26 November 2015

Konsep Dasar Kurikulum

- 0 comments



Pengertian Kurikulum - Kurikulum berasal dari bahasa Latin yaitu curere, yang artinya suatu jarak yang harus ditempuh untuk menyelesaikan sesuatu. - Dalam arti sempit, kurikulum adalah kumpulan mata pelajaran (Writen curriculum). - Dalam arti luas, kurikulum adalah semua pengalaman belajar (Hidden curriculum). - Menurut UUSPN 2003 kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang dgunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

 Ciri-ciri kurikulum
 1. Curriculum as a subject matter => Kurikulum sebagai kumpulan atau kombinasi bahan atau materi pelajaran
2. Curriculum as experience => Kurikulum sebagai seperangkat pengalaman yang direncanakan sehingga mencapai tujuan pendidikan/pembelajaran.
3. Curriculm as intention => Kurikulum sebagai suatu program yang terencana, mempunyai tujuan, saasran, dan evaluasinya.
4. Curriculum as cultural reproduction => Kurikulum sebagai refleksi suatu budaya masayarakat tertentu.  

Kedudukan Kurikulum Kedudukan Kurikulum sebagai sentral atau jantung pendidikan Posisi kurikulum penting karena Konstruk/sosok yang dibangun untuk mentranfer apa yang sudah terjadi di masa lalu. Jawaban untuk menyelesaikan masalah social berkenaan dengan pendidikan Alat untuk membangun kehidupan di masa depan.

Fungsi kurikulum
1. Bagi Guru: pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran (silabus, RPP, dll)
2. Bagi Kepala Sekolah: pedoman dalam melakukan supervisi kurikulum terhadap guru-guru.
3. Bagi masyarakat: bentuk akuntabilitas agar kurikulum sekolah link and match dengan kebutuhan  masyarakat.
 4. Bagi penulis buku ajar: pedoman dalam melakukuan analisis, instruksional, menjabarkan berbagai pokok bahasan, dan memilih berbagai sumber belajar.  

Efektivitas Kurikulum Kurikulum dapat dikatakan efektif jika kurikulum dapat berinteraksi secara tepat dengan kompetensi guru, sehingga dapat memaksimumkan efektivitas mengajar dan belajar.
[Continue reading...]

25 November 2015

Merasakan Hari Guru yang Sesungguhnya

- 4 comments

Hari Guru diperingati setiap tanggal berapa ? Jika pertanyaan itu ditujukan untuk saya saat masih SD-SMA, jujur saja saya tidak tahu. Sungguh terlalu...*suara Haji Rhoma Irama* .  Pertama kali saya tahu kapan hari guru itu saat masa kuliah. Itu juga kebetulan karena mendapat soal ujian yang menanyakan kapan tanggal hari guru. Saya pun salah menjawab (haha... parah). Waktu itu setelah keluar dari ruang ujian saya langsung googling. Barulah saya tahu kalau hari guru itu diperingati setiap tanggal 25 November.

Memang keterlaluan juga saya. Selama 12 tahun belajar (SD-SMA) kemana aja ? Masa hari guru aja nggak tahu. Ya mau gimana lagi. Selama saya mengenyam pendidikan selama 12 tahun itu, hari guru kurang "dirayakan" oleh pihak sekolah. Bahkan sepertinya upacara peringatan hari guru belum pernah dilakukan selama saya SD-SMA *tolong teman-teman yang pernah satu sekolah sama saya, koreksi tulisan ini kalau saya salah*. Saya pun telah survey ke teman-teman saya, apakah mereka pernah upacara perigatan hari guru saat masih sekolah. Dari dua responden yang menjawab, 50% menjawab lupa dan 50% sisanya menjawab tidak pernah. Maka, hari guru pun terasa sama saja dengan hari-hari biasa. Jadi saya tidak bisa mengetahui tanggal hari guru semudah mengetahui tanggal kemerdekaan Indonesia.

Akhirnya saya mengalami perayaan hari guru yang sesungguhnya di SD tempat saya mengajar saat ini. Memang... saya merasa kalau di sekolah negeri itu cukup disiplin melaksanakan upacara peringatan hari nasional, termasuk hari guru ini. Upacara hari guru ini sekaligus menjadi momen perdana saya menggunakan seragam batik PGRI hehe... *Oke... ini nggak penting*. Upacara berlangsung dengan kepala sekolah sebagai pembina upacara. Seseungguhnya momen yang saya tunggu-tunggu adalah saat berfoto bersama hehe.
Foto bersama sesi 1
Upacara selesai. Akhirnya momen itu datang. Berfoto bareng guru hehe. Setelah itu ternyata seluruh murid yang jumlahnya sekitar 300-an itu diminta bersalaman dengan para guru. Waduh... lumayan juga salaman sama 300 murid.
Murid-murid salaman sama gurunya

Trus abis itu ngapain lagi ? ya foto-foto lagi hehe. Kali ini foto bareng para murid. Guru kelas berfoto dengan murid kelasnya. Bagaimana dengan saya ? Saya tidak bisa berfoto bareng murid kelas saya karena mereka masuk siang huh..... Selain itu nggak enaknya kalo muridnya masuk siang, saya cuma bisa ngeliatin murid lain ngasih hadiah buat guru kelasnya. Ya sudahlah.... emang udah nasib *sorry curcol selingan :v *
Ikut nimbrung aja sama murid kelas lain :)



Acara di lapangan selesai. Murid-murid masuk kelas. Tapi acara para guru masih lanjut di ruang guru. Ada pemotongan kue, dan penyerahan secara simbolis hadiah kenang-kenangan dari kepala sekolah kepada guru. Dan penyerahan simbolis dilakukan kepada guru paling senior dan yang paling "bungsu". Tentu saja saya yang paling bungsu. Acara dilanjutkan dengan (lagi-lagi) foto bersama.
Yang Bungsu Terima Penyerahan Simbolis
(Lagi-lagi) Foto Bersama - Sesi 2
Oke... "hura-huranya" selesai. Kembali ke rutinitas semula (walau tetap ditemani hidangan istimewa: kue dan es melon hehe). Jam 10.00 saatnya saya masuk kelas. Sungguh nggak disangka. Saat saya udah di dalam kelas, beberapa anak maju ke depan dan ngasih saya hadiah. Kebanyakan sih ngasih cokelat. Tentu saja apapun hadiahnya nggak masalah. Tapi perhatian mereka..... jadi bikin terharu nih :'). Bener-bener surprise banget mereka juga kasih saya hadiah. 
Bukan Hadiahnya tapi Perhatiannya :')
Saya juga "nggak mau kalah" dengan guru kelas lain yang bisa foto bareng murid kelasnya. Akhirnya saya juga minta foto bareng mereka sebelum keluar kelas untuk kegiatan pramuka. Foto bareng murid kelas saya  ini menjadi foto perdana bareng mereka *lagi-lagi info gak penting*. Murid-murid antusias untuk berfoto, tapi ada beberapa yang nggak mau ikutan. Entah karena malu atau karena nggak mau aja. Tapi saya tetap senang karena bisa foto bareng murid saya.

Fauzan (murid saya) ngambil gambarnya kejauhan nih :)


Selamat Hari Guru Nasional

25 November 2015




[Continue reading...]

22 November 2015

Teori Belajar

- 0 comments


I Pengertian belajar 
1. Arti tradisional: belajar ialah menambah dan mengumpulkan sejumlah ilmu pengetahuan
2. Arti modern: belajar ialah suatu proses kegiatan yang membawa perubahan pada individu dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap dengan aktivitas siswa sendiri. 

II Perubahan Belajar
1. Kognitif (perubahan pengetahuan): dari tidak tahu menjadi tahu
2. Psikomotorik (perubahan keterampilan): dari tidak bisa menjadi bisa
3. Afektif (perubahan sikap): dari tidak biasa menjadi biasa. 

III Faktor yang mempengaruhi belajar
 A.Faktor internal- Biologis- Psikologis
B.Faktor eksternal- Keluarga- Sekolah- Masyarakat

IV Ciri khas perilaku belajar
1.Perubahan intensional: adanya perubahan melalui pengalaman/praktik
2.Perubahan postif dan aktif
3.Perubahan efektif dan fungsional: berhasil guna, bermanfaat, dinamis 

V Perwujudan perilaku belajar
1.Kebiasaan
2. Keterampilan
3. Pengamatan
4. Berpikir asosiatif dan daya ingat
5. Berpikir rasional dan kritis
6. sikap
7. Inhibisi (mencari kegiatan yang bermanfaat)
8. Apresiasi
9. Tingkah laku afektif
[Continue reading...]

21 November 2015

Lupa dan Transfer Belajar

- 0 comments


A. Lupa adalah kehilangan kemampuan untuk mengingat, mengingat kembali, atau menimbulkan kembali dalam ingatan sesuatu yang telah dipelajari sebelumnya.
B. Teori lupa ada 3: Decay theory, interference theory, cue-dependent forgetting theory 
 I Decay Theory Lupa dapat terjadi karena informasi yang pernah disimpan di dalam ingatan tidak pernah atau jarang digunakan sehingga lama-kelamaan akhirnya mengalami kerusakan (menghilang dengan sendirinya).
 II Interference Theory teori ini ada 2 macam:a. Retoractive inhibition =>apabila informasi baru menghalangi seseorang untuk mengingat informasi yang lama b. Proactive inhibition =>apabila informasi yang lama menghalangi seseorang untuk mengingat informasi yang baru.  
III Cue-Dependent Forgetting Theory Lupa terjadi disebabkan oleh terlalu jauh letak lemah isyarat sesuatu yang ingin diingat kembali oleh seseorang.
 C. Penyebab lupa 
1 Informasi yang diterima kurang menyenangkan 
2 Informasi yang baru secara otomatis menekan item informasi yang telah ada
 3 Informasi yang akan diingat kembali, tertekan kea lam bawah sadar dengan sendirinya lantaran tidak pernah digunakan 
4 Lupa terjadi karena perubahan situasi lingkungan antara waktu belajar dengan waktu mengingat kembali 
5 Lupa terjadi karena perubahan sikap dan minat terhadap proses dan situasi belajar tertentu
 6 Lupa terjadi karena pelajaran yang telah dikuasai, tidak pernah digunakan/dihafalkan siswa 
7 Lupa terjadi karena perubahan urat syaraf otak

 D. Usaha untuk mengurangi lupa dalam belajar
 1 overlearning 
2 extra study time
 3 Mnemonic device (gunakan kata kunci / simbol saat belajar) 
4. Pengelompokan 
5. Latihan Terbagi
[Continue reading...]

Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum

- 0 comments
Kurikulum itu bersifat dinamis, artinya kurikulum dapat dan perlu diubah sesuai dengan kondisi perkembangan saat kurikulum itu diberlakukan.

Pengembangan kurikulum dapat terjadi kapan saja sesuai dengan kebutuhan perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat. Melalui fase inisiasi (sosialisasi), legitimasi (peraturan), dan kongruensi (penyesuaian).  
Peran Pengembangan Kurikulum 1. Peran Konservatif: mempertahankan kebudayaan yang bernilai baik, supaya diwariskan ke generasi berikutnya. 2. Peran kritis dan evaluatif: menilai dengan kritis dan mengevaluasi keberadaan nilai-nilai kebudayaan saat ini agar dapat diterapkan dan dilestarikan sesuai dengan perkembangan jaman. 3. Peran kreatif: menciptakan kreasi baru berkaitan dengan kebudayaan yang berkembang di masyarakat.  

Kelambanan perubahan kurikulum terjadi karena: - belum cukup mempunyai dasar ilmiah - tidak punya petugas khusus yang selalu siap - tak ada insentif bagi guru yang mengadakan perubahan - kebanyakan guru mempertahankan cara lama - kurikulum yang seragam/uniform.
[Continue reading...]

17 November 2015

Modul Penggunaan Blog (Blogspot) Sebagai Media Pembelajaran

- 2 comments

Pada era saat ini, perkembangan teknologi telah berkembang pesat. Beredarnya aneka ragam teknologi ini harus bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna, salah satunya untuk bidang pendidikan.

Maka, Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengharapkan guru-guru di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Dengan penggunaan teknologi diharapkan pembelajaran dapat berlangsung menarik dan siswa lebih mudah menyerap materi pelajaran.

Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran adalah blog. Blog untuk media pembelajaran ? bagaimana caranya ? silakan download saja modulnya untuk lebih jelasnya.

Dalam modul ini tidak hanya dijelaskan tutorial penggunaan blog tapi dijelaskan juga bagaimana hubungannya dengan dunia pendidikan sekolah.
Selain untuk media pembelajaran, guru juga dapat sharing segala hal tentang pendidikan. Itu akan menjadi nilai inspiratif tersendiri bagi orang yang membacanya  Saya sendiri memang memiliki ketertarikan pada pemanfaatan blog bagi guru. Apalagi saat ini sudah mulai banyak guru di Indonesia yang memiliki blog. Namun saya masih jarang menemukan blog milik guru SD.

Maka, pada kesempatan ini saya ingin berbagi modul penggunaan blog sebagai media pembelajaran yang sudah lama saya buat. Pembuatan modul ini tak lepas dari skripsi S1 saya yang memang tentang pengembangan blog sebagai media pembelajaran. Saya berharap semakin banyak guru, khususnya guru SD yang memiliki blog.

 Semoga bermanfaat bagi anda khususnya guru-guru yang ingin membuat dan mengelola blog.


Klik:

[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger