. Sedangkan paroki saya kalau nggak salah dapet 4 piala.

Selamat untuk St. Bartolomeus dan sampai jumpa di Paroki St. Mikael tahun 2017

Panitia Proakolit 2016
[Continue reading...]

17 September 2016

Pendidikan Berbasis Minat dan Bakat Anak

- 4 comments
 Sekarang ini pemikiran-pemikiran modern tentang pendidikan banyak bermunculan. Contohnya seperti pemberian sangsi kepada anak oleh guru yang lebih mendidik, pembelajaran di SD yang seharusnya tidak berfokus pada kognitif tapi lebih menekankan pada pembinaan karakter, bahkan yang terbaru adalah gagasan tentang tidak diperlukannya pemberian PR kepada siswa, serta yang fenomenal dan kontroversial adalah gagasan full day school oleh Menteri Muhadjir Effendy.

Dari sekian banyak pemikiran tersebut saya lebih tertarik membahas tentang pendidikan berbasis minat dan bakat anak. Pemikiran ini juga bukan hal baru. Sudah sering kita mendengar bahwa bakat anak berbeda-beda sehingga jangan menjudge anak yang tidak pandai matematika itu, bodoh secara keseluruhan. Bisa saja kemampuannya ada dibidang lain. Namun pentingnya minat dan bakat anak ini sepertinya gaungnya belum terlalu keras. Pengembangan minat dan bakat anak baru sebatas anjuran yang sebaiknya dilakukan orang tua dan guru. Tentu hal itu akan berdampak kurang signifikan. Hanya orang tua dan guru yang menyadarinya saja yang akan melakukannya.

Berbeda jika kita bandingkan dengan pendidikan di Finlandia. Sudah bukan hal baru jika negara itu menjadi panutan menjalankan sistem pendidikan yang baik (walaupun sekarang predikat negara dengan sistem pendidikan terbaik bukan lagi milik Finlandia). Sayangnya, yang lebih sering dibahas kebanyakan orang dari sistem pendidikan di Finlandia adalah tentang tidak adanya PR, tidak adanya ujian nasional, dan waktu belajar yang tidak lama (5 jam).

Padahal satu hal lagi yang luput dari perhatian adalah mutu sekolah di Finlandia semuanya sama. Tidak ada namanya sekolah unggulan atau sekolah favorit. Kalau di Indonesia kan ada sekolah nasional, nasional plus, SSN, dan pernah ada juga RSBI. Hal yang membedakan dari tiap sekolah di Finlandia adalah bahasa asing dan kegiatan olahraganya. Jadi orang tua dapat memilih sekolah yang sesuai dengan bakat olahraga siswa. Pada pembahasan ini kegiatan olahraga tersebut saya asumsikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul).

Di Indonesia sekarang ini, wadah untuk menyalurkan bakat anak adalah kegiatan ekskul. Dan ekskul itu kadang-kadang dipandang sebelah mata, hanya untuk formalitas. Tak jarang siswa memilih ekskulnya secara asal-asalan

Nah... kini masuk pada inti pembahasan saya. Saya berpikir agar pemerintah mengikuti Finlandia yaitu mengharuskan tiap sekolah memiliki spesialisasi ekskul. Dengan demikian, Orang tua dapat memilih sekolah yang memiliki ekskul unggulan sesuai minat dan bakat anak. Spesialisasi ekskul bukan berarti sekolah itu hanya mengadakan satu ekskul saja. Sekolah juga tetap mengadakan ekskul lainnya, namun ada satu ekskul yang diunggulkan baik dari segi fasilitas, pengajarnya, hingga prestasinya.



Hal ini akan berjalan efektif jika orang tua atau sang anak memang sudah tahu apa minat/bakatnya. Bagaimana bagi mereka yang belum tahu minat/bakatnya ? Untuk masalah itu, maka sekolah wajib melakukan tes bakat. Dari situ, pihak sekolah dapat mengarahkan ekskul yang tepat untuk siswa.
Jadi idealnya, setiap siswa wajib mengikuti ekskul.

Untuk mendukung ini semua, pemerintah juga harus menyediakan anggaran untuk pengadaan fasilitas ekskul dan honor pengajar ekskul ditiap sekolah. Selain itu pemerintah juga sebaiknya memiliki database tentang SDM yang kompeten dibidangnya yang bisa menjadi rekomendasi sekolah untuk merekrutnya menjadi pengajar ekskul.

Pada akhirnya, ekskul yang diikuti anak bukan lagi sebagai formalitas. Namun juga merupakan hal penting dan hal serius yang dilakukan siswa sebagai bagian dari pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Mengapa pendidikan berbasis minat dan bakat penting ?

Ya... dari tadi saya panjang lebar membahas pemikiran tentang pendidikan berbasis minat dan bakat. Memang apa pentingnya ?

Mengetahui bakat/minat itu penting bagi kehidupan seseorang di masa depan. Sama pentingnya dengan kemampuan matematika yang lebih sering diagung-agungkan oleh kebanyakan orang. Menyadari minat/bakat terlihat tidak terlalu berpengaruh di masa SD sampai SMA. Namun diakhir masa SMA, barulah akan terasa pentingnya minat/bakat. Di masa itu, siswa harus menentukan pilihan jurusan kuliahnya. Nah disaat itulah tak sedikit para lulusan SMA yang bingung memilih jurusan kuliah. Jika sudah tahu minat/bakatnya tentu menentukan pilihan tersebut tidaklah susah.

Lebih jauh lagi, di jaman sekarang ini, kecerdasan intelektual tidak menjadi satu-satunya tolak ukur keberhasilan orang bersaing, khususnya di dunia kerja. Tidak sedikit yang menganggap softskill lebih penting. Ketekunan menggeluti bidang minat/bakat kita akan mendukung berkembangnya softskill.  Sehingga seseorang akan memiliki keunikan dibanding individu yang lain dan itu akan membantu dalam melewati berbagai persaingan di kehidupan ini.

sumber gambar: google.com dengan sedikit perubahan
[Continue reading...]

20 Agustus 2016

Perpustakaan Tak Aktif, Pojok Baca Kelas pun Jadi.

- 6 comments
"Yah pak....!! baru juga baca sebentar !".

Teriakan kekecewaan yang terdengar menyenangkan bagi saya. Lho gimana sih ? Murid kecewa kok malah seneng ? Tidak. Saya tidak aneh kok hehe. Saya seneng karena berarti mereka benar-benar memiliki ketertarikan dan minat baca buku yang cukup tinggi. Kalo tidak tertarik, tentu mereka akan biasa saja ketika saya menghentikan waktu membaca. Saya sebenernya juga nggak rela membatasi kesempatan membaca mereka. Tapi kalo sudah saatnya pulang ya mau ga mau harus dihentikan.

Minat baca yang tinggi seperti itu harusnya tidak hanya berlaku pada anak SD saja tapi juga kalangan remaja dan orang dewasa. Saya sebagai penyuka buku, cukup gregetan ketika bertahun-tahun fakta yang selalu beredar adalah minat baca orang Indonesia rendah. Maka saya ingin sekali menularkan virus minat baca ke orang lain. Tapi kalo kepada teman-teman sebaya sepertinya sulit. Karena mereka sepertinya sudah punya ketertarikan lain dibanding membaca.

Nah..... Profesi saya sebagai guru sangat strategis untuk mendorong minat baca anak-anak. Dengan wewenang yang saya miliki sebagai guru, saya bisa mengarahkan kegiatan yang mendorong kebiasaan membaca.

Ketika mengawali kiprah di sebuah SDN di Jakarta Pusat, saya cukup prihatin dengan perpustakaannya. Jumlah bukunya sih cukup memadai. Namun luas ruangannya kurang ideal dan ternyata tidak ada petugas perpusnya. Aktivitas literasi pun menjadi tak terlihat. Kalau seperti itu kondisinya akan sulit mengarahkan siswa agar terbiasa membaca.

Maka saya berpikir, bagaimana caranya agar budaya membaca tetap terwujud. Akhirnya saya memulainya  dari kelas saya dahulu. Saat itu saya mengajar kelas 2. Saya coba bawa beberapa  buku dari perpustakaan ke kelas. Setelah saya perhatikan, ternyata murid-murid tersebut punya minat baca yang tinggi. Terbukti mereka antusias ketika saya persilahkan baca buku.



 Namun kebiasaan membaca belum berjalan ideal. Waktu belajar yang pendek tidak memungkinkan menyelipkan waktu khusus untuk membaca di setiap hari. Maka saya hanya menjadwalkan waktu membaca setiap hari Selasa, menjelang pulang sekolah. Penempatan buku-buku pun hanya ditumpuk saja. Saya sebenernya juga ingin menata buku-buku itu, agar di kelas terdapat pojok baca yang permanen. Tapi keterbatasan tempat, membuatnya tidak memungkinkan.

Saya juga cukup sulit menemukan buku dari perpus yang benar-benar pas untuk murid. Ada yang terlalu banyak tulisan dan tidak berwarna, ada yang kontennya terlalu berat untuk anak. Sebagian anak pun jadinya hanya membuka-buka halaman sebentar lalu mengembalikannya lagi. Akhirnya saya membelikan 6 buku cerita, kebetulan ada cuci gudang buku anak di gramedia pondok gede hehehe. Memang hanya sedikit sih tapi, setidaknya buku yang benar-benar dibaca murid bertambah.

Nah.... sekarang ini barulah kebiasaan membaca di kelas saya berjalan cukup ideal. Kini saya mengajar kelas 3. Di belakang kelas terdapat meja besar yang memungkinkan untuk meletakkan buku lebih leluasa, sehingga terwujudlah pojok baca di kelas. Frekuensi kesempatan membaca pun menjadi setiap hari. Sistem yang diterapkan adalah siswa yang sudah selesai mengerjakan soal latihan boleh baca buku. Melihat antusiasme yang begitu tinggi saya juga semangat untuk membeli buku lagi dan meminjam dari perpus gereja hehe.


Perpus gereja sudah vakum dan buku-bukunya terbengkalai. Sayang kan. Yaudah mending saya pinjem aja untuk murid saya hehehe. Kini terdapat 48 buku dan semuanya sudah sesuai dan menarik untuk anak.
 Walaupun kegiatan membaca ini sudah berlangsung berminggu-minggu, antusiasme mereka tak surut. Bahkan ketika saya lupa mempersilakan mereka baca buku, salah satu murid bertanya:

"Pak boleh baca buku nggak ?"

Kebiasaan membaca yang telah berjalan itu, mulai memperlihatkan hasilnya. Saat itu pelajaran bahasa Indonesia membahas tentang watak tokoh dalam sebuah cerita. Saya pun mengambil secara random salah satu buku cerita sebagai bahan untuk membahas watak tokoh bersama murid. Tak disangka, banyak diantara mereka yang menanggapinya dengan menyebutkan tokoh-tokoh dan jalan ceritanya. Gurunya saja belum tau isi ceritanya hahaha. Itu membuktikan bahwa saat diberikan kesempatan membaca, mereka benar-benar membacanya hingga ceritanya pun masih melekat diingatannya. Sungguh momen yang menyenangkan. Saya dan murid seperti anggota klub buku yang sedang membedah sebuah buku.

Jadi.... sebenarnya minat baca orang Indonesia bisa saja tinggi jika sejak dini telah di fasilitasi buku yang memadai. Dari kebiasaan membaca sejak dini, diharapkan minat baca tetap terjaga sampai dewasa nanti.
[Continue reading...]

19 Agustus 2016

Bukan Pulpen Biasa

- 0 comments
(Jam istirahat, saya mau keluar kelas dan masih ada beberapa murid di dalam kelas)

Murid A: "Pak... tunggu dulu" (berdiri dari tempat duduknya)

Saya: (sambil berjalan keluar kelas) "Kenapa ??"
Murid A, B, C: (agak berlari ke arah saya) "Tunggu  pak"
Saya: (berhenti di lorong depan kelas) "Ada apa sih ?"
Murid A, B, C: "Ini pak untuk bapak" (masing-masing memberikan satu pulpen kepada saya)
Saya: "Lho..... Untuk bapak ?
Murid A, B, C: Iya paakkk...
Saya: Dalam rangka apa ini ? bapak nggak ulang tahun kok " (sambil senyum-senyum)
Murid: Nggak papa pak.... Ya untuk bapak aja. Rasa terimakasih.
Saya: "Oh.... iya yaudah.. trimakasih ya"
Murid A, B, C: Iya pak.... (sambil agak berlari kembali ke dalam kelas)
Bagi anda, khususnya guru muda, Kejadian di atas mungkin sudah sering dialami dan mungkin juga terkesan biasa saja. Tapi tidak bagi saya. Karena pada dasarnya saya merasa sebagai guru yang biasa saja. Baik dalam hal cara mengajar maupun kedekatan dengan murid. Sehingga saya sangat jarang mengalami hal itu dan saya pun tidak terlalu berharap murid akan seperti itu. Walaupun sebenarnya saya juga mau mendapat perlakuan seperti itu dari murid. Apalagi kalau lihat post temen-temen pgsd/cpns guru di medsos, saat mereka mendapat perhatian dari murid. Makin pengen juga digituin hehe.

Memang hanya tiga buah pulpen hitam biasa. Namun bukan itu poinnya. Ada hal yang lebih bernilai, yang bisa dianalisis dari kejadian itu. Kepekaan, Inisiatif, dan Perhatian (mungkin ada nilai-nilai lainnya). Maka, saya pun senang dan mengapresiasi tindakan tiga murid perempuan itu. Karena ketiga nilai yang melatarinya itu membuat saya merasa tindakan mereka begitu "mahal". Hal lain yang membuatnya "mahal" adalah..... Kejadian ini tidak dilatari event apapun seperti hari guru, ultah saya, atau perpisahan. Nggak ada hujan nggak ada angin, eh tau-tau tiga anak itu kasih pulpen ke saya. Kalau memberi sesuatu saya pas ada event, bisa saja karena memang tradisi atau ikut-ikutan teman.

Lebih lanjut, kejadian itu membuat saya makin bersyukur menjadi guru dan juga makin menguatkan saya. Karena selama ini tidak jarang saya suka menyalahi diri sendiri karena merasa belum menjadi guru yang ideal.

Jika dianalisis lagi, ini merupakan indikator bahwa murid telah dengan terbuka "menerima saya". Indikator itu perlu bagi saya agar lebih percaya diri dan mengurangi kebiasaan saya menyalahi diri sendiri dalam kaitannya sebagai guru.

Pada akhirnya dengan adanya kejadian itu, saya berharap itu merupakan tanda bahwa mereka datang ke sekolah untuk belajar dengan niat dari kesadaran sendiri bahwa mereka butuh belajar. Bukan karena terpaksa menjalani rutinitas sehari-hari

NB: Saya menulis postingan ini murni sebagai ungkapan syukur. Bukan bermaksud lebay lho ya hehe.

[Continue reading...]

31 Juli 2016

Tentang Pak Anies

- 0 comments


Saya kaget ketika Anies Baswedan termasuk Menteri yang terkena Reshuffle. Sepertinya bukan cuma saya saja tapi kebanyakan orang, terutama kalangan guru. Tidak disangka Pak Anies harus meninggalkan Kemendikbud. Kalau saya lihat dari medsos, banyak yang merasa berat, kehilangan, dan sedih dengan peristiwa itu.

Netizen makin terharu ketika surat dari Pak Anies menyebar secara viral. Jika diibaratkan, Pak Anies seperti guru muda yang disukai murid-muridnya namun harus pindah sekolah. Murid-murid tentu sedih dan merasa kehilagan. Biasanya murid-murid kemudian menulis surat untuk gurunya tersebut. Netizen pun begitu, mulai dari instagram, facebook, hingga blog, mereka menulis curahan pendapat dan kesannya terhadap Pak Anies. Ya sama kayak yang saya tulis ini hehe.

Saya berpikir sebagai orang awam, seorang menteri diganti kalau membuat kesalahan atau tidak terlihat kerja nyatanya. Bagaimana dengan Pak Anies ? Kalau saya melihatnya, beliau tidak membuat keputusan atau bertindak yang kontroversial. Kinerjanya pun cukup terlihat dan terasa walaupun memang tidak se-spektakuler Bu Susi (Menteri KKP). Gerakan Literasi Sekolah (15 menit baca buku sebelum pelajaran dimulai), Menghentikan sementara kurikulum 2013, UN bukan penentu kelulusan, ajakan kepada orang tua untuk mengantar anak sekolah, MOS tanpa kekerasan, gerakan UN jujur, merupakan contoh kebijakan kecil tapi sangat terasa ke masyarakat luas.

Nah itu yang membedakan Anies dengan Mendikbud sebelum-sebelumnya. Peranan menteri selalu berkutat pada pembuatan atura-aturan formal. Tapi kalo Pak Anies kebijakannya berbasis pada gerakan/ajakan. Gerakan-gerakan itu menjadi awal dari tumbuhnya kebiasaan hingga akhirnya menjadi budaya. Ini yang luar biasa dari Pak Anies. Ia mampu menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif agar tumbuh di kalangan masyarakat.

Maka wajar banyak orang merasa kehilangan, karena Pak Anies mampu mengayomi berbagai kalangan yang terkait dengan pendidikan. Mulai guru, siswa, hingga orang tua siswa.. Masyarakat telah merasakan berbagai kebiasaan baik yang ditebarkan oleh Pak Anies.

Melihat kinerja-kinerja Pak Anies tersebut, jika diibaratkan sebagai siswa yang mengerjakan ujian, Pak Anies sudah melewati KKM tapi memang nilainya tidak 90 atau 100. Tapi kan setidaknya nilainya bagus, diatas KKM.

Kenapa tetap diganti ?

Mungkin ada indikator-indikator dari Jokowi yang kita tidak tahu. Katanya sih Pak Anies belum memenuhi ekspetasi presiden dan belum membuat gebrakan. Lah terus apa kabar kementrian yang lain ? Apa gebrakannya ?

Jadi kalau saya merasa bahwa Pak Anies merupakan korban politik. Pengganti Pak Anies adalah tokoh Muhhamadiyah. Memang bukan dari kalangan parpol sih. Tapi Muhamadiyah identik dengan PAN. Seperti NU yang identik dengan PKB. Dan lebih jauh lagi, PAN merupakan salah satu partai pendukung pemerintah. Memang sih itu masih sekadar opini subjektif saya.

Di sisi lain, Anies tidak memiliki daya tawar politik yang kuat karena beliau bukan dari kalangan parpol ataupun ormas (cielah... bahasanya udah kayak pengamat politik wkwkwk).

Walaupun begitu, katanya pengganti Pak Anies juga cukup berkompeten di bidang pendidikan. Track recordnya katanya sudah sesuai. Ya kita lihat saja nanti. Semoga saja ada kebijakan yang membuat pendidikan Indonesia lebih baik dan bukan malah menimbulkan gonjang-ganjing seperti dipaksakannya penerapan kurikulum 2013 beberapa waktu lalu.

sumber gambar: kompas.com, facebook.com
[Continue reading...]

04 Juli 2016

(Harusnya) Menikmati Liburan

- 0 comments


Lebaran tinggal sebentar lagi. Para pekerja dari berbagai profesi pasti udah libur atau mengambil cuti. Kebanyakan liburannya seminggu ya. Tapi kalo saya beda. Karena kerjaannya ngajar anak sekolah, jadi liburnya 3 minggu ! hehehe. Jadi saat tulisan ini dibuat, udah memasuki minggu kedua liburan.

Libur lebaran tentulah identik dengan mudik. Trus apakah saya juga mudik ? Tidak. Soalnya bagi keluarga saya, pulang kampung memang bukan menjadi ritual yang wajib dilakukan tiap tahun. Mau lebaran kek, natalan kek, tetep di rumah aja. Soalnya, mbah dari kedua orang tua saya udah dipanggil Tuhan semua. Nah satu lagi yang bikin keluarga saya ga perlu pulkam. 80% keluarga besar dari bapak maupun ibu saya sudah tinggal di RT dan kecamatan yang sama dengan keluarga saya.

Yaudah kelar dah kan ya. Biasanya kita pulang kampung untuk ketemu sodara-sodara di kampung, atau sodara yang mencar di berbagai kota biar bisa nyatu di kampung halaman. Tapi kami sepanjang hari udah nyatu di RT yang sama hehehe.

Makanya pulkam menjadi "barang mewah" buat keluarga saya, karena saking jarangnya. Tapi saya sendiri sih gak papa. Bertahun-tahun udah biasa ga pulkam. Mau seberapa panjang liburannya, udah biasa di rumah aja.

Libur lebaran ini saya juga di rumah. Seharusnya gak ada masalah karena udah biasa. Tapi kali ini beda. Saya ngerasa ada yang ga beres selama liburan di rumah. Ada yang mengganjal di pikiran saya hingga membuat saya kurang nikmatin hari-hari libur (tenang aja.. penyebabnya bukan karena keseringan mikirin kamu kok #eeaa hahaha)

Setelah dipikir-pikir, kayaknya pikiran saya mikir tentang pekerjaan. Ya, saya masih punya "utang" 3 RPP yang harusnya udah dibikin semester kemarin. Belum lagi sebaiknya saya mencicil bikin administrasi untuk semester besok. Nah jeleknya adalah.... Saya mager bikin RPP itu, tapi disisi lain saya malah jadi kepikiran mulu. Jadilah saya melewati hari-hari dengan bawaan pikiran itu tapi kurang ada niat ngerjainnya. Iya baiknya coba dikerjain aja ya. Udah dicoba sih. Tapi pas ngerjain saya kelamaan buat mikir juga. Capedee...

Liburan di rumah sebenarnya tetap aja bisa dinikimatin. Asalkan pikiran jangan mikir soal kerjaan. Walaupun liburan kerjaannya makan-internetan-tidur mulu tapi kalo ga ada beban pikiran ya enak-enak aja. Biasanya saya udah cukup nikmatin liburan dengan ngeblog.

Pada akhirnya, tulisan ini memang ga ada faedahnya kali ya hahaha. Cuma buat ngelepasin aja apa yang ada dipikiran ini.
[Continue reading...]

02 Juli 2016

Jelajah Kepulauan Seribu

- 2 comments
"Bri..... mau ikut gak ke kepulauan seribu. Itu masih ada sisa buat 1 orang"

Begitulah kira-kira ucapan bapak saya, yang menjadi awal terwujudnya trip saya ke kepulauan seribu (kepser). Namun entah kenapa saya kurang exited mendengar tawaran tersebut. Mungkin karena pesertanya bapak-ibu guru, dan karyawan komplek sekolah bapak saya. Jadi kurang nyambung gitu sama saya (yang anak muda gitu loh hahaha). Saya pikir nanti cuma jadi anak ilang.wkwk.

Tapi... ibu saya malah ngebet banget nyuruh saya ikut. Yaudahlah itung-itung buat pengalaman deh. Soalnya saya juga belum pernah ke kepser. Bahkan ini pertama kalinya saya keluar dari pulau Jawa hehehe (ketauan deh kalo saya kurang piknik -_-).

Maka jadilah saya ikut perjalanan tersebut pada Sabtu, 17/06/2016. Pertama, kami menuju ke sekolahan bapak saya. Dari sana, bareng-bareng naik mobil ke pelabuhan Muara Angke. Namun cuaca kurang bersahabat. Rintik-rintik hujan tak berhenti sepanjang pagi.

Jalan masuk menuju pelabuhan juga banjir. Kami sempat ragu dan mikir beberapa lama, mau diterobos atau nggak. Akhirnya nekat diterobos. Puji Tuhan nggak mogok mobilnya. Sampai pelabuhan jam 7 dan cuaca juga masih begitu. Aroma ikan cukup menyengat di pelabuhan. Kami dibagikan tiket, saya lihat harganya 55 ribu. Ada dua anak muda pemandu kami, cowok dan cewek. Jam 8 akhirnya kapal berangkat. Tujuannya adalah Pulau Kelapa, tempat kami menginap.

Kondisi cuaca membuat ombak lumayan besar. Tapi saya kira ombak segitu gak akan terlalu mengguncang kapal. Tapi dugaan saya salah besar. Saya tidak menyangka kapal akan terombang-ambing. Sampai saya pun akhirnya mabuk laut. Hadeuh.. lemah banget ya. Kenapa ya saya bisa mabuk. Setelah saya pikir-pikir, penyebabnya sebelum berangkat saya gak kepikiran minum antimo dan gak bawa juga bekal yang cukup mengganjal perut. Selain itu saya duduk di bagian dalam kapal. Harusnya saya pilih dibagian atas yang udaranya lebih enakan. Tapi udah terlanjur, bagian atas udah penuh.  Udahlah saya cuma pengen cepet-cepet sampai, udah ga kuat abang wkwk. Tapi perjalanan 3 jam saudara-saudara, harus sabarr. Saya coba tidur biar ga kerasa lama perjalanannya, tapi ga bisa. Hadeuhhh

Suasana di dalam kapal


Jam 11 Akhirnya sampai juga. Kapal ga langsung merapat di dermaga pulau kelapa. Kami harus pindah ke kapal nelayan dulu untuk diantar ke dermaga. Rumah Homestaynya dekat dari dermaga. Pulau Kelapa sejatinya bukan pulau wisata tapi memang perkampungan penduduk. Katanya sih pulau terpadat penduduknya di Kepser. Saya lihat tidak ada pantainya. Pulau ini bersebelahan dengan Pulau Harapan, bahkan katanya terhubung dengan jembatan. Tapi saya nggak lihat dimana jembatannya.

Sampai di Homestay kami makan siang, lalu dilanjutkan menjuju spot snorekling. Dengan kapal nelayan, kami dibawa cukup jauh ke tengah laut ke arah utara.. Warna lautnya bagus, biru. Kalau menjelang daratan warnanya hijau.

Air lautnya bagus hehehe

Ternyata di tengah laut itu ada yang dasar lautnya dangkal dan itulah spot snoreklingnya. Sayangnya saya nggak pandai soal ginian, berenang & nyelem. Yaudah saya cuma sekedar nyebur aja di laut, mainan air haha.

Spot Snorkeling

Setelah Nyebur ke Laut
 Setelah puas, kami menuju Pulau Perak, Istirahat, jajan Pop Mie dulu. Bagus juga pulaunya. Pantai pasir putih. Air laut cukup bening dan warnanya kehijauan. Tapi ombaknya nggak seru, nggak kayak di pantai selatan. Ya memang sih ombak pantai utara kayak gitu, tenang udah kayak danau aja.
Pemandangannya itu cocok banget buat foto-foto. Sayangnya adek saya nggak ikut, jadi kurang puas saya foto-fotonya hahaha,

Di Pulau Perak
Sebelum meninggalkan Pulau Perak, kami ditawarkan oleh pemandu, mau ke tempat snorkling yang lebih dalam atau berkunjung ke pulau-pulau aja. Kami memilih ke pulau-pulau aja. Sebenernya tujuan selanjutnya adalah ke Pulau Gosong. Tapi uniknya, pulau itu kalo air laut sedang pasang, pulau itu tenggelam !. Dan saat itu pulaunya sedang tenggelam. Pulau itu memang hanya bentangan memanjang pasir putih aja.

Oke Pulau Gosong dicancel. Lanjut ke Pulau Dolphin, tapi gak jadi juga. Soalnya menurut para peserta rombongan, kurang menarik. Oke jadinya ke Pulau Bira Besar. Di Pulau Bira Besar juga gak terlalu lama karena rombongan cuma numpang ke toilet. Jiahhh capedee.

Pulau Bira Besar, Bersama Bapak
Yaudah abis itu selesai deh. Hari menjelang sore. Kami balik ke Pulau Kelapa. Sekitar Jam 5 sore sampai di homestay. Ini badan rasanya pengen mandi, tapi berhubung kamar mandinya cuma satu dan yang ngantri segambreng, jadinya yang bapak-bapak mandi seadanya di kran air di depan homestay hahaha. Yaudah saya ikut mandi disitu juga. Kurang puas sih mandinya, saya jadinya masih garuk-garuk badan. Ya mau gimana lagi, nanti besok pagi harus mandi dengan sebenar-benarnya hahaha.

Setelah makan malam, nggak ada kegiatan. Malam belum terlalu larut sebenarnya, tapi saya nguantukkkk banget. Sebenernya masih mau ada bakar-bakar ikan & jagung. Tapi biarinlah, ini mata udah berat banget. Eh pas udah nggletak, malah susah tidur. Pas udah pules, suka kebangun mulu. O iya, saya dan bapak-bapak yang lain ga tidur di kamar tapi nggelepar aja di ruang tamu, berhubung terlalu banyak peserta hehe.

19 Juni 2016

Setelah sarapan, kami kunjungan ke pulau-pulau lagi. Cuaca cerah, matahari terasa sangat panas. Pulau pertama adalah Pulau Bulat. Pulau ini katanya milik keluarga cendana. Terdapat rumah peristirahatan berbahan kayu. Kondisinya tak terawat. Suasana pulaunya sih sama aja. Pantai pasir putih, warna laut yang sama seperti itu, dan pohon-pohon yang banyak tumbuh di tengah pulau. Bedanya, pulau ini dikelilingi susunan batu pemecah ombak

Di Pulau Bulat

Pulau terakhir, Pulau Genteng Kecil. Ini Pulau wisata yang paling bagus menurut saya. Terdapat beberapa rumah penginapan, sampah daun dibersihkan oleh petugasnya. Cuaca sangat panas jadi cukup menyulitkan untuk berfoto-foto hahaha. Tapi ya untung ga ada bedanya sih, pantai pasir putih dan ombak yang tenang.


Ya pada akhirnya setelah berkunjung ke beberapa pulau, visual yang didapat sama saja. Kalau dikatakan secara ekstrem, membosankan, gitu-gitu aja. Jadi mungkin idealnya berkunjung ke dua pulau saja. Agar tidak sampai kepada titik bosan tersebut.

Kami kembali ke Homestay dan Jam 11 balik lagi ke Muara Angke. Karena udah dapet pengalaman waktu berangkat, saya langsung minum antimo, dan makan siang di kapal sebelum berangkat. Duduknya pun langsung pilih di atas. Eh udah persiapan gitu ternyata perjalanan lancar jaya. Ombak tenang banget. Saya benar-benar menikmati perjalanan pulang dengan tidur hehehe


Epilog:

Kembali ke daratan Jakarta pada Minggu sore adalah timing yang tidak tepat. Menjelang masuk Bekasi, macetnya jalanan sungguh bikin emosi. (Oke, ini epilog yang tidak penting hahaha)

[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger