30 Oktober 2014

Tujuan Perencanaan Pendidikan

- 1 comments

1. Standar pengawasan yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaan
2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya kegiatan
3. Mengetahui siapa saja yang terlibat, baik kualitas maupun kuantitasnya
4. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan
5. Meminimalkan kegiatan yang tidak produktif
6. Memberi gambaran menyeluruh tentang suatu kegiatan
7. Menyerasikan beberapa sub kegiatan
8. Mendeteksi hambatan yang bakal ditemui
9. Mengarahkan pada pencapaian tujuan
[Continue reading...]

Karakteristik Manajemen Pendidikan

- 1 comments


Tulisan ini bermaksud lebih spesifik pada karakteristik Perencanaan Pendidikan yaitu:
1. Mengutamakan nilai-nilai manusiawi karena pendidikan itu membangun manusia
2. Harus dapat memberi kesempatan untuk mengembangkan berbagai potensi anak didik
3. Harus dapat memberi kesempatan pendidikan yang sama bagi semua anak didik
4. Harus komprehensif dan sistematis, yang artinya tidak pasial tetapi menyeluruh, terpadu, disusun  secara logis serta mencakup berbagai jenis dan jenjang pendidikan
6. Harus berorientasi pada pembangunan, karena pendidikan menciptakan manusia yang dapat berkontribusi pada pembangunan
7. Harus dapat dikembangkan dengan memperhatikan keterkaitannya dengan berbagai komponen pendidikan
8. Harus berorientasi pada masa depan
9. Harus menjadi sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan
10. Harus responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat
[Continue reading...]

19 Oktober 2014

Tabloid #SOCCERpamit

- 0 comments


Saat itu hari minggu saya pergi ke Mal Pondok Gede dengan tujuan untuk membeli buku di gramedia. Namun, saat sedang berjalan di kawasan mal tersebut saya melewati kios koran dan tidak sengaja melihat tabloid soccer yang bertuliskan #SOCCERpamit di halaman paling belakangnya. Wah apa tu maksudnya ? saya langsung berpikir apakah Tabloid Soccer akan tutup ? Tanpa pikir panjang lagi saya menuju kios itu dan mengambil satu tabloid itu.

Saya membaca kolom editorialnya ,Dan ternyata benar Tabloid Soccer telah tutup, tidak terbit lagi. Saya cukup terkejut melihatnya. Karena saya melihat Soccer sudah cukup mapan sebagai sebuah media cetak dan sepertinya juga memiliki basis pelanggan yang cukup besar. Terlebih lagi saya bisa dikatakan pelanggan Soccer sejak tahun 2005. Tapi Ya memang setahun belakangan ini saya mulai jarang beli Soccer karena saya sudah masuk dunia kerja dan tidak sempat untuk membaca lagi. Saya memiliki banyak kenangan dengan Soccer. Soccerlah yang pertama kali membuat saya melek tentang dunia sepakbola. Di salah satu halamannya, ditampilkan beberapa cover dari awal pertama kali terbit sampai edisi terakhirnya. Saya menjadi kembali mengingat masa-masa ketika saya “sangat dekat” dengan Soccer.

Menurut tulisan editorial tersebut, Soccer berhenti terbit karena masalah kesulitan bisnis. Ya saya cukup memahami alasan tersebut. Di tengah majunya dunia maya sekarang ini, cukup sulit bagi media cetak untuk meraih pasar konsumen. Saya menyadari kini masyarakat lebih memilih browsing di internet untuk mendapat informasi berita. Apalagi berita sepakbola yang bisa dikatakan hampir setiap hari selalu ada berita update. Tentu mengupdate berita setiap hari adalah keterbatasan Soccer yang terbit 1 minggu sekali saja. Memang konsep Soccer adalah tabloid panduan sepak bola, bukan tabloid berita update sepak bola. Namun sepertinya pasar konsumen lebih tertarik dengan berita update sepakbola dan itu bisa didapatkan dengan cepat dan mudah melalui internet.

Saya kemudian membeli Tabloid Soccer itu sebagai kenangan di edisi terakhirnya. Saat tiba di rumah, saya browsing internet dan banyak respon dari netizen di twitter mengenai berhentinya Soccer. Mereka sedih dan merasa kehilangan. Ada juga berbagai postingan blog yang menceritakan kenangan dengan soccer. Saya terharu melihat respon-respon tersebut. Saat browsing tersebut saya baru menyadari edisi terakhir soccer tersebut adalah 9 Oktober 2014. Itu berarti sudah 1 minggu yang lalu. Wah saya sangat ketinggalan info ini.
[Continue reading...]

04 Oktober 2014

Koran Favoritku

- 0 comments
Melihat judul tulisan ini mungkin anda akan menebak bahwa koran yang dimaksud adalah Kompas. Ya tidak salah juga menebak itu karena koran tersebut memang korannya sejuta umat Indonesia.  Baik di rumah, kantor, hingga sekolah pasti koran yang tersedia salah satunya adalah Kompas. Banyak orang yang baca koran itu hingga akhirnya menjadikan kompas sebagai koran favoritnya.

Namun hal itu tidak berlaku bagi saya. Kenapa ? begini, saya sudah baca kompas sejak SD. Ayah saya sesekali membawa pulang Kompas dari tempat kerjanya. Ya memang saya tidak membacanya secara intensif, hanya sekilas-sekilas saja. Namun membaca koran yang sama bertahun-tahun membuat saya bosan. Saat itu saya belum terbuka dengan koran lain selain kompas. Hingga akhirnya pada saat masa kuliah mata saya terbuka dengan koran-koran lainnya.

.Setiap berangkat atau pulang kuliah, sesekali  saya sempatkan mampir ke kios koran.  Saya mulai membeli berbagai judul koran secara eceran. Saya pun membanding-bandingkan gaya penyampian berita dan kekhasan tampilan  tiap koran. Akhirnya saya lebih memilih Indopos sebagai koran favorit saya. Saya lebih nyaman membaca berita dari koran tersebut. Sebenarnya saya juga suka Jawa Pos, tapi harganya yang cukup tinggi dibanding koran lain membuat saya jarang-jarang membelinya.


[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger