15 Juli 2014

Fakta Menarik Piala Dunia 2014

- 8 comments
  •  Penyelenggaraan Piala Dunia 2014 memakan biaya 16 miliar US Dollar, jumlah tertinggi dalam sejarah Piala Dunia
  • Argentina merupakan tim dengan rata-rata pemain tertua, yakni 28,4 tahun, sementara itu Ghana menjadi tim termuda dengan rata-rata 24,9 tahun.
  • Uruguay, Bosnia, Pantai Gading dan Ghana terbanyak dalam pemain berbasis di klub luar negeri, sedangkan Rusia memanggil semua pemain yang berlaga di klub dalam negeri.
  • Bosnia merupakan tim yang pemainnya paling sering memperkuat tim nasional yakni rata-rata 60 pertandingan, sedangkan Aljazair hanya 15,1 kali.
  • Pemain termuda di Piala Dunia 2014 adalah Fabrice Olinga dari Kamerun, dia genap 18 tahun pada 12 Mei lalu.
  • Spanyol dihitung oleh ING Bank menjadi tim paling mahal di Piala Dunia 2014. Juara Piala Dunia 2010 itu tercatat memiliki skuad dengan total harga €675 juta atau setara dengan Rp10,87 triliun.
  • Kolombia memiliki dua pemain tertua di Piala Dunia yakni kiper cadangan Faryd Mondragon (43 tahun) dan bek Mario Yepes (38 tahun).
 
Faryd Mondragon
  • Pemain Jerman Miroslav Klose melewati rekor Ronaldo sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia. Gol ke-16 Klose dicetak saat Jerman melawan Brazil di Babak Semifinal.

  • Kiper Italia Gianluigi Buffon akan menyamai rekor Lothar Matthaeus (Jerman) dan Antonio Carbajal (Meksiko) yang tampil lima kali di Piala Dunia, meskipun pada Piala Dunia 1998 ia hanya di bangku cadangan.
  • Bosnia Herzegovina adalah satu-satunya tim debutan, menjadi negara ke-77 yang pernah ambil bagian di Piala Dunia.
  • Laga pembuka lawan Portugal menjadi laga Piala Dunia ke-100 bagi Jerman, belum ada negara lain yang mencapai angka tersebut. 
  • Marcelo menjadi pemain pertama sepanjang sejarah piala dunia sebagai pemain pencetak gol bunuh diri di laga pembuka Piala Dunia
  • Skor 7-1 merupakan skor terbesar di Piala Dunia 2014. Hasil itu tercipta saat Jerman mengalahkan Brasil di Semifinal
  • Jerman menjadi negara terbanyak tampil di Final Piala Dunia yaitu 8 kali.
  • Spanyol menjadi negara keempat yang sebelumnya juara Piala Dunia namun langsung gugur di Fase grup.
  • Pemain Amerika Serikat, Dempsey menorehkan gol tercepat ke 6 sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia mencetak gol pada detik ke-29 saat Amerika Serikat melawan Ghana di pertandingan fase grup.

  • Pemain Bosnia-Herzegovina Sead Kolsinac mencetak gol bunuh diri dalam waktu 2 menit 8 detik saat melawan Argentina di Babak Penyisihan. Itu merupakan yang tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia. 

  • Pemain Timnas Inggris Frases Forster memiliki tubuh tertinggi di antara pemain Piala Dunia, yakni 2,01 meter.
Frases Forster 
sumber: beritasatu.com, sepakbola.com, vivanews
gambar: wikipedia
[Continue reading...]

01 Juli 2014

Salahkah Jokowi jadi Capres

- 0 comments
Saya tidak tahan untuk ikut berkomentar soal pencapresan Jokowi. Ada kalangan yang pro dan ada yang kontra soal pencapresan jokowi. Ya mungkin pendapat yang saya posting ini lebih kearah kalangan yang pro jokowi jadi capres. Namun saya sebenarnya hanya berusaha ingin berpendapat berdasarkan kondisi yang ada dan sepengetahuan saya (ya walaupun ujung-ujungnya mengarah ke pro jokowi hehehe).

 Seperti yang sudah kita ketahui, beberapa waktu yang lalu PDI-P telah menentukan bahwa capres yang diusungnya adalah Pak Jokowi, yang tak lain merupakan gubernur DKI Jakarta saat ini. Sebelum penetapan ini, jokowi memang sudah unggul diberbagai survey capres 2014. Padahal dari pihak jokowi maupun PDI-P masih belum ada pernyataan terkait capres 2014. Malah, ada isu bahwa PDI-P akan tetap mencapreskan megawati.

Waktu itu sedang hangat diisukan bahwa skenario pasangan capres-cawapres PDI-P adalah Megawati-Jokowi. Hal tersebut menimbulkan reaksi. Masyarakat kecewa jika skenario tersebut benar-benar terealisasi. Ada yang mengatakan bahwa jika hanya menjadi cawapres, jokowi lebih baik tetap menjadi gubernur.

Rakyat yang mencapreskan jokowi (terlihat dari survey). Jokowi dicapreskan bukan nyapres. Sehingga kalau mau salahkan, salahkan megawati. Berani sama megawati ? kalau dari jokowi sendiri yang mendeklarasikan diri, baru bisa salahkan dia. Ada komentar bahwa jokowi bisa saja menolak. Kan justru tidak bagus itu, menolak keputusan partai dan kehendak rakyat. Megawati bijkasana, seperti pengalaman menduetkan Jokowi-Ahok saat pilgub. Saat itu lebih diunggulkan Jokowi-Dedy Mizwar.

Bagi kalangan kontra, poin utama yang membuat mereka kontra adalah jokowi menjadi capres sebelum masa jabatan gubernur selesai. Namun menurut saya, apakah dengan jokowi maju capres Jakarta akan langsung hancur dan terbengkalai ? Ingat masih ada ahok yang kapasitasnya setara jokowi. Lain ceritanya jika orang yang menduduki wakil gubernur jokowi hanya sekedar formalitas dan peran jokowi yang lebih mendominasi. Itu baru patut dikhawatirkan. Tapi kita semua tahu, Ahok dan Jokowi mempunyai visi yang sejalan dan Ahok pun ikut berperan dalam menjalankan misinya. Sehingga ia sudah paham jalan pikiran jokowi. Selain itu Jokowi juga tetap masih bisa memonitor dan bersinergi dengan DKI. Justru hubungan antara pusat dan pemda Jakarta akan semakin sejalan.

Soal janji-jani politik, lah emang gubernur-gubernur sebelumnya menepati janji ? apa kabar partai demokrat ? gubernur lain juga banyak yang nyaleg lagi. 1,5 tahun Jokowi menjabat gubernur pun sudah nampak beberapa perubahan positif di DKI. Salah satu yang paling terkenal adalah penataan Waduk Pluit.

Setuju dengan pendapat pengamat politik bahwa untuk membuat sistem yang bagus maka dimulai dari pemimpin yang bagus dan itu ada pada jokowi. Saya setuju dengan Megawati bahwa kita harus mencontoh Soekarno bahwa ia menjadi presiden karena dia telah membuktikan wibawa kepemimpinannya. Dengan kata lain, jika ingin jadi menjadi presiden, ya harus buktikan dulu kalau anda memang layak sebagai pemimpin. Pembuktian sebagai pemimpin tersebut telah ada pada jokowi. Dia memiliki track record yang jelas: Walikota Solo, Gubernur Jakarta. Jadi sudah terlihat kiprah kepemimpinannya di jabatan kepemerintahan. Dan kepemimpinannya pun berkualitas. Melihat hal itu siapa yang mau menutup mata terhadap pemimpin seperti itu. Disaat kandidat lain baru gencar berpromosi menjelang pemilu dan baru peduli terhadap rakyat menjelang pemilu, Jokowi sudah dekat dengan rakyat jauh sebelum itu. Sehingga Jokowi sudah membangun citranya lewat kepemimpinannya. Ditambah melihat fakta yang ada, tidak ada kandidat lain yang “setara” jokowi. Mungkin ada Mahmud MD, Dahlan iskan, yang hampir setara. Kalau ada beberapa kandidat yang setara jokowi mungkin tidak perlu jokowi diusung-usung. Rakyat juga tahu bahwa jokowi sedang menjabat. Ya tapi mau gimana lagi. Tidak ada yang lebih bagus dari Jokowi
[Continue reading...]

Komentar Terbaru

 
Copyright © . Brian Prasetyawan's Blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger